
Bai An langsung menggelengkan kepalanya.
“Tidak perlu, karena saat ini kita tidak boleh terlalu bergantung dengan dunia jiwa, dengan kekuatan kita saat ini, aku rasa yang perlu kita lakukan adalah memperkuat pondasi kita sekuat mungkin dan menambah lagi pengalaman kita dalam pertarungan.”
“Sekaligus memperdalam teknik kita mencapai puncak kesempurnaan dan mempelajari beberapa teknik yang telah di berikan oleh Tetua Leluhur Ling Chou di setiap pertarungan,” kata Bai An dengan nada serius.
Duan Du dan Tu Long langsung mengangguk paham, karena sejauh ini mereka terlalu asik dengan kelakuan yang mereka sukai.
Mereka juga baru menyadari jika sebenarnya mereka masihlah lemah di depan musuh mereka yang sesungguhnya.
Terlebih sampai saat ini, musuh mereka yang sesungguhnya masih belum keluar.
Jika mereka keluar, mereka pasti hanya mengirim prajurit-prajurit yang di gunakan sebagai pion, tapi pion itu tidak bisa di anggap lemah.
Yang terlemah setara dengan Jendral Hu Yan Di.
Begitulah yang di beritahu oleh Ling Chou beberapa waktu lalu.
Bai An, Duan Du dan Tu Long juga kini berpikir mungkin Hu Yan Di adalah salah satu pion yang sengaja mereka gerakkan untuk membunuh Bai An.
Jika itu benar, betapa menakutkan musuh mereka yang sesungguhnya.
Bayangkan saja, Hu Yan Di saja sudah bisa menggerakkan begitu banyak orang-orangnya untuk membunuh mereka dan Hu Yan Di hanyalah Pion tidak penting yang setara prajurit biasa mereka.
Jika musuh yang sebenarnya mengirim prajurit elit mereka, maka Bai An membayangkan betapa seberapa sulit ia melawan prajurit elit tersebut, terlebih prajurit elit tersebut mempunyai banyak bawahan prajurit biasa seperti Hu Yan Di.
Tapi..!!
Bai An, Duan Du dan Tu Long sama sekali tidak gentar, mereka bahkan mengharapkan jika prajurit elit itu sendiri yang turun langsung, karena itu bisa melihat perbandingan mereka, apakah bisa menghadapinya atau tidak.
***
Sementara di tempat yang cukup gelap.
Saat ini terlihat Hu Yan Di berlutut dengan wajah bergetar ketakutan.
__ADS_1
Di depan Hu Yan Di berdiri seorang pemuda yang sangat tampan, wajahnya memiliki kataristik tenang, namun matanya sangat tajam serta aura yang keluar dari tubuhnya mungkin setara dengan 10 Patriak Sekte besar, karena kekuatan para patriak di yakini hanya di bawah para penguasa alam semesta.
Pemuda tersebut adalah salah satu prajurit elit dari klan era kuno yang belum berdirinya 10 Inti Alam Semesta.
Jika Ling Yenrou, Ling Chou atau Ling Wenli melihat pemuda tersebut, mereka akan tahu jika pemuda tersebut dari klan mana, karena hanya ada 3 klan terkuat di era kuno sebelum berdirinya 10 Inti Alam Semesta.
Dari ketiga klan, satu sudah musnah, yaitu klan Chu, namun kedua klan yakin jika Klan Chu belum sepenuhnya musnah karena Klan Ling menyembunyikan mereka, sehingga kedua klan tersebut mencoba menghapus klan Ling dari dulu. Namun dengan hati-hati.
Kedua klan meyakini jika Klan Ling menyembunyikan kekuatan kekuatan mereka yang sebenarnya. Buktinya sampai saat ini mereka mampu bertahan.
Bahkan mereka sempat berpikir jika Klan Ling setara dengan klan Chu.
“Hmm..!! Yan Di, kau tahu dulu aku memungutmu karena kau hanyalah pion untuk ku, pion untuk membunuh semua manusia yang bermarga Ling dan Chu.” Kata pemuda tersebut dengan terang-terangan.
Hu Yan Di semakin ketakutan saat pemuda tersebut membuka suaranya, ia bahkan kini merasa tenggorokannya ada sebuah api besar yang membuat ia kesulitan bicara.
