Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Tidak Memberikan Peluang Untuk Melawan


__ADS_3

Macan dan Gagak Merah seketika mengganas saat merasakan musuh yang datang.


“Hmm..!! Penguasa Dimensi Demon Monster yah? Aku sepertinya mengenalinya di masa lalu,” gumam Duan Du menyeringai kecil.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Sebuah senyum lebar langsung Penguasa Dimensi itu perlihatkan saat melihat kedua Monster Kekacauan Bencana.


“Hahaha mereka berdua milik ku,” teriak Penguasa Dimensi tanpa memperdulikan Bai An dan yang lain.


“Hmm..!! Ambil lah jika kau mau,” ucap Bai An dengan acuh.


Penguasa Dimensi yang mendengar itu langsung tersenyum sinis. “Heeh,, sebelum aku mengambil mereka, tentu saja aku akan mengambil nyawa semut seperti kalian,” ucap Penguasa Dimensi dengan nada sombong dan angkuh.


Duan Du dan Pixiu yang telah berkomunikasi melalui telepati langsung mengangguk ringan.


“Oohh,, bagaimana caramu membunuh kami? Aku ingin melihatnya,” ucap Duan Du bertanya dengan santai.


Pandangan Penguasa Dimensi menatap ke arah Duan Du, ia sadar ucapan Duan Du tadi sangat merendahkannya.


Blush..!!


“Semut sepertimu tak mengerti dalamnya lautan ternyata,” ucap Penguasa Dimensi dengan nada dingin.


Aura Penguasa Dimensi seketika keluar, ia terlihat mencoba untuk menekan Duan Du, tapi harapannya sirna.


Sebuah senyum tipis Duan Du perlihatkan di sertai sebuah Bayangan yang sangat besar muncul di belakang Duan Du.


“Apakah kau yakin bisa membunuh kami kucing kecil,” ejek Duan Du di sertai wajah dingin.


Penguasa Dimensi yang melihat bayangan raksasa di belakangnya seketika menggelengkan kepalanya.


“Ti..Tidak itu tidak mungkin dia, dia telah lama mati,” ucap Penguasa Dimensi dalam hatinya.


Wuss..!!


“Kau memandang kemana, musuhmu ada di sini,” bisik Bai An muncul di samping Penguasa Dimensi.


Sebuah ayunan pedang mengarah ke kepala Penguasa Dimensi, hal itu membuatnya tersadar saat merasakan bahaya.


Trank..!!


Dengan cepat Penguasa Dimensi mundur dua langkah sambil mengayunkan salah satu tangannya yang memegang perisai.


Sementara tangan satunya yang memegang tombak mencoba untuk menusuk Bai An.


Jlep..!!


Sebelum tangan Penguasa Dimensi yang memegang tombak sampai, sebuah pedang energi lebih dulu menanjap di tangannya.


Baru saja Penguasa Dimensi ingin memandang ke arah siapa yang menyerangnya, sebuah cakar muncul dari atasnya.


Crash.!!


Dengan sigap Penguasa Dimensi menggunakan tangan lainnya untuk menahan cakaran tersebut.


Kini dua tangan penguasa dimensi hampir putus akibat terkena cakaran dari Pixiu, sementara yang satu masih tertancap pedang energi.


Saat Penguasa Dimensi ingin memanggil Monster Roh, ia kini tersadar jika terkena ilusi musuh sehingga terpisah dengan Monster Roh peliharaannya.

__ADS_1


“Sialan gara-gara bayangan tadi-” Tatapan mata Penguasa Dimensi langsung mengarah ke Duan Du yang tersenyum tipis.


“Aku akan membuat-”


Wuss..!!


Crash..!!


Anak panah tiba-tiba muncul lalu menyambar pipi Penguasa Dimensi hingga ia tak meneruskan ucapannya.


“Banyak bicara,” ucap Bai An datar.


Wuss wuss..!!


Seketika Bai An menarik busur panahnya, ribuan anak panas melesat ke arah Penguasa Dimensi.


“Sialan,” teriak penguasa dimensi yang merasa di remehkan.


Dengan cepat ia berubah ke wujud aslinya.


Goar..!!


Tubuh setinggi 20 meter lebih dengan 8 tangan dan masing-masing tangan memegang senjata yang berbeda-beda.


Dengan segera penguasa dimensi ikut menembakkan anak panahnya.


Wuss..!!


Bom bom bom..!!


Ledakan seketika menggema dan langsung membuat dampak ledakan yang mengakibatkan banyak dunia hancur.


