Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Amarah Penguasa Hu Xiao dan Penguasa Hu Xiao Hanyalah Pion


__ADS_3

Tak menunggu lama sebuah bayangan berkelebat masuk.


Wuss wuss..!!


“Salam Penguasa,” sapa salah satu dari dua bayangan yang muncul.


“Langsung saja, tidak usah basa basi, langsung jelaskan apa yang terjadi di luar sana,” ucap Penetua inti Pertama dari Sekte Es Abadi.


Mendengar itu, kedua bayangan yang tak lain Penguasa Dunia Inti pertama dan inti kedua langsung berkeringat dingin.


Dengan cepat salah satu dari mereka bicara.


“Me.. Menurut pengamatanku, tepat di tempat suara ledakan terjadi, tempat itu di sabotase oleh pihak yang tidak ingin di ketahui,” ucap Penguasa Dunia Inti Pertama.


Seketika Penguasa Semesta inti ke 6 dan Penetua inti Pertama langsung mengerutkan keningnya.


“Hmm..!! Aku perlu menyelidikinya sendiri, apakah yang kau ucapkan itu benar,” ucap Penetua Inti Pertama dengan nada dingin, setelah itu ia langsung menghilang.


Wuss..!!


Melihat Penetua Inti Pertama menghilang, kedua Penguasa Dunia ingin menyusul.


“Kalian berdua tunggu saja di sini, biarkan dia pergi seorang diri,” ucap Penguasa Semesta Inti ke 6.


Kedua Penguasa Dunia langsung mengangguk patuh.


***


“Hmm,, apa yang di ucapkan oleh kedua orang itu ternyata benar, mereka cukup ahli juga dalam mencari jejak,” gumam Penetua Inti Pertama yang bernama Ho Zhen.


Ho Zhen kini tepat melayang di tempat kejadian, indra kesadarannya menyebar ke segala arah. Walau semua jejak hilang, ia merasakan sedikit jejak energi beremelen api berada di sekitarnya.


Walau samar-samar, Ho Zhen kini menduga ini perbuatan Penguasa Semesta Inti ke 3 Hu Xiao.


“Hmm..!! Apakah ini perbuatannya?” Gumam Ho Zhen. “Tapi siapa yang ia bunuh, karena aku merasakan sedikit energi yang kacau di sekitar sana akibat pertarungan singkat,” sambung Ho Zhen.


Cukup lama Ho Zhen berada di sana, setelah mencari beberapa petunjuk. Ho Zhen langsung menghilang.

__ADS_1


Tidak jauh dari tempat Ho Zhen menghilang, terlihat 3 orang bertudung.


“Hmm..!! Aku tak menyangka akan muncul lagi orang dari Klan Ho dari Era Kuno,” ucap Ling Yenrou.


Bai An memungut-mungut, sementara Hu Hong Meng hanya melototkan matanya.


“Menurutmu jika dia dan Master Sekte Es Abadi bertarung, yang mana akan keluar sebagai pemenang?” Tanya Bai An.


Hal tersebut membuat Ling Yenrou dan Hu Hong Meng mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan Bai An.


Melihat Bai An bertanya yang terlihat seperti orang berbeda lagi, membuat Ling Yenrou dan Hu Hong Meng kini menggeleng dalam hati, karena Bai An dari dulu selalu berubah-rubah dalam hal sifat. Hingga kini mereka tidak tahu bagaimana sifat asli Bai An.


“Ehem..! Kenapa kalian diam?”


Mendengar suara Bai An, Ling Yenrou dan Hu Hong Meng langsung tersadar.


“Hmm..!! Menurut dugaanku jika mereka bertarung serius hingga mengerahkan kekuatan penuh masing-masing, maka Fang Mu yang akan keluar jadi pemenang, itupun Fang Mu akan terluka parah sebagai bayaran kemenangannya,” ucap Ling Yenrou langsung menjawab pertanyaan Bai An.


Bai An yang mendengar itu mengangguk santai.


“Hmm..!! Itu bagus, kini aku dapat menebak kekuatan Master Sekte Es Abadi,” ucap Bai An dalam hati kini tersenyum tipis.


“Terus saja seperti ini agar orang yang selalu mengawasi mu bingung dengan sifatmu yang selalu berubah-ubah, terlebih lagi kau dan Duan Du adalah yang selalu orang itu awasi,” ucap Bai Tan seperti tidak nyambung dalam berkata.


Tapi Bai An mengerti maksud Bai Tan, karena orang yang selalu mengawasinya dari Alam Semesta Rendah memiliki hubungan dengan orang-orang dari klan era kuno.


