Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Pertarungan Yang Kacau


__ADS_3

“Saatnya memakan makanan penutup, walau tidak ada makanan pembuka,” gumam Tu Long menyeringai tipis.


Sementara Hu Xiao yang melihat kepergian kedua saudaranya langsung bimbang, apakah ia akan mengikuti seperti yang Fang Duan lakukan dulu walau anak dan istri, bahkan ia sendiri juga mati, akibat memberontak?


Bahkan setelah hidup kembali Fang Duan tetap berani memberontak, hal itu membuat Hu Xiao kini sadar sehingga tatapannya mengarah ke Hu Lan.


Tapi Hu Lan sudah tidak berada di tempatnya.


“Sialan, dia pasti mengincar cucu ku,” gumam Hu Xiao.


Hu Xiao tidak tahu mengapa Hu Lan menginginkan Bai Han, tapi ia sadar jika Bai Han mungkin bisa merubah keadaan saat ia tumbuh dewasa dan kuat.


Dengan cepat ia menyebar kesadarannya yang bisa mencakup hampir ke seluruh dunia yang ada di Alam Semesta Inti ke 2.


“Kurang ajar, kemana perginya iblis itu,” raung Hu Xiao.


Karena terbawa amarah, tatapan Hu Xiao kini mengarah ke Tu Long yang membantai satu persatu musuhnya, Tu Long saat ini dalam mode mengerikan, ia terlihat tidak peduli mau baik atau jahat, siapa yang ia temui langsung ia bunuh.


Hu Xiao terdiam kembali, setelah itu ia menguatkan tekatnya lalu melesat ke arah Patriark Ho.


Melihat Penguasa Hu Xiao ke arahnya, Patriark Ho mengangguk santai, ia mengira Hu Xaio kesini untuk mengajaknya menyerang Tu Long bersama-sama.


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Patriark, ayo kita gunakan kekuatan penuh untuk membunuhnya lalu membantu iblis itu,” ucap Hu Xiao dengan nada ramah seperti biasa ia bicara dengan Patriark Ho.


Patriark Ho langsung mengangguk lalu membalik badannya untuk bersiap-siap membantu yang lain menyerang Tu Long.


Jlep..!!


Bertepatan dengan Patriark Ho membalik badan dan ia juga tidak meningkatkan kewaspadaan. Hu Xiao langsung menancapkan pedang energi yang ia buat tepat ke dantian patriark Ho.


“Ka..Kau.”


Sebelum Patriark Ho menyelesaikan ucapannya, Hu Xiao dengan wajah dingin mengayunkan tangan kirinya.


Crash..!!


Bruk..!!


“Maaf,, aku sudah lelah menjadi budak Klan Bai,” gumam Hu Xiao.


Setelah itu Hu Xiao mengeluarkan Hukum Api di sertai aura penuhnya.


Tanpa basa basi Hu Xiao langsung melesat ke arah para tetua.


Bom..!!


Tubuh salah satu tetua terlemah langsung mati tanpa perlawanan saat Hu Xiao menebas tubuhnya hingga meledak.


Melihat kejadian yang tiba-tiba, para tetua dari klan Ho dan Klan Fang langsung tersadar dengan cepat.


“Kurang ajar,, serang dia,” teriak salah satu tetua klan Ho yang kini di penuhi amarah.

__ADS_1


Seketika semua orang melesat ke arah Hu Xiao.


“Mati,” teriak salah satu tetua klan Fang yang lebih dulu sampai.


Hu Xiao hanya tersenyum sinis. “Hanya memiliki kekuatan Dewa Grand Master Semesta ⭐ 5 Puncak sudah berani menyerangku,” dengus Hu Xiao langsung menghilang.


Wuss..!!


Hu Xiao langsung muncul di belakang tetua tersebut.


Dengan gerakan yang sangat cepat tangan Hu Xiao terayun.


Crash..!!


Bom..!!


Tubuh tetua tersebut mati tanpa bisa melakukan perlawanan, karena perbandingan Dewa Grand Master Semesta dengan Dewa Suci Semesta sangatlah jauh.


***


Tidak jauh dari Hu Xiao, Tu Long memamerkan taring giginya.


“Lumayan juga, kau memilih jalan yang sebenarnya dengan tidak bermusuhan dengan kami,” ucap Tu Long.


Suara Tu Long sangat menyeramkan bagi semua orang yang kini mengepungnya.


Sebenarnya bukan mengepung, melainkan mereka semua sudah masuk wilayah milik Tu Long.


Saat ini semua gabungan kedua klan era kuno dan klan Hu berusaha melarikan diri, namun mereka semua tidak bisa terlepas dari tubuh ilusi Tu Long.


