Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Dewi Anjani dan Pergi Liburan Ke Pantai


__ADS_3

“Hmm,, perkenalkan namaku adalah Bai An.”


Bai An juga langsung memperkenalkan diri sambil memberi penghormatan cara yang sama dengan Dewi Anjani.


Dewi Anjani tersenyum yang mana bisa membuat seluruh laki-laki yang ada di bumi jatuh cinta.


“Ternyata Tuan muda Bai, aku telah menunggu anda di sini sangat lama bersama dengan Ratu Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong dan Nyi Ageng Serang,” ucap Dewi Anjani langsung menuntun Bai An menuju puncak Gunung Rinjani.


Bai An yang mendengar itu sedikit mengerutkan keningnya.


“Apakah kau mengetahui nama ku melalui Ramalan yang kau dengar?” Tanya Bai An sambil melangkah maju mengikuti Dewi Anjani.


“Tepat sekali, dan aku sudah tahu jika Tuan muda akan bertanya seperti, termasuk Tuan muda tidak percaya akan Ramalan tersebut,” Dewi Anjani bicara dengan elegan.


Tangannya juga mengisyaratkan untuk menyuruh bawahannya tetap di saja menjaga Danau Segara Anak.


Tap tap..!!


“Hmm jika begitu maka kau juga tahu apa yang aku cari kesini bukan? Termasuk kau mengetahui takdir putraku Bai Han dan dua adiknya,” ucap Bai An bertanya sambil mengikuti langkah Dewi Anjani yang kini melayang sejajar.


“Benar sekali, tapi untuk dua putra putri Tuan muda, aku tidak tahu, karena ramalan dari orang itu tidak bisa mendeteksinya,” jawab Dewi Anjani dengan jujur.


“Hmm,, apakah kau berasal dari Dimensi Pusat?” Bai An bertanya dengan nada serius, ia juga menghentikan langkahnya.


Dewi Anjani yang melihat Bai An berhenti, kini ikut berhenti.


“Benar, aku dari Dimensi Pusat wilayah tengah, aku kesini hanya untuk menunggu kedatangan anda, jika tugasku telah selesai di sini, maka aku bisa kembali bersama para saudariku.” Dewi Anjani menjawab dengan pelan agar Bai An dapat mencerna setiap ucapannya.


Saat ini Bai An hanya bisa mengerutkan keningnya. “Aku sungguh tidak percaya orang sekuatmu mampu di perintahkan,” ucap Bai An sedikit dingin.


“Jika kau telah di utus kesini, maka orang itu pasti jauh lebih kuat dari-mu, dan yang ingin aku tanyakan, mengapa orang itu ikut campur masalah takdirku?”


“Perlu kau ketahui, aku sendirilah yang berhak mengatur takdir ku sendiri, bukan orang lain, dan saat ini aku sadar jika selama ini aku telah di permainkan,” tanpa menunggu lagi Bai An membalikkan badannya lalu pergi.


Dewi Anjani hanya bisa tersenyum kecil. “Kau tidak tahu jika yang mengatur ini adalah dirimu sendiri di masa lalu Tuan, walau kau ingin hidup damai, tetap saja takdirmu akan kembali kesana untuk merebut milik mu yang telah di rebut,” gumam Dewi Anjani dalam hati.

__ADS_1


Dewi Anjani sama sekali tidak mengejar Bai An, ia tahu ini awal Bai An akan mengambil jalannya sendiri tanpa bisa di bimbing lagi.


Tapi ia tidak sadar jika Bai An yang ia kenal saat ini sangat licik, walau Bai Ab sadar jika takdirnya kini di permainkan, ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk kuat.


Wuss..!!


Wuss..!!


“Kenapa kau membiarkan Tuan pergi?” Seorang wanita cantik muncul, ia langsung bertanya dengan nada tidak puas.


“Apa yang di katakan oleh Saudari Blorong, alangkah baiknya jika kita memberitahu Tuan sedikit jati dirinya, agar ia mengetahui tujuannya,” sambung wanita menggunakan kebaya hijau dan selendang hijau, ia tak lain Nyi Roro Kidul.


Sementara Nyi Ageng Serang hanya diam saja, tapi diam-diam ia melirik ke arah kejauhan. Tepatnya dimana tempat Bai An muncul.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Melihat Bai An sudah ada di sekeliling mereka, Duan Du, Bai Han dan Tu Long seketika bersemangat.


