
Setelah 5 menit barulah suara gaduh langsung terdengar, dan hanya satu yang mereka bicarakan, itu membekas di hati setiap orang yang melihat kejadian tersebut. “Bocah Mengerikan.”
Banyak para ahli yang malas keluar kini keluar untuk memastikan berita tersebut. Sebenarnya mereka bukan malas keluar, melainkan tidak ingin menimbulkan masalah dengan klan Hu, terlebih anggota utama klan Hu.
Rata-rata para tetua klan kecil, menengah akan takut jika bermasalah dengan anggota utama klan Hu, itu karena mereka terbilang cukup jenius jika sudah masuk klan utama.
Untuk klan besar, mereka terkadang ada yang berani ada yang tidak, tergantung siapa dahulu orangnya.
Setelah memastikan benar itu salah satu anggota utama klan Hu, yaitu Hu Ceng, orang-orang dari klan besar biasa saja, karena Hu Ceng terbilang paling lemah di klan utama, jadi kematiannya tidak terlalu di anggap.
***
Di sebuah penginapan sederhana, namun cukup luas, kini Bai An duduk santai sambil mengikat Duan Du dan Tu Long.
Terlihat Duan Du dan Tu Long kurang puas karena tidak bisa ikut bersenang, terlebih lagi mereka kesal melihat senyum mengejek Bai Han yang sedang pura-pura tidur di pangkuan Bai An.
“Kakak,, ayolah lepaskan kami, lagipula masalah sudah selesai,” kata Duan Du merajuk.
Tu Long hanya mengangguk-angguk membenarkan.
Mendengar itu, Bai An hanya bisa menghela nafas sambil mengayunkan tangannya.
Benang-benang yang mengikat Duan Du dan Tu Long langsung menghilang.
Setelah itu Bai An berkata. “Setelah membebaskan Lang Zai dan membeli Batu Giok Hitam Formasi, kita akan langsung ke Alam Semesta Inti ke 10, jadi jangan terlalu membuat kekacauan atau membuat masalah di sini, karena Alam Semesta ini paman Ling Dong yang menjaganya, jika ia marah, aku tidak bisa menghalanginya, apa kalian paham?”
Bai An melirik ke arah Duan Du, Tu Long dan terahir Bai Han.
Bai Han yang sadar di tatap hanya cengengesan sambil mengangguk-angguk mengiyakan.
Setelah itu Bai An mengirim lokasi tempatnya berada kepada Fu Jian.
***
Di tempat Fu Jian.
Fu Jian saat ini bersama Wudi duduk bersama, di depan mereka ada wanita yang tentunya Fu Jian kenal, di samping wanita tersebut, tepatnya berada di belakang berdiri Tao Tao.
“Hmm,, namamu Fu Jian bukan?” Tanya wanita yang bernama Jia Wei.
Fu Jian hanya mengangguk dengan sedikit gugup.
__ADS_1
“Setahuku klan Fu berasal dari Alam Semesta Inti ke 4, tepatnya Klan Menengah di Dunia Elang Kuning,” kata Jia Wei menebak-nebak sambil menatap ke arah Fu Jian.
“Walau aku tidak terlalu mengetahui klan Menengah terlalu banyak, tapi setahuku klan Fu memiliki putra angkuh tapi sampah yang suka bermain wanita, usianya telah mencapai 10 ribu tahun lebih, sementara orang-orang yang bersamamu tidak ada satupun dari mereka yang mencapai 10 ribu tahun.”
“Jadi,, apakah anda bisa menjawab siapa orang yang bersama anda tetua Fu?” Tanya Jia Wei tersenyum lembut.
Kata-katanya mungkin sangat sopan, namun Fu Jian tahu jika itu adalah ancaman, walau begitu Fu Jian sama sekali tidak takut setelah ia mengenal Bai An dan yang lainnya.
“Maaf nona Jia, bukannya aku tidak ingin memberitahu anda, tapi lebih baik anda tidak mengetahui siapa mereka, ini untuk keselamatan anda,” kata Fu Jian tersenyum sopan lalu berdiri dan pergi begitu saja bersama Wudi mengikuti di belakang.
Saat Tao Tao ingin mengejar, Jia Wei mengangkat tangannya. “Jangan di kejar maupun di ikuti, apalagi mengintai mereka, ini peringatan dan perintah bukan saran,” kata Jia Wei langsung menghilang.
Wuss..!!
