Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Meluluh Lantahkan Puluhan Ribu Kapal Perang


__ADS_3

Bai Ha, Bai Hu, Bai Da Xing, Lan Yuheng, Lang Zai, Pixiu dan terahir Chen Long, mereka semua langsung menyebar mencari posisi nyaman sebagai tempat untuk memulihkan kondisi mereka.


Dret..!!


Wuss..!!


Wuss..!!


***


Sementara semua Penguasa Benua yang di tugaskan menyerang dari sisi Barat kini melihat ke arah Benua Langit yang sudah terlihat.


Walau yang mereka lihat masih setitik layaknya butiran kecil, tentu mereka tahu jika itu Benua Langit.


Tap tap..!!


“Beberapa hari lagi kita akan sampai, ingatlah setelah jarak kita sudah berjarak 2000 km, maka langsung percepat kapal serta langsung menembak meriam dengan gabungan semua bawahan kalian di setiap penghuni kapal. Apa kalian paham?” Tanya sosok topeng ungu melirik ke arah para Penguasa Benua, maupun beberapa individu yang memiliki kekuatan setara penguasa Benua.


Mereka yang di kumpulkan di satu kapal perang pun langsung mengangguk mengerti.


“Lalu apakah kami akan tetap di sini atau kembali ke kapal memimpin semua bawahan kami?” Terlihat salah satu dari Penguasa Benua mengangkat tangannya dan bertanya setelah Topeng Ungu mengangguk santai.


“Seperti yang aku katakan di awal, kalian hanya memerintahkan dari balik bayang saja, atau bisa di katakan memerintahkan dari sini, kalian boleh menyuruh orang kepercayaan kalian untuk memimpin mereka nantinya dan berpura-pura sebagai kalian. Untuk sisanya kalian tidak perlu tahu, karena aku sendiri yang akan memutuskan kalian boleh bergerak atau tidak nantinya.” Jawab Topeng Ungu.


Mendengar itu, semua Penguasa Benua saling melirik satu sama lain, tentu saja mereka ragu dan beberapa dari mereka berpikir jika bukan mereka yang memimpin, maka bisa saja semua bawahan mereka akan binasa. Karena mereka belum tahu siapa yang akan mereka lawan nantinya di sana.


Tapi terlihat kini tidak ada yang berani bertanya maupun keberatan.


Entah mengapa saat melihat tatapan Topeng Ungu, mereka seolah melihat Pemimpin Menara Hitam, bahkan lebih mengerikan jika mereka menatapnya lebih teliti.


...


Mungkin jika Bai Da Xing, Lan Yuheng dan Bai Han ada di kapal tersebut, mereka akan langsung mengenal siapa orang tersebut, bukan kenal dari penampilannya, melainkan dari suaranya.


Suaranya sangat mirip dengan Jin Yuanhu, dan memang benar jika sosok Topeng Ungu tersebut tak lain Jin Yuanhu.


Saat ini Jin Yuanhu menyamar menjadi menjadi petinggi Menara Hitam dan sudah jelas tujuannya adalah untuk membuat kekacauan dengan menumbalkan semua bawahan para Penguasa Benua.


Jin Yuanhu tahu betul siapa saja orang yang menunggunya di depan sana, walau tidak tahu namanya, setidaknya ia tahu mereka adalah anggota keluarga Bai Han yang pernah ia lawan di Dimensi Alam Dewa.


“Hehe,, kalian tunggu saja, akan ku buat kalian menderita semua,” kekeh Jin Yuanhu dalam hati.


Entah siapa yang di maksud oleh Jin Yuanhu saat ini, yang pasti, dapat terdengar ada jejak kebencian serta bersenang-senang dari pancaran matanya.


***


Wilayah perbatasan Timur Benua Langit.


“Bersiap,” teriak Bai Han dengan nada lantang.


Mendengar suara teriakan Bai Han, Du Ling, dan semua pasukan Benua Langit serta bawahan Du Ling sendiri langsung menyebar membentuk barisan Horizontal yang sangat panjang dan berdiri sejajar dengan Bai Han saat ini.

__ADS_1


Dret..!!


Mereka semua pun langsung mengeluarkan senjata mereka masing-masing saat melihat jarak musuh sudah berjarak kurang lebih 700 km.


...


Sementara jauh di belakang, terlihat Yu Fan, Meng Le Feng, Lang Zai dan Pixiu sudah bersiap mengaktifkan Rudal.


Wajah ke empatnya terlihat tersenyum bahagia lantaran tidak sabar ingin menghancurkan musuh.


“Ambil posisi,” teriak Yu Fan.


Dengan cepat Yu Fan, Meng Le Feng dan Pixiu langsung ke ujung belakang Rudal tempat dimana tombol untuk mengaktifkan Rudal.


