
karena tinggal menghitung hari saja untuk Mu Xia'er dan Chu Jia melahirkan.
Saat ini Bai An, bersama yang lainnya ada di dunia jiwa, untuk Hu Liu Chen ia sudah pergi untuk mencoba menyelidiki tentang dimana anggota klan Ho berada.
Hu Liu Chen mendapat info jika ada 3 orang klan Ho era kuno yang keluar dari klan untuk menjalankan misi.
Salah satunya adalah Penetua Pertama dari Sekte Es Abadi, tapi sampai saat ini tidak ada yang mengetahui nama aslinya kecuali hanya Master Sekte Es Abadi Fang Mu dan beberapa ahli kuat.
***
Saat ini di dunia jiwa terdengar tawa bahagia semua orang saat menantikan kelahiran seorang putra dan putri.
Semua orang telah di beritahu jika Mu Xia'er akan melahirkan seorang putri dan Chu Jia akan melahirkan seorang putra.
“Tuan muda, saat putra dari Nyonya Jia lahir, biarkan aku menggendongnya. Siapa tahu ia akan mengikuti sifat ku yang suka bertarung,” terdengar suara Tu Long yang bersemangat.
“Heng..!! Enak saja, aku lebih dulu, karena sifat ku yang cerdas akan bisa membuat ia menjadi sosok jenius seperti Han'er.” Dengus Duan Du kini bangkit dari tempat duduknya.
Selama beberapa bulan ini Duan Du dan Tu Long lebih sering berkelahi tak jelas, terlebih kini Tu Long tak segan-segan menghajar keponakannya.
Tu Long tak menutupi kekuatan tubuhnya yang sudah terlanjur ia perlihatkan, jadi kini ia memanfaatkan hal tersebut untuk melawan dan menghajar Duan Du. Walau dari segi kultivasi, Duan Du lebih unggul.
Melihat keduanya akan berkelahi lagi, Bai An memijit keningnya, sementara Mu Xia'er dan Chu Jia tertawa kecil.
Beruntung bagi Duan Du dan Tu Long, kelucuan dan tingkah mereka ini membuat perut Mu Xia'er terasa nyaman, jika tidak. Mungkin Mu Xia'er akan menghajar keduanya yang sering membuat keributan.
Entah mengapa, putri yang ada di dalam kandungan Mu Xia'er terlihat sangat aktip jika mendengar kegaduhan.
Tapi ini adalah hal yang bagus menurut Bai An, tidak seperti putranya yang ada di dalam kandungan Chu Jia, ia cenderung pendiam. Awalnya hal tersebut membuat Bai An cukup takut, tapi karena ucapan Bai Tan yang memberitahunya, itu membuat Bai An agak tenang.
Bai Han yang melihat kedua paman mulai ribut langsung berkata.
“Paman Du, Paman Tu, bagaimana jika Han'er menyuruh paman Tu We membuat arena buat kalian? Nanti juga Han'er akan membuat kubu yang mendukung kalian, lalu Han'er akan menjadi juri bagi siapa yang bertaruh.”
Mendengar saran Bai Han. Duan Du dan Tu Long saling melirik, mereka tahu Bai Han ini sangat licik, selalu memanfaatkan kesempatan yang menguntungkan baginya.
Tapi karena Duan Du ingin membalas apa yang Tu Long lakukan beberapa bulan lalu, ia kini setuju.
__ADS_1
Untuk Tu Long, ia terlihat semakin bersemangat karena ingin menghajar Duan Du lagi, kekesalannya tidak akan hilang saat mengingat ia selalu di kerjai dulu oleh bocah nakal itu sehingga menghajarnya sekali dua tidak membuat Tu Long puas.
Mu Xia'er dan Chu Jia kini melihat putra mereka Bai Han, lalu melihat Bai An secara bergantian.
Mereka melihat kini putra mereka lebih aktip dalam bergaul kepada keluarganya, hal itu memang bagus.
Tapi keduanya menyadari ada yang salah dari sifat putranya ini sehingga mereka juga melihat ke arah Bai An.
Bai An yang di tatap curiga langsung mengalihkan perhatiannya ke arah lain.
Tentu saja insting istri sangatlah tajam, jika tatapan Bai An bertemu dengan kedua istrinya, maka ia akan sadar jika ia yang telah menyuruh Bai Han mengadu Duan Du dan Tu Long di arena.
