Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Pembantaian Bai Han dan Bai Chu Ye Di Kepung


__ADS_3

“Benar, tapi ini bukan kekuatan asli putraku, ia masih belum menggunakan kekuatan sejatinya.” Bai An mengangguk santai tanpa menjelaskan lebih lanjut.


Pandangan Bai An mengarah ke putranya yang masih memejamkan matanya.


“Biar ku beritahu kau, kekuatan sejati putraku adalah Alam itu sendiri, ia bisa menyatu dengan Alam yang ada di sekikarnya. Namun saat ini ia belum bisa menggunakannya walau telah membangkitkannya, ia hanya bisa menggunakan setengah dari kekuatan bawaannya yaitu Tubuh yang di cintai alam, atau bisa di katakan bisa menyerap apa saja yang ada di sekelilingnya. kau pasti sadar maksudku bukan.” Sambung Bai An sedikit merasa sombong dengan kekuatan putranya.


Mata Leluhur Hendric langsung melotot. “I..Ini luar biasa,” ucap Leluhur Hendric dengan tubuh bergetar hebat.


...


Kembali ke pertarungan.


Saat sebuah pedang dan anak panah hampir mengenai kepada dan jantung Bai Han.


Bai Han langsung membuka matanya.


Duar..!!


Ledakan hebat seketika menghancurkan serangan dari Leluhur Kaisar Panah dan Leluhur Pedang Api.


Bukan hanya itu saja, akibat ledakan besar tersebut, para leluhur langsung terlempar ke berbagai arah, ada yang terluka dan juga yang langsung mati di tempat.


“Hem..!! Rupanya masih ada beberapa parasit yang masih hidup,” ucap Bai Han dengan nada dingin.


Tangan Bai Han langsung melambai dengan santai.


Dret..!!


Sebuah Mana tak kasat mata langsung memotong seluruh tubuh para leluhur kedua Ras yang masih bertahan hidup.


Argh argh..!!


Teriakan demi teriakan terdengar menggema akibat serangan yang tidak bisa mereka lihat kini menyanyat-nyayat tubuh mereka.


Pandangan Bai Han langsung mengarah ke dua yang tersisa, mereka berdua tak lain Leluhur Kaisar Panah dan Leluhur Pedang Api.


Tubuh keduanya terlihat bergidik ketakutan, keringat kini membasahi seluruh tubuh mereka.


“A..Akan ku cabut-”


Crash..!!


Argh..!!


Sebelum Leluhur Pedang Api menyelesaikan ucapannya, sebuah Mana langsung masuk ke dalam tubuhnya dan merusak seluruh organ dalamnya.


Kini Leluhur Pedang Api sudah menjadi manusia biasa atau sampah. Tak lama tubuhnya langsung terjatuh karena sudah tidak bisa menyerap atau menampung Mana.


Duar..!!


Tubuh Leluhur Pedang Api yang terjatuh langsung patah tulang, tentunya Bai Han tidak akan membiarkan ia mati dengan mudah.


Senyum dingin langsung terlintah dari wajah Bai Han. “Tidak akan ada yang namanya kesempatan kedua bagimu,” ucap Bai Han.

__ADS_1


“Lalu untukmu,” ucap Bai Han mengarah ke Leluhur Kaisar Panah yang membeku. “Bagaimana caramu ingin mati?” Tanya Bai Han.


“Heng..!! Manusia menjijikkan sepertimu ingin membunuh Yang Suci ini, sungguh tak tahu-”


Duar..!!


Tubuh Leluhur Kaisar Panah langsung hancur tanpa menyisakan apapun. “Kau sungguh berisik dan terlalu memandang dirimu tinggi, mungkin kau terlalu lama menikmati kemewahan serta kekuasaan sehingga membuatmu angkuh.” Dengus Bai Han langsung perlahan turun.


Tap tap..!!


“Oh aku suka tatapanmu itu,” ucap Bai Han tersenyum dingin.


Tatapan Leluhur Pedang Api terlihat dingin ke arah Bai Han. “Kau akan mati, Leluhur Terkuat kami akan memburumu,” ancam Leluhur Pedang Api.


“Haha,, maksudmu Leluhur Hendric, aku tahu ia masih hidup, tapi kau tak perlu khawatir, karena ayahku akan memburunya jika ia keluar,” ucap Bai Han menyeringai dingin.


“Hahaha,, ayahmu, aku yakin ayahmu adalah sampah, kau belum tahu kekuatan Leluhur terkuat kami,” ejek Leluhur Pedang Api seketika memaksakan dirinya tertawa walau seluruh tubuhnya saat ini hancur.


Tak lama.


Wung..!!


Sebuah celah langsung muncul yang membuat Bai Han seketika waspada.


Saat melihat sosok yang tentu ia kenal, Bai Han seketika memasang wajah dingin.


