Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Rencana Bai Han datang ke Benua Langit


__ADS_3

“Apa ini? Apa kau ingin mempermainkanku nak?” Tanya Pria tua tersebut menatap tajam Bai Han.


“Tentu saja tidak Tuan,” ucap Bai Han langsung menunjukkan Token klan Mu.


Melihat token tersebut, wajah pria tua tersebut langsung cemberut. “Huh,, pantas saja kau memberikanku segini, ternyata kau memanfaatkan token itu,” dengus pria tua tersebut dengan nada mengeluh karena tidak bisa mendapatkan emas yang banyak dan juga tidak bisa memanfaatkan Xiu Bai.


“Cari saja Toko Cabang Klan Mu di kota Hiren, di kota Hiren adalah letak pusat Benua ini dan juga cari orang bernama Mu Go, dia bisa membantumu mencari lahan kosong yang kau inginkan,” sambung pria tua tersebut sambil membelakangi Bai Han.


“Masukkan kapalmu lalu ikuti aku, aku akan membawamu langsung menuju Kota Hiren.”


“Karena kau tamu khusus klan Mu, artinya kau gratis keluar masuk menggunakan portal milik klan Mu,” ucap pria tua berjalan ke sebuah portal klan Mu.


Xiu Bai pun mengangguk, dengan segera ia menyuruh keempat kakek dan neneknya turun.


Setelah itu ia langsung memasukkan kapal dimensinya dan mendekati pria tua tersebut.


Tap tap..!!


“Apa kalian siap?” Tanya pria tua tersebut melirik ke arah Bai Han dan kempat kakek nenek Bai Han.


“Tentu,” ucap Bai Han sambil mengangguk.


Wung..!!


Dengan cepat pria tua tersebut mengalirkan energinya ke sebuah batu seukuran telapak tangan.


Dret..!!


Tak lama sebuah lingkaran cahaya pun muncul, bersamaan dengan itu Bai Han pun masuk bersama kakek neneknya.


Wuss..!!


Wuss..!!


Melihat Bai Han dan kelompoknya telah pergi, pria tua tersebut pun langsung menghubungi seseorang dan pergi ke suatu tempat.


...


Tap tap..!!


Bai Han yang muncul bersama kakek neneknya kini mengarahkan pandangan ke depan.


Tap tap..!!


“Apa kalian berlima yang di maksud pak tua Zu?” Tanya seorang pemuda yang terlihat berusia 30 tahunan.

__ADS_1


Melihat Bai Han dan yang lainnya hanya diam sambil mengerutkan keningnya, pemuda tersebut pun langsung tersenyum tipis.


“Ah maafkan aku lupa memperkenalkan diri, nama ku adalah Mu Go, tadi aku kesini dengan cepat karena mendapat perintah dari pak tua Zu untuk mendatangi kalian, katanya kalian membutuhkan sesuatu,” ucap Mu Go langsung membungkukkan sedikit badannya di sertai menaruh tangan kanannya di dada kirinya.


“Ah jadi anda Tuan Mu Go ya, benar apa yang di katakan oleh pak tua itu, saya membutuhkan,” dengan cepat Bai Han turun dari altar yang tak lain tempat pengaktifkan portal, Bai Han pun langsung menjelaskan tujuan dan permintaannya tanpa sungkan.


Sementara Mu Go yang mendengar itu terlihat mengangguk-angguk kecil sambil mengeluarkan senyum tulus.


Beberapa menit kemudian.


“Jika begitu, saya sudah dapat menemukan lokasi yang cocok seperti yang Tuan muda inginkan, tapi sebelum itu, apakah Tuan muda dan para senior tidak membutuhkan istirahat terlebih dahulu? Misalkan makan, saya tahu tempat makan yang nyaman di sekitaran sini. Bagaimana?” Ucap Mu Go kini melirik Bai Han dengan senyum tipis.


“Tentu saja, silahkan tunjukkan tempatnya,” ajak Bai Han.


Tap tap..!!


Dengan semangat Mu Go melangkah ke sebuah tempat kesukaannya yang letaknya tidak terlalu jauh dari Portal milik Klan Mu tempat Bai Han muncul.


Saat berjalan, Bai Han yang mengikuti kini melihat sangat banyak sekali orang-orang berlalu lalang dari berbagai Ras.


“Hemm benar kata orang jika Benua ini adalah tempat paling tenang dan aman, terlihat jelas tidak adanya keributan di setiap ujung jalan ini,” ucap Ling Shen mengeluarkan pendapatnya saat melihat tidak ada sebuah keributan maupun perkelahian atau tidak merasakan adanya orang-orang yang mengikutinya. Karena biasanya saat melihat orang asing, pastinya ada beberapa orang yang mengikuti mereka.


