
“Hem..!! Ini sedikit sulit, tapi ini juga akan menjadi semakin menarik,” gumam Bai An tersenyum tipis.
“Apa kau ingin bertarung di sini atau di tempat lain?” Tanya Bai An dengan nada santai. “Jika kau ingin bertarung di sini, maka jangan salahkan aku jika kota ini hancur.” Sambung Bai An tersenyum tipis di balik tudungnya.
Rubah Kematian yang mendengar itu langsung mendengus dingin. Ia dari tadi berusaha untuk melihat wajah serta tingkat kultivasi Bai An. Namun sampai saat ini ia tidak mengetahui secara pasti ada di tingkat berapa orang berjubah di depannya.
Namun Rubah kematian berasumsi jika orang berjubah di depannya ini setidaknya memiliki tingkat Kultivasi Dewa Surgawi ⭐ 6 Menengah dan tingkat kekuatan tempurnya setara dengan Dewa Surgawi ⭐ Ahir.
...
“Heng,, kau tunggu dulu di sini baru kita pergi ke tempat yang cukup jauh dari sini, karena saat ini aku harus mengambil daging gilingku terlebih dahulu,” dengus Rubah Kematian melirik ke arah Luo Sha yang kini di sembuhkan oleh Gu Sheng.
Wuss..!!
Dret..!!
Duar..!!
Tubuh Rubah Kematian seketika terlempar akibat terlalu fokus melihat Luo Sha layaknya makanan empuk.
“Hemm..!! Bocah, kau terlalu meremehkanku rupanya, walau kau sedikit lebih kuat, tapi jika kau kehilangan fokus, maka disanalah kematianmu tiba.” Ucap Bai An dengan nada datar.
Wung..!!
Bai An langsung bergerak cepat ke arah Rubah Kematian yang terlihat baru bangkit dari puing-puing bangunan yang ia hancurkan.
Wuss..!!
Bam..!!
Dengan cepat Rubah Kematian memiringkan kepalanya lalu menangkap kepalan tinju Bai An dengan santai.
“Hemm..!! Kau memang kuat, tapi kau juga terlalu meremehkanku, dengan serangan lemah seperti ini, apa kau sedang saling menggelitik,” ucap Rubah Kematian dengan nada dingin.
Sret..!!
Dengan cepat Rubah Kematian menarik tangan Bai Han lalu kaki kiri Rubah Kematian terlihat terayun secara bersamaan dengan majunya Bai An.
Bai An langsung menyeringai di balik tudungnya.
Dret..!!
Sebelum kaki Rubah kematian mendarat, sebuah celah muncul dan langsung menghisap keduanya.
Wung..!!
__ADS_1
...
Gu Sheng yang melihat itu tahu jika Tuan mudanya membawa Pemimpin penjaga kota ini ke tempat yang cukup jauh dari kota ini, tentunya juga tempat yang tidak di tinggali oleh makhluk hidup agar dampak dari pertarungan mereka tidak berakibat patal kepada mahkluk hidup.
“Setelah menyembuhkan si tolol ini, aku akan membantu Tuan Besar, aku yakin Tuan muda tidak mampu menang melawan orang setingkat itu,” gumam Gu Sheng merasa sedikit khawatir saat merasakan aura dari Rubah Kematian.
...
Sementara tidak sampai 10 menit, terlihat Bai Chu Ye muncul di depan gerbang Kota Kematian.
Saat Bai Chu Ye merasakan hawa di sini yang sedikit mencekam. Bai Chu Ye langsung mengedarkan kesadarannya.
Melihatnya banyak kerusakan dimana-mana, Bai Chu Ye sadar jika telah terjadi pertarungan sebelum Rubah Kematian tiba.
“Hemm..!! Aku merasakan jejak energi ayah di sana, tapi saat ini ayah sudah tidak di sini lagi, bersamaan dengan si otak makanan itu,” gumam Bai Chu Ye memasang wajah datar.
Wuss wuss..!!
Dengan cepat Bai Chu Ye melesat ke arah Gu Sheng berada saat ia merasakan hawa keberadaannya.
Tap tap..!!
Pandangan Bai Chu Ye langsung mengarah ke sosok Ras Manusia Raksasa. “Hemm orang ini-” gumam Bai Chu Ye saat merasakan aliran darah Luo Sha yang mendidih karena keinginan bertarungnya. Namun aliran darahnya itu masih terkunci oleh sesuatu.
