
Karena ia berpikir, akan ada waktu baginya untuk bisa bertemu anggota keluarganya yang hilang.
...
Xiu Hou yang saat ini merenung pun langsung mengangkat kepalanya, karena rasa penasarannya dengan siapa Bai Han sebenarnya, ia pun mengizinkan Bai Han membawa semua keluarganya.
“Baiklah, tapi cukup satu atau dua orang saja yang ikut bersamamu, sisanya tinggalkan di dalam Dunia jiwamu,” ucap Xiu Hou.
Bai Han yang mendengar itu pun seketika menjadi ceria.
“Terimakasih Tuan,” ucap Bai Han ingin membungkukkan badannya.
“Tidak perlu berterimakasih, dan juga jangan panggil aku Tuan, panggil saja aku paman,” ucap Xiu Hou sambil menepuk punggung Bai Han.
Bai Han pun mengangguk santai dan tidak terlihat formal lagi.
Tap tap..!!
“Jadi kapan kita akan berangkat?” Tanya Meng Yusan yang sedari tadi diam.
“Besok, jadi siapkan semua keperluan kalian malam ini,” jawab Xiu Hou sambil melirik ke arah Meng Yusan.
Mendengar itu, Meng Yusan, Du Ling dan Bai Han pun langsung meminta izin untuk kembali mempersiapkan semua kebutuhan serta memberitahu bawahan maupun keluarga mereka.
...
Xiu Hou dan Mu Feng Lu yang kini tersisa, seketika saling melirik.
“Ehem,, senior, jika begitu aku juga akan kembali memberitahu putra dan putriku,” ucap Mu Feng Lu meminta izin pamit.
Xiu Hou pun mengangguk santai.
Dret..!!
Wuss.. Wuss..!!
Dengan cepat Mu Feng Lu pun melesat setelah di berikan izin.
“Hemm..!! Apa aku perlu kesana juga ya?” Gumam Xiu Hou merenung sesaat.
“Aku rasa tidak perlu, karena mereka juga sekuat diriku dan tidak ada yang perlu di khawatirkan.” Gumam Xiu Hou yang kini mengingat beberapa temannya yang dulu ia temui.
Entah siapa yang Xiu Hou maksud.
Setelah bergumam seorang diri, Xiu Hou pun melangkah kembali ke kediamannya.
Tap tap..!!
***
Wuss..!!
Tap tap..!!
__ADS_1
“Tuan muda? Apa rencana anda berhasil?” Tanya Bo Wuhan langsung bertanya kepada Bai Han setelah ia melihat kemunculan Bai Han.
“Hemm..!! Ini jauh dari yang aku bayangkan, bisa di bilang kita melebihi kata berhasil, jadi ayo persiapkan dirimu, karena besok kita akan pergi,” ucap Bai Han dengan senyum hangat.
“Lalu bagaimana dengan yang lain?” Tanya Bo Wuhan dengan wajah sedikit bingung.
“Kita akan membawa mereka juga, tapi untuk nenek dan beberapa anggota keluarga kita yang menjalankan bisnis, mungkin akan tinggal. Karena aku berencana untuk membuat cabang juga di sini, sebagai pusat informasi kita nantinya,” jawab Bai Han.
Bo Wuhan pun langsung mengangguk, dan tak lama, Bai Han pun langsung memasukkan Bai Da Xing, Lan Yuheng, Lang Zai, dan Pixiu ke dalam dunia jiwanya.
Tap tap..!!
Tak lama setelah Bai Han memasukkan anggota keluarganya yang terluka, Chen Long pun datang.
“Eeh kemana yang lainnya?” Tanya Chen Long sambil melirik Bai Han.
Chen Long baru kembali setelah mengurus bisnis yang ingin Bai Han jalankan dengan Mu Go dan nenek kakek Bai Han di kota, jadi ia tidak mengetahui apa-apa saat ini.
Bai Han pun langsung menjelaskan semuanya kepada Chen Long jika rencananya berhasil membawa Penguasa Huansa dalam perjalanannya untuk mencari anggota keluarganya.
Karena sadar kekuatan mereka terbilang cukup lemah, jadi tentu saja Bai Han dari awal datang ke Benua Langit adalah mencari sekutu kuat.
“Hoho,, bagaimana caramu membuatnya setuju?” Tanya Chen Long terlihat penasaran.
