
Dret..!!
Tap tap..!!
Bai Chu Ye yang baru muncul kini melihat ke arah Sekte Pedang Awan yang telah hancur.
Wajahnya langsung berubah mengerikan. “Kemana semua orang?” Gumam Bai Chu Ye mengedarkan kesadarannya, namun sejauh ia mengedarkan kesadarannya, ia tidak merasakann aura kehidupan sama sekali.
Blush..!!
“Orang-orang Menara, aku bersumpah jika aku tidak memusnahkan kalian, aku bukanlah Bai Chu Ye, bahkan jika surgawi mengutuk ku, aku akan melawan surgawi tersebut demi dendam darah ini,” teriak Bai Chu Ye dengan aura mengerikan.
Wung..!!
Bom bom..!!
Ledakan seketika terjadi, saat aura dari Bai Chu Ye muncul.
Tak lama keanehan terjadi, muncul awan bewarna merah darah.
Bai Chu Ye yang melihat itu menganggap jika Hukum Surgawi mendengar sumpahnya dan akan memusnahkan dirinya.
Wajahnya semakin mengerikan terlihat. “Kau kira aku akan takut, majulah. Pantang bagi keluarga ayahku untuk mundur,” teriak Bai Chu Ye.
Bersamaan dengan itu jutaan darah entah berasal dari mana melesat ke dalam tubuh Bai Chu Ye.
Bai Chu Ye pun membuat pedang darah di tangan kanannya dan sebuah tombak darah di tangan kirinya.
Dret..!!
Bai Chu Ye langsung membuat kuda-kudanya, tangan kiri Bai Chu Ye terayun.
Wung...!!
Sebuah bunyi dengungan terdengar saat Bai Chu Ye mengayunkan tombaknya.
Duar..!!
Dalam sekejap tombak Bai Chu Ye melesat mengenai awan bewarna merah darah.
Mata Bai Chu Ye sedikit dingin saat melihat serangannya di lahap begitu saja.
Tanpa menyerah, Bai Chu Ye melesat ke arah awan tersebut.
“Immortal Blood Technique.”
“Gerakan Terahir, Heavenly Destroyer Slash.” Teriak Bai Chu Ye.
Blush..!!
Tubuh Bai Chu Ye seketika berubah menjadi darah berbentuk pedang.
Duar..!!
Namun saat tubuh Bai Chu Ye yang membentuk pedang menusuk awan, entah mengapa tubuhnya tiba-tiba di tarik.
Bai Chu Ye yang masih memiliki kesadaran langsung mengingat wajah ayah, kakak, adik, ibu, bibi, paman dan semua anggota keluarganya sebelum benar-benar di lahap.
__ADS_1
Dret..!!
Bersamaan dengan lenyapnya Bai Chu Ye, awan yang bewarna merah darah juga ikut lenyap.
...
Wuss wuss..!!
“Apa yang terjadi? Dimana Tuan Muda Ye?” Tanya Master Wuan De kini melihat ke arah sekelilingnya.
“Sialan, tadi aku merasakan aura Tuan masih di sini, tapi kenapa tiba-tiba lenyap begitu saja,” teriak Rubah Kematian layaknya orang gila dan langsung mengamuk sejadi-jadinya.
Bersamaan dengan munculnya Master Wuan De dan Rubah Kematian, muncul Xi bersaudara bersama para penetua sekte kekacuan.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Dimana? Dimana Leluhur dan yang lainnya?” Tanya Xi Juan kini mengedarkan kesadarannya sambil bertanya ke arah Master Wuan De.
“Hemm..!! Tadi aku juga merasakan aura dari Leluhur Ye di sini,” ucap Xi Luan mengangguk dan menganggap putra Bai An juga leluhurnya.
Namun pertanyaan keduanya tidak di gubris oleh Master Wuan De dan Rubah Kematian yang saat ini frustasi.
Hahaha,, hahaha,, hahaha..!!
Tak lama Master Wuan De dan Rubah Kematian tertawa layaknya orang gila, mata keduanya juga tiba-tiba berubah di sertai mengeluarkan darah.
“Aku yakin ini perbuatan orang-orang Menara, betapa lemahnya aku tidak bisa melindungi Tuan Ye dan Tuan Besar,” ucap Master Wuan De kini tertawa gila.
Bomm..!!
Bukan hanya Master Wuan De yang frustasi meledakkan diri, Rubah Kematian pun melakukan hal yang sama.
Xi bersudara yang melihat itu termenung.
“I..Ini, apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka? Aku merasakan jika mereka di kendalikan tadi,” ucap Xi Bersudara serempak.
