Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Berkumpulnya Banyak Kekuatan di Kota Pelelangan


__ADS_3

Ling Hua dan yang lainnya pun langsung menyusul masuk ke dalam lingkaran cahaya.


***


Dua minggu telah berlalu dengan begitu cepat, tanpa terasa saat satu minggu lagi akan di adakannya acara Lelang terbesar ke lima dalam sejarah Dimensi Alam Dewa. Kini banyak sekali ahli-ahli tersembunyi maupun para Master Sekte Besar terkenal berdatangan ke Kota Pelelangan.


Kota Pelelangan yang biasanya cukup banyak penghuninya kini terlihat sangat padat. Saking padatnya, banyak kultivator bebas maupun anggota sekte dari berbagai wilayah membangun kemah di luar Kota.


Tap tap...!!


“Aku tak menyangka jika di sini jauh lebih dari yang aku bayangkan,” ucap Bai Han dengan mata bersinar saat melihat banyak ahli kuat berlalu lalang di luar Kota Pelelangan.


“Jadi, apakah kita akan langsung masuk?” Tanya Master Sekte Pedang Cahaya kini melihat ke arah gerbang kota yang di jaga oleh ahli yang setara dengan Penetua Sekte Besar.


Bukan hanya dua atau tiga penjaga, melainkan lebih dari selusin penjaga di setiap gerbang Kota Pelelangan.


“Aku sampai saat ini berpikir, dari mana mereka semua berasal? Tidak mungkin jika mereka semua berasal dari Kota Pelelangan, terlebih lagi orang sekuat mereka hanya bekerja sebagai penjaga?” Ucap Master Sekte Pedang Cahaya bertanya-tanya.


Bai Han yang mendengar itu mengangguk-angguk. “Hemm..!! Kau ada benarnya juga, mungkin mereka adalah orang-orang yang sengaja menyembunyikan keberadaan mereka karena suatu sebab. Dan aku merasa jika para penjaga inilah yang akan kita hadapi nanti,” sambung Bai Han melirik ke arah lahan kosong.


“Sambil menunggu Ye'er, kita akan membangun kemah di sana,” tunjuk Bai Han.


Master Sekte Pedang Cahaya mengangguk, di belakangnya, Luo Sha dan dua penetua langsung maju.


“Biarkan kami, yang mendirikan kemah,” ucap kedua penetua serempak.


Sementara Luo Sha yang maju kini menghadang beberapa orang yang ingin membangun kemah di tempat yang Bai Han tunjuk.


“Hei kalian pergilah dari sini, tempat ini sudah ada yang punya,” ucap Luo Sha terdengar acuh.


Bai Han, Master Sekte Pedang Cahaya langsung menepuk kening mereka lantaran Luo Sha ini memang tidak bisa menjaga mulutnya.


“Si mulut kasar ini, aku sudah memberitahunya untuk tidak mengeluarkan suara,” gumam Bai Han terdengar menghela nafas.


Bai Han menyuruhnya untuk tidak bicara dengan orang lain lantaran nada suaranya yang terdengar kasar dan seolah menantang. Tapi sebenarnya Bai Han tahu jika itu memang pembawaan nada suara Luo Sha saat bicara dengan siapapun. Suaranya hanya akan mengecil jika berhadapan dengan Bai An seorang.

__ADS_1


...


Sementara kelompok yang di hadang oleh Luo Sha terlihat kelompok tidak sembarang.


Pemuda bertubuh besar dengan tinggi 200 meter kini menatap tajam ke arah Luo Sha dengan wajah mengerikan.


“Dari tadi aku telah mencoba untuk tetap bersabar saat di usir, tapi nada suaramu membuat telinga ku terusik sampah kecil,” ucap pemuda yang bernama Mu Yuhen, dia adalah kakak dari Mu Yuhan, seseorang yang pernah Bai An temui sebagai penjaga portal.


Luo Sha yang di hina seketika mengubah wajahnya menjadi garang. “Berani sekali kau mengejek ku saat aku beritahu baik-baik bajingan,” teriak Luo Sha di sertai auranya ikut keluar.


Blush..!!


Orang-orang yang berkelompok mau pun tidak langsung menghentikan langkah mereka lalu melihat ke arah Luo Sha yang kini berhadapan dengan pemuda bertubuh tinggi kekar.


“Eeh,, bukankah itu Mu Yuhen, Penetua Inti termuda di Sekte Dewa Emas,” ucap seorang pemuda.


Bukan hanya dia saja, banyak yang mengenal Mu Wuhen karena selain menjadi Jenius Monster Sejati dan Penetua, dia juga memiliki kekuatan setara dengan Penetua Agung Sektenya.


