
Melihat Chen Long dan yang lainnya mengangguk. Bai Han pun langsung menyelimuti tubuh Yu Fan dengan energinya lalu melesat bersama dengan kelompoknya.
Wuss..!!
Wuss..!!
Terlihat jelas wajah Bai Han tersenyum bahagia saat ia melesat menuju ke Bumi.
Ia tidak menyadari jika saat sampai di sana, ia akan menemukan sebuah kejutan besar nantinya.
Entah kejutan apa yang akan menanti Bai Han dan kelompoknya nanti di sana.
Dret..!!
Tap tap..!!
“Paman, aku kini merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh ayah, aku merasa ia seolah sudah merencanakan kematiannya dan mengatur kalian semua untuk kembali, dan pada saat melihat kalian semua dengan kekuatan yang tidak biasa, kini menguatkan keyakinanku.” Ucap Bai Han kini melangkah ke arah Yu Fan sambil membawa nampan berisi arak dan melihat Yu Fan duduk menunggu kedatangannya.
Saat ini Bai Han dan kelompoknya berada di Dalam Kapal Langit, Bai Han sengaja menggunakan kapal langit agar bisa mengobrol dengan Yu Fan sambil membahas rencana untuk melawan Jin Yuanhu yang nantinya lambat laun akan mereka hadapi di suatu tempat.
Yu Fan yang mendengar pertanyaan Bai Han terlihat sama sekali tidak terkejut, seolah ia sudah menebak hal ini akan terjadi.
Bai Han yang melihat ekspresi Yu Fan semakin yakin ayahnya memang sengaja mati, tapi ia tidak bisa menebak mengapa ia sengaja mati.
Bruk..!!
Setelah melihat Bai Han duduk, ia pun melirik ke arah Chen Long, Bo Wuhan, Bai Ha dan Bai Hu yang duduk di samping kiri kananya dalam diam.
__ADS_1
Menyadari tatapan Yu Fan, Bai Han pun langsung mengerti.
“Aku lupa memperkenalkan mereka, kedua orang ini adalah Bai bersaudara dan mereka adalah saudara angkatku, Bai Ha dan Bai Hu.” Ucap Bai Han menunjuk ke arah Bai Ha dan Bai Hu..
“Sementara untuk yang berjubah putih adalah paman Chen Long, dan yang berjubah hitam pekat dengan wajah dingin adalah paman Bo Wuhan.” Sambung Bai Han terdiam sesaat.
“Dan dia adalah orang yang aku maksud beberapa waktu lalu, paman Yu Fan,” ucap Bai Han melirik ke arah Yu Fan.
Mereka semua pun kembali memperkenalkan diri masing-masing agar tidak ada kesalah pahaman.
Setelah memperkenalkan diri, kini Yu Fan langsung melirik ke arah Bai Han.
“Dari mana aku akan menjelaskan ini ya,” ucap Yu Fan ingin mencoba menjelaskan secara singkat dan mudah di pahami oleh semua orang.
Setelah tahu dari mana ia akan menjelaskan pertanyaan Bai Han yang berhubungan dengan ayahnya. Yu Fan pun langsung berkata.
“Tuan Besar tentu sudah memprediksi kekuatan musuh dari awal sehingga ia melakukan ini demi kebaikan semua orang. Seperti misalnya pemimpin Menara yang kalian ketahui, dia tak lain hanyalah sebuah Boneka,” ucap Yu Fan dengan nada tenang sambil melirik ke arah Bai Han dan yang lainnya.
Kini Bai Han dan yang lainnya tentu saja terkejut luar biasa jika Yu Fan mengetahui ini dan sangat ingin bertanya. Tapi mereka semua menahan diri karena pastinya Yu Fan akan menjelasakannya tanpa mereka tanya.
“Aku yakin kalian pasti penasaran dari mana aku mengetahui ini bukan?” Tanya Yu Fan.
“Aku mengetahui ini dari Tuan Besar, ia sempat berkata sebelum mengirimku kesini untuk melatih anak-anak. Dan pada awalnya aku cukup bingung dengan apa yang Tuan Besar ucapkan dahulu dan sempat kecewa. Tapi kini aku sadar jika itu memang demi kebaikan semua orang.”
