
“Bai Chu Ye, nama mu mulai saat ini adalah Bai Chu Ye,” ucap Bai An kini tersenyum bahagia.
Ucapan mungkin terdengar kecil, namun semua seisi dunia jiwa dapat mendengarnya.
Kini semua penghuni jiwa berkumpul di depan rumah Bai An dengan tertib, mereka semua menghentikan kegiatan mereka karena ingin melihat sosok mungil yang mereka duga akan lucu dan imut seperti Bai Han.
Karena Bai Han adalah sosok yang mereka kagumi dan sayangi di dunia jiwa ini.
Lupakan tentang Bai Han. Saat ini Duan Du, Tu Long, Ling Yenrou dan lainnya yang ada di luar pintu kamar Bai An terlihat sangat bahagia, bahkan mereka tidak sabar ingin masuk.
Tapi mereka semua langsung menahannya saat mengingat ancaman Mu Xia'er beberapa waktu lalu, jika ada yang berani menerobos akan berurusan dengannya.
***
Di dalam kamar, tempat persalinan Chu Jia. Saat ini Mu Xia'er ikut bahagia saat mendengar ucapan Bai An yang tak jauh berada di depannya.
Bahkan ia dapat melihat senyum Bai Chu Ye yang kini mengelus wajah Bai An dengan tangan mungilnya.
Bai An yang kini di penuhi oleh kebahagiaan langsung berjalan ke istrinya Chu Jia yang kini masih pingsan akibat kehabisan cukup banyak darah.
Mu Xia'er juga ada di dekat Chu Jia sambil mengalirkan energinya agar kondisinya tetap pulih.
Bai An yang mempunyai Energi Semesta langsung mengalirkan Energi Semestanya, ini juga karena saran dari Bai Tan agar Chu Jia cepat pulih dan kembali sadar.
Tangan Bai An langsung terulur ke pipi Chu Jia, sambil mengusapnya Bai An langsung mengalirkan energinya.
Tak butuh beberapa detik, Chu Jis seketika menggerakkan matanya hingga sadar.
Uhh..!!
“An Gege. Ba..Bagaimana dengan put-” ucapan Chu Jia yang khawatir saat tersadar langsung terhenti saat melihat senyum putranya.
Ia lantas ikut tersenyum sambil mengulurkan tangannya ingin menggendong putranya.
Bai An tersenyum sambil berkata. “Namanya adalah Bai Chu Ye.”
“Ye'er ibumu ingin menggendong mu,” bisik Bai An.
Entah karena mengerti ucapan Bai An, atau karena ikatan yang sangat kuat. Ye'er yang sudah memiliki daging dan terlihat gemuk menggemasakan, langsung berhenti mengemut jari Bai An.
Dengan cepat ia mengalihkan pandangannya sambil menjulurkan tangannya kepada ibunya.
Chu Jia tentu senang saat melihat kecerdasan putranya yang tak jauh berbeda dengan Bai Han.
Setelah berpindah gendongan. Bai An kini sangat senang dan menyuruh Nenek He tinggal di kediamannya sebagai bentuk tanda terimakasih.
__ADS_1
Nenek He awalnya menolak karena ia dulu adalah budak, jika Tu We dan pasukan prajurit pembantai tidak datang, mungkin ia sudah mati akibat siksaan.
Jika Nenek He di berikan mengucapkan kata terimakasih, mungkin ia akan terus menerus berterimakasih kepada Bai An.
Terlebih Nenek He juga sangat bahagia bisa membantu Nyonya Muda.
Kini Nenek He mau mengikuti paksaan Bai An yang terus menerus membujuknya untuk tinggal di sini.
Kebetulan Nenek He juga punya putra yang seumuran dengan Bai Han, ia adalah pengagum Bai Han dan ingin menjadi sosok seperti Bai Han.
***
Setelah bicara banyak dengan Nenek He, kini Bai An berjalan keluar bersama Chu Jia dan Mu Xia'er yang sudah bisa berjalan.
Mereka melangkah menuju luar.
Cklek..!!
Saat Bai An membuka pintu, seketika terdengar teriakan dari semua keluarganya.
Mereka semua berlomba-lomba ingin menggendong He kecil.
Pada akhirnya yang menggendong He kecil terlebih dahulu adalah Mu Xia'er, di susul Bai Han, Duan Du, Tu Long, Ling Yenrou, Tu We, dan yang lainnya yang berada di dalam rumah Bai An.
