
Terlihat Bai Chu Ye juga memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
“Tu..Tuan apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa kau menyerang orang itu?” Tanya Rubah Kematian berusaha memapah Bai Chu Ye sambil memasang wajah penuh penasaran.
Sementara yang di tanyai hanya diam, ia melirik ke arah kejauhan. “Sial, level kami ternyata sangat jauh berbeda,” gumam Bai Chu Ye dalam benaknya sambil berusaha menutupi sebagian lukanya.
“Ayo kita pergi sebelum terlambat, walau kita berhasil membunuh yang satunya, tapi yang masih tersisa jauh lebih tidak bisa ku ptediksi, itu bisa kemungkinan ia jauh lebih kuat dari rekannya,” ajak Bai Chu Ye.
Rubah Kematian tentu tersadar saat ia bentrok menggunakan hampir 80% kekuatannya tadi, musuhnya bertahan tanpa luka dan itu membuktikan jika musuhnya tadi dalam kondisi prima, maka dirinya yang akan terluka.
Dengan segera Rubah Kematian membuka celah yang ada di depan matanya.
Namun sebelum itu terjadi. Sebuah energi aneh tiba-tiba memblokir celah yang akan terbuka.
Bersamaan dengan itu Bai Chu Ye langsung berteriak.
“Mundur.”
Wuss wuss..!!
Bom..!!
Blush..!!
Gumpalan energi muncul dari dalam tanah dan langsung meledak.
“Sial, kenapa aku tidak bisa merasakannya,” gumam Rubah Kematian dengan suara melengking namun terdengar menyeramkan.
Kini tatapannya mengarah ke Bai Chu Ye yang sudah bersiap mengeluarkan pedang kayu hitam.
Melihat itu, Rubah kematian langsung memejamkan matanya.
Dret..!!
Tak lama keluar senjata aneh yang memiliki gagang pedang, badan tombak dan ujungnya membentuk cakar dengan lima cabang.
“Sial, baru kali ini aku merasa terpojok seperti ini hingga mengeluarkan senjata yang tak ingin aku gunakan lagi,” gumam Rubah Kematian.
Dret..!!
Pedang aneh milik Rubah kematian langsung berdengung meminta darah.
Dan pedang aneh tersebut seketika mengganas saat merasakan darah dari tubuh Bai Chu Ye.
Bai Chu Ye yang merasakan itu langsung merasa familiar. Dengan cepat Bai Chu Ye melukai jarinya lalu menembakkan darahnya.
Dret..!!
Blush..!!
“Hahaha,, akhirnya setelah jutaan tahun aku keluar.” Sebuah suara langsung menggema.
Bai Chu Ye dan Rubah Kematian langsung menatap ke arah Roh anak kecil yang mirip dengan Rubah Kematian, namun Roh tersebut tidak memiliki rambut, hal membuat Rubah Kematian tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
“Hahaha,, hahaha,, apa-apaan bocah roh ini,” ucap Rubah Kematian langsung berguling-guling di tanah karena tak bisa menahan rasa nyeri di perutnya akibat yang tertawa berlebihan.
Tap tap...!!
“Saat dulu aku bersama ayah, ibu, kakak, adik dan keluargaku yang lain di Dunia bernama Bumi, aku mendengar cerita mitos jika ada anak kecil dalam wujud Roh dan tidak memiliki rambut, ia di sebut Tuyul. Jadi apakah kau Tuyul?” Tanya Bai Chu Ye memasang wajah sangat serius.
Bruk..!!
Roh Anak kecil tersebut langsung berlutut. “Siapapun orang yang menyebut nama ku pertama kali, maka dia adalah Tuan ku.”
“Tuyul memberi hormat kepada Tuan baru,” ucap Roh anak kecil tersebut menundukkan kepalanya.
Bai Chu Ye yang mendengar itu kini mengerutkan keningnya. Tapi tak lama ia langsung mengayunkan pedang kayunya.
Wuss..!!
Duar..!!
Batu besar yang mengarah ke Bai Chu Ye langsung hancur.
“Sialan kalian semua, berani sekali kalian mengabaikanku,” teriak sebuah manusia tanah dalam wujud raksasa.
Tatapannya mengarah ke arah Bai Chu Ye dengan niat membunuh. “Kau, itu benar, kaulah yang telah membunuh sahabatku. Mati,” teriak manusia tanah raksasa langsung melempar batu besar ke arah Bai Chu Ye.
Wuss..!!
Dret..!!
Duar..!!
