
Mata mereka membelalak saat melihat iblis setinggi 6 meter dengan tanduk 6 di atas kepalanya.
Yu Long, Ji Pixiu, Gi Pixiu, Fu Jian dan Ling Diu kini bergetar ketakutan saat melihat iblis bertanduk 6.
Sementara Duan Du dan Tu Long cukup terkejut karena selama mereka di Alam Semesta inti, mereka tidak pernah melihat iblis, mereka hanya menemukan iblis di Alam Semesta Rendah, yaitu asal mereka, itupun iblis-iblis disana iblis campuran.
Walau ada iblis murni, iblis di alam semesta rendah hanya memiliki setengah tetes darah murni iblis di Alam Semesta Inti.
Setahu Duan Du dan Tu Long, iblis di Alam Semesta Inti, mereka mempunyai Alam Semesta khusus dan untuk kesini mereka harus merusak dinding pembatas.
Alam Semesta tempat para iblis kuno ini bernama Alam Ashura.
Tentu Duan Du dan Tu Long mengetahui ini dari Bai An dan Bai An mengtahuinya dari Ling Dong.
Beberapa saat kemudian, setelah sadar dari keterkejutan, Duan Du, Tu Long dan yang lainnya kini melirik ke arah Bai An yang terlihat santai, sepertinya ia telah mengetahuinya dari awal.
“Kakak,, apa kau sadar jika ia adalah iblis?” Tanya Duan Du penasaran.
Bai An terdiam, ia hanya menatap ke arah iblis bertanduk 6 yang kini menatap tajam ke arah dirinya.
“Hmm,, seperti ucapan Paman Ling Dong dulu sebelum aku berpisah dengannya, hilangnya penguasa ke 2 ini ada kaitannya dengan bangsa iblis,” gumam Bai An.
Bai An tentu juga setuju dengan dugaan Ling Dong, karena selama ini, para iblis maupun Penguasa Semesta tidak ada yang bisa merusak dinding pembatas antara Alam Ashura dan Alam Semesta Inti.
Dengan ada iblis di sini menguatkan dugaan Bai An saat ini jika dua klan kuno bersekutu dengan iblis untuk menghancurkan klan Chu kuno.
Dan yang menguatkan dugaan Bau An adalah ucapan Ling Yenrou dan Ling Chou jika dahulu klan Chu kuno, walau memiliki kekuatan setara dengan dua klan kuno lainnya, mereka tidak akan bisa menghancurkan Klan Chu kuno secepat itu, apalagi tanpa persiapan.
Dugaan Ling Chou dan Ling Yenrou jika kedua klan kuno mempunyai pendukung di belakangnya, yang setara dengan klan mereka, karena jika 3 klan sekuat klan Chu kuno, maka akan mampu menghancurkannya dalam sekali gerakan.
__ADS_1
Walau Ling Yenrou dan Ling Chou tidak tahu siapa yang berada di belakang kedua klan kuno, tapi mereka tidak dapat menebak orang yang membantu kedua Klan Kuno.
Tapi saat ini, Ling Yenrou keluar dari dunia jiwa Bai An, matanya sangat tajam mengarah ke arah iblis bertanduk 6.
“Aura ini,, aura inilah yang dulu aku rasakan sebelum aku mati dan aku menduga jika orang yang membunuhku adalah iblis,” kata Ling Yenrou dengan tubuh bergetar hebat, ia mencoba menahan amarahnya.
“Aku tak menduga jika kedua klan itu sungguh tak tahu malu dengan meminta bantuan bangsa iblis untuk membantai klan Chu dan seluruh bawahannya,” ucap Ling Yenrou langsung menghela nafas berat saat Bai An menepuk pundaknya.
“Kau tenanglah, aku merasa ia hanya umpan saja, jika kita membunuhnya maka itu bisa membuat bangsa iblis marah dan bisa menyerang manusia dengan alasan seperti ini,” kata Bai An tersenyum penuh makna.
“Sungguh konsfirasi yang menarik, kedua klan kuno bersama bangsa iblis bekerja sama, terlebih aku cukup heran, kenapa tidak dari dulu saja mereka melakukan ini, kenapa harus sekarang?” Kata Bai An mencoba mencerna apa maksud dan tujuan mereka.