Walau Bai Tan jika orang tersebut tidak berbahaya dan hanya mengawasi, Bai An yakin jika orang tersebut hanya ingin membuat dirinya dan Duan Du sebagai umpan.


Maka Bai Tan menyuruh Bai An dan Duan Du mengubah sifat mereka agar orang tersebut tidak bertindak.


***


Sementara jauh di sebuah tempat yang di kelilingi oleh api.


Terlihat seorang pria terlihat berumur 45 tahunan.


“Hmm..!! Apa yang kau lakukan di sini? Bukan waktumu untuk datang,” dengus pria terlihat berumur 45 tahun.

__ADS_1


“Hehe,, Hu Xiao, kau selalu saja dingin setiap aku datang. Aku tahu kau marah karena putrimu di jadikan umpan, terlebih dirimu juga umpan yang tak lama lagi akan mati,” kekeh sebuah pria yang kini muncul tepat di depan Hu Xiao.


Jika Bai An melihat orang yang ada di depan Hu Xiao, maka ia akan terkejut.


“Heng,, aku tahu tapi kau sama sekali tidak punya hati Bai Chen, kau telah menumbalkan ribuan putramu selama ratusan juta tahun ini, terlebih istrimu Ling Mei selalu kau buat usianya terbatas hingga sudah ratusan kali di Reinkarnasi.”


“Aku kini mengira bahwa kau tidak ada bedanya dengan orang-orang itu yang memiliki ego dan keserakahan yang tinggi.” Terdengar suara Hu Xiao terhenti sesaat.


“Memikirkan invasi dari Galaxi luar, sehingga mencari bibit-bibit unggul. Heng..!! Itu hanyalah kebohongan belaka,” dengus Hu Xiao dengan nada dingin.


Mata Bai Chen seketika berubah, dari yang bewarna biru kini menjadi Merah Keemasan.


Auranya juga langsung keluar hingga mengguncang tempat mereka berdua berada. Hu Xiao tak mau kalah, ia juga mengeluarkan auranya walau terlihat Hu Xiao tertekan.


“Kau tahu bahwa aku juga hanyalah pion untuk mereka, walau mereka mengatakan aku adalah salah satu orang yang akan menjadi pahlawan untuk menghentikan Invasi Galaxi Luar, tapi aku tahu mereka selalu menekanku, terlebih mereka takut aku akan lebih kuat dari mereka, maka mereka tak akan segan-segan membunuhku walau mereka adalah Leluhurku.” Dengus Bai Chen kini terdengar berusaha menahan amarah.


“Lantas jika kau tahu, mengapa kau diam saja? Terlebih putramu itu sangat berbakat dan cucumu juga mempunyai bakat tak kalah darinya.”


“Aku tak tahu jalan pikiranmu? Tapi satu hal yang aku yakini, putramu, cucumu dan putriku akan mati sebentar lagi. Apakah kita akan diam saja saat melihat kematian mereka?” Teriak Hu Xiao kini bangkit.


Bai Chen hanya diam melihat amarah Hu Xiao.


“Huuf,, kau tahu aku tak bisa melakukan apa-apa dari dulu, terlebih kau hanyalah anak pungut yang di jadikan pion juga. Jadi cukup laksanakan saja perintah dari mereka.” Ucap Bai Chen langsung memberitahukan apa perintah dari Leluhur klan Bai.


Jarang ada yang tahu, semenjak berdirinya Ratusan Alam Semesta di tempat ini atau Galaxi kecil ini. Klan Bai Sudah ada di sini dan merekalah yang membuat Galaxi kecil serta Ratusan Alam Semesta ini.


Tidak ada yang tahu mengapa mereka membuat Galaxi dan Alam Semesta ini.


Menurut pembicaraan Bai Chen dan Hu Xiao tadi, Galaxi dan Ratusan Alam Semesta di buat untuk melawan orang-orang dari Galaxi luar yang ingin memburu klan Bai.


Kini amarah Hu Xiao meledak saat mendengar rencana dari para Leluhur Pendiri Alam Semesta ini.


Hu Xiao di suruh menikahi putrinya dengan Klan Ho Era kuno untuk melihat apa tindakan Bai An selanjutnya.


Karena sampai saat ini para Leluhur Pendiri Alam Semesta ini belum mengetahui sifat Bai An dan Duan Du yang asli.


Jika mereka sudah tahu sifatnya. Maka barulah para Leluhur Pendiri Alam Semesta bertindak.

__ADS_1


Apakah akan membunuh mereka atau di buat seperti Bai Chen dan Hu Xiao yang saat ini hanyalah pion atau budak mereka.


__ADS_2