Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Kembali Ke Benteng Perbatasan dan Kenakalan Duan Li


__ADS_3

“Sialan, ini pasti ulah mereka,” teriak Ling Qin langsung berteriak penuh amarah.


Ling Qing melihat kehancuran klan Ling, ia terlihat mencoba mencari salah satu anggota keluarga yang tak lain putranya yang baru berumur puluhan tahun.


Namun setelah memastikan tidak ada satupun anggota tubuh klan Ling yang mati dalam kondisi utuh. Amarahnya semakin tak tertahankan.


Bom bom bom..!!


Ling Qing langsung mengamuk, memukul apa saja yang ada di depannya.


Dong Jin yang melihat itu diam-diam tertawa bahagia, ia tidak terlalu peduli dengan kondisi klan Ling saat ini. Karena ia juga memiliki masalah dengan klan Ling, terutama Ling Qin dan ibunya.


Dengan senyum licik Dong Jin maju. “Hei Ling Qin, dari pada kau mengamuk tidak jelas, lebih baik kita langsung serang saja benteng mereka. Saat ini benteng yang mereka bangun belum sepenuhnya jadi, ini akan jadi kesempatanmu untuk membalas dendam.” Ucap Dong Jin sedikit memasang wajah amarah juga.


Ling Qin langsung berhenti, ia menatap Dong Jin dengan tajam selama beberapa detik.


Karena terbawa amarah, kini Ling Qin tidak berpikir dua kali. Ia kemudian menatap ke arah para pasukannya, beberapa dari mereka masih ada anggota klan Ling.


Terlihat jika mereka saat ini di penuhi oleh dendam juga. Merasa apa yang di ucapkan Dong Jin ada benarnya.


“Baiklah, kita akan bergerak sekarang, jika di lihat dari tempat ini yang luluh lantah, aku yakin Mei Yin, Ling Feng, Ling Sui juga ikut menghancurkan tempat ini. Karena mereka yang paling membenci klan Ling.” Ucap Ling Qin datar.


“Tepat sekali, aku juga berpikir hal yang sama denganmu, aku yakin saat ini mereka sedang memulihkan kondisi mereka, atau bisa jadi dalam perjalanan pulang karena hancurnya tempat ini masih baru. Jadi jangan menunda lagi. Ayo kita berangkat.” Sambung Dong Jin sedikit memanasi.


Benar saja, tak lama mereka langsung bergerak dengan kecepatan penuh menuju area perbatasan.


Wuss wuss..!!


***


Srek..!!


Bai An muncul dari sebuah sobekan yang baru saja muncul.


“Hem..!! Mereka pasti sedang menuju ke perbatasan,” gumam Bai An menyeringai tipis.


Setelah bergumam Bai An langsung muncul di tempat keluarganya berkumpul.


Wuss..!!

__ADS_1


“Ayah kau kemana saja?” Tanya Xie'er mengerucutkan bibirnya.


Bai An yang melihat putrinya langsung tersenyum hangat. “Ayah hanya mengecek ke Wilayah Inti Pusat, tidak lebih,” jawab Bai An langsung mengelus rambut putrinya.


Xie'er yang awalnya ingin protes langsung merasa nyaman saat kepalanya di elus. Tak lama ia tertidur.


Mu Xia'er dan Chu Jia yang melihat itu sedikit iri. Tapi mereka tetap menahan diri dan tidak ingin manja kepada suami mereka. Terlebih mereka saat ini sadar jika masalah yang suami mereka hadapi.


Tap tap..!!


“Tuan muda, apa kau pergi bersenang-senang seorang diri?” Tanya Tu Long langsung bertanya dengan nada keberatan.


“Kenapa tidak mengajak kami?” Sambung Gou Han.


“Hem hem..!! Apa ayah menghancurkan beberapa musuh di sana?” Bai Han yang muncul bersama Tu Long dan Gou Han ikut bertanya dengan nada cemberut.


Bai An yang mendengar itu sedikit tersenyum. “Tidak, aku hanya pergi memata-matai mereka saja, dan saat ini mereka mungkin sedang kemari. Pemimpin mereka yang aku lihat di pimpin oleh Ling Qin dan Dong Jin. Jadi tenang saja, kalian pasti akan ikut bersenang-senang sebentar lagi.” Ucap Bai An penuh arti.