Terlihat juga Tu Long memegang kepala manusia.


Dengan santai Tu Long memasukkan kepala manusia tersebut ke mulutnya lalu mengunyahnya hingga terdengar jelas suara tulang tengkorak kepala manusia tersebut.


“Hmm..!! Kurang nikmat, aku butuh lebih banyak lagi agar kekuatanku meningkat sehingga bisa membantu Tuan muda,” gumam Tu Long.


Tu Long tahu jika ada yang mengawasi mereka dan Tu Long bukanlah lawan orang tersebut untuk saat ini. Jadi ia harus meningkatkan kekuatannya agar tidak menjadi beban untuk Bai An.


Dan orang yang mengawasi mereka saat ini belum bergerak karena ada sebuah penghalang yang tidak bisa di tembus oleh orang tersebut.


Tu Long tidak tahu jika ada penghalang, ia juga tidak tahu siapa yang membuat penghalang tersebut.


“Waktunya makan lagi,” ucap Tu Long menghilang dari tempatnya.


***


“Bai An yang saat ini duduk santai bersama istrinya langsung merasakan bahaya, ia tentu yang terancam adalah putra dan saudaranya.


Bai An memiliki ikatan darah dan batin yang kuat dengan Bai Han dan Duan Du.


“Hmm,, iblis itu akhirnya mengeluarkan wajah aslinya,” gumam Bai An.


Tanpa basa basi ia melirik ke istri dan anaknya.


“Masuklah,” ucap Bai An dengan nada serius.

__ADS_1


Mu Xia'er, Chu Jia langsung mengangguk patuh layaknya istri berbakti.


Waa waa..!!


Berbeda dengan Xie'er dan Ye'er ia merasakan ayah mereka ingin pergi melakukan sesuatu, jadi mereka tidak ingin masuk dan memberontak untuk ikut.


Terlebih Xie'er ingin terus bersama ayahnya.


“Huuff,, Xie'er, Ye'er masuk dulu, ayah janji akan membawa kalian bermain tanpa ada gangguan lagi,” ucap Bai An tersenyum lembut sambil mengelus kedua rambut putra putrinya.


Merasakan kenyamanan, Bai Xia Xie dan Bai Chu Ye langsung terlelap di pangkuan ibu mereka.


Bai An dengan cepat membuka dunia jiwanya.


Wuss..!!


Setelah mereka masuk, Bai An melirik ke arah Jiu Long.


“Lindungi gurumu,, seperti yang kau katakan jika ia saat ini sedang melakukan terobosan, maka jangan biarkan orang menganggunya,” ucap Bai An langsung membuat lubang.


“Lubang ini menuju Alam Semesta Inti pertama, jadi masuklah,” sambung Bai An.


Jiu Long walau merasa enggan ia hanya bisa menghela nafas.


“Baik guru, aku akan melakukan perintah guru dan akan menjadi lebih kuat lagi agar bisa mengikutimu,” ucap Jiu Long dengan nada tegas.


Tanpa menunggu jawaban dari Bai An, Jiu Long langsung melesat ke arah lubang yang bewarna biru.


Wuss..!!


“Baiklah, saatnya untuk membuat semua orang yang melihat atau ada di sini hilang ingatan tentang aku ada di sini,” gumam Bai An.


Tangan Bai An langsung membuat pola rumit, setelah itu sebuah simbol terbentuk.


Awalnya simbol tersebut sangat kecil, tapi tak lama membesar hingga mencakup seluruh Kota Sumberdaya.


Wuss..!!


Semua orang yang ada di Kota Sumberdaya langsung pingsan selama dua detik, setelah itu mereka sadar.


Tidak ada yang menyadari hal aneh ini karena mereka juga tidak tahu.


Bai An juga sudah tidak ada di Kota Sumberdaya.


Srek..!!


Sebuah sobekan muncul di ruangan hampa, dan dari dalam sobekan Bai An keluar dengan santai.


Tanpa menunggu waktu lama, ia kembali merobek ruang dan menghilang.


Srek..!!


10 menit berlalu kini Bai An muncul tepat di atas Pulau Melayang dan di bawahnya terdengar suara pertarungan.


Bai An juga melihat ke segala arah yang membuat ia menghela nafas saat melihat banyak sekali dunia yang hancur.

__ADS_1


Setelah itu tatapan mata Bai An mengarah ke orang yang kini bersembunyi dalam kegelapan ruang.


“Hmm,, aku tak menduga jika salah satu Leluhur Klan Bai ada di sini dan menikmati kejadian seperti ini.”


__ADS_2