
Saat Mu Xia'er ingin mengatakan sesuatu, seketika sebuah teriakan menggema dari dalam kabut.
Wajah semua orang langsung mengarah ke arah kabut di sertai wajah ketakutan.
“A..Apa yang terjadi?” Tanya Cen Tian kini melirik ke arah Duan Du.
Duan Du hanya mengangkat bahunya santai, walau begitu, dalam hatinya, ia juga khawatir jika terjadi apa-apa dengan Bai An.
Saat melihat dengan teliti, ia merasa seseorang ingin bergerak ke arah kabut.
Mata Duan Du, Tu Long, Bai Han melotot saat melihat Mu Xia'er, Bai Chu Ye bergerak cepat.
“Hentikan mereka,” teriak Mu Gia dengan nafas memburu.
Wuss..!!
Bam..!!
Tu Long langsung membuat sebuah tembok transparan tepat di depan Mu Xia'er dan Bai Chu Ye.
“Sialan kalian, jangan hentikan aku,” teriak Mu Xia'er kini di penuhi amarah, emosi yang bercampur aduk.
Wuss..!!
Bai Han langsung mengikat ibu dan adiknnya agar keduanya tidak bisa bergerak.
Blush..!!
Duan Du muncul dari bayangan milik Bai Chu Ye.
Mu Xia'er dan Bai Chu Ye melihat jika mereka ingin di tangkap langsung memasang wajah dingin dan datar.
Bai Chu Ye memejamkan matanya, seketika darah tiba-tiba muncul dari dalam tanah, darah tersebut mulai menggerogoti benang-benang energi milik Bai Han.
Sementara Mu Xia'er mengeluarkan cambuk pemberian ibunya, tangan Mu Xia'er terayun ke arah Duan Du.
Ctar..!!
Cambuk Mu Xia'er hanya melewati Duan Du, karena perbedaan tingkat kultivasi yang membuat Duan Du sama sekali tidak terluka.
Tangan Duan Du bergerak cepat saat melihat darah ciptaan Bai Chu Ye kini hampir melepas benang energi milik Bai Han.
Tuk tuk..!!
Mu Xia'er dan Bai Chu Ye langsung pingsan.
__ADS_1
Duan Du dengan cepat mengangkat Bai Chu Ye dan Mu Gia langsung menggendong putrinya.
Setelah 5 menit akibat kejadian barusan, Bai Han dan Duan Du seketika tersadar saat satu anggota keluarga mereka tidak ada di sini.
“Dimana Xie'er nek?” Tanya Bai Han kini menghampiri neneknya.
Mu Gia mengerutkan keningnya. “Bukannya ia tadi bersama dirimu dan sedang tidur di atas punggungmu,” ucap Mu Gia heran.
Bai Han seketika tegang saat sadar jika ia telah lalai.
Dengan cepat Bai Han melesat ke arah kabut.
“Tunggu Han'er, biar paman yang masuk, kabut ini sangat berbahaya, jika kita sampai menghirupnya maka kita bisa saja terluka bahkan sampai mati,” ucap Duan Du langsung menghentikan Bai Han.
“Jangan, biar aku saja, jika kau pergi, maka tidak ada yang menjaga anggota keluarga kita, terlebih aku tidak tahu bagaimana cara menghadapai Nyonya jika ia tersadar nantinya,” sambung Tu Long sambil menatap Duan Du serius.
Duan Du terdiam sesaat. “Baiklah, cukup bawa Xie'er kembali saja, jangan sampai masuk terlalu dalam, kita tidak tahu apa yang ada di dalam.”
Tu Long mengangguk, ia langsung melesat masuk ke arah kabut.
Wuss..!!
“Urgh,, sial kabut ini lebih mengerikan dari yang aku bayangkan,” gumam Tu Long, ia saat ini mengalirkan hampir setengah energinya untuk melindungi anggota tububnya.
Pandangan pertama yang Tu Long lihat hanya hutan beserta pepohonan samar-samar.
Walau begitu, tetap saja ia tidak bisa mencium bau Xie'er.
Karena tidak ada cara selain berjalan kaki, kini dengan terpaksa Tu Long melangkah dengan hati-hati.