“Berani sekali sampah sepertimu menyerang Tuan baru ku, apa kau tidak memandangku yang perkasa ini,” teriak Roh anak kecil kini menatap ke arah manusia tanah.
Blush..!!
“Siapapun kau, matilah.” Teriak manusia tanah terlihat tak peduli.
Brum brum..!!
Tanah tempat Bai Chu Ye dan yang lainnya berpijak langsung berguncang hebat.
Ribuan tanah langsung menciptakan duri dan batu bentuk bulat.
Bai Chu Ye dan yang lainnya tentu sudah lebih dulu menghindar. Hanya Roh anak kecil tersebut diam sambil memasang wajah ganas.
“Sialan, jangan panggil yang perkasa ini Tuyul jika tidak mampu menghancurkan sampah sepertimu,” teriak Roh anak kecil.
Wung..!!
Waktu seolah berhenti, namun nyatanya tidak. Saking kuatnya aura yang keluar dari tubuh Roh anak kecil tersebut. Udara di sekitar mulai melambat, daun pohon yang bergoyang pun terlihat melambat.
Wung Wung Wung..!!
Tidak berhenti sampai di sana, tekanan yang Roh anak kecil tersebut keluarkan semakin mengerikan. Hampir seperempat dari Dimensi Mixture dapat merasakannya.
__ADS_1
Dret..!!
Langit seketika mengeluarkan petir merah bersamaan dengan langitnya ikut bewarna merah darah.
“Sampah seperti dirimu berani sekali tidak memandang diriku, terlebih kau berani sekali menyerang Tuan baruku.” Ucap Roh anak kecil kini sudah berdiri di depan kepala manusia tanah dalam wujud raksasa.
“Kau belum pernah melihat apa itu kekuatan yang sesungguhnya maka akan ku perlihatkan,” ucap Roh anak kecil menjulurkan tangan mungilnya.
Dret..!!
Argh...!!
Sebelum manusia tanah beraksi lebih lanjut, dengan cepat Roh anak kecil membuat manusia tanah menjadi setetes darah.
Wung..!!
Tanpa di ketahui, secara tiba-tiba langit kembali seperti semula.
...
“Eeh,, apa yang terjadi? Kemana bajingan itu berada? Padahal aku sudah sangat ingin mencincang tubuhnya,” tanya Rubah Kematian kini melirik ke segala arah.
Sementara Bai Chu Ye melihat ke arah Roh anak kecil dengan wajah datar. “Hemm,, aku melihat hanya sekilas, apakah tadi itu penghentian waktu?” Tanya Bai Chu Ye dengan nada terdengar dingin.
“Hehehe,, berikan aku makan, maka aku akan memberitahumu Tuan, darahmu tadi sangat lezat,” kekeh Roh anak kecil menjilat bibirnya.
Bukannya memberikan, wajah Bai Chu Ye semakin datar. “Hemm..!! Jika kau tidak menjawab itu tidak apa-apa, tapi aku ingin bertanya sekali lagi. Apakah kau Roh yang mendiami senjata yang di pegang oleh Bian-Bian?”
“Darah, aku ingin darah.” Ucap Roh anak kecil langsung cemberut.
“Jika kau tidak mau menjawab pertanyaanku yang ini, maka selamanya aku tak akan memberikan kau darahku, camkan itu.” Ucap Bai Chu Ye dengan nada dingin.
“Ayo kita pergi Bian-Bian dan buang senjatamu itu, dia tidak berguna sama sekali.” Ucap Bai Chu Ye melirik Rubah Kematian.
Rubah Kematian seketika memasang wajah memelas. Tapi saat melihat wajah dingin Bai Chu Ye, ia pun dengan terpaksa membuangnya.
Wuss..!!
“Tunggu Tuan, akan ku jawab, akan ku jawab, jangan tinggalkan aku di sini,” teriak Roh anak kecil seketika menangis sejadi-jadinya.
Huhuhu..!!
Tap..!!
Bai Chu Ye dan Rubah Kematian langsung menghentikan langkah mereka.
“Jangan buat aku menunggu terlalu lama, jika aku berubah pikiran, maka-”
“Iya-iya, aku adalah Roh lepas yang bergentayangan. Tapi karena bosan aku jadi mendiami senjata ini. Apakah kau puas Tuan,” teriak Roh anak kecil memasang wajah sedih.
“Wajah memelasmu itu tidak berguna di hadapanku, perlu kau tahu, ada yang lebih ahli, lebih licik dari sandiwaramu, jadi berhentilah berpura-pura.” Ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.
Roh anak kecil tersebut seketika cemberut saat ketahuan mengelabui Tuan barunya.
__ADS_1