
“Hoho,, kau sudah datang jauh-jauh, tapi ingin pergi begitu saja, sungguh tidak terpuji jika kau tidak meninggalkan sedikit oleh-oleh untuk kami.”
Kata-kata Duan Du terdengar sangat mendominasi, bahkan beberapa dari mereka langsung melepaskan cincin penyimpan yang berisi sumberdaya dan harta yang sudah mereka kumpulkan dalam waktu yang lama.
Tapi sayang semua itu akan hilang hari ini karena di tukar dengan nyawa mereka sendiri.
Mereka sadar maksud Duan Du, jika tidak meninggalkan cincin penyimpanan mereka, maka mereka lebih memilih mati.
Setelah melepaskan cincin penyimpanan mereka, mereka langsung meninggalkan Hun Ceng dan tetua klan Hun berdua saja.
Saat ini Hun Ceng memiliki wajah yang sangat jelek saat, sambil menggertakkan giginya ia membalikkan badannya lalu menatap ke arah Duan Du.
“Kau,, aku akan mengingat ini selamanya, suatu saat aku akan mengalahkanmu dan menguras semua hartamu, aku akan membuatmu apa arti memohon,” teriak Hun Ceng di penuhi oleh kekesalan.
Baru kali ini Hun Ceng di permalukan seperti ini.
Dengan berat hati Hun Ceng melepaskan cincin penyimpanan yang terselip di jarinya lalu mengeluarkan semua harta berharga di balik jubahnya.
Hun Ceng tahu selama ia menyimpan satu barang berharga, maka ia akan mati, terlebih dua iblis kini menatapnya yang membuat Hun Ceng merasa melihat lubang hitam tanpa dasar.
Hal yang sama di lakukan oleh tetua klan Hun, setelah itu mereka pergi, tapi sebelum melesat, Hun Ceng menatap kembali ke arah Duan Du.
“Ingat, akan ada saatnya dimana aku mengalahkan dan mempermalukanmu,” dengus Hun Ceng lalu menghilang bersama Tetua klan Hun.
Tepat setelah Hun Ceng menghilang, energi di sekitaran Duan Du perlahan-lahan menghilang, setelah itu Duan Du terjatuh.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Dengan cepat Bai An menangkap Duan Du.
Bai An kini tersenyum kecil saat melihat adiknya ini pingsan karena kehabisan energi, itu karena Hukum Energi yang Duan Du keluarkan barusan, ia belum menguasainya dengan sempurna, jika Duan Du sudah menguasainya, maka Energi Duan Du tidak akan ikut terhisap oleh Hukum Energi yang ia keluarkan tadi.
Tap tap..!!
Bai An mendarat dengan santai lalu membaringkan Duan Du di samping Jiu Long. Lalu melirik ke arah Tu Long sesaat, setelah itu Bai An memejamkan matanya sambil duduk bersila.
Tu Long yang paham maksud Bai An langsung memberikan pil penyembuh lalu Tu Long juga mengalirkan energinya agar energi Duan Du tidak terlalu kosong.
Setelah itu Tu Long langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia tidak tahu harus bagaimana saat ini, apakah akan meninggalkan Duan Du dan Jiu Long atau berdiam diri menunggu sebagai penjaga.
__ADS_1
Tu Long tidak tahu cara membuat perisai, itu karena ia tidak ahli dalam formasi, ia juga malas berlatih formasi, yang ia latih hanyalah memperkuat diri saja, karena ia senang bertarung.
Tu Long melihat ke arah kejauhan, ia dapat merasakan ada beberapa kelompok lagi yang datang.
Saat Tu Long merasakan ada dua orang yang berada di Dewa Immortal, satu Dewa Immortal ⭐ 1 Puncak dan satu lagi Dewa Immortal ⭐ 2 Puncak.
Karena hasrat bertarungnya mulai bergejolak, Tu Long langsung melesat, namun baru beberapa langkah ia melesat, ia kembali lagi karena takut Bai An akan menghukumnya.