Jia Wei muncul di depan wanita yang sangat cantik, ia adalah pemimpin Cabang Paviliun Semesta ini, sementara Jia Wei adalah tangan kanannya.
“Nona, mungkin dia orang yang anda cari, karena menurut info, klan Fu juga ikut pergi ke Dunia Phoenix Surgawi dan tidak ada yang selamat, yang artinya Fu Jian ini di jadikan budak oleh mereka,” kata Jia Wei.
Pemilik Cabang Paviliun Semesta atau Jia Li Ling langsung membuka matanya setelah mendengar informasi dari Jia Wei.
“Terimakasih Saudari Wei, sekarang anda bisa istirahat, untuk sisanya biar aku yang mengurus apakah itu benar mereka atau bukan,” kata Jia Li Ling.
“Oh ya aku lupa, percepat juga acara lelangnya, bila perlu acara lelang di adakan 2 hari lagi,” sambung Jia Li Ling.
Setelah itu Jia Li Ling langsung mengedarkan kesadarannya.
Wuss..!!
Kesadaran Jia Li Ling seketika meluas hingga hampir setengah Dunia.
Bai An, Duan Du, Tu Long dan Bai Han langsung mengerutkan keningnya saat merasakan energi kesadaran seseorang yang sangat tipis dan halus agar tidak di ketahui oleh orang.
Saat Tu Long ingin menghalau energi kesadaran tersebut, Bai An langsung menghentikannya.
“Jangan lakukan, orang ini sangat kuat, kita juga tidak tahu apa yang ingin ia cari sehingga menyebarkan kesadarannya sampai hampir memenuhi dunia ini,” kata Bai An dengan nada serius.
Tu Long langsung mengangguk patuh.
***
Sementara Jia Li Ling kini membuka matanya sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
“Aku yakin itu mereka, benar seperti informasi jika mereka sangat pintar dan selalu bertindak dengan kemampuan,” gumam Jia Li Ling kini terdiam.
“Saudari Jia Wei, katamu ia datang bersama tetua klan Fu, yaitu Fu Jian?” Tanya Jia Li Ling melalui telepati.
“Benar nona,” jawab sebuah suara di pikiran Jia Li Ling.
Jia Li Ling seketika tersenyum manis, ia langsung menghilang dari tempatnya.
***
Tap tap..!!
Saat ini Fu Jian dan Wudi hampir sampai ke penginapan sederhana dan sedikit kumur.
Namun tiba-tiba Fu Jian terdiam saat mendapat pesan telepati lagi dari Bai An.
Setelah itu Fu Jian melirik ke arah Wudi. “Ah, aku lapar, ayo kita ke Restaurant untuk makan,” ajak Fu Jian.
Wudi mengerutkan keningnya, tapi ia tetap mengangguk patuh.
Fu Jian dan Wudi langsung berbalik arah menuju restaurant terdekat.
Sementara Jia Li Ling mengerutkan keningnya saat mengikuti Fu Jian.
“Hmm..!! Aku yakin ia tidak sadar di ikuti, tapi ia mendapat pesan telepati dari 3 orang itu,” gumam Jia Li Ling tersenyum tipis.
“Aku bukan orang bodoh yang bisa kalian permainkan,” gumam Jia Li Ling melirik ke arah penginapan kumuh.
“Ketemu kalian,” gumam Jia Li Ling langsung menghilang dari tempatnya.
***
Di tempat Bai An, setelah Duan Du di suruh mengirim pesan telepati kepada Fu Jian.
Saat ini Bai An dan Bai Han sedang memejamkan matanya, tak lama ia langsung membuka matanya.
“Ada tamu tak di undang datang, hati-hatilah karena dari auranya yang samar-samar, orang ini yang menyebar energi kesadarannya tadi,” kata Bai An dengan nada serius.
Duan Du dan Tu Long langsung mendekat ke arah Bai An dan memasang wajah serius sambil menatap ke segala arah dengan pandangan waspada.
“Ayah, aku merasakan hatinya cukup bersih dan suci, kenapa harus khawatir, mungkin ia datang kesini dengan niat baik,” kata Bai Han bangun sambil menguap.
__ADS_1
“Huuf,, nak, setiap manusia atau makhluk hidup itu sulit di tebak, walau hatinya suci pun, bisa saja hatinya tiba-tiba berubah hitam.” Kata Bai An mengusap rambut Bai Han.