Dengan mata bersinar Tu Long, Gou Han serta Bai Han mencengkram erat tangan mereka karena tak sabar menghancurkan para musuh, terutama para pengkhianat.


Tap tap..!!


Seketika semua laki-laki yang ada di sana kecuali Bai An langsung diam dan mengangguk patuh.


Melihat Ling Mei saat ini mendominasi, seolah ia pemimpin keluarga besar. Bai An sangat bahagia, apalagi semua keluarganya sangat menghormati ibunya seolah ibu mereka sendiri.


Tak lama, setelah semua berkumpul termasuk Mei Yin, Ling Sui dan Ling Feng beserta bawahannya.


Mereka pun langsung melakukan makan bersama. Terlihat jika semua dari mereka sangat bahagia, dari para prajurit Ras Half Giant Dragon hingga pasukan pembantai.


Walau dalam situasi perang, mereka terlihat tidak memiliki beban dan siap menerima segala sesuatu saat bertarung nantinya.


Hal inilah yang membuat Bai An tidak ingin egois untuk mengorbankan mereka semua, jika bisa seorang diri, ia mungkin ingin seorang diri.


Tapi melihat perjuangan keluarganya, Bai An hanya ingin mengajak yang terkuat saja, untuk generasi muda ia ingin mereka tetap hidup agar bisa meneruskan mereka semua yang telah di anggap tua.


...


“Eeh,, paman An, kemana ayahku? Aku dari tadi tidak melihatnya ada di sini?” Ucap suara melengking sambil celingas celingus kesana kemari mencari sosok yang ia pertanyakan.

__ADS_1


“Ah benar juga, saat aku sadar, aku tidak melihat keberadaan bocah nakal itu, kemana dia pergi An'er?” Tanya Ling Mei kini menatap tajam putranya. Semua orang pun ikut menatap ke arah Bai An termasuk Jia Li Ling yang terlihat sedikit khawatir.


Bai An yang di tatap seperti di introgasi langsung tersenyum kecil. “Tenang saja, saat ini ia masih menyerap Inti Hukum Bayangan yang dulu sempat ia bagi.”


Mendengar itu, semua orang merasa lega, termasuk Ling Mei dan Jia Li Ling, mereka berdua takut jika Duan Du kenapa-napa.


“Ah,, aku kira ayah sedang mencari ibu baru, makanya Li'er bertanya tadi.” Celetuk Duan Li yang tujuan awalnya bertanya ia takut jika ayahnya menduakan ibunya.


Mendengar itu, semua orang langsung tertawa lepas.


“Aku lupa memberi sesuatu, saat ini bocah itu sedang bersama wanita dalam menyerap atau meningkatkan kekuatannya,” ucap Bai An tersenyum kecil.


Blush..!!


Aura di sana seketika mencekam dari aura yang di keluarkan para wanita.


“Berani sekali bocah itu menduakan putriku tanpa sepengetahuanku,” ucap Ling Mei dengan nada dingin, ia kini berpikir yang tidak-tidak karena tahu jika Duan Du cukup nakal.


“Rupanya ia ingin aku kebiri,” sambung Mu Xia'er menggerakkan tangannya seolah ingin mengibiri Duan Du.


Semua wanita seketika mengeluarkan amarah mereka, termasuk Jia Li Ling yang kini memasang wajah kesal.


Sementara Duan Li tersenyum kecil karena merasa ayahnya tidak akan bertahan hidup. Diam-diam ia melirik Mei Yin yang pura-pura memasang wajah ganas.


Hanya Mei Yin yang mengetahui jika saat ini Duan Du bersama putrinya. Tapi ia sengaja melakukan ini atas permintaan Bai An.


Entah apa rencana Bai An terhadap Duan Du, tapi yang pasti Duan Du berahir tragis nantinya di depan para wanita.


...


Tap tap..!!


“Wah wah wah,, kenapa kalian semua tidak mengajakku makan bersama?”


Seketika semua orang menatap ke arah sosok pemuda yang baru datang bersama seorang wanita yang kini ia gendong layaknya seorang Tuan putri.


Blush..!!


Merasakan tatapan tidak enak dari para wanita, Duan Du yang ingin melangkah lebih dekat lansung menghentikan langkahnya saat merasa ada yang tidak beres.

__ADS_1


“Berani sekali kau membawa wanita lain tanpa sepengetahuan ibumu?”


__ADS_2