Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Bo Wuhan Vs Petinggi Menara Wilayah Barat


__ADS_3

Chen Long, Lan Yuheng, Bai Da Xing, Bai Zhan, Ling Shen, Bai Yu, Ling Yin, Li Qian, Ling Hua, Gu Sheng dan yang lainnya pun muncul dengan ikut tersenyum bahagia.


“Kami tahu jika kau sangat takut kehilangan seperti di masa lalumu, walau caramu terlihat bagus dan benar, tapi bagi kami caramu salah, dan aku yakin jika ayahmu pasti akan kecewa jika kau mengulangi caranya,” ucap Chen Long kini menepuk pundak Bai Han.


“Kau pasti sadar maksudku bukan?” Sambung Chen Long.


Bai Han pun mengangguk. “Huuf,, sebenarnya ada kesalah pahaman di sini, niatku awalnya ingin bergerak cepat agar apa yang di katakan oleh Spritku tidak terjadi. Tapi, mereka mengira aku ingin bergerak sendiri, walau apa yang mereka katakan ada benarnya jika saat ini aku bergerak sendiri,” gumam Bai Han dalam hati.


“Maafkan aku, aku tak akan egois lagi dan saling pecaya satu sama lain, karena dengan itu ikatan kita juga tak akan pernah putus. Perasaan hati memang tidak akan pernah bisa berbohong,” ucap Bai Han.


Semuanya pun mengangguk setuju, dan di saat bersamaan juga, Bo Wuhan langsung mengatakan jika ia ingin masuk dan langsung melawan Petinggi yang menjaga wilayah barat.


Setelah semuanya mengangguk setuju, dengan bantuan Bai Han, Chen Long, Bai Da Xing dan Lan Yuheng yang membuka paksa pintu dimensi, Bo Wuhan dengan cepat masuk.


Dret..!!


Tap tap..!!


Saat Bo Wuhan muncul dan membuka matanya, pandangan yang ia lihat adalah sebuah hutan.


“Hemm..!! Dimensi buatan ini ternyata jauh lebih luas dari yang aku bayangkan,” gumam Bo Wuhan langsung terbang ke arah langit yang mirip dengan aslinya.


Wuss..!!


Tanpa ragu, Bo Wuhan langsung mengedarkan kesadarannya. “Hemm..!! Apakah ia mempunyai sebuah artefak atau sejenisnya? Kenapa aku tidak bisa merasakannya?” Gumam Bo Wuhan dalam hati.


...


Sementara Petinggi Menara Wilayah Barat yang bersembunyi sambil menunggu bantuan datang, seketika mengerutkan keningnya saat merasakan seseorang yang auranya familiar baginya tiba-tiba mengedarkan kesadarannya.


“Hem,, apa dia orang yang di maksud oleh kedua Petinggi wilayah Timur?” Gumam Petinggi wilayah Barat.


“Benar, itu dia, jika begitu akan cukup merepotkan jika aku bertarung dengannya dan juga, aku yakin ada orang lain lagi yang menunggu di pintu dimensi,” tepat setelah Petinggi Wilayah Barat selesai bergumam, sebuah bola aneh yang di selimuti oleh besi dan energi melesat ke arahnya.


Wuss..!!


Karena tidak mengetahui bola aneh tersebut, ia pun hanya melambaikan tangannya untuk mencoba melenyapkan bola tersebut dengan hati-hati.


Wung..!!


Bom..!!


Bo Wuhan yang menembakkan Bazoka pemberian Bai Han ke semua tempat, kini tersenyum tipis saat melihat ledakan yang jauh lebih besar dari yang lainnya.


“Ketemu,” ucap Bo Wuhan menyeringai tipis.


Dret..!!


Dengan cepat Bo Wuhan muncul di depan petinggi menara yang kini terbaring di lengkungan kawah kecil akibat hempasan yang ia terima dari tembakan Bo Wuhan.


Wung..!!


Melihat Bo Wuhan muncul sambil mengayunkan tinju kanannya, petinggi tersebut dengan cepat berguling ke arah kanan.


Bom..!!


Walau begitu, karena kuatnya serangan tinju Bo Wuhan, terlihat petinggi tersebut terhempas sejauh puluhan meter.


“I..Ini,” gumam petinggi tersebut memasang wajah serius saat tersadar jika musuhnya jauh lebih kuat dari apa yang ia bayangkan.


Dengan cepat ia memutar tubuhnya di udara sambil mengeluarkan sebuah tombak yang memiliki bilah mirip sabit, dan lengkungan bilahnya hampir membentuk hurup U.


Wung..!!


Bo Wuhan kembali muncul dengan seutas senyum, terlihat tangan Bo Wuhan kini sedikit membesar dan mengeluarkan urat bewarna merah darah.


Trank..!!


Bom..!!


Petinggi menara yang menahan tinju Bo Wuhan seketika kembali terhempas, dan tentunya Bo Wuhan ingin menyelesaikannya dengan cepat, sehingga dengan cepat ia menggunakan Bersekernya atau Spirit Berseker.

