Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Nasib Sial Bai Da Xing Serta Lan Yuheng dan Lantai 5


__ADS_3

Sha Sin'er pun langsung bertekad untuk mengikuti orang yang telah menolongnya, dengan harapan bisa hidup tenang dan di lindungi layaknya seorang keluarga.


***


Keesokan harinya.


Bai Han yang mencoba meningkatkan beberapa pemahamannya ke tingkat yang jauh lebih tinggi, kini mulai membuka matanya saat mendengar suara seseorang memanggil-manggil namanya.


“Kakak, kakak, Mu Go sudah datang dan dia menunggu kakak di lantai bawah, tepatnya meja makan dari tadi, jadi bangunlah,” ucap Bai Da Xing kini menggoncang-goncang tubuh Bai Han.


“Hemm..!! Karena terlalu asik, aku jadi lupa dengan perjanjianku dengan Mu Go,” gumam Bai Han dalam hati.


Tap tap..!!


“Aku sudah bangun, jadi berhentilah menggoncang tubuhku Da'er,” ucap Bai Han yang kini langsung bangkit.


“Eeh,, begitu ya, tapi kenapa aku tidak sadar jika kakak sudah sadar ya,” gumam Bai Da Xing menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tapi tak lama ia langsung membalik badannya lalu melangkah pergi.


“Aku duluan pergi kak, takutnya jika terlambat maka seluruh meja makan sudah di penuhi oleh para pengunjung maupun orang yang sudah menginap di sini,” ucap Bai Da Xing.


Tap tap..!!


Melihat adiknya sudah pergi duluan, ia pun dengan santai mengikuti adiknya.


“Hemm..!! Maaf membuat kau menunggu lama Tuan Mu Go,” ucap Bai Han kini sudah ada di samping Mu Go, Bai Da Xing, Lan Yuheng dan Bo Wuhan yang duduk di meja makan 8 kursi.


“I..Ini,” ucap Mu Go sontak terkejut, bukan hanya Mu Go, bahkan kedua saudara dan pamannya ikut terkejut, tapi dengan cepat mereka mengubah ekspresi mereka kembali normal.


“Nah kan, sudah ku duga, tadi aku tidak menyadari kakak yang sudah tersadar, kini malah tidak menyadari kehadiran kakak. Bukankah ada yang berubah dari kakak, jadi ucapanku benar dan aku menang kak Yuheng, mana uang taruhannya,” ucap Bai Da Xing langsung menjulurkan tangannya.


Wajah Lan Yuheng seketika menjadi jelek, dengan enggan ia memberikan cincin penyimpanan yang beberapa waktu lalu telah di berikan oleh Bai Da Xing sendiri sebagai uang tutup mulut.


Dan dengan cepat itu kembali ke Bai Da Xing kembali.


“Heng,, awas saja kau nanti,” dengus Lan Yuheng.


Fffttthh..!!


Tepat setelah Lan Yuheng selesai mendengus, terdengar sebuah suara seseorang sedang menahan tawa.


Sontak pandangan Bai Han dan kelompoknya pun melirik ke arah meja di sebelah mereka.


Menyadari dirinya ketahuan memperhatikan kelompok Bai Han. Sha Sin'er pun dengan cepat mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


“Wanita ini lagi, kenapa dia selalu mengikuti dan mengawasi kita setelah kita menolongnya, rupanya peringatanku tidak ia dengar-”


Glek..!!


Bulu kuduk Bai Da Xing seketika berdiri, entah mengapa tubuhnya tiba-tiba merinding saat ini. Tapi yang pasti ia saat ini sedang ketakutan.


Pandangan Bai Da Xing pun mengarah ke selatan.


Glek..!!


“Sudah ku katakan untuk jangan kasar kepada seorang wanita, terlebih wanita tersebut memiliki hati yang murni jernih tanpa tujuan,” raung Bai Yu dan Ling Yin melotot ke arah Bai Da Xing.


“Mati aku,” gumam Bai Da Xing.


Saat ia akan bangkit untuk kabur, Bai Zhan dan Ling Shen sudah muncul di samping kiri kanan Bai Da Xing lalu menekan pundak Bai Da Xing agar tetao duduk.


“Jangan kemana-mana kau anak nakal, aku mencium ada bau yang tidak beres di dirimu dan Lan Yuheng sejak kalian kembali, jadi kakek mu ini telah menyelidikinya, ternyata benar kau telah mengasari seorang wanita.” Dengus Bai Zhan.


Glek..!!


