Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Kedatangan Gu Sheng dan Dua Rubah Kematian


__ADS_3

“Haha,, aku duluan sampai, aku akan dapat hartanya, mati,” teriak salah satu dari Ras manusia yang mengandalkan kecepatannya kini mengayunkan pedangnya ke arah Luo Sha.


Wuss..!!


Trank..!!


Crak..!!


Pedang yang di ayunkan oleh Ras manusia tersebut langsung patah saat mengenai kepala Luo Sha.


Luo Sha hanya terkekeh kecil. “Pedang mainanmu itu tidak akan bisa melukaiku,” ejek Luo Sha, bayangannya langsung mengingat Tuannya yang melatihnya dalam pelatihan percobaan selama seminggu ini.


Tuannya selalu memukul seluruh anggota tubuhnya menggunakan batang potong yang di aliri energi serta hukum api dan angin. Terlebih saat dirinya di pukul, Tuannya menyegel energinya agar ia tidak bisa melindungi tubuhnya.


Itu sangatlah menyiksa bagi Luo Sha, namun di samping itu tentu ia juga bahagia karena merasa tidak mudah di tindas lagi oleh orang-orang yang setara atau lebih kuat dari dirinya.


Dret..!!


Trank trank..!!


Bom bom..!!


Berbagai serangan para penjahat dan penduduk asli Kota Kematian lancarkan. Namun apa yang terjadi membuat mereka hanya bisa membelalakkan mata saat melihat kekuatan fisik Luo Sha yang menurut mereka luar biasa kuat.


Walau begitu, darah terus menetes terlihat dari seluruh tubuh Luo Sha lantaran terus menerus menerima serangan.


“Lihat, dia sudah terluka, ayo serang sekuat tenaga, jika kita bisa membunuhnya maka hartanya akan kita bagi rata,” teriak salah satu Ras Rubah dengan wajah penuh percaya diri.


“Jangan banyak bicara kau rubah, siapa yang lebih dulu membunuhnyalah yang berhak mendapat semua hartanya,” dengus salah satu iblis dengan wajah mengerikan.


Wuss..!!


Iblis tersebut bersama kelompoknya langsung menerjang ke arah Luo Sha.


Rubah yang melihat itu langsung menggerakkan kelompoknya, bukan hanya mereka berdua saja, semua penjahat yang berkelompok juga ikut bergerak.


***


Bai An yang duduk langsung bangkit. “Apakah dia sudah mencapai batasnya?” Gumam Bai An.


“Huuf,, sangat di sayangkan jika aku tidak bisa melihat potensi dari Mata Iblis Kunonya,” ucap Bai An menghela nafas.


Saat Bai An akan merobek ruang di depannya, ia langsung merasakan kehadiran sosok yang ia kenal dari arah utara. “Hemm..!! Ternyata yang pertama menemuiku adalah Gu Sheng.”


Setelah bergumam, Bai An kembali duduk karena ia tahu jika Gu Sheng pasti akan melindungi Luo Sha.


***


Jauh di luar Kota Kematian.


Gu Sheng yang bergerak dengan kecepatan biasa langsung menghentikan langkahnya saat mendengar suara keributan yang berasal dari dalam Kota.


“Hemm..!! Apakah ada pertarungan?” Gumam Gu Sheng langsung mengedarkan kesadarannya.


Blush..!!

__ADS_1


Dret..!!


Tak lama mata Gu Sheng berubah mengerikan. “Aura tubuh itu, aku merasakan adanya aura dari Tuan muda di tubuh manusia raksasa yang di kepung.” Gumam Gu Sheng langsung merobek ruang hampa.


Crash..!!


Wung..!!


Dengan cepat Gu Sheng melesat masuk celah kecil.


Dret..!!


Saat Gu Sheng muncul di atas langit. Tangan Gu Sheng langsung terangkat.


Dret dret..!!


Wung..!!


Sebuah petir langsung muncul dalam bentuk pedang.


“Berani sekali kalian menyerang orang yang sudah tidak sanggup melakukan apa-apa.” Teriak Gu Sheng.


“Mati.” Tanpa melihat respon para penjahat, Gu Sheng langsung menembakkan pedang petir ke arah bawah.


Wuss..!!


Wuss..!!


Rumble..!!


Jder..!!


Jder..!!


Jder..!!


Argh..!!


Teriakan demi teriakan terdengar saat serangan Gu Sheng tidak mampu mereka hindari.


Wus..!!


Tap tap..!!


“Hem..!! Aku bertanya siapa kau? Mengapa aura di tubuhmu ada jejak aura dari Tuan mudaku,” tanya Gu Sheng dengan wajah datar.