__ADS_1


Guuaaahh..!!


Bo Wuhan langsung berteriak yang menyebabkan area sekitar menjadi kacau.


“Sialan, ia sama sekali tidak ingin memberikanku kesempatan untuk bernafas,” gumam Petinggi tersebut langsung mengubah dirinya juga menjadi Binatang Iblis.


Dret..!!


Seketika tubuhnya mulai membesar dan tububnya mirip sosok Iblis, dengan beberapa perubahan di setiap kulitnya, layaknya di modifikasi.


Goar..!!


Petinggi tersebut langsung meruang keras sambil mengayunkan tombaknya yang ikut berubah.


Wung..!!


Bo Wuhan yang melihat kecepatan ayunan musuhnya langsung memiringkan tubuhnya.


Slash..!!


Bom..!!


Melihat dampak serangan musuhnya, wajah Bo Wuhan seketika menjadi sedikit gila.


Khekeke..!!


Terdengar suara tawa Bo Wuhan seolah di rasuki.


Wuss..!!


Dret..!!


Bom..!!


Saat Bo Wuhan muncul sambil mengayunkan tinjunya, terlihat musuhnya juga ikut mengayunkan cakar kirinya.


“Kekuatan fisikmu sangat luar biasa manusia, aku merasakan cakar kiri ku langsung bergetar dan keram,” kekeh Binatang Iblis.


“Mati,” teriak Binatang Iblis mengayunkan tombak sabitnya.


Wuss..!!


Trank..!!


Mata Binatang Iblis melotot tak percaya saat melihat Bo Wuhan menahan serangannya dengan tangan kosong, dan di tangan Bo Wuhan saat ini berubah mengeras layaknya sebuah giok.


“Akan ku perlihatkan kau kekuatan fisik yang terkuat dan tidak pernah kau lihat selama ini,” ucap Bo Wuhan tersenyum lebar.


Dret..!!


Bo Wuhan muncul tepat di depan punggung Binatang Iblis, terlihat kini Bo Wuhan melayang di udara sambil mengayunkan kaki kanannya.


Wuss..!!


Bom..!!


Duar..!!


Tubuh Binatang Iblis seketika membentur tanah dan menyebabkan lengkungan kawah besar.


Karena Bo Wuhan merasa di untungkan dengan tubuh besar musuhnya saat ini, ia pun langsung menyerang semua titik buta musuhnya.


Bom bom bom...!!


Goar..!!


Binatang Iblis seketika meruang kesakitan.


Gerr..!!


Blush..!!

__ADS_1


Bo Wuhan langsung mundur saat melihat tubuh Binatang Iblis mengeluarkan asap hitam.


Instingnya merasakan asap tersebut sangat berbahaya.


Tap tap..!!


Binatang Iblis langsung berdiri sambil menatap tajam Bo Wuhan.


Melihat tatapan Binatang Iblis berubah dari bola mata yang awalnya bewarna merah kini menjadi hitam.


Dengan segera Bo Wuhan memusatkan kekuatan serangannya ke arah tangannya.


Dret..!!


“Ledakan Surgawi,” teriakan Bo Wuhan langsung mengarahkan tinjunya ke wajah Binatang Iblis.


Wuss..!!


Goar..!!


Binatang Iblis langsung meraung sambil mengeluarkan bola hitam dari mulutnya.


Bam..!!


Wuss..!!


Bo Wuhan yang sadar bola tersebut sangat berbahaya pun langsung mengubah arah serangannya sambil menghindar.


Wuss..!!


Duar..!!


Goaaaarrrr..!!


Jerit teriakan dari Binatang Iblis seketika terdengar saat tubuhnya sebagian hancur.


Bersamaan dengan itu retakan dimensi mulai muncul.


Bo Wuhan yang sadar musuhnya masih hidup, kembali memusatkan kekuatan tangan kanannya lalu mencoba menyerang musuhnya sekuat tenaga.


“Gerakan kedua, tinju Ledakan penghancur,” teriak Bo Wuhan.


Blush..!!


Sebuah bilah berbentuk tinju seketika melesat ke arah kepala Binatang Iblis.


Wuss..!!


Duar..!!


Tap tap..!!


Setelah sedikit menjauh saat menyerang, kini Bo Wuhan muncul di depan musuhnya.


Wuss..!!


Mata Bo Wuhan sedikit melotot saat melihat musuhnya kembali berubah menjadi manusia dan kini mengayunkan tombak sabitnya.


“Sialan,” gumam Bo Wuhan yang sedikit lengah karena mengira musuhnya telah mati.


Dengan cepat Bo Wuhan mencoba menyilang kedua tangannya.


Crash..!!


Urgh..!!


Terlihat darah langsung menyemprot keluar dari lengan Bo Wuhan.


Tidak sampai di sana saja, musuhnya terlihat kembali mengayunkan tombak sabitnya dengan energinya yang tersisa di sertai tawa.


“Hahaha,, jika aku mati, maka aku akan membawamu mati,” teriak Petinggi tersebut tertawa lebar.

__ADS_1


Wung..!!


__ADS_2