“Paman, dimana ayah?” Tanya Bai Chu Ye muncul layaknya assasint.
“Tuan muda Ye, Bantulah Tuan Besar, saat ini ia bertarung melewan pemimpin penjaga kota ini, orang tersebut sanagatlah kuat walau tubuhnya terlihat seperti anak-anak.” Ucap Gu Sheng dengan nada tergesa-gesa sambil melihat ke arah Bai Chu Ye.
Tapi melihat wajah datar dan santainya Bai Chu Ye. Gu Sheng langsung mengerutkan keningnya. “A..Ada apa Tuan muda Ye, apa anda tidak ingin membantu Tuan Besar?” Tanya Gu Sheng heran.
“Hemm..!! Itu tidak perlu, ayah sangat kuat, terlebih jika ia menggunakan pedangnya, Ye'er yakin Ayah mampu mengimbangi otak makanan itu.” Jawab Bai Chu Ye dengan nada santai.
“Eeh,, si otak makanan? Apa anda mengenal pemimpin penjaga kota ini? Dan juga, dari jawaban Tuan muda Ye tadi, Tuan muda tahu jika Tuan Besar tidak akan bisa menang, jadi setidaknya kesana dan hentikanlah pertarungan mereka.” Ucap Gu Sheng dengan nada terkejut, di samping itu raut wajahnya tak henti-hentinya merasa cemas.
Bai Chu Ye mengangguk datar.
Dret..!!
Bam..!!
Beberapa daging Binatang Buas muncul di depan Bai Chu Ye.
“Ayo kita masak,” ajak Bai Chu Ye dengan nada enteng tanpa beban.
Mata Gu Sheng hanya melotot tak percaya. Padahal ia menyuruh Bai Chu Ye membantu ayahnya menghentikan pertarungan. Tapi malah Bai Chu Ye mengajaknya memasak.
__ADS_1
“Situasi macam apa ini? Apa Tuan muda Ye ingin menjadi anak durhaka,” teriak Gu Sheng dalam hati.
***
Wuss wuss..!!
“Sial, kita sudah mencari Paman Tu kemana-mana tapi tidak menemukan dimana ia berada.” Gumam Duan Du kesal muncul dari celah bersama Bai Han dan yang lainnya.
“Padahal aku ingin sekali menghajarnya saat kembali bertemu. Jadi bersembunyi dimana si otak dongol itu,” gumam Duan Du dengan raut wajah kesal.
Dret..!!
Celah kembali tercipta, kini yang menciptakan celah adalah Bo Wuhan.
Wung..!!
Kembali kelompok Duan Du menghilang lalu muncul, mereka berempat secara bergantian merobek ruang hampa sambil terus mengarah ke Kota Kematian.
Saat mereka muncul di tempat yang tidak jauh dari Kota Kematian. Mereka seketika merasakan terjadinya pertarungan yang mengerikan tidak jauh dari lokasi mereka.
“Apa kalian merasakannya?” Tanya Duan Du memasang wajah serius.
“Hemm..!! Kekuatan ini sudah sangat jauh melampaui kita, kita tidak bisa ikut campur masalah ini.” Ucap Bai Han memasang wajah serius di sertai tubuhnya sedikit bergetar akibat dampak pertarungan tersebut. Padahal lokasinya cukup jauh dari tempat mereka.
Sementara Bo Wuhan yang memiliki indra yang sangat peka terhadap aura Bai An. Karena itu sosok mutlak dan ketakutan baginya kini berkeringat dingin.
“Hehe,, kau pasti menyadarinya juga bukan Wuhan, ayo kita kesana, sementara untuk Han'er akan ke Kota bersama dia.” Kekeh Duan Du yang tentu tahu siapa orang yang bertarung itu.
“Tapi-”
Buk..!!
Sebelum Bai Han mengatakan apapun. Duan Du langsung membuatnya pingsan.
“Hei kau, bawa Han'er ke Kota, aku yakin di sana setidaknya paman Gu Sheng.” Ucap Duan Du merasa yakin.
Hu Song mengangguk patuh tanpa berani menolak.
Setelah Hu Song membawa Bai Han. Duan Du dan Bo Wuhan pun langsung bergerak dengan kecepatan penuh ke arah pertarungan Bai An berada.
***
Dret..!!
“Mati.” Teriak Rubah Kematian kini muncul di atas kepala Bai An.
__ADS_1
Bai An yang berkonsentrasi tinggi semenjak pertarungan awal langsung melakukan menuver.
Bom..!!