“Ooh itu, dia akan menuju klan pusat, karena dia hanyalah pemimpin klan cabang di sini, jadi memanfaatkan kesempatan itu, tentu saja aku meminta ikut dengan tujuan ingin kesana karena ada sesuatu yang membuatku penasaran juga.” Jawab Bai Han dengan santai.
“Hemm..!! Jadi kau tidak memberitahu tujuan asli mu ya?” Tanya Chen Long.
“Rencana yang sangat bagus juga,” gumam Chen Long dalam hati. “Jika begitu, kapan kita berangkat?”
“Besok pagi.” Jawab Bai Han.
“Eeh,, jika begitu aku akan kembali dulu memberitahu yang lainnya,” dengan cepat Chen Long membalik badan lalu melesat.
Wuss..!!
Wuss..!!
***
Malam harinya.
Bai Han yang kini berdiri di depan keempat kakek neneknya terlihat memasang senyum hangat.
“Huuf,, aku hanya bisa berkata, hati-hatilah Han'er,” ucap Bai Yu dan Ling Yin langsung memeluk Bai Han.
“Hemm..!! Jangan lupa saat kembali nanti kau harus menikahi Gisel, ingat janjimu dan jangan pernah ingkar,” sambung Bai Yu.
Bai Han pun hanya bisa mengangguk patuh tanpa berani menimpali ucapan neneknya.
“Hehe,, sesekali bawalah istri cantik dan anak nantinya saat kau kembali Han'er,” kekeh Bai Zhan.
Wung..!!
__ADS_1
Glek..!!
Seketika Bai Zhan langsung mendapatkan tatapan mengerikan dari Bai Yu dan Ling Yin, yang membuatnya menelan ludah.
“Ah,, tadi itu aku hanya bercanda, jangan di ambil ke hati,” ucap Bai Zhan terlihat ketakutan.
Ling Shen yang melihat kelakuan ketiga orang tua ini hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“Ingat Han'er, jika kau bertemu salah satu dari mereka, jangan lupa untuk kabari kami, jika jaraknya jauh, maka gunakan saja inti darah kami untuk mengirim informasi,” ucap Ling Shen.
“Hem...!! Baik kek, kalian semua tenang saja, aku akan baik-baik saja, terlebih ada Penguasa Huansa yang bersamaku saat be pergian, dan tentunya saat kembali aku juga akan langsung menikahi Gisel, terahir, itu sudah pasti, aku pasti akan memberi kabar jika bertemu anggota keluarga kita,” ucap Bai Han dengan memasang wajah senyuman hangat.
Bukan hanya mengucapkan salam perpisahan kepada keempat kakek neneknya. Bai Han juga mengucapkan salam perpisahan kepada Yu Fan, Hei Long dan Long Yuan yang ikut tinggal di Benua Langit.
***
Pagi harinya.
Setelah semua siap, kini Bai Han yang berdiri di depan pintu penginapan melirik ke arah Bo Wuhan dan Chen Long.
“Apa semuanya sudah selesai?” Tanya Bai Han.
Bo Wuhan dan Chen Long pun langsung mengangguk serempak.
“Ayo,” ajak Bai Han langsung melesat.
Dret..!!
Wuss..!!
Wuss..!!
Bo Wuhan dan Chen Long pun langsung mengikuti dari belakang.
Tap tap..!!
“Apa kau sudah siap nak?” Tanya Xiu Hou yang kini terlihat sudah menunggu Bai Han.
“Sudah paman, maafkan kami yang terlambat,” jawab Bai Han sembari membungkukkan sedikit kepalanya dengan tulus.
“Tidak perlu minta maaf, kita juga baru saja sampai,” ucap Du Ling sambil tersenyum kecil.
Pandangan Du Ling pun mengarah ke Chen Long, saat ia melihat Chen Long. Du Ling pun langsung menyeringai tipis.
Setelah itu, pandangan Du Ling teralih ke Bo Wuhan. Saat melihat Bo Wuhan dengan seksama, ia pun menyeringai lebar.
“Hoho,, aku menemukan adanya saingan putraku di masa depan nanti,” kekeh Du Ling saat melihat tubuh serta bakat alami Bo Wuhan.
“Terus kau mau apa? Apa kau mau menindasnya agar putramu tidak mempunyai saingan? Huh,” dengus Meng Yusan.
Wajah Du Ling seketika menjadi jelek saat mendengar itu.
***
__ADS_1