Setelah itu mereka keluar bersama.
Seketika semua orang melihat bayi mungil yang memiliki wajah sama persis dengan ibunya dan rambut beserta mata mirip dengan ayahnya.
Mereka semua langsung berseru penuh kebahagiaan saat melihat putra Tuan Besar mereka.
Sementara Duan Du yang menggendong He'er kini berkeringat dingin saat merasakan tatapan mengerikan di arahkan kepadanya.
Saat melihat siapa yang menatapnya. Duan Du seketika menegang, senyumnya seketika menghilang di gantikan wajah pucat.
“Heng,, apa kau tidak sadar jika teriakan mu itu membuat He'er ku ketakutan,” dengus Mu Xia'er menatap ganas ke arah Duan Du.
Duan Du yang sadar jika ia melakukan kesalahan langsung mengangguk-angguk berulang kali sambil menatap ke arah kakaknya untuk meminta bantuan. Namun Bai An langsung mengalihkan pandangan.
Duan Du yang melihat itu memasang wajah cemberut, ia kini tak menyerah, ia melirik ke arah keponakannya Bai Han, namun Bai Han langsung pura-pura tidur sambil berdiri.
Duan Du kembali melirik ke arah Tu Long dan yang ia dapatkan ejekan dan senyum penuh kemenangan.
Tak ingin menyerah, akhirnya Duan Du melirik ke arah Chu Jia.
Chu Jia hanya bisa menahan tawa saat melihat ekspresi Duan Du.
__ADS_1
Sama halnya dengan penghuni dunia jiwa, mereka semua menahan tawa melihat raut wajah Duan Du yang di penuhi rasa teror.
Dengan segera Duan Du maju sambil memberikan He kecil.
Setelah itu Duan Du kini berada di balik pundak Chu Jia seakan berlindung sambil menghindari tatapan Mu Xia'er yang kini tertawa kecil.
Tak lama, karena tak tahan, salah satu prajurit pembantai langsung tertawa.
Hahaha...!!
Hahaha..!!
Seketika tawa orang kini saling menyambung hingga semuanya ikut tertawa bahagia.
***
Satu hari berlalu di dunia jiwa.
Beruntung Bai An kini mengubah waktu di dunia jiwa yang memiliki perbedaan cukup lama agar Duan Du bisa lebih lama di dunia jiwa.
Saat ini semua orang terlihat mengadakan pesta untuk merayakan kelahiran 'He' kecil.
Pesta tersebut cukup meriah, walau hanya berkumpul sambil makan makanan ringan, mereka semua tidak pernah berhenti tersenyum saat melihat senyum 'He' Kecil.
Bai Chu He memiliki cukup banyak kelebihan saat terlahir, namun karena semua orang saking bahagianya, jadi tidak menyadarinya. Hanya Bai An, Duan Du dan Bai Han saja yang menyadarinya saat pertama kali melihat 'He' Kecil
'He' Kecil yang baru lahir langsung bisa melihat, ia juga bisa mendengar walau tidak mengerti pembicaraan orang-orang.
'He' Kecil tersenyum karena melihat semua orang tersenyum, ia selalu mengikuti ekspresi orang-orang yang di lihatnya.
Bai An, Duan Du dan Bai Han juga sadar jika tidak bisa melihat tingkat kekuatan 'He' Kecil jika tidak berkontak pisik, itu sudah mereka yakini dan benar adanya.
Saat mereka melepaskan pelukan mereka, mereka tidak bisa melihat tingkat kekuatan 'He' Kecil.
Masih banyak lagi kelebihan-kelebihan 'He' kecil, dari yang sudah di sadari maupun belum.
Saat ini 'He' Kecil mempunyai tingkat kekuatan saat lahir berada di tingkat Senior ⭐ 2 Menengah.
Sungguh mengerikan bagi seorang yang baru lahir.
Setelah merayakan perayaan selama 3 hari berturut-turut, kini semua penghuni dunia jiwa kembali ke aktipitas mereka masing-masing.
Di kediaman Bai An.
Bai An yang sedang menggendong 'He' Kecil melihat ke arah Duan Du dan Tu Long sambil mengangguk.
__ADS_1
“Pergilah, saudara kita sedang dalam bahaya, jangan menunda lagi.”