Sementara Lang Zai, dan dua orang yang membantu memegang Rudal masing-masing, kini sudah mengalirkan energi mereka ke seluruh tubuh mereka.


“Sedikit lagi, tunggu aba-aba dari ku baru aktifkan Rudal secara serempak ke titik yang telah di tandai,” ucap Yu Fan kembali terdengar memberikan intruksi.


Terlihat saat ini Yu Fan terus fokus melihat ke arah kapal perang musuh yang mendekat dengan kecepatan tinggi.


“Luncurkan,” teriak Yu Fan.


Blush..!!


Blush..!!


Blush..!!


Seketika suara gemuruh terdengar keras saat Yu Fan, Meng Le Feng dan Pixiu mengalirkan energi mereka dalam jumlah yang sangat besar.


Wung..!!


Blush..!!


Tak lama Rudal pun meluncur dengan kecepatan tinggi dan melesat ke arah tiga titik berbeda.


...


Sementara para Topeng Ungu yang di kapal perang paling depan seketika memasang wajah jelek lantaran merasa telah termakan jebakan musuh.


“Si..Sialan, ini jebakan, ia sengaja memancing amarah kita dengan membunuh dua rekan kita,” teriak salah satu topeng ungu.


Tentu saja mereka tahu benda besar yang meluncur ke arah mereka saat ini, karena mereka sudah mendapat informasi tentang benda aneh yang mampu menghancurkan dalam area besar.


Tapi anehnya terlihat kini tiga rudal terus melesat melewati Kapal Perang tempat para petinggi menara gelap berada, hal tersebut pun langsung membuat mereka semua menghela nafas lega.


Wung..!!


Wung..!!


Wung..!!

__ADS_1


Rudal yang melewati kapal perang terdepan pun kini terlihat menukik tepat di tengah-tengah puluhan ribu kapal perang.


Bommmmmm.!!


Duar duar duar...!!


Layaknya sebuah batu yang jatuh ke kaca tipis dan membuat kaca hancur hingga menyeluruh. Itulah yang terlihat saat ini saat ketiga Rudal dengan cepat menghancurkan kapal perang musuh dan dampaknya menjalar dengan cepat.


Bahkan kapal perang terdepan tempat para petinggi menara gelap, terlihat terhempas ke arah Bai Han yang sudah menunggu kedatangan mereka.


“Hehe,, datanglah anak-anak, akan kakek berikan kalian pendidikan sekali seumur hidup yang tidak akan kalian bisa lupakan saat di Neraka nanti,” kekeh Du Ling.


Dret..!!


Seketika otot-otot lengan Du Ling berubah membesar, bukan hanya lengan, melainkan tubuhnya juga membesar hingga menghancurkan jubah yang ia kenakan.


Sret..!!


Dua kapak yang memiliki gagang layaknya tombak pun langsung Du Ling keluarkan.


Wuss wuss wuss..!!


Wung..!!


Terlihat tanpa basa basi Du Ling memutar-mutar kedua kapaknya di atas kepalanya hingga terdengar bunyi dengungan keras.


Bersamaan dengan terdengarnya suara dengungan, Du Ling pun langsung melempar kedua kapaknya, salah satunya ke arah Kapal Perang tempat para petinggi Menara Gelap berada, sementara satunya mengarah ke kapal perang yang cukup jauh dari kapal perang tempat para petinggi.


“Sialan, cepat menghindar,” teriak salah satu topeng ungu.


Wuss..!!


Wuss..!!


Duar..!!


Argh..!!


Beberapa dari mereka yang terlambat menghindar seketika berteriak kesakitan saat salah satu anggota tubuh mereka hilang karena dampak dari serangan Du Ling.


Du Ling yang melihat itu pun langsung tersenyum lebar. “Hehe,, lumayan,” kekeh Du Ling, lalu pandangannya pun mengarah ke salah satu kapaknya.


Ia pun semakin tersenyum lebar saat melihat kapal perang yang Kapaknya targetkan sama sekali tidak hancur.


“Instingku memang tidak pernah salah, jadi kau bisa mengambil bagian itu Tuan muda, aku akan mengambil ke yang di sana saja,” ucap Du Ling kini melirik Bai Han.


Bai Han pun mengangguk santai, tatapannya jyga saat ini tertuju ke arah kapal perang yang tidak bisa kapak Du Ling hancurkan. Karena sosok yang mendiami kapal perang tersebut tak lain Pemimpin Menara.


“Ayo anak-anak, kita hancurkan semua musuh kita tanpa menyisakan satupun dari mereka,” teriak Du Ling langsung melesat ke arah para petinggi Menara Gelap.


Dret..!!

__ADS_1


Wuss..!! Wuss..!!


__ADS_2