Terlebih Bai Han juga yang selalu memprovokasi Tu Long untuk menghajar Duan Du dengan kemampuannya itu.
Tu Long yang bodoh tentu saja tidak akan sadar jika kemampuannya ini bisa membuat Duan Du tak berkutik. Tapi setelah di beritahu Bai Han ia kini termakan provokasi Bai Han.
Sebenarnya alasan Bai An menyuruh putranya melakukan ini agar Tu Long sedikit demi sedikit membuka wajahnya yang asli.
Tapi sampai saat ini ia belum membuka memperlihatkan wajah aslinya.
***
Setelah menyuruh Tu We yang di bantu oleh para prajurit pembantai.
Kini sebuah arena yang cukup besar serta di pasangi sebuah Formasi Perisai agar dampak pertarungan mereka tidak bisa di rasakan oleh para penonton maupun mengganggu aktipitas pelatihan para prajurit pembantai.
Saat Duan Du, Tu Long masuk dan akan melakukan pemanasan, sebuah teriakan terdengar.
Ahhh..!!
Mendengar Chu Jia berteriak kesakitan.
Bai An seketika muncul di depan istrinya Chu Jia.
“Ada apa Jia'er? Apa kau akan melahirkan?” Tanya Bai An dengan mencoba tenang, tapi dari nada suaranya ia sedikit khawatir jika istri dan putranya ini kenapa-kenapa.
Melihat tidak ada jawaban dari Chu Jia dan malah semakin keras berteriak. Bai An kini memucat.
__ADS_1
“Jia'er, kau kenapa? Ayo beritahu An Gege biar tahu apa masalahmu.” Tanya Bai An kini sangat khawatir.
“An Gege,, aku rasa Jia'er akan melahirkan,” ucap Mu Xia'er yang dari tadi di samping Bai An.
Terlihat Mu Xia'er juga khawatir dengan keadaan Chu Jia.
“Ibu,, tenanglah. Han'er ada di sisi ibu,” ucap Bai Han kini mengeluarkan air matanya saat melihat ibunya Chu Jia terus menerus berteriak kesakitan.
Duan Du, Tu Long dan yang lainnya juga terlihat khawatir dan takut jika terjadi apa-apa dengan Chu Jia.
Pasalnya mereka baru kali ini melihat wanita hamil berteriak kesakitan seperti ini, berbeda dengan istri Bai An yang dulu di Alam Semesta Rendah, kedua istri Bai An dulu melahirkan dengan baik-baik saja tanpa ada kendala.
Saat semuanya di landa kepanikan dan ketakutan.
Ling Yenrou kini muncul dengan seorang wanita terlihat berumur 70 tahunan.
“Penguasa, biarkan nenek ini melihatnya, dia adalah tabib yang biasa membantu persalinan,” ucap Ling Yenrou sedikit gugup.
Bai An yang mendengar itu langsung tersadar.
“Benar juga, di saat seperti ini tabib yang biasa dalam persalinan adalah ahlinya,” gumam Bai An.
Bai An langsung melihat ke arah nenek tersebut.
“Nenek,, apa yang terjadi dengan istriku? Apakah ia baik-baik saja?” Tanya Bai An langsung membanjiri tabib wanita tersebut dengan banyak pertanyaan.
“Tuan muda,, biarkan yang tua ini melihat Nyonya Muda lebih dulu,” jawab sang nenek tersenyum lembut.
Dengan cepat Bai An membuka jalan untuk sang nenek.
Setelah melihat keadaan Chu Jia, sang nenek tersenyum masam.
“Tuan, Nyanya muda akan melahirkan, tapi di samping itu ia membutuhkan darah anda, karena bayi di dalam kandungan Nyonya mengalami hal aneh yang membuat darah di tubuh bayi ini mengering secara perlahan.” Ucap sang nenek dengan agak bingung juga saat menjelaskan, karena baru kali ini ia melihat kejadian yang seperti ini.
“Jika tidak di berikan darah dari yang berhubungan darah secara langsung, maka putra anda bisa mati.” Sambung sang nenek lagi.
Bai An dan yang lainnya kini bingung saat mendengar ucapan sang nenek.
__ADS_1