“Itu karena kau mempunyai istri putri penguasa, terlebih ada dua,” kata Ling Yenrou kini memahami maksud musuh.
Mendengar itu, Bai An mengangguk santai, setelah itu ia mengeluarkan Ling Wenli, Mu Xia'er dan Chu Jia.
Ling Wenli dan Mu Xia'er mencoba menahan amarah mereka.
Terlebih saat Ling Wenli merasakan aura dari iblis tersebut, kini ia juga ikut menyadari hal yang sama dengan Ling Yenrou, yaitu orang yang membantu kedua klan Kuno adalah bangsa iblis.
“Jadi, apakah kita akan membunuhnya?” Tanya Mu Xia'er dengan nada dingin. “Aku tak sabar ingin mencincang iblis ini,” sambung Mu Xia'er lebih dingin lagi.
Bai An menggeleng, ia melirik ke arah Duan Du yang sedang mendengar dan mengamati suasana, lalu pandangannya ke arah Bai Han yang merasa risih karena Mei Ning selalu menatapnya.
“Du'er, Han'er, kalian kesinilah dan untuk mu Ning'er, kau bisa masuk bersama bibi Jia'er, Yu'er, Ji'er, Gi'er, Diu'er dan Fu Jian, untuk sisanya tetap di sini,” kata Bai An dengan nada serius.
Mendengar itu semua mengangguk patuh kecuali Mei Ning, ia ingin membantah, namun Bai Han dengan cepat memukul pundaknya hingga pingsan.
“Merepotkan,” gumam Bai Han dalam hati.
__ADS_1
Bai Han lalu melirik ke arah Ibu Xia yang kini mengerutkan keningnya saat melihat Bai Han memukul wanita.
Bai Han sedikit takut jika ibunya marah, ia langsung melirik ke arah ayahnya untuk meminta bantuan.
Bai An yang sadar langsung berkata. “Ning'er sangat keras kepala, kau tahu itu dan ia tak akan mau ikut masuk jika tidak melakukan hal tadi, itu juga ajaranmu yang membuat Ning'er keras kepala,” kata Bai An sedikit tegas.
“Ini juga masalah serius jadi kau harus paham Xia'er, jangan pentingkan ego mu, dan aku harap kau mengerti,” sambung Bai An.
Mu Xia'er langsung menunduk, ia sedikit sadar akan kelakuannya ini, tapi Bai An sengaja membiarkannya karena tak ingin menyakiti hatinya.
Setelah merenung, Mu Xia'er ingin meminta maaf, tapi Bai An mengangkat tangannya.
“Jangan meminta maaf, kau tidak salah. Aku suka dengan sifatmu karena kau berbeda dengan wanita lain, sama halnya dengan Jia'er, kalian berdua memiliki sifat yang berbeda-beda dan aku tak ingin kalian merubah sifat kalian.” Ucap Bai An.
Mu Xia'er dan Chu Jia tersenyum mendengarnya.
Bai An mengabaikan hal itu lalu berkata. “Lupakan hal ini dulu, kita fokus ke iblis ini jadi masuklah yang aku sebut namanya tadi.”
Bai An langsung melambaikan tangannya membuka dunia jiwa.
Setelah masuk, kini yang tersisa hanya Bai An, Bai Han, Mu Xia'er, Duan Du, Tu Long, Ling Wenli dan Ling Yenrou.
“Xia'er buat formasi ilusi di area 1000 km dan Tetua Ling Wenli bantu Xia'er,” ucap Bai An langsung tanpa basa basi.
Mu Xia'er dan Ling Wenli langsung pergi, walau mereka penasaran dengan rencana Bai An, tapi mereka tidak bertanya karena akan terjawab sendiri apa yang ingin mereka tanyakan.
Setelah Mu Xia'er dan Ling Wenli pergi, Bai An melirik ke arah Duan Du dan Tu Long.
“Kalian berdua cukup mengalirkan energi kalian semampu kalian nantinya, sementara Han'er,” kata Bai An terhenti saat melirik ke arah putranya.
__ADS_1