“Hoho tentu saja ada sisi terang pastinya ada sisi gelap, tidak selamanya sisi terang ada dan tidak selamanya sisi gelap ada, mereka selalu berdampingan. Jadi ada solusi untuk menggabungkan kedua sisi tersebut. Penguasa Benua membuat sebuah arena di setiap kota.”


“Oh satu lagi, di setiap kota ada juga sebuah pasar gelap yang menjual berbagai barang ilegal, curian atau apapun yang berbau kejahatan, dan setiap orang yang memasuki pasar gelap, harus berhati-hati, karena pembunuhan di perbolehkan di sana.” Sambung Mo Gu.


“Karena dengan begitu Benua ini tetap aman dan tenang.”


“Bagi mereka yang serakah atau bosan akan hidup damai tentunya akan ke pasar gelap untuk memuaskan diri mereka, di sana mereka bebas mau melakukan apapun dan itulah sisi gelapnya yang ada di Benua ini.” Ucap Mu Go menjelaskan.


Tap tap..!!


“Nah, kita telah sampai,” ucap Mu Go terhenti di sebuah kedai sederhana. Hanya sedikit orang yang mendatangi tempat ini.


“Ayo masuk,” ajak Mu Go melirik ke arah Bai Han dan yang lainnya.


Tapi saat ia melirik ke belakang, hanya ada Ling Shen, Bai Zhan, Ling Yin dan Bai Yu saja.


“Eeh,, kemana Tuan muda?” Tanya Mu Go melirik keempat sesepuh tua tersebut.


“Oh Han'er tadi tidak sengaja bertemu paman dan saudara di tengah jalan, tidak lama lagi ia akan datang,” jawab Ling Shen.


Tap tap..!!


Tak lama setelah Ling Shen bicara, Bai Han pun datang bersama Chen Long, Bai Ha, Bai Hu, Lan Yuheng, Bai Da Xing dan Bo Wuhan.

__ADS_1


“Ah maaf, apa kalian menunggu lama?” Tanya Bai Han tersenyum tipis.


“Tadi aku tidak sengaja bertemu paman dan saudaraku di sana, jadi karena bersemangat, aku mengobrol dengan mereka dan lupa akan kalian,” sambung Bai Han sambil melirik Mu Go dan keempat kakek neneknya.


Kakek neneknya hanya mengangguk ringan, sementara Mu Go terlihat asing dengan para saudara dan paman Bai Han.


Selama ia di kota ini, ia sama sekali tidak pernah mengenal mereka.


“Mungkin mereka baru juga datang kesini,” gumam Mu Go berpikir positif.


“Tentu, ayo masuk,” ajak Mu Go.


Bai Han dan yang lainnya pun melangkah masuk.


2 jam telah berlalu.


Setelah menikmati hidangan yang di pesan oleh Mu Go dan bercerita banyak tentang Kota Hiren dan sepakat tentang lahan yang Bai Han inginkan, kini Mu Go menunjukkan penginapan yang cocok untuk mereka semua.


Tap tap..!!


“Jika begitu besok aku akan menunjukkan lahannya, istirahatlah kalian,” ucap Mu Go langsung melambaikan tangannya langsung pergi.


Bai Han pun mengangguk lalu melangkah ke kamarnya.


Tap tap..!!


Ckelek.


“Apa kita tidak jalan-jalan kak?” Tanya Bai Da Xing langsung bertanya ke Bai Han setelah ia masuk.


“Benar, aku juga ingin jalan-jalan,” sambung Lan Yuheng sambil menaikkan kedua alisnya secara bergantian.


“Lakukanlah sesuka kalian, tapi jangan sampai membuat kekacauan dan jika itu terjadi, jangan sampai membunuh saat kalian bertarung di arena nanti,” ucap Bai Han.


Wuss..!!


Wuss..!!


Dengan cepat Bai Da Xing dan Lan Yuheng melesat keluar setelah mendapat izin dari Bai Han.


Melihat keduanya yang sama sekali tidak berubah dan selalu ingin menjadi yang terbaik, Bai Han dan yang lainnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


“Jadi, apakah kita akan bergerak ke pasar gelap Han'er? Seperti yang di jelaskan Mu Go tadi itu sama dengan cerita Bai Ha, itu artinya tidak ada yang berubah,” tanya Chen Long.


“Hem..!! Untuk memancing Penguasa Benua ini datang mencari kita, kita mulai dari sana dulu,” ucap Bai Han mengangguk di sertai senyum tipis.

__ADS_1


__ADS_2