Tak lama setelah mencari apakah ada jejak yang bisa mereka temukan sebagai petunjuk, Xi bersudara dan para penetua pun pergi setelah tidak menemukan apapun.
***
Di wilayah utara, hujan salju terus turun dengan derasnya.
Tap tap..!!
“Apa kau yakin jika di sini tempatnya?” Tanya Tu Long melirik ke arah Duan Du.
“Hemm..!! Lihatlah peta ini, aku merasa memang benar di sini tempatnya. Ayo cepat sebelum orang-orang menara memburu kita, karena aku merasakan aura dari Ye'er, Master Wuan De dan Bian-Bian telah hilang, artinya mereka telah di bunuh juga,” ucap Duan Du dengan nada serak di sertai tangan terkepal erat.
Duan Du tidak tahu jika mereka tidak di bunuh oleh orang-orang menara, melainkan di bunuh oleh fenomena aneh. Walau begitu, mereka tetap menuduh jika orang-orang Menaralah pelakunya.
Sementara Tu Long yang mendengar itu hanya mengepalkan erat tangannya bersamaan dengan auranya keluar.
“Sialan, betapa lemahnya diriku ini yang tidak bisa membantu.” Ucap Tu Long sedikit frustasi.
“Ayo, jangan menunda, lebih cepat maka akan lebih baik. Aku sudah tidak peduli lagi dengan hidupku, jika aku bisa memusnahkan mereka semua, maka sudah cukup bagiku.” Ajak Duan Du melangkah.
__ADS_1
Tu Long hanya mengangguk sambil mengikuti.
1 minggu setelah mencari apa yang mereka cari, kini Duan Du dan Tu Long berhenti tepat di sebuah gerbang.
Anehnya, gerbang tersebut yang memiliki altar sama sekali tidak terkena oleh salju yang terus turun.
“Ayo kesana,” ajak Duan Du.
Wuss..!!
Wuss..!!
Saat keduanya turun, secara tiba-tiba keduanya berteriak kesakitan.
Argh..!!
Argh..!!
“Apa yang terjadi, apa ini bukan tempatnya?” Teriak Tu Long merasakan tubuhnya di sayat-sayat oleh jutaan pedang.
Saat melihat ke arah bawah, ia melihat kakinya perlahan menghilang, pandangan Tu Long pun beralih ke Duan Du yang kini hanya tersisa rambutnya saja.
“I..Ini, apa kami mati begitu saja tanpa bisa membalas dendam?” Gumam Tu Long tertawa gila.
“Hahaha,, aku tak menduga jika nasib kami semua seperti ini, aku tidak bisa menerima ini, aku ingin membalas dendam, dasar Surgawi sialan, biarkan sekali aku hidup agar aku bisa membalas dendam sekali saja.” Teriak Tu Long dengan suara tidak jelas.
Wung..!!
Tak lama setelah menghilangnya Duan Du dan Tu Long, altar dan gerbang aneh tersebut menghilang.
***
Di tempat yang tidak ada kehidupan sama sekali.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Naga Berlian Langit bersama dua leluhur yang membawa Bai Han kini mendarat di sebuah hutan yang sangat tenang tanpa adanya mahkluk hidup.
“Tu..Turunkan aku, aku mohon,” ucap Bai Han terdengar menyedihkan. Entah berapa kali ia meminta di turunkan sehingga suaranya saat ini sangat lemah di sertai wajahnya telah bengkak akibat menangis.
“Hemm..!! Turunkan dia, leluhur Bai,” ucap Naga Berlian Langit memerintahkan Leluhur wanita klan Ling.
Hemm..!!
Tap tap..!!
Saat Bai Han di turunkan, ia langsung bersujud di tanah.
Naga Berlian Langit dan kedua leluhur yang melihat kelakuan Bai Han hanya diam saja.
Tak lama setelah Bai Han bersujud, matanya berubah dingin.
“Maafkan aku ayah, Ye'er, Paman Du, paman Tu, dan semuanya, aku tidak bisa membantu kalian semua, tapi aku akan bersumpah untuk membalas dendam, aku akan menjadi kuat, kuat dan kuat agar bisa memusnahkan mereka semua yang telah menyakiti dan membunuh kalian semua.” Ucap Bai Han dengan nada dingin.
Naga Berlian Langit dan kedua leluhur langsung tersenyum melihat tekad Bai Han dan menyingkirkan kesedihannya.
__ADS_1
***
“Di sini Lahirnya Raja Para Dewa 2 Akan terus di lanjutkan dengan Mc menjadi Bai Han.”