Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Duan Du Terprovokasi


__ADS_3

“Hehe,, kedokmu sebentar lagi akan terbongkar,” kekeh Duan Du dalam hati.


Dengan santai Duan Du membalikkan badannya, lalu melangkah ke atas, dimana tempat keluarganya berada.


Patriark Jia yang mendengar itu langsung menundukkan kepalanya. Ia kini memikirkan apa yang telah di ucapkan oleh Duan Du.


Beberapa saat setelah mengingat pesan leluhurnya, ia kini membelalakkan matanya karena ia tahu betul siapa guru ayah dan leluhurnya.


“Penguasa Hu Xiao, apakah mungkin?” Gumam Patriark Jia sedikit bergetar tak terkendali.


“Heng,, jika orang itu ingin bertemu maka suruh saja ia kesini, kenapa kami harus repot-repot untuk naik,” dengus Jia Ma langsung meludah juga.


Duan Du menghentikan langkahnya tepat saat kakinya akan naik ke anak tangga.


“Hmm..!! Sepertinya mulutmu harus di berikan sedikit sopan santun,” ucap Duan Du dengan nada dingin kini tidak bisa menahan diri.


Jika saja kakaknya melarangnya untuk membunuh, mungkin dari tadi ia membunuh 3 tetua klan Jia ini.


Tapi sayang, kakaknya melarangnya karena kakaknya ingin bermain-main bersama mereka.


Saat Duan Du ingin menggerakkan lengannya.


Patriark Jia langsung berkata. “Apakah orang yang kau maksud?”


“Benar, apa yang kau pikirkan adalah dia, dia juga tidak ingin di sebutkan namanya secara sembarang, aku harap kau paham.” Duan Du langsung memotong ucapan Patriark Jia.


Duan Du juga mengurungkan niatnya untuk memberikan Jia Ma pelajaran, ia kini kembali melangkah.


Jia Li Ling yang melihat Duan Du hanya acuh saja kini sedikit kesal, ia dari tadi sangat ingin di perhatikan, tapi yang ia dapat hanya acuhan saja.


Dengan kesal Jia Li Ling menginjak lantai dua kali lalu melangkah dengan berlari kecil untuk menyusul Duan Du.


Sementara Patriark Jia terdiam sesaat sambil melirik ke arah Jia Ma dengan tatapan tajam.


“Diam dan ikuti saja apa yang aku perintahkan,” ucap Patriark Jia dengan nada dingin.


“Ayo naik.”


Mendengar itu, Jia Ma semakin tersulut emosi, namun Jia Mu langsung menepuk pundaknya.


“Tahan, tidak lama lagi kita pasti akan menyingkirkannya, jika ada kesempatan saat ini, maka kita akan membunuhnya. Tapi jika tidak ada kesempatan, maka pada saat putrinya menikahlah kita bisa membunuhnya dengan bantuan Patriak Huang,” ucap Jia Mu melalui telepati.


“Tetua pertama juga telah mengirim pesan jika ia telah menggerakkan orang-orang yang telah lama ia kumpulkan untuk mengepung tempat ini jika rencananya ketahuan oleh pemuda ini.” Sambung Jia Mu mencoba menenangkan Jia Ma.


Jia Ma yang mendengar itu langsung menyunggingkan senyum jahat, tatapannya juga mengarah ke dua tetua yang selalu setia kepada patriark Jia.


Jia Ma ingin sekali membunuh keduanya karena mereka juga tidak mau bergabung untuk menggulingkan kekuasaan Patriark Jia.

__ADS_1


Mereka semua langsung melangkah ke atas.


Tap tap..!!


Duan Du dan Jia Li Ling sampai lebih dulu.


Saat ia melihat Bai An yang sedang menggendong anak yang ia kira remaja, ia sedikit mengerutkan keningnya.


“Apakah dia terluka sehingga tidur di punggungmu?” Tanya Jia Li Ling penasaran.


Bai An yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.


“Dia putraku yang paling besar dan sifatnya memang seperti ini, jadi maklumi saja,” ucap Bai An dengan hangat, seolah ia menerima Jia Li Ling sebagai anggota keluarganya.


Jia Li Ling mengangguk santai, walau ia merasa aneh dan mengira jika Bai Han adalah sosok remaja manja yang selalu mengandalkan kekuatan orang tua.


Setelah itu pandangan Jia Li Ling mengarah ke Hu Xiao.


Seketika tubuhnya menegang, tentu saja ia tahu sosok Penguasa di depannya ini. Walau orangnya jarang terlihat, tapi ia tahu wajahnya dari kakek dan leluhurnya.