“Tuan Besar berkata jika musuh yang akan ku hadapi kali ini sama sekali tidak terlihat, dan semua yang terlihat yang aku hadapi ini hanyalah sebuah Bidak saja. Jadi aku akan memulangkanmu kembali ke tempat asalmu lalu melatih anak-anak hingga menjadi kekuatan tempur yang nantinya mampu melawan musuh-musuh yang terlihat di masa depan.”
“Dan musuh-musuh yang akan kita hadapi nantinya di masa depan sangatlah kuat. Jadi aku akan mempercayakan ini kepadamu Yu Fan. Begitulah yang di ucapkan oleh Tuan Besar,” ucap Yu Fan sambil merenung sesaat.
__ADS_1
“Satu hal lagi, Tuan Besar berkata jika saat kita bertemu di masa depan, mungkin tempat kita bertemu adalah di Alam yang jauh lebih besar dan tentunta mungkin wajahku akan berbeda pada saat itu, walau wajahku berbeda, tentunya kalian semua akan langsung mengenalku karena kita semua mempunyai ikatan satu sama lain,” ucap Yu Fan mengulang ucapan Tuannya yaitu Bai An.
“I..Ini, dari mana Ayah tahu semua ini? Apakah ia bisa melihat masa depan dan apakah ia tahu jika kita mampu melawan para bidak Menara sehingga menyerahkannya kepada kita,” ucap Bai Han kini terlihat menghela nafas panjang.
“Aku rasa begitu, karena Tuan Besar berkata jika Tuan muda adalah orang yang terkuat dari semua putra putrinya, terlebih ia berkata ini juga dorongan untuk Tuan muda agar bisa berkembang jauh lebih cepat lagi.”
“Tuan besar juga pernah mengatakan jika ia sama sekali tidak membedakan kalian bertiga, jadi untuk menebus kesalahannya, ia ingin melihat membuat Tuan muda Bai Han yang selalu merasa terlemah di antara dua lainnya membuktikan diri dengan melawan bidak-bidak orang Menara.”
“Jadi kini aku yakin jika Tuan besar pastinya akan bangga dengan anda karena memang benar-benar mampu melawan mereka semua.” Ucap Yu Fan.
Terdengar kini terus Yu Fan, Bai Han dan yang lainnya mengobrol satu sama lain dan juga membahas masalah Jin Yuanhu.
Yu Fan yang memberi tahu jika dirinya bisa melihat masa depan dengan Mata Langitnya selama 1 hari penuh dengan jarak waktu penggunaannya selama 2 hari pun kini terdengar mengatakan sesuatu.
“Untuk masalah orang yang Tuan muda maksud, aku mengira ia mungkin tidak akan ke sini lagi, tapi kita tidak tahu untuk keesokan harinya. Sementara untuk Bumi yang akan Tuan muda datangi, sampai saat ini aku tidak bisa melihat ke dalam sana, entah mengapa mata ku sangat sakit saat mencoba memasuki Bumi untuk melihat Masa Depan yang ada di sana.” Ucap Yu Fan dengan nada serius.
“Bahkan dulu aku pernah mencoba kesana, tapi sangat sulit bagiku untuk memasuki pengahalang Hukum yang ada di sana. Dan aku sadar, semakin kuat diriku, maka, akan semakin kuat pun penghalang tersebut.” Sambung Yu Fan sambil melirik Bai Han.
“Hemm..!! Jadi begitu ya, itu artinya kita bisa sedikit tenang akan kedatangan tiba-tiba Jin Yuanhu atau para bidaknya. Dan juga aku ingin meminta bantuan paman Yu, aku ingin paman Yu terus melihat masa depan seminggu sekali dengan apa yang akan kita hadapi nantinya. Apakah bisa?” Tanya Bai Han melirik ke arah Yu Fan.
“Dengan senang hati aku akan melakukannya Tuan muda, jadi jangan ragu untuk meminta bantuan yang lainnya nanti,” ucap Yu Fan dengan nada tulus dan juga terdengar senang.
“Terimakasih,” ucap Bai Han sambil melirik ke arah kejauhan.
Tatapan mata Bai Han kini mengarah ke Bumi yang masih cukup jauh dari sini.
“Hem...!! Entah mengapa perasaanku sangat gelisah saat memikirkan Bumi yang dari awalnya memang tidak sesederhana yang terlihat.” Gumam Bai Han dalam hati.
__ADS_1
“Semoga saja mereka semua baik-baik saja,” sambung Bai Han kini langsung memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya.