Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Menuju Alam Celestial Yuun dan Kedatangan Dua Sosok Berjubah Hitam


__ADS_3

“Tidak perlu berterimakasih, anggap saja kita di takdirkan bertemu hingga bisa membantu sebisa kami, itu pun kami juga tadinya di serang,” ucap Bai Han sembari tersenyum hangat.


...


Satu hari setelah insiden pembantaian yang kelompok Bai Han lakukan, kini terlihat kapal dimensi milik salah satu pedagang melesat dengan kecepatan tinggi.


Tujuannya adalah Alam Celestial Yuun, karena hanya itu Alam Celestial terdekat dari tempat mereka bertemu Bandit Kapal.


Tap tap..!!


Di dalam kapal, saat ini Bai Han terlihat melangkah menuju ruangan tempat Xiu Hou tinggal.


“Paman, apa kau ada di dalam?”


Xiu Hou yang sedang bermeditasi pun langsung membuka matanya. “Masuk lah,” ucap Xiu Hou dengan santai.


Bai Han yang ada di luar pun langsung membuka pintu dan melangkah masuk.


Cklek..!!


Tap tap..!!


“Ada apa Han'er?” Tanya Xiu Hou langsung ke intinya.


“Dua hari lagi kita akan sampai, jadi aku hanya mengingatkan saja untuk bersiap-siap,” ucap Bai Han sambil melirik ke arah Xiu Hou.


“Hem..!! Baiklah. Tapi, apakah para mantan tahanan itu setuju akan rencanamu?” Tanya Xiu Hou, mencoba untuk memastikan.


“Tentu, mereka semua malah mendukung,” jawab Bai Han.


Xiu Hou pun langsung bangkit. “Ayo,” ajak Xiu Hou melangkah keluar.


Bai Han pun langsung mengikuti dari samping.


Tap tap..!!


Langkah Xiu Hou dan Bai Han pun terhenti di ruangan yang cukup luas.


Pandangan mereka pun mengarah ke Du Ling, Meng Yusan dan Chen Long.


“Apa Wuhan belum kembali?” Tanya Xiu Hou.


“Saat ini dia fokus untuk memulihkan kakaknya terlebih dahulu, tapi ia juga sudah setuju,” ucap Bai Han.


Mendengar itu, Xiu Hou pun langsung memejamkan matanya sesaat, setelah itu, dengan cepat ia mengeluarkan sebuah gumpalan seperti karet dan langsung menggerakkan tangan.


Dret..!!


Dret..!!


Dalam hitungan detik, gumpalan karet tersebut pun berubah menjadi beberapa topeng kulit.


“Gunakan saja ini dari sekarang,” ucap Xiu Hou sambil melemparnya ke arah Bai Han dan yang lainnya.


Srek..!!


Setelah menangkapnya, Bai Han dan yang lainnya pun langsung mengenakan topeng kulit tersebut.


Bai Han yang sudah selesai mengenakannya pun langsung merasakan perbedaan yang jauh dari sebelum ia mengenakan topeng kulit.

__ADS_1


“I..Ini, bahkan aku sendiri tidak dapat mengenali diriku sendiri, auraku juga berubah dengan sendirinya,” ucap Bai Han dengan nada terkejut.


“Hanya klan kami saja yang mampu membuat ini, ini dulunya kami gunakan sebagai penyamaran, tapi karena musuh menggunakannya juga, maka kami berhenti menggunakan ini,” ucap Du Ling dengan nada bangga.


“Eeh,, bagaimana bisa musuh bisa membuat hal seperti ini?” Tanya Bai Han sambil memasang wajah terkejut.


“Kau tidak perlu tahu hal tersebut nak, itu adalah masalah internal klan,” ucap Xiu Hou.


Bai Han yang sadar salah bicara pun langsung mengerti, ia pun dapat menebak dan langsung menemukan jawabannya dari peringatan Xiu Hou.


“Baiklah, satu yang terahir, biasakan diri mengeluarkan aura membunuh, agar kita memang terlihat layaknya Bandit yang sesungguhnya,” ucap Bai Han langsung mengalihkan pembicaraan.


Xiu Hou dan yang lainnya pun langsung menyetujui saran Bai Han.


...


Keesokan harinya.


Tap tap..!!


Bo Wuhan yang sudah keluar dari dunia jiwa Bai Han kini melangkah dan berhenti di tengah-tengah semua mantan tahanan.


Terlihat jelas saat ini para mantan tahanan merinding saat merasakan niat membunuh serta aura kematian yang pekat dari dalam tubuh Bo Wuhan.


“Sebenarnya aku tak ingin menyakiti atau melakukan hal seperti ini kepada orang yang tidak bersalah, tapi karena kalian sendiri yang telah setuju akan permintaan Tuan mudaku, maka, aku harus membiasakan diri untuk membuat kalian ketakutan. Jadi maafkan aku,” ucap Bo Wuhan membungkukkan badannya.


Tap tap..!!


Salah satu orang tua langsung maju dengan tubuh bergetar hebat.


“Tanpa harus latihan pun kami sudah sangat ketakutan Tuan, lihatlah mereka semua, mereka seolah melihat Dewa Kematian saat melihat dirimu, bahkan aku pun sangat ketakutan saat ini.”


Mendengar itu, Bo Wuhan pun langsung tersenyum lebar, walau wajah Bo Wuhan saat ini berbeda dari sebelumnya, karena menggunakan topeng kulit. Tetap saja, seringai Bo Wuhan masih sama.


Melihat senyum Bo Wuhan yang mengerikan, seketika semua mantan tahanan langsung terjatuh. Bahkan ada yang pingsan.


Bo Wuhan yang tanpa sadar menanamkan ketakutan yang lebih mengerikan kepada mereka, kini hanya bingung saja.


Tap tap..!!


“Bagus paman, kau harus tersenyum jahat seperti itu nantinya, karena kau adalah Ketua Bandit kapal. Jadi ketuanya harus lebih sangar.” Ucap Bai Han menghampiri Bo Wuhan.


“Bahkan aku merasa kau lebih cocok menjadi penjahat dari pada pahlawan,” celetuk Du Ling.


“Aku sepemikiran dengan kakak ku,” sambung Meng Yusan.


Tap tap..!!


“Jadi, apa sudah waktunya?” Tanya Xiu Hou kini melirik Bai Han.


“Aku rasa begitu,” jawab Bai Han dengan anggukan kecil.


Dret..!!


Xiu Hou pun langsung membuat sel-sel khusus untuk menahan tahanan.


Para mantan tahanan yang kini di kurung, terlihat sangat terkejut, tapi tak lama, mereka pun kembali tenang setelah di tenangkan oleh Bai Han.


...

__ADS_1


Satu hari kembali berlalu.


Wung..!!


Bam..!!


Tepat saat kapal yang di tumpangi Bai Han akan sampai, muncul beberapa sosok di dek kapal yang Bai Han tumpangi.


“Kemana tujuan kalian?” Tanya sosok berjubah hitam menatap tajam Bai Han.


Tap tap..!!


“Siapa kau? Berani sekali kau menghadang Bandit Kematian,” teriak Bo Wuhan langsung muncul sambil mengeluarkan niat membunuh dan aura kematian yang sangat pekat.


Merasakan itu, dua sosok berjubah hitam langsung saling melirik satu sama lain.


“Ooh,, hanya sekelompok bandit kecil,” ucap salah satu dari dua sosok berjubah dengan nada arogan.


Wung..!!


“Mau mati rupanya kau,” ucap Bo Wuhan dengan nada dingin.


Bersamaan dengan itu, Bai Han, Xiu Hou, Du Ling, Chen Long dan Meng Yusan pun langsung mengepung kedua sosok berjubah hitam, layaknya mereka seperti bandit yang sesungguhnya.


Aura membunuh pun merebes keluar dari tubuh mereka masing-masing.


“Hehehe,, aku rasa mereka cukup mahal juga jika di jual di pasar budak atau pasar Arena,” kekeh Bai Han sambil menjilat bibirnya.


“Aku rasa kau benar, kita akan kaya,” sambung Du Ling sambil memasang wajah jahat.


“Hemm..!! Kalian tidak tahu tingginya Alam rupanya, tapi karena tugas kami bukan membunuh sampah seperti kalian, maka kalian saat ini bisa tenang,” ucap salah satu dari kedua sosok berjubah.


Dret..!!


Jlep..!!


Dalam sekejap mereka berdua menghilang dari kapal yang Bai Han tumpangi.


Walau begitu, Bai Han dan kelompoknya terdengar meraung kesal dalam kurun waktu 1 jam lebih.


Bahkan Du Ling dan Bo Wuhan menghancurkan beberapa bagian dari kapal yang mereka tumpangi.


...


Di tempat dua sosok berjubah hitam, mereka yang sedang mengawasi kapal yang Bai Han tumpangi selama 1 jam terahir pun saling melirik.


“Aku rasa itu bukan mereka yang kita cari, karena Tuan bilang target kita sangat munafik.” Ucap sosok tersebut.


“Lalu apakah mereka bukan bagian dari klan tersebut?” Tanya rekannya yang lebih pendek.


“Bukan, klan tersebut memiliki harga diri tinggi,mana mungkin mereka mau menyamar,” jawab sosok jubah hitam yang lebih tinggi.


“Kau benar juga, klan tersebut juga memang sangat kuat, jadi tidak mungkin mereka menginginkan jadi pecundang.” Balas sosok yang lebih pendek.


Setelah mengawasi 1 jam lagi, mereka pun langsung pergi ke arah utara, yaitu Alam Celestial Yuun.


Dret..!!


Wuss..!!

__ADS_1


Wuss..!!


__ADS_2