Luo Sha yang menatap Gu Sheng langsung tersenyum tipis. “Aku tak menduga jika Tuan mempunyai bawahan yang sangat kuat juga,” bukannya menjawab, Luo Sha malah mengalihkan pertanyaan.


Mendengar itu, Gu Sheng langsung mengangguk. “Walau aku tidak merasakan adanya segel di dalam tubuhmu, tapi aku yakin jika kau adalah anggota keluarga kami yang baru.” Tanpa basa basi Gu Sheng langsung mengalirkan energinya dalam jumlah besar.


Blush..!!


Saat mengalirkan energinya, pandangan Gu Sheng mengarah ke tiga sosok yang memiliki tingkat kultivasi setara dengan Luo Sha.


“Hemm..!! Dari aura nereka, aku merasakan adanya aura tubuh mereka di tubuhmu, apa dengan mereka bertiga kau bertarung?” Tanya Gu Sheng.

__ADS_1


Luo Sha mengangguk sambil melirik ketiganya dengan tatapan niat membunuh.


“Hoo,, apa kau ingin aku bantu membunuh mereka semua?” Tanya Gu Sheng dengan senyum lebar.


Luo Sha menggelengkan kepalanya. “Biarkan aku yang akan membunuhnya dengan tanganku sendiri senior.” “Aku tidak ingin terlihat lemah di mata Tuan, jika ia melihatku lemah, maka aku-” Bayangan Luo Sha seketika teringat saat Bai An berkata ini hanyalah pelatihan percobaan dan belum masuk tahap pelatihan pertama.


Tubuh Luo Sha seketika merinding.


Gu Sheng yang sadar akan kelakuan Luo Sha langsung tersenyum kecil. “Kau tidak tahu jika seberapa mengerikannya Tuan muda dalam melatih anggota keluarga, melihat kau hanya merinding, itu artinya kau hanya di latih layaknya anak-anak," ucap Gu Sheng dalam hati.


Walau ia tidak pernah di latih oleh Bai An, tapi Gu Sheng tahu dari para anggota keluarganya yang lain. Bahkan Bai An saat ia lemah dulu juga berlatih melebihi latihan neraka.


“Jika begitu ayo kita pergi, aku yakin mereka pasti akan selamat dan pada saatnya tiba, kau bisa membunuh mereka. Karena saat ini aku merasa kau masih belum mampu membunuh mereka bertiga.” Ucap Gu Sheng langsung menyelimuti tubuh Luo Sha.


Wuss..!!


Gu Sheng dan Luo Sha langsung menghilang dari wilayah terjadinya kekacauan.


***


Bai An yang melihat itu hanya diam saja, kini tatapannya mengarah ke kedua sosok berjubah merah.


“Apa kau tidak mau bicara dimana pemimpin kalian berada?” Tanya Bai An mengangkat kepala keduanya menggunakan energinya.


Keduanya hanya bisa menggertakkan gigi mereka sambil menatap Bai An dengan penuh teror dan tegas akan pendirian mereka yang tidak ingin menjawab.


“Hemm..!! Aku suka kalian berdua, jika begitu pergilah,” ucap Bai An langsung melepaskan keduanya.


Wuss..!!


Satu menit berlalu.


“Kenapa? Apa kalian tidak ingin pergi?” Tanya Bai An mengerutkan keningnya.


Keduanya menggeleng. “Aku yakin jika kami pergi, maka kau pasti akan mengikuti kami, jadi aku akan tetap di sini walau aku harus mati,” ucap salah satu dari kedua sosok berjubah merah.


“Ooh,, jika begitu maka aku akan pergi dulu,” ucap Bai An tersenyum tipis.


Tanpa menunggu reaksi dari keduanya. Bai An langsung menghilang.


Wuss..!!


***


Jauh di wilayah padang pasir, ada sebuah hutan yang cukup subur berada di tengah-tengah padang pasir tersebut.


Terlihat pemuda dengan mata merah darah menatap ke arah anak kecil yang terlihat berusia 10 tahun. Namun nyatanya usia anak kecil tersebut berusia lebih dari 1000 tahun.


Tap tap..!!


Anak kecil yang memiliki ekor rubah di belakangnya langsung muncul di depan pemuda dengan mata merah.


“Tu..Tuan, aku sudah melakukan semua keinginanmu, jadi apakah aku bisa pergi?” Tanya anak kecil tersebut.


“Hemm..!! Apapun alasanmu, itu tidak berguna, karena beberapa hari lalu aku mendengar tentangmu yang di Juluki Dua Rubah Kematian.” Ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.

__ADS_1


Kekuatan Rubah kecil di depannya ini sangatlah mengerikan, bahkan Bai Chu Ye yakin jika bertarung, ia tidak akan mampu selamat dalam hitungan detik.


__ADS_2