
“Masalah kita belum selesai tikus menjijikkan,” sebuah suara langsung menggema di telinga Ling Ji yang saat ini sedikit terkejut.
Pandangan Ling Ji dan Mo Liang Yun langsung mengarah ke sosok pemuda yang saat ini sedang dalam mode berserk.
Krak krak..!!
Dengan santai Gou Han meluruskan seluruh badannya yang patah tulang, mulai dari tangan kaki, punggung dan terahir leher.
Dari tubuh Gou Han juga kini keluar aura ganas yang tampak berbeda dari auranya yang sebelumnya.
Aura yang saat ini keluar tampak seperti haus akan pertempuran.
“Mari kita lanjutkan pertarungan kedua kita tikus kecil,” ucap Gou Han menyeringai kejam.
Walau saat ini tingkat kultivasi Gou Han tidak meningkat, tapi Mo Liang Yun sadar jika kekuatan bertarung Gou Han seolah setara dengan dirinya, bahkan sedikit lebih kuat.
Sementara Ling Ji yang telah pulih dari keterkejutan seketika menyeringai kejam. “Hahaha,, aku tak menyangka bocah sepertimu mampu bertahan hidup, aku akui jika kekuatan fisikmu luar biasa kuat. Dan aku harus mendapatkannya,” ucap Ling Ji tertawa serta keserakahan terlintas di matanya.
Blush..!!
Aura menjijikkan langsung keluar dari tubuh Ling Ji, ia sengaja mengeluarkan auranya jauh lebih besar agar Gou Han tampak ragu.
Bukannya ragu, Gou Han malah semakin tertantang.
Srek srek..!!
Gou Han langsung menguatkan pijakannya dan bersiap untuk melesat ke arah Ling Ji.
Namun semua suara lebih dulu menghentikan langkahnya.
“Hahaha,, jangan lupakan ayahmu ini bocah nakal. Ayahmu ini belum memberikan sedikit tinjunya,” teriak Gou Long tertawa terbahak-bahak.
Duar..!!
Dari bawah laut melesat Gou Long.
Wuss..!!
Aura Gou Long terlihat sama dengan Gou Han, tapi aura Gou Long sedikit lebih menekan.
Tatapan mata Gou Long mengarah ke Ling Ji dengan seringai lebar.
“Mari kita lanjutkan pesta yang sebelumnya tertunda,” kekeh Gou Long.
Wuss..!!
Wuss..!!
Gou Long dan Gou Han langsung melesat dengan kecepatan penuh mereka.
Ling Ji yang melihat itu tertawa mengejek, dengan cepat ia juga melesat ke arah yang terdekat dari jaraknya. Yaitu Gou Han.
Wuuss..!!
Ling Ji yang muncul langsung mengepalkan tangannya lalu terayun ke arah kepala Gou Han.
Wung..!!
Sebuah cahaya seketika tercipta di mata Gou Han.
__ADS_1
Wuss..!!
Ling Ji terkejut saat tinjunya di hindari, dan ia melihat Gou Han kini mengayunkan tangan kanannya.
Dengan cepat Ling Ji ikut mengayunkan tangannya juga.
Bom..!!
Tubuh Gou Han terlempar sejauh seratus meter, tapi ia terlihat tidak mengalami apa-apa.
Ling Ji yang melihat itu semakin ingin mengklaim tubuh Gou Han yang memiliki tubuh luar biasa kuat menurutnya.
Wuss..!!
Sebuah tinju dengan aura kehancurkan muncul di samping Ling Ji.
Dengan cepat Ling Ji memiringkan kepalanya. Tapi ia tidak sadar di saat bersamaan, Gou Han sudah muncul ikut mengayunkan tinjunya dari arah berlawanan.
Bom..!!
Tubuh Ling Ji seketika hancur, tak lama tubuh Ling Ji mulai bersatu.
Gou Han dan Gou Long yang saat ini saling memandang langsung mengangguk.
Dengan cepat mereka muncul dengan senyum jahat di depan tubuh Ling Ji yang belum seutuhnya bersatu.
Bom..!!
Dengan hanya menggunakan fisik murni Gou Long menendang tubuh Ling Ji layaknya bola.
Tubuh Ling Ji yang belum menyatu langsung terlempar ke arah Gou Han.
Bom..!!
Tak lama tubuh Ling Ji kembali ke tempat Gou Long berada.
Ling Ji yang merasakan sedikit pusing saat di pukul kesana kemari sedikit geram, dan saat tubuhnya kembali seutuhnya. Ling Ji yang ingin membalas dendam tanpa sadar tubuhnya kembali hancur.
