Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Memasuki Kabut


__ADS_3

“Eeh,, katanya mereka ingin membunuh kita, apa mereka tidak bermimpi ya.”


“Aku juga tidak tahu mereka bermimpi atau tidak, yang aku tahu mereka terlalu memandang tinggi diri mereka Han'er,” jawab pria berotot yang tak lain Tu Long.


“Dari pada banyak bicara, lebih baik kita habisi saja, nyawa mereka wajib kita habisi,” Duan Du muncul tepat di depan salah satu pria yang terlihat sombong, ia juga jijik saat melihat kemunculan Bai Han dan Tu Long dari pintu depan.


“Aku muak melihat wajahmu itu, jadi mati saja,” dengus Duan Du.


Crash..!!


Tanpa bisa bereaksi, kepala pria tersebut langsung putus. Kini kepalanya melayang hingga menggelinding ke arah Tu Long.


Tu Long langsung mengangkat kakinya.


Crak..!!


Bam..!!


Kepala tersebut hancur berkeping-keping.


Keheningan seketika terjadi di aula, Bai An yang baru masuk melalui pintu depan bersama Rian dan Husen kini melihat kelakuan ketiga kuarganya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


“Ayo cepat, karna kita harus pergi dari sini,” ajak Bai An, Bai An juga ikut menggerakkan tangannya.


Ratusan pedang energi tercipta, pedang-pedang tersebut melayang di sekeliling Bai An.


Bai An melambaikan tangannya ke depan, bersamaan dengan itu ratusan pedang tersebut melesat dengan cepat ke arah puluhan orang yang masih terdiam.


Jlep..!!


Jlep..!!


Melihat Bai An membunuh hampir semua dari orang-orang di depannya, Duan Du, Tu Long dan Bai Han juga terlihat tak mau kalah, mereka bergerak secepat kilat sambil mengayunkan tangan mereka.


Crash..!!


Bam..!!


Duar..!!


Berbagai gerakan ketiganya lakukan hingga kini menyisakan pemimpin mereka yang bergetar ketakutan, ia merasa apa yang ia lihat ini hanyalah mimpi.


Plak..!!


Saat merasakan rasa sakit, ia kini sadar siapa orang yang ingin ia bunuh.


“A..Ampuni aku-”

__ADS_1


Crash..!!


“Aku bukan orang baik, jadi jangan memohon kepadaku,” ucap Bai An dengan dingin.


Wajah Bai An terciprat darah milik pemimpin Tarung Sejati saat ia membunuhnya barusan.


Kini Rian dan Husen mematung di tempat pertama kali ia masuki, terlihat jika bagian bawah mereka sudah basah akibat mengompol.


“Huuhh,, hei kau bau sekali, sudah tua malah mengompol di celana,” dengus Bai Han sedikit jijik karena baunya.


Rian dan Husen seketika tersadar, mereka kini tersenyum malu-malu, mereka juga merasa beruntung jika mau menuruti keinginan Bai An beberapa waktu lalu, jika tidak, mereka bahkan tidak bisa membayangkan apa yang terjadi selanjutnya.


“Hmm,, mulai saat ini kalian berdua saja menjadi pemimpin tempat ini, karena menurutku hanya tinggal kalian saja yang terkuat di kelompok ini,” ucap Bai An.


Rian dan Husen mengangguk patuh tanpa berani menggeleng maupun membalas ucapan Bai An.


“Baiklah jika begitu, ini bekal untuk kalian mendirikan kembali tempat ini. Ingat, jangan sampai menyalah gunakan kekuasaanmu, jika sampai aku mendengar kau berbuat keji, aku sendiri akan datang menyiksamu hingga kau menyesal telah di hidupkan di dunia ini. Ucap Bai An langsung mengancam.


Rian dan Husen hanya mengangguk patuh sambil menerima kantung, mereka tidak berani membuka apa isinya, tapi yang pasti, kantung tersebut sangat berat.


Jika mereka tahu isinya koin emas, mungkin mereka akan kejang-kejang saat melihat koin emas sebanyak itu.


***


30 menit telah berlalu, saat ini Bai An dan keluarga berdiri tepat di depan sebuah kabut.


Blush..!!


“Hmm,, aku merasakan adanya Energi Semesta yang berlimpah di balik kabut ini,” ucap Bai Tan.


Bai An tentu merasakan hal yang sama juga, tapi ia kini berpikir bagaimana cara melewati kabut di depannya ini.


