
Dewi Anjani Semakin kesal saat mendengar ejekan dari Tu Long.
Ia tidak pernah mengharapkan menemukan laki-laki yang membuatnya sekesal ini
“Sudah, kau tidak perlu marah saudari Anjani, bukankah kau harus bahagia jika yang memilihkan jodohmu adalah Tuan,” ucap Nyi Roro Kidul tersenyum iri.
“Benar, pilihan Tuan tidak pernah salah dari dulu, buktinya sangat banyak di masa lalu yang ia jodohkan seperti Tuan yang mengirim kita saat ini,” sambung Nyi Blorong menambahi.
Dewi Anjani terdiam saat mendengar ketiga saudarinya ini.
Memang apa yang ketiganya katakan ini benar. Tuan Bai An atau bisa mereka panggil Tuan besar ini selalu memilih yang terbaik untuk keluarganya.
Kini dari mereka berempat, hanya dia saja yang masih belum menikah. Awalnya Dewi Anjani hanya bercanda saja ingin menikahi Tuan Bai An. Ia tahu jika Bai An akan menolaknya. Tapi ia tidak menduga ucapannya di ambil serius dan di jodohkan oleh Ras yang kini membuatnya kesal.
Ras Half Giant Dragon memang cukup kuat di Dimensi Pusat wilayah timur, tapi ia saat ini tidak akan menduga jika Ras Half Giant Dragon sudah bisa menyaingi kekuatan Ras dari Dimensi Inti.
“Oh ya, lebih baik kita berikan saja Inti Dimensi itu kepada Tuan, karena tugas kita di sini telah selesai. Jadi kita harus secepatnya pergi dari sini untuk menemui Tuan.” Nyi Ajeng Serang langsung berbicara ke intinya.
Seketika ketiga Siluman tersebut terdiam. “Jika begitu keluarkan pecahannya, lalu kita gabungkan, berikan juga kepada Tuan semua Inti Energi Semesta yang tersisa untuk ia serap bersama keluarganya. Lebih cepat ia keluar dari Dimensi kecil ini maka akan lebih baik.”
Dewi Anjani langsung menyatukan telapak tangannya setelah selesai memberikan intruksi kepada ketiga saudarinya.
Ketiganya juga mengikuti apa yang Dewi Anjani lakukan. Tak lama keluar sebuah batu giok segitiga bewarna hijau lumut.
Batu giok tersebut langsung melayang ke atas dengan sendirinya membentuk persegi empat.
Wungg..!!
Sebuah dengungan terdengar, bersamaan dengan itu keempat batu giok menyatu dengan sendirinya.
Bam..!!
Ledakan kecil terdengar di area Gunung Rinjani.
“Hmm..!! Aku akan mengumpulkan semua Inti Energi Semesta yang pernah aku pisah,” Nyi Blorong langsung menghilang tanpa menunggu jawaban dari ketiga saudarinya.
“Baiklah, aku akan akan mengumpulkan semua pasukan agar mereka bersiap-siap,” ucap Nyi Roro Kidul.
Melihat Nyi Blorong dan Nyi Roro Kidul pergi, kini yang tersisa hanya Nyi Ageng Serang dan Dewi Anjani yang tersisa.
Dewi Anjani melirik ke arah Nyi Ageng Serang. “Apa kau tidak membawa suamimu ikut?” Tanya Dewi Anjani.
__ADS_1
Nyi Ageng Serang merenung. “Saat ini suamiku yang baru berusia 20 tahun terlihat bahagia, tapi satu hal yang aku tidak bisa lihat. Ingatan masa lalunya, seperti ada sebuah segel dan aku kira ia seorang Reinkarnasi karena saat ia lahir dulu, tingkahnya seperti orang dewasa. Dari sana aku merasa tertarik hingga tidak sadar aku jatuh cinta lalu menikahinya,” Nyi Ageng Serang hanya bisa berkata dengan nada agak bingung.
Dewi Anjani yang mendengar itu mengangguk santai. “Jika di lihat dari tingkahnya memang benar ia seorang Reinkarnasi, tapi bagaimana bisa ia bisa mengingat masa lalunya?” Tanya Dewi Anjani penasaran.
“Aku juga tidak tahu, jadi jangan tanya aku,” jawab Nyi Ageng Serang.
Dahi Dewi Anjani berkerut. “Bukankah dia suami mu, kenapa kau tidak bertanya langsung kepadanya?” Tanya Dewi Anjani sedikit kesal.
Nyi Ageng Serang terlihat tidak marah, melainkan ia tersenyum. “Melihat ia sangat bahagia, di sertai semangatnya mencari uang untuk menafkahiku, aku rasa tidak perlu menanyai masalah masa lalunya, aku tak ingin ia kecewa karena keegoisanku,” jawab Nyi Ageng Serang.
