Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Percerahan Bai Han Saat Bertarung


__ADS_3

“Hmm,, aku tak menduga jika salah satu Leluhur Klan Bai ada di sini dan menikmati kejadian seperti ini.”


Nada suara Bai An sangat dingin seperti ingin membuat orang tersebut menderita. Tapi ia menahannya lalu memanggil Bai Tan.


Bai Tan yang sudah paham langsung membuat sebuah perisai transparan.


Setelah berevolusi ke tingkat dua, Bai Tan saat ini sedikit berbeda saat ia masih di tingkat satu.


Bai Tan terlihat lebih tampan dan auranya jauh lebih murni.


Namun satu kekurangan Bai Tan, ia tidak bisa bertarung atau membunuh musuh, tetapi jika Bai An yang menghendaki, maka Bai Tan bisa langsung membunuhnya.


Sama halnya dengan Bai So, ia juga tidak bisa membunuh musuh untuk keinginannya sendiri, hanya pemiliknya saja yang bisa jika di ijinkan.


“Mari kita lihat bagaimana kau akan menyentuh putraku iblis ******,” gumam Bai An.


Tangan Bai An langsung terayun ke depan lalu bergerak dari atas ke bawah.


Srek..!!


Lubang hitam dengan warna sedikit pudar langsung terlihat dari ruang yang di sobek oleh Bai An.


Tanpa menunggu lama, Bai An langsung masuk.


Wuss..!!


Saat ia masuk, ia merasakan jika aura energi jiwa di sini masih sangat lemah, dan pantas jika orang mudah masuk ke dunia jiwa ini.


Bom bom..!!


Pandangan Bai An langsung mengarah ke asal suara ledakan.


“Hmm..!! Rupanya iblis ****** ini masih belum sadar sehingga ia meremehkan putraku,” gumam Bai An langsung dapat melihat jika putranya sedang melawan Hu Lan.


Walau jarak Bai An dan Bai Han jauh, tentu Bai An dapat melihatnya dengan mudah.


“Lebih baik aku membiarkan Han'er melatih dirinya lebih dulu,” sambung Bai An mengira jika saat inilah yang cocok buat Bai Han berlatih, yaitu pertarungan nyata.


***


Wuss!!


Bai Han langsung mundur sejauh 100 meter, ia kini berdiri dengan badan sedikit membungkuk agar ia bisa mempertahankan diri untuk tidak terlempar lebih jauh lagi.


“Kikiki,, kau lumayan juga bocah,” kekeh Hu Lan memamerkan giginya yang kini memiliki taring yang cukup panjang di bagian sela bibirnya.


Hu Lan terlihat melayang sambil mendekat ke arah Bai Han secara perlahan.


Setiap langkah Hu Lan, energi Surgawi bercampur energi bewarna merah yaitu energi iblis terus membuat pisau kecil untuk menghancurkan benang-benang energi yang Bai Han buat.


“Ayo puaskan dulu ibu nak,” ucap Hu Lan tersenyum mengejek.

__ADS_1


Setiap kali Hu Lan bicara, Bai Han hanya diam saja, ia kini dalam kondisi tercerahkan sehingga tidak ada waktu bercanda.


Hu Lan yang melihat dirinya selalu di abaikan saat biacara langsung berubah mengganas.


“Bocah kurang ajar, jika ibu bicara maka wajib kau jawab,” teriak Hu Lan langsung menghilang.


Wuss..!!


Hu Lan langsung muncul di depan Bai Han.


Bai Han dengan cepat mengangkat tangannya, sebuah energi keluar dari tangan Bai Han dan membuat perisai saat ia melihat tangan Hu Lan kini telah membentuk pedang bewarna merah darah.


Trank..!!


Crak crak..!!


Perisai yang Bai Han buat langsung retak.


Bukannya panik atau takut, Bai Han menyunggingkan senyum tipis.


Melihat senyum Bai Han. Hu Lan yang telah lama hidup dalam pertarungan langsung mencoba mundur.


“Terlambat,” ejek Bai Han langsung merubah matanya bersinar terang.


Crak..!!


Bom..!!


Bia Han tahu ini sangat beresiko, tapi mau tak mau ia melakukan hal ini agar dapat melemahkan Hu Lan.


Ia tahu jika Hu Lan terbentuk dari energi dan tidak mungkin jika tidak kehabisan energi.


Saat Bai Han mencari titik lemah Hu Lan, Bai Han tahu jika Hu Lan terluka maka ia akan melemah karena efek bocornya energi di dalam wujud manusianya.