“Ke...Kenapa malah aku di ikut sertakan kakek, itu salah Monyet sialan ini, bukan Yu'er tahu,” ucap Lan Yuheng membela diri.


“Hoo,, jadi kau tidak mengakui kesalahanmu bocah keras kepala,” ucap Bai Yu kini muncul di samping Lan Yuheng.


“Bu..Bukan begitu nenek. Ta..Tadi itu hanya lidah Yu'er saja yang tiba-tiba bergerak sendiri,” ucap Lan Yuheng langsung mengelak.


Tapi senyuman Bai Yu sangatlah menakutkan bagi Bai Da Xing dan Lan Yuheng. Bahkan Bai Han yang sedari tadi diam ikut merinding.


Tap tap..!!


“Untuk membenarkan apakah kau salah atay tidak maka nenek akan bertanya ke orangnya secara langsung, jadi kalian tetap diam di sana,” ucap Ling Yin kini melangkah ke Sha Sin'er.


Tanpa basa basi Ling Yin pun langsung bertanya dengan sopan apa yang sebenarnya telah terjadi.


Sha Sin'er pun dengan jujur memberitahu semuanya tanpa di tutupi.


Mendengar cerita Sha Sin'er, Bai Da Xing dan Lan Yuheng terdengar bangga saat nama mereka di agung-agungkan. Dan Sha Sin'er selalu menyempatkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada mereka berdua. Karena bantuan mereka, ia sampai saat ini masih hidup.


Jadi Sha Sin'er dalam hati yang terdalam ingin membalas budi dengan tujuan menjadi pengikutnya.


Saat sedang bangga, Bai Da Xing dan Lan Yuheng tidak menyadari di balik ucapan Sha Sin'er ada tersembunyi masa lalu penderitaan.


Bai Han, kakek dan nenek Bai Han yang menyadari itu terlihat menghela nafas iba.

__ADS_1


“Sudah nenek putuskan jika mereka berdua bersalah, jadi nenek akan menghukum kalian nanti,” ucap Bai Yu langsung menatap tajam Bai Da Xing dan Lan Yuheng.


“Eeh,, kenapa harus di hukum nenek, aku tidak terima,” ucap Lan Yuheng.


“Hemm..!! Bukannya memberi hadiah karena telah menyelamatkannya,” balas Bai Da Xing mengangguk setuju.


Mendengar itu, wajah Bai Yu berubah ganas.


“Han'er, bawa mereka berdua ke dunia jiwamu, rupanya ia perlu di ajari cara merenung,” ucap Bai Yu melalui telepati.


“Baiklah, tambahkan juga cara mendisiplinkan mereka nek, agar mereka bisa menghargai seorang wanita,” ucap Bai Han mengangguk setuju.


***


Lantai 5 Penginapan Darah.


Tap tap..!!


Chen Long dan Bai Hu yang melangkah ke lantai 5 terlihat jubah mereka berlumuran darah.


“Aku tak menduga jika lantai 3 dan 4, mereka semua lebih memilih mati dari pada membiarkan kita lewat saudara Chen. Jadi itulah yang membuat kita sedikit lebih lama,” ucap Bai Yu.


“Hem..!! Kau benar, tapi tidak peduli berapa lama pun, ini juga bisa di anggap sebagai kesempatan untuk meningkatkan kekuatan kita saat menghadapi mereka.”


“Kau tahu bukan, jika saat dalam perjalanan kita jarang berlatih yang membuat tingkat kultivasi kita tertahan. Jadi ini adalah kesempatan yang tidak boleh di lewati.” Ucap Chen Long di sertai senyum tipis.


“Tentunya tujuan utama kita harus di jalani jyga, jadi kita tidak boleh membunuh mereka semua. Akan sangat merepotkan nantinya jika kita melawan seluruh penghuni pasar gelap dengan kita berdua saja.” Sambung Chen Long.


Tap tap..!!


“Akhirnya kalian sampai juga.”


Tepat setelah Chen Long dan Bai Hu sampai di ujung anak tangga, sebuah suara terdengar di samping mereka.


Wung..!!


Duar..!!


“I..Ini,” wajah pria botak yang menyapa Chen Long dan Bai Hu seketika terkejut saat melihat pedang besarnya di tahan oleh tangan kosong tanpa menggunakan energi.


Bai Hu yang menahan pedang musuhnya dengan tangan kiri, dengan cepat menggerakkan kaki kanannya ke depan sambil membungkukkan badannya.


Setelah itu tangan kanannya terayun dari bawah, dan akan menuju dagu musuhnya.

__ADS_1


Wung..!!


Bom..!!


__ADS_2