***
“Wahh,, indahnya,” terlihat seorang anak kecil berusia 9 tahunan, tapi jika di lihat usia tulangnya, usia yang sebenarnya 4 tahun lebih.
Bai Xia Xie kini berlari kesana kemari saat melihat banyak sekali bunga di sekelilingnya.
Entah apa yang bisa membuat Bai Xia Xie bisa melihat jelas dan berlari kesana kemari tanpa halangan.
Tak lama setelah puas, Bai Xia Xie terdiam.
“Eeh,, bukannya Xie'er kesini untuk mencari ayah,” ucap Xie'er teringat akan kedatangannya kesini.
Dengan cepat Bai Xia Xie berlari ke arah tertentu.
***
__ADS_1
Bai An yang masih terjun bebas kini terlihat duduk bersila, ia saat ini tidak bisa mengeluarkan energinya, bukan hanya itu saja, ia bahkan tidak bisa menghubungi Bai So dan Bai Tan.
Saat Bai An ingin masuk Dunia Energi, ia di halangi oleh sesuatu yang sangat kuat, jadi mau tak mau Bai An hanya bisa duduk untuk memulihkan luka-lukanya akibat banyak benturan beberapa saat tadi saat terjatuh.
“Hmm..!! Sudah 10 tahun aku terjatuh kesini tapi aku masih tidak bisa melihat dasarnya,” gumam Bai An menghela nafas berat.
Banyak hal yang Bai An lakukan selama 5 tahun ini, termasuk bagaimana caranya agar ia bisa menggunakan energinya. Tapi semuanya sia-sia.
“Hmm,, apa semua orang baik-baik saja ya?” Gumam Bai An merasa rindu. “Semoga saja semuanya tidak mendapat halangan.” Sambung Bai An.
Satu tahun kembali berlalu, saat ini rambut Bai An sangat panjang, bahkan kumis maupun jenggotnya juga tumbuh lebat.
Bai An terlihat seperti pria tua saat ini.
Bam..!!
“Uh,, akhirnya dalam 3 bulan ini aku berhasil mempunyai tenaga dalam,” gumam Bai An bersemangat.
Tiga bulan yang lalu, ia teringat akan ucapab putranya Bai Han yang ingin mempelajari cara menggunakan tenaga dalam. Jika dulu Bai Han tidak mengatakan hal tersebut, mungkin Bai An tidak terpikirkan ke arah sana.
“Aku harus lebih kuat lagi agar bisa pergi dari sini seblum menyentuh dasar lubang ini,” gumam Bai An.
Dengan cepat ia menyerap energi, lalu di cerna menjadi tenaga dalam.
Bom..!!
Kembali suara ledakan kecil kembali terdengar dari dalam tubuh Bai An.
Saat ini ada udara transparant mengelilingi tubuh Bai An. Tak lama setelah itu tubuhnya terhenti melesat ke bawah.
“Hmmm..!! Rupanya langsung berhasil dalam sekali percobaan,” gumam Bai An membuka mata di sertai senyum tipis.
“Tapi aku yakin akan butuh lebih banyak tenaga dalam jika ingin naik ke atas.” Bai An mendongakkan kepalanya. “Untuk saat ini aku hanya bisa naik paling tinggi 100 meter saja.”
Bai An bergumam sekali lagi, walau begitu, ia sama sekali tidak kecewa, melainkan semakin bahagia.
Menurutnya ini adalah cobaan dan bahan latihan baginya. Mungkin jika ia tidak terjatuh kesini, ia tidak akan melatih cara menggunakan tenaga dalam.
Sebuah berkah setelah musibah, itulah yang Bai An alami saat ini.
Berkahnya adalah ia kini tidak sadar jika tingkat kekuatannya meningkat pesat, andai ia bisa menggunakan energi, ia pasti akan terkejut.
Terlebih lagi, ia merasa cara menggunakan tenaga dalam ini sangat unik, tidak semudah yang ia bayangkan.
Tingkat serangannya jauh lebih kuat dari pada menggunakan energi, itu dalam penggunaan kapasitas yang sama.
__ADS_1
Waktu kembali berlalu, Bai An bahkan sudah tidak sadar jika di tubuhnya ada sesuatu yang spesial.
Sebuah benda kini bersemayam di tubuh Bai An dan benda tersebut datang dengan sendirinya tanpa di perintah.