Luo Sha yang mendengar suara orang-orang membicarakan tentang pemuda di depannya semakin mengerutkan keningnya. “Diamlah kalian dasar Hama,” teriak Luo Sha.


“Jika tidak kau ingin apa?” Ucap Mu Yuhen langsung mengeluarkan tombak panjangnya.


Tak mau kalah, Luo Sha langsung mengeluarkan pedang besarnya. “Heeh, jadi kau ingin bertarung, ayo aku layani,” ucap Luo Sha langsung menerjang ke arah Mu Yuhen.


Wuss..!!


Bam..!!


Kepala Luo Sha seketika tertanam saat seseorang memukulnya dari belakang.


“Hemm..!! Jangan mencari masalah yang akan membuat keributan, karena mereka pasti akan menyadari kedatangan kita,” ucap sosok berjubah hitam mengenakan tudung yang menutupi wajahnya agar tidak terlihat.


Tap tap..!!


Sosok yang tak lain Bai Chu Ye kini berjalan sambil mengangkat tubuh besar Luo Sha yang telah pingsan. Tatapan mata Bai Chu Ye sedikit melirik Mu Yuhen yang kini waspada ke arah dirinya. Bukan hanya Mu Yuhen, melainkan anggota kelompoknya yang berisi Penetua Sekte Dewa Emas dan para Jenius Monster tersembunyi ikut waspada.

__ADS_1


“Maafkan sikap kasar paman ku,” ucap Bai Chu Ye dengan nada tulus. “Sebagai kompensasi, ambil lah wilayah kosong itu, kami akan menjadi lahan lain,” ucap Bai Chu Ye langsung menghubungi kakaknya dan Master Sekte Pedang Cahaya melalui telepati untuk pergi dari sini lantaran tempat mereka berdiri sudah ramai.


“Ini,” suara Mu Yuhen terputus karena melihat sosok berjubah hitam di depannya langsung pergi tanpa menunggu ia menyelesaikan ucapannya.


Walau sedikit kesal karena di abaikan, ia juga terlihat bersemangat lantaran menemukan sosok kuat dan masih muda seperti dirinya. Yang akan ia buat alasan untuk semakin kuat lagi.


Sementara Bai Chu Ye tanpa menunggu waktu lama, kelompok Bai Chu Ye langsung bergerak menjauhi kepadatan kemah-kemah yang ada di luar kota Pelelangan.


Wuss wuss..!!


Tap tap..!!


“Kak, aku sudah tahu dimana lokasi ayah dan paman Duan, mereka ada di pusat kota yang tidak jauh dari Rumah Lelang yang akan mengadakan acara Lelang. Lokasinya pastinya adalah sebuah kedai dan satu-satunya kedai, jadi sangat mudah mencarinya.” Ucap Bai Chu Ye.


“Jadi kakak bersama Luo Sha dan para penetua pergilah kesana, gunakan juga ini saat akan di periksa penjaga, maka mereka akan langsung membiarkan kalian lewat tanpa di periksa maupun di mintai bayaran.” Sambung Bai Chu Ye mengulurkan belati bewarna merah dengan pola unik.


Bai Han langsung mengambilnya. “Lalu kau tidak akan ikut kakak masuk?” Tanya Bai Han melirik adiknya.


“Hemm..!! Ada urusan yang Ye'er selesaikan dulu di sini bersama Master Wuan De. Jadi Ye'er akan menyusul setelah urusan kecil ini selesai,” ucap Bai Chu Ye mengangguk.


“Baiklah jika begitu, kakak akan berangkat sekarang, tapi sebelum itu kakak akan bertanya. Apakah yang lainnya masih di luar kota atau sudah masuk ke dalam?” Tanya Bai Han.


“Nyonya Ling Hua dan yang lainnya sudah masuk lebih dulu, hanya kita saja yang masih berada di luar.” Jawab Bai Chu Ye.


“Jadi begitu, baiklah, tapi tetaplah berhati-hati, kakak tidak akan memaafkan diri kakak jika kau kenapa-napa,” ucap Bai Han langsung memeluk adiknya.


“Hemm..!! Ye'er akan selalu berhati-hati.” Ucap Bai Chu Ye.


...


Lima menit telah berlalu, setelah kepergian kakaknya, kini Bai Chu Ye melirik Master Wuan De.


“Ayo, Bian-Bian sudah menunggu kita dari tadi,” ajak Bai Chu Ye langsung bergerak semakin menjauhi kota Pelelangan.


Wuss Wuss..!!

__ADS_1


__ADS_2