Hal itu terus berlanjut selama beberapa menit.
Sementara Mo Liang Yun yang melihat kedua Ras Half Giant Dragon sedang mempermainkan musuh kuat yang bahkan ia sendiri tidak mampu menghadapinya. Kini mau tak mau harus tersenyum kecut.
“Aku merasa dari Raja hingga rakyat mereka sama-sama gila, setahuku jika sangat menginginkan pertarungan, mereka tak akan mengampuni musuh, terlebih mereka di hajar habis-habisan tadi. Tapi ini?” Mo Liang Yun hanya bisa terdiam tanpa mampu melanjutkan ucapannya.
Mo Liang Yun tidak sadar jika Gou Long dan Gou Han bukan sedang bermain-main, tapi mereka ingin menyiksa Ling Ji melalui tekanan batin.
Ide ini mereka ikuti saat Bai An membuat para pengkhianat menjadi gila dan idiot.
Mereka pun ingin melakukan hal tersebut, tapi cara mereka berbeda.
Duar...!!
“Sialan kalian berdua.”
Bom..!!
Belum sempat Ling Ji menyelesaikan ucapannya, tubuhnya kembali hancur.
Wuss..!!
__ADS_1
Mo Liang Yun yang telah pulih langsung muncul, merasa permainan keduanya cukup menyenangkan kini Mo Liang Yun yang terpengaruh langsung meminta Gou Long melempar tubuh Ling Ji ke arahnya.
Dan saat ini mereka bertigapun langsung menyiksa Ling Ji.
Tak sampai beberapa menit, muncul Lo Zeng dan Lo Ei yang baru saja selesai membantai para mayat hidup, merasa menyenangkan, mereka pun ikut bergabung hingga jumlah mereka kini menjadi 11.
Dari sini lah awal mulanya sepak bola tercipta di masa depan.
***
Tap tap...!!
Bai An yang melangkah kini berhenti saat melihat sosok yang ia kenal di masa lalu.
Sosok tersebut langsung tersenyum tipis.
“Lama tidak bertemu Bai'er,” sapa sosok yang tak lain Wing Zhen.
“Hem,, lama tak bertemu serangga kecil,” balas Bai An dengan nada merendahkan.
Wing Zhen yang mendengar itu sama sekali tidak marah, ia langsung melangkah santai ke arah Bai An.
Bai An pun langsung menggenggam pedangnya dengan santai hingga langkah Wing Zhen terhenti tepat seratus meter di depan Bai An.
Tatapan mata Wing Zhen tak pernah hilang dari pedang yang Bai An pegang saat ini.
“Serahkan pedang itu Bai'er, maka aku akan pergi dari sini, aku yakin kau pasti menginginkan hidup damai bukan,” ucap Wing Zhen tersenyum hangat.
“Ambilah,” jawab Bai An langsung mengayunkan pedangnya.
Wuss..!!
Bilah tak kasat mata tanpa energi langsung melesat ke arah Wing Zhen.
Duar..!!
Seketika gunung di belakang Wing Zhen langsung hancur menjadi abu. Wing Zhen yang baru saja menghindari serangan Bai An seketika tersenyum lebar.
“Memang pantas menjadi senjata yang di perebutkan oleh ahli Dewa Surgawi,” ucap Wing Zhen terlihat memiliki keinginan untuk memiliki pedang Asura seorang diri.
Kini Wing Zhen berpikir jika ia bisa memiliki Pedang Asura, maka ia bisa berkuasa di Alam Tampa Batas atau biasa di sebut Dimensi Alam Dewa.
“Haha,, pedang ini harus menjadi milik ku,” ucap Wing Zhen langsung menghilang.
Wuss..!!
Tangan Wing Zhen langsung ingin meraih pedang Asura.
Wuss..!!
Namun yang ia genggam hanya sebuah ilusi, ia tidak sadar jika saat ini telah berada di Domain milik Bai An.
Bai An muncul dengan wajah datar. “Kau menginginkan Pedang ini? Apa kau layak,” ejek Bai An menyunggingkan senyum tipis.
Wajah Wing Zhen langsung jelek saat mendengar ejekan Bai An. “Seorang manusia sampah seperti dirimu lah yang tak layak menggunakan pedang Asura ini.”
Wing Zhen yang sadar berada di Domain milik Bai An sama sekali tak takut, ia kembali melesat ke arah Bai An.
Wuss..!!
__ADS_1