Dewi Anjani seketika terdiam. “Bukankah aku juga sedikit egois tadi kepada dirinya?” Gumam Dewi Anjani teringat kepada Tu Long.
Wajahnya sedikit memerah saat mengingat Tu Long, di saat itu juga ia sedikit kesal karena otak Tu Long agak bodoh menurutnya.
“Oh ya, aku lupa. Siapa nama suamimu?” Tanya Dewi Anjani penasaran.
“Hmm,, namanya di dunia ini Arya, tapi ia pernah bercerita jika ia lebih suka di panggil Fang saja, karena nama itu pemberian orang yang ia anggap kakak sekaligus ayahnya,” jawab Nyi Ageng Serang.
Nyi Ageng Serang kini menatap Dewi Anjani. “Hmm,, kenapa kau menanyakan prihal tentang suami ku?” Tanya Nyi Ageng Serang sedikit curiga.
Dewi Anjani sedikit malu-malu, kedua telunjuk jarinya langsung bertemu. “I..Itu aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya orang menikah, aku juga butuh banyak pelajaran dalam membina rumah tangga, jadi aku ingin menanyai sifat suamimu saja, agar aku bisa-”
Dewi Anjani tiba-tiba sadar jika ucapannya ini melebihi batas. Tapi Nyi Ageng Serang sudah tahu apa maksud ucapan Dewi Anjani sehingga ia tersenyum penuh makna.
Wuss..!!
Wuss..!!
Tap tap..!!
Xie'er terlihat memimpin komando dengan berhenti lebih dulu, ia juga berdiri paling depan.
Tatapan mata Xie'er kini mengarah ke Jhon Bonyong yang kini tertawa menjijikan.
“Iih,, kenapa aku kesal melihat tawanya itu ya, rasanya aku ingin sekali *******-***** mulut dan wajahnya,” ucap Xie'er memasang wajah tidak sedap.
Tap tap..!!
“Hmm,, Jiwa Iblis yang ada di dalam tubuh orang ini sangat kuat Xie'er, jangan bertindak gegabah.” Ucap Bai Chu Ye memperingati.
Tapi baru saja Bai Chu Ye selesai bicara, Xie'er sudah melesat lebih dulu.
__ADS_1
Sementara Mo Liang Liu dan Mo Denshan kini berkeringat dingin di sertai jantungnya berdetak lebih kencang.
“I..Ini aura dari Paman, kenapa ia hanya kesini dengan jiwa saja?” Gumam Mo Denshan penasaran.
“Bukankah lebih baik jika ia kesini bersama tubuhnya saja? Tapi yang lebih penting, aku harus memberitahu paman jika ia harus menghindari gadis mengerikan ini, bisa bahaya jika ia marah.” Berbeda dengan Mo Denshan. Mo Liang Liu kini mengkhawatirkan keadaan pamannya.
Saat mereka ingin bergerak ke arah Jhon Bonyong. Darah mereka tiba-tiba membeku sesaat.
Tatapan dingin dari Bai Chu Ye dapat mereka rasakan.
“Sudah aku duga jika kalian mengenal Jiwa Iblis ini,” ucap Bai Chu Ye dengan nada dingin.
Glek..!!
“I..Itu-”
“Aku tidak butuh penjelasan, kalian berdua diam saja di sini, jangan melakukan hal yang tidak perlu jika kalian tidak ingin sengsara oleh ayah ku.” Ucap Bai Chu Ye memotong ucapan keduanya sambil memberikan ancaman.
Mo Liang Liu dan Mo Denshan hanya bisa mengangguk pasrah. Mereka tentu tahu konsekuensinya jika Bai An marah.
Membayangkannya saja membuat tubuh mereka merasakan rasa sakit luar biasa.
...
Wuss..!!
“Dasar gentong jelek, aku tidak suka melihat wajahmu.”
Xie'er tiba-tiba muncul di depan Jhon Bonyong yang sedang menyiksa Rian dan Husen.
Tangan mungil Xie'er yang telah di selimuti Energi aneh langsung mengarah ke wajah Jhon Bonyong.
Bam..!!
Wuss..!!
Bom bom bom..!!
Seketika tubuh Jhon Bonyong terlempar jauh hingga menghancurkan banyak gedung.
Tubuh Jhon Bonyong berhenti tepat setelah menghancurkan kurang lebih 20 gedung.
__ADS_1
Sementara di dalam tubuh Jhon Bonyong. Jiwa Jendral Mo Hung kini tak henti-hentinya bergetar.
“Di..Dia.”