Wuss..!!


Bom..!!


Uggrrhh..!!


Tubuh Bai Han langsung menabrak gunung buatan Duan Du, terdengar juga suara Bai Han yang kini merintih sambil memuntahkan banyak darah.


Dengan sekuat tenaga Bai Han kini memegang tanah sebagai tumpu agar ia bisa berdiri.


Secara perlahan lutut Bai Han terangkat hingga ia kini setengah berdiri.


Pandangan Bai Han juga mengarah ke Hu Lan yang kini memasang wajah gelap sewaktu-waktu.


Tubuh Hu Lan kini sedikit terluka, walau begitu, banyak sekali energi merebes keluar dari luka tersebut.


“Aku akan mencincangmu bocah, setelah itu aku akan membawa ibumu ke Tuanku sehingga ia bisa menikmati tubuhnya serta di jadikan budak hiburan,” teriak Hu Lan kini melesat ke arah Bai Han.

__ADS_1


Tapi tindakan Hu Lan ini salah besar saat ia mengancam menggunakan nama ibunya.


“Hmm..!! Sebenarnya aku ingin membiarkanmu bahagia sesaat, tapi karena kau menginginkan kematian lebih cepat, akan ku kabulkan,” ucap Bai Han tersenyum tipis.


Bai Han langsung memejamkan mata, tak lama aura di sekitarnya berubah bertepatan dengan Bai Han kini melayang dengan duduk bersila.


Dug dug..!!


Dug dug..!!


Suara jantung Bai Han seketika berdetak keras, bahkan saking kerasnya suara detakan jantung Bai Han kini membuat Hu Lan memperlambat lajunya.


Itu juga bukan keinginan Hu Lan, melainkan akibat hasil suara tersebut yang menyebar di sertai energi tak kasat mata juga menyebar, yang membuat langkah Hu Lan melambat.


“Uggrrhh,, kenapa udara dan tekanan di sini semakin berat setelah suara jantung bocah ini berbunyi keras?” Gumam Hu Lan sedikit meringis.


Blush..!!


Bom bom bom..!!


Bai Han langsung membuka matanya, wajah Bai Han kini menyeringai kejam.


Sementara Hu Lan kini memasang wajah jelek karena Bai Han kini telah menerobos tiga tingkat sekaligus.


Setelah mendapat pencerahan, Bai Han yang selama ini tertahan di Kaisar Immortal kini telah tahu apa yang membuatnya tidak bisa meningkatkan kultivasinya.


Bai Han juga anak yang usik, karena ia menaikkan tingkat kultivasi berbeda dari yang lain, hal itulah yang membuat Tuan Hu Lan mengincar Bai Han yang telah ada dalam ramalan.


Jika Hu Lan tahu, mungkin ia tidak akan bermain-main dari awal, namun sayangnya nasi susah menjadi beras kembali.


Tidak ada kesempatan untuk mengulang waktu.


Wuss..!!


“Bagaimana caramu ingin mati?” Tanya Duan Du muncul di depan Hu Lan.


Mata Hu Lan terbelalak kaget saat melihat kecepatan Bai Han.


Tubuh Hu Lan juga sedikit berkeringat dingin, walau dirinya memiliki energi yang jauh lebih banyak dari Bai Han. Ia tetap kalah jika langsung bertarung, terlebih pertarungan jarak dekat.


Dengan cepat Hu Lan kini mencoba mundur sambil memikirkan beberapa rencana agar ia bisa lepas dari Bai Han.


Saat ini Hu Lan sadar jika ia bukan lawan Bai Han. Walau Bai Han hanya berada pada tingkat Dewa Immortal ⭐ 2 Puncak, ia yakin jika Bai Han dengan mudah membunuh orang yang setara dengan Dewa Master Semesta, atau setara dengan Dewa Grand Master.


Sementara Hu Lan hanya bisa melawan orang yang setara dengan Dewa Master Semesta ⭐ 5 Puncak untuk saat ini.


Karena Energinya yang kini bocoh membuat ia melemah.


“Oohh,, bukan kah tadi kau sangat ingin membunuhku?” Alis Bai Han berkerut.


“Tapi kenapa sekarang kau yang menjauh saat aku maju,” ejek Bai Han.

__ADS_1


“Hehe,, apakah ini yang di sebut Ras pengecut,” kekeh Bai Han dengan nada mengejek.


__ADS_2