“Hormat kepada Leluhur Guru Agung,” ucap Jia Li Ling langsung ingin bersujud.


Tapi Duan Du dan Hu Xiao secara bersamaan menggunakan energi mereka untuk menahan Jia Li Ling.


“Jangan bersujud seperti itu, aku tidak suka, terlebih kau akan menjadi istri dari-”


“Hei-hei,, jaga bicaramu, jangan sembarangan bicara,” dengus Duan Du langsung memotong ucapan Hu Xiao.


Saat ini Jia Li Ling tentu bingung, ia melirik ke arah keduanya.


Hoam..!!


“Paman Du dan kakek adalah saudara, itu yang ingin di ucapkan oleh kakek ku. Dan perlu bibi tahu jika paman Du sangatlah tua.”


Wajah Duan Du langsung memerah saat mendengar keponakannya membocorkan hal yang ingin ia tutupi.


“Bocah kurang ajar, aku ingin sekali meremasmu,” umpat Duan Du dalam hati.


Tu Long yang mendengar itu kini terkekeh kecil. “Hehe,, apa yang di ucapkan oleh Han'er itu benar, jadi sebelum kau benar-benar menginginkan bocah nakal ini, lebih baik kau mengetahui kebenarannya dulu agar kau tidak kecewa.”


Tu Long yang kini otaknya kembali cerdas langsung menambah bumbu-bumbu untuk memprovokasi Duan Du.


Benar saja, wajah Duan Du kini menjadi gelap.


Saat ia ingin membalas ucapan Tu Long, sebuah langkah kaki terdengar di sertai suara angkuh.


“Mana orang yang kau maksud bocah?” Teriak Jia Ma kini sudah tidak sabar ingin membunuh Duan Du.

__ADS_1


Tapi Jia Ma tidak sadar jika ia memancing amarah Duan Du yang sedang marah kini semakin memerah.


Duan Du membalikkan badannya.


“Bisakah kau diam lebih dulu,” ucap Duan Du dengan wajah gelap.


“Hooh,, apa kamu marah sekarang karena tipuanmu ketahuan,” kekeh Jia Ma langsung maju ingin memberikan Duan Du pelajaran lebih dulu.


Jia Ma sudah tidak takut lagi kepada Patriark Jia karena ia yakin jika Jia Mu dan Tetua Jia Pertama akan membantu untuk menahan patriak Jia untuk tidak membantu Duan Du.


“Mati kau bocah licik,” teriak Jia Ma langsung mengayunkan tinjunya ke arah wajah Duan Du.


Aura di sekitar berubah saat Jia Ma tidak menahan diri saat ingin memukul wajah Duan Du.


Duan Du terkekeh kecil.


“Apa kau mengandalkan orang-orang yang ada di luar sehingga kau berani? Heng,, itu sia sia karena kau tidak tahu siapa yang kau hadapi,” dengus Duan Du.


Dengan cepat Duan Du menghilang.


Wuss..!!


Srett..!!


“Kau mengandalkan kekuatan kecil ini hanya untuk ingin memukulku,” dengus Duan Du kini mencengkik leher Jia Ma.


“Ingat di neraka nanti, nama ku adalah Duan Du sang pengacau,” ucap Duan Du dengan nada dingin.


Crak..!!


Piar..!!


Leher beserta kepala Jia Ma langsung hancur tanpa perlawanan.


Kini tatapan Duan Du mengarah ke Tetua Jia pertama dan Jia Mu yang masih membeku.


“Aku peringatkan kalian jika aku tidak suka saat aku bicara lalu ada yang memotongnya,” ucap Duan Du kembali menghilang.


Bom..!!


Jlep..!!


Jia Mu langsung mati dengan tubuh meledak, sementara tetua Jia pertama mati dengan energi terkuras habis.


Bai An, Tu Long, Hu Xiao, Bai Han yang melihat itu hanya tersenyum kecil saat melihat Duan Du kini akhirnya bisa terprovokasi.


Sementara Patriark Jia, Jia Li Ling dan dua tetua klan Jia yang tersisa berkeringat dingin.

__ADS_1


“Monster yang tidak bisa di singgung dan rumor tentangnya benar,” gumam Patriark Jia menelan ludah.


“Dia benar-benar seperti yang orang bilang jika ia tidak akan memberikan musuh hidup.” Gumam kedua tetua Jia kini mulai merasakan lutut mereka lemas.


__ADS_2