Wuss..!!


Bai Han mengeluarkan pedang pemberian ayahnya, ia kini memasang sikap kuda-kuda untuk siap menyerang.


“Hahaha,, apa yang aku katakan, kau akan mati bocah.” Teriak Leluhur Pedang Api tertawa bahagia saat melihat wajah serius Bai Han.


“Diam.”


Duar..!!


Argh..!!


Tangan dan kaki Leluhur Pedang Api langsung hancur saat Bai Han mengayunkan pedangnya.


Setelah itu pandangan Bai Han kembali mengarah ke Leluhur Hendric yang kini melangkah ke arahnya.


Bruk..!!


“Budak ini menyapa Tuan muda,” ucap Leluhur Hendric langsung berlutut.


Bai Han dan Leluhur Pedang Api seketika melotot.


“Apa maksudmu?” Tanya Bai Han masih waspada dan mengarahkan pedangnya ke arah Leluhur Hendric.


Tapi tak lama Bai Han menurunkan pedangnya saat merasakan segel budak di tubuh Leluhur Hendric. Bersamaan dengan itu Bai An muncul.


“Hemm..!! Jangan paksakan dirimu Han'er, ayah tahu kau saat ini berusaha untuk terlihat kuat,” ucap Bai An langsung menjentikkan jarinya.

__ADS_1


Sebuah batu melesat ke tubuh Bai Han.


Bruk..!!


Bai Han langsung ambruk, namun sebelum tubuhnya jatuh ke tanah, sebuah energi lebih dulu menyelimuti tubuh Bai Han.


“Hehe,, tidak ada yang bisa Han'er sembunyikan dari pandangan ayah,” ucap Bai Han tersenyum canggung.


Bai An hanya bisa menggeleng melihat putranya terlalu memaksakan tubuhnya.


“Hemm..!! Bawa dia, biarkan rakyatnya nanti yang menentukan ia hidup atau tidak.” Ucap Bai Han melirik Leluhur Pedang Api yang kini membeku.


“Baik Tuan,” ucap Leluhur Hendric mengangguk patuh.


Tubuh Leluhur Pedang Api bergetar hebat mendengar dan melihat kejadian di depan matanya.


“A..Apa maksudnya ini Leluhur?” Tanya Leluhur Pedang Api.


“Diam,” ucap Leluhur Hendric langsung membungkam mulut Leluhur Pedang Api menggunakan Mana nya.


Tak lama, mereka pun langsung menghilang dari sana.


***


Di titik pertempuran kedua.


Saat ini Bai Chu Ye sedang di kepung oleh kedua Ras juga.


“Aku tak menduga jika kau yang telah menyerang kami dengan benda aneh itu,” ucap Panah Suci dengan nada dingin ke arah Bai Chu Ye, ia juga sedikit terkejut jika Bai Chu Ye masih hidup saat ini.


Di belakang Bai Chu Ye ada 4 sosok yang memihak kepadanya. Mereka berempat tak lain Leluhur Tombak Cahaya, Leluhur Elf Berjubah hitam, Leluhur Manusia Berjubah Hitam lambang Naga dan Leluhur tua yang memegang tongkat.


Melihat Bai Chu Ye diam saja, amarah Leluhur Panah Suci seketika membeludak. “Berani sekali kau mengacuhkan ku bocah menjijikkan,” teriak Panah Suci.


Wuss..!!


Anak panah langsung muncul di depan Bai Chu Ye.


Bai Chu Ye dengan santai menekan pelatuk Senapan Mesin otomatis yang ia pegang.


Dret..!!


Bom..!!


Anak panah milik Panah Suci langsung hancur, bukan hanya itu saja, kini ratusan peluru melesat ke arah Panah suci dan yang lainnya.


Bom bom bom..!!


Ratusan anak panah dan berbagai senjata muncul menghancurkan peluru yang Bai Chu Ye tembakkan.


“Hem..!! Apakah kalian benar-benar ingin berkhianat?” Tanya Bai Chu Ye dengan nada datar, pandangan Bai Chu Ye mengarah ke 4 orang di belakangnya.


“Kami sudah sudah muak dengan sikap mereka semua, dan aku yakin mengikutimu adalah pilihan yang tepat, karena instingku merasakan kau adalah orang yang adil,” ucap Tombak Cahaya dengan nada serius.

__ADS_1


Bai Chu Ye mengangguk santai di sertai wajah serius. “Jika begitu bersiaplah, kita akan bertarung sampai titik darah penghabisan,” ucap Bai Chu Ye mengeluarkan pedang kayu bewarna hitam.


Tubuh Bai Chu Ye langsung sedikit membungkuk, kaki kananya ia majukan ke depan bersamaan dengan pedangnya terhunus ke depan.


__ADS_2