“Tapi karena jabatan yang ku berikan kepadamu, kau sampai lupa karena terlalu menikmati jabatanmu, bahkan membunuh semut kecil kau merasa kesulitan,” sambung Pemuda tersebut.
Blush..!!
Tekanan serta hawa panas langsung menekan dan membakar tubuh Hu Yan Di.
“Mohon berikan saya waktu sedikit lagi, saya pasti akan menemukannya dan membawa kepalanya untuk anda, karena saya memiliki beberapa orang untuk membuat Ling Dong memberitahu dimana lokasi calon penguasa Klan Ling selanjutnya,” kata Hu Yan Di berusaha sekuat tenaga untuk membela dirinya.
Pemuda tersebut langsung menghilangkan tekanan dan hawa panasnya.
“Hmm..!! Apa maksud mu adalah pemuda ini? Aku sempat mendengar jika pemuda ini sempat di lindungi oleh Ling Dong,” Tanya pemuda tersebut dengan nada tenang.
Hu Yan Di langsung mengangguk dengan cepat.
“Benar Tuan, aku cukup meyakini jika bocah yang bernama Bai An ini adalah murid Ling Dong sehingga ia melindunginya,” kata Hu Yan Di kini mulai tersenyum.
Pemuda tersebut langsung menghilang. Tapi sebelum ia menghilang, pemuda tersebut berkata.
“Aku memberikanmu waktu 2 tahun untuk menangkap pemuda itu, jika waktu yang ku berikan 2 tahun kau masih belum bisa lagi, maka aku akan menjadikanmu makanan peliharaanku, karena peliharaanku belum makan selama 100 tahun.”
__ADS_1
Glek..!!
Hu Yan Di menelan air ludahnya sendiri dengan paksa, ia kini mengepalkan erat tangannya.
“Ini semua gara-gara bocah itu, aku harus turun tangan sendiri untuk menangkapnya,” kata Hu Yan Di di penuhi amarah.
“Tapi sebelum itu, aku harus memastikan jika Tuan telah pergi dari sini dan kembali ke sektenya untuk menyamar menjadi patriak lagi,” sambung Hu Yan Di.
Setelah itu Hu Yan Di menghilang dari tempatnya.
Jika Ling Zhao melihat pemuda tersebut maka ia akan tahu siapa dia dan dimana ia memimpin sekte, apalagi jika ia tahu sebenarnya pemuda tersebut seorang prajurit elit klan musuh era kuno, mungkin Ling Zhao akan berusaha membunuhnya.
Karena pemuda tersebut sering mengunjungi Sekte Pedang Teratai.
***
Di Kapal Langit.
“Ayah ayah,, kau ayo cepat kesini, ibu Jia sudah memasak banyak untuk kita dan ibu Xia telah membuat minuman yang sangat enak,” teriakan suara Bai Han terdengar.
Bai An langsung mengangguk dari kejauhan.
Sementara Duan Du dan Tu Long langsung tersenyum kecut, selama 5 hari ini setelah Bai Han keluar dari dunia jiwa, Bai Han selalu mencueki mereka.
“Han'er kenapa kau tidak mengajak paman juga?” Tanya Duan Du dengan nada tidak terima, tapi sebenarnya ia tidak marah.
“Itu,, kata ibu Xia, paman Duan dan paman Tu adalah orang yang memiliki kelakuan tidak patut di contoh, jadi ibu Xia melarangku untuk mendekati maupun mengajak paman, jika itu terjadi maka aku juga akan mengikuti sikap paman, ibu takut aku jadi seperti paman.” Teriak Bai Han dengan polos.
Tapi ia mengedipkan matanya sedikit tersenyum mengejek ke arah Duan Du dan Tu Long.
Heng..!!
Seketika Duan Du dan Tu Long mendengus kesal.
“Anak ini semakin lama semakin mengerikan, memanfaatkan tubuhnya yang masih anak-anak, ia bisa melakukan apa saja,” gumam Duan Du dan Tu Long bergidik ngeri.
__ADS_1
Mereka membayangkan bagaimana nasib mereka jika Bai Han mengadu saat mereka mengajarkan Bai Han dulu tentang sifat mereka masing-masing.
“Uuhh,, semoga itu tidak terjadi.” Gumam Duan Du merinding.