“Iya aku juga tahu, tapi aku merasa kabut ini adalah kabut ilusi tingkat yang aku sendiri tidak bisa melihat ada di tingkat apa,” ucap Bai An.


Ketiga keluarga Bai An hanya diam saja saat melihat Bai An bicara dengan Bai Tan, walau mereka tidak bisa melihat wujud Bai Tan, tapi mereka bisa mendengar suaranya, itu karena Bai Tan sengaja mengekspor suaranya.


“Ini bukan kabut ilusi Tuan muda, melainkan perubahan dari hasil Energi yang ada di dalam, akibat terlalu lama di sana, energi tersebut langsung membuang kotoran yang kini menjadi kabut,” Bai Tan langsung menjelaskan karena ia merasa terhubung.


“Eeh,, jika begitu-”


“Benar apa yang kau pikirkan, untuk saat ini hanya kau yang bisa masuk karena telah memiliki aku,” ucap Bai Tan langsung memotong ucapan Bai An.


Ketiganya yang hanya menjadi pendengar langsung kecewa, tahu begitu, mereka mungkin akan pergi memburu iblis saja.


Mereka ingin ikut karena merasa ada sesuatu yang jauh lebih bermanfaat dari iblis merah, tapi itu hanya angan-angan saja pikir ketiganya.


Bai An terdiam beberapa saat. “Hmm,, kalian tunggu sebantar di sini, jika aku menemukan cara untuk membawa kalian masuk, maka aku akan langsung membawa kalian,” ucap Bai An meyakinkan.

__ADS_1


Tak lupa Bai An mengeluarkan semua keluarganya yang ada di dunia jiwanya, karena jika ia memaksa membawa mereka, Bai An yakin jika mereka semua akan langsung mati.


Setelah bersama selama seharian penuh bersama keluarganya, Bai An kini melangkah masuk.


Terlihat jika istri dan putra putri Bai An sangat khawatir terhadap Bai An. Tapi mereka tahu jika menghentikan Bai An, maka akan ada bahaya yang jauh lebih mengancam kehidupan mereka, maka dari itu mereka membiarkan Bai An masuk sambil berharap Bai An semakin kuat saat keluar.


Blush..!!


Tiba-tiba Bai An merasakan tubuhnya di hisap secara perlahan oleh kabut yang ada di sekitarnya, tapi dengan cepat ia mengeluarkan semua Energi Semestanya karena intruksi dari Bai Tan.


Benar saja, tubuhnya kini perlahan-lahan mulai merasa lebih baik.


Bai An terus melangkah, ia tidak sadar jika ada perbedaan waktu di dalam kabut dengan di luar kabut, di dalam kabut waktunya jauh lebih lama.


Saat ini Bai An telah berjalan selama satu tahun penuh, namun masih belum menemukan ujung kabut tersebut.


“Urgh,, sialan, jika seperti ini terus kapan akan sampai,” gumam Bai An merutuki kabut ini yang mempunyai Hukum Anti gravitasi sehingga Bai An tidak mampu untuk terbang maupun berlari.


Secara perlahan Bai An melangkah hingga 4 tahun berlalu dengan cepat, kini 5 tahun ia berada di dalam kabut.


Saat penglihatan Bai An mulai kabur akibat kehabisan Energi Semesta, sedangkan Bai Tan sudah tertidur akibat terus membantu Bai An selama 5 tahun.


Bai An tidak sadar jika ada sebuah lubang besar tepat berada di ujung kakinya.


Langkah kaki Bai An mulai mengarah ke arah lubang tersebut.


Blush..!!


Argghh..!!


Seketika Bai An tersadar, ia kini terjun bebas ke bawah.


Saking terkejutnya ia sampai berteriak sesaat.


***


Di Luar kabut, Lima hari telah berlalu.


“Kenapa Gege lama sekali?” Ucap Mu Xia'er menatap ke arah Duan Du, Tu Long dan Bai Han.


“Itu, Han'er juga tidak tahu ibu, ayah hanya bilang kita menunggu di sini, ibu sendiri juga tahu bukan,” jawab Bai Han dengan nada sedikit canggung.


Saat Mu Xia'er ingin mengatakan sesuatu, seketika sebuah teriakan menggema dari dalam kabut.


***


Bonus chapter 🙏🙏

__ADS_1


Hanya bisa sampai 4 chapter untuk hari ini.


__ADS_2