Penguasa Dimensi hanya mendengus dingin, dengan segera ia mengayunkan kedua tangan yang memegang pedang dan tombak dengan ujung pedang.


Trank trank..!!


Bom bom..!!


Penguasa Dimensi yang sadar anak panah itu bisa meledak hanya bisa menahan sambil membuangnya jauh-jauh.


Wuss..!!


Duan Du muncul tepat di salah satu bayangan senjata milik Penguasa Dimensi.


“Hehe,, kita bertemu lagi,” kekeh Duan Du dengan nada mengejek.


Sebuah pedang energi langsung muncul tepat di depan mata Penguasa Dimensi.


“Heng serangan lemah,” dengus Penguasa Dimensi langsung menggunakan kepalanya untuk menyundul pedang energi yang Duan Du lemparkan.


Prankk..!!


Saat pedang energi berbenturan dengan kepala Penguasa Dimensi, pedang energi ciptaan Duan Du langsung hancur.


“Mati,” teriak Penguasa Dimensi menggunakan belatinya untuk mencoba membunuh Duan Du.


Crash..!!


Namun yang Penguasa Dimensi tebas hanyalah bayangan.


Wuss..!!

__ADS_1


Baru saja bayangan Duan Du menghilang, Pixiu kembali muncul tepat di depan mata Penguasa Dimensi.


“Sialan, ini hanya pengalihan saja,” dengus Penguasa Dimensi semakin kesal karena saat ini ia di permainkan oleh tiga orang di depannya.


Bam..!!


Dengan cepat Penguasa Dimensi menahan tangan kanan Pixiu, lalu tangan satunya mencoba untuk mencengkram leher Pixiu.


Namun kembali usahanya gagal, sebuah anak panah muncul.


Jlep..!!


Arghh..!!


“Sialan kalian semua, aku akan mem-”


Jlep jlep..!!


Bam..!!


Tubuh Penguasa Dimensi seketika terlempar akibat dua anak panah Bai An yang menancap di dada dan perut penguasa Dimensi.


Beruntung Penguasa Dimensi menggunakan energinya untuk menahan ledakan agar organ dalamnya tidak terluka.


Wuss wuss wuss..!!


Bai An, Duan Du, Pixiu kini berkumpul kembali.


Bai An memasang wajah datar, Duan Du memasang wajah seringai lebar, Pixiu memasang wajah serius.


“Hmm..!! Kak, kenapa kau tidak menggunakan inti energimu tadi untuk membunuh atau setidaknya membuatnya terluka parah?” Tanya Duan Du penasaran.


“Akan ada yang membunuhnya, dan kita hanya menunggu dia datang, karena saat ini ia mencoba memulihkan diri,” jawab Bai An santai.


“Eeh,, apakah yang Tuan muda maksud itu adalah-”


“Benar, dia adalah Ras Ancient Blood Demon, Ras yang di anggap punah, mungkin hanya ia seorang saja yang tersisa.” Potong Bai An sambil melirik Pixiu.


Pixiu mengangguk santai. “Jika begitu mari kita siksa dia sebelum di bunuh Tuan muda,” ucap Pixiu di penuhi oleh dendam.


“Jangan lupakan aku, aku yang memberitahu kalian kelemahannya,” sambung Duan Du langsung berubah menjadi bayangan.


Bai An dan Pixiu juga ikut menghilang.


Urghh..!!


“Sialan kenapa mereka sangat kuat, padahal mereka semua belum mencapai Dewa Penguasa Berlian. Tapi serangan mereka setidaknya yang terlemah berada di Dewa Penguasa Berlian ⭐ 1 Menengah,” gumam Penguasa Dimensi yang bernama Te Mo.


Walau tidak merasakan rasa sakit di tubuh luar maupun dalam, tetap saja jiwanya merasakan rasa sakit saat anak panah Bai An tadi di aliri hukum jiwa.


Baru saja Te Mo bangun dari dunia yang menahan tububnya, sebuah cakar energi muncul dari ruang kosong bersamaan dengan itu, di belakang cakar energi ada beberapa anak panah mengikuti.


“Sialan, cepat sekali mereka menyerang, terlebih pemuda itu menguasai hukum ruang yang memudahkannya mengirim serangan dari mana saja,” gumam Te Mo mengutuk Bai An.


Te Mo yang merasa di mungkin melawan, terlebih ia saat ini takut akan ada jebakan langsung mencoba untuk menghindar.


Namun ia merasakan tubuhnya seketika tidak bisa di gerakkan.


“Mau kemana kau kucing kecil, diam dan bermain-main dulu bersama paman.”


Duan Du muncul sambil menaikkan sebelah alisnya di sertai senyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2