“Bagaimana? Apa yang ayah cari ada disana?” Tanya Bai Han mendekat.


“Ayah, tadi Ratu peri memberitahu-ku jika-”


“Ayah sudah tahu, jadi Xie'er tidak perlu melanjutkannya lagi,” ucap Bai An memotong ucapan Xie'er melalui telepati.


Xie'er mengangguk santai, tak lama ia menaruh kepalanya di pundak kanan Bai An lalu tertidur pulas.


Mu Xia'er dan Chu Jia yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, di satu sisi mereka sebagai istri sangat iri. Tapi mereka malu jika melakukan hal seperti putri mereka ini.


Wung..!!


Wung..!!


Wung..!!

__ADS_1


Seketika suara motor melesat dengan kecepatan tinggi membuat Bai An dan yang lainnya melirik ke arah lintasan.


“Hmm..!! Benda yang unik, ia tidak di gerakkan menggunakan energi, melainkan menggunakan air saja,” ucap Bai An cukup kagum dengan kemajuan Bumi.


“Hmm,, nama benda itu adalah Sepeda Motor, nama yang sangat asing,” sambung Bai Han.


“Tapi sepertinya ini cocok jika bisa terbang, maka kita tidak perlu menggunakan energi kita jika pergi kemanapun,” Duan Du langsung memberikan pendapatnya.


“Benda-benda ini tidak terlalu perlu, apalagi di gunakan untuk bertarung, lebih baik menggunakan pedang, dan fisik saja,” ucap Tu Long.


“Heng,, kau ini sama sekali tidak nyambung otak dongol, aku bilang jika di gunakan pergi kemanapun maka tidak perlu menggunakan energi kita, aku tidak bilang jika di gunakan untuk bertarung,” dengus Duan Du.


Seketika Duan Du dan Tu Long ribut, tapi tak lama mereka kini menjadi patung karena Mu Xia'er telah memberi mereka pelajaran.


Dua jam mereka berada di sana menonton sepeda motor hanya berkeliling-keliling saja.


Karena bosan, mereka pun pergi menuju pantai. Di pantai terlihat Xie'er mandi bersama Bai Chu Ye kakaknya.


“Kakak, kau ini seperti wanita saja yang malu-malu, ayolah buka saja bajumu lalu kejar Xie'er,” ucap Xie'er dengan nada kesal.


Bai Chu Ye hanya diam saja sambil memasang wajah datar, ia tahu jika ia membuka bajunya, maka adiknya ini pasti akan mengejeknya, itulah yang membuat ia diam saja.


“Heng,, kau ini kakak tidak berperasaan,” ucap Xie'er cemberut, ia juga menghentakkan kakinya beberapa kali lalu berlari kecil ke arah kakaknya Bai Han.


Tidak jauh dari mereka, saat ini Mu Xia'er, Chu Jia dan Bai Han duduk bertiga saja.


“An Gege, bukankah seperti ini jauh lebih baik,” ucap Mu Xia'er tersenyum bahagia.


Bai An hanya bisa menghela nafas dalam hati, ia tahu maksud ucapan istrinya ini.


“Maafkan Gege Xia'er, kita tidak bisa tinggal di sini selamanya, karena Gege harus pergi memecahkan misteri leluhur Gege siapa yang sebenarnya, kau tahu bukan seperti yang paman Ling Dong ucapkan jika asal usul klan Ling berasal dari Dimensi Pusat dan untuk klan Bai, aku juga harus mengetahuinya saat ini.” Ucap Bai An terdiam selama beberapa detik.


“Xia'er tahu jika margaku saat ini mengikuti ayahku yaitu marga Bai, dan sampai saat ini Bai Chen maupun kakak ku Bai Yun menghilang tanpa jejak,” sambung Bai An menghela nafas pelan.


Mu Xia'er dan Chu Jia yang mendengar itu hanya diam saja.

__ADS_1


Terlihat jika Chu Jia mengetahui sesuatu, tapi ia ragu mengatakannya.


“Ehem,, Gege, aku punya satu rahasia yang bisa menjawab asal usul klan Bai hingga bisa membuat Dimensi di sini.”


__ADS_2