“Sialan, di saat seperti ini mengapa Tuan muda bermeditasi sih, apa ia sengaja ya?” Gumam Tu Long merutuki Bai An dengan kesal.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Ratusan orang dari berbagai kelompok datang.
Dua orang terkuat sengaja mengeluarkan auranya agar yang lain tidak ada yang berani bertindak lebih dulu.
Kini dua orang itu maju lalu memindai apakah ketiga orang ini benar yang ia cari, walau mereka tahu, mereka tetap memastikan terlebih dahulu.
Setelah memastikan benar, mereka berdua mengangguk.
“Tetua, benar dia orangnya,” kata tetua yang terlihat lebih muda.
Mereka tak lain adalah dua tetua dari sekte di Alam Semesta Inti ke 2 yang telah melihat pertarungan Bai An melawan Hu Liu Chen.
Setelah berkomunikasi melalui telepati, dua tetua tersebut melirik ke arah kelompoknya.
“Kita kembali, jangan pernah kesini lagi dengan niat mencari 3 orang yang ada di selembaran itu, itu hanyalah selembaran tipuan dari Paviluan Informasi Perak agar kita datang bunuh diri,” kata tetua muda dengan nada serius.
Semua anggota sektenya mengangguk patuh, walau ada yang tidak percaya, namun mereka sama sekali tidak berani membantah ucapan tetua mereka.
Setelah itu kelompok dua tetua dari Sekte Naga Emas langsung pergi.
Tu Long yang melihat kepergian mereka menggertakkan giginya kesal karena musuh yang ia ingin lawan kini melarikan diri.
“Sialan,, suatu hari aku akan memburu kalian karena pernah berencana memburuku,” gumam Tu Long kini melirik ke arah Bai An, ia berharap Bai An membuka matanya.
Sementara kelompok lain yang melihat kelompok terkuat pergi langsung bersemangat, mereka langsung berusaha menjadi yang terdepan lebih dulu sampai, dan mengklaim jika Bai An dan kelompoknya adalah milik mereka.
Saat para kelompok tersebut sampai pada jarak 1000 meter.
__ADS_1
Bai An langsung berkata. “Akhirnya kau bisa juga menahan hasrat bertarungmu, aku sengaja melakukan ini agar kau tidak terlalu terobsesi dalam bertarung, itu bisa membahayakan dirimu.”
Mendengar itu Tu Long hanya bisa menelam ludah sambil tersenyum kecut.
“Baiklah, luapkan emosimu kepada mereka, selesaikan 10 menit, jika tidak bisa aku akan menghukum_mu,” kata Bai An masih memejamkan matanya.
Tu Long seketika tersenyum seram, dengan cepat ia merubah bentuk tangannya saja ke bentuk cakar lalu melesat ke arah musuhnya.
Tu Long muncul di depan ahli terkuat, yaitu Dewa Immortal ⭐ 1 Awal.
“Mati,” teriak Tu Long.
Crash..!!
Tangan Tu Long langsung menembus dada ahli tersebut yang di bantu Hukum Angin, agar musuh tidak bisa menghindar.
Setelah itu Tu Long mengeluarkan jantung ahli tersebut lalu memakannya.
Cress cress..!!
Terdengar suara kunyahan Tu Long di sertai senyum lebar saat memakan jantung musuhnya mentah-mentah.
Orang-orang yang melihat kekejaman Tu Long langsung muntah tidak tahan melihat kejadian mengerikan di depan mata mereka.
“Di.. Dia iblis, cepat lari,” baru saja salah satu dari kelompok tersebut berteriak.
Tubuh orang tersebut tiba-tiba tercabik-cabik oleh angin yang berhembus.
Tak lama kematian dua orang tersebut, menyusul satu persatu mati dengan kejadian tercabik-cabik oleh angin.
Teriakan dimana-mana terdengar, ada yang mengancam dengan nama klannya, ada yang memohon dengan memberikan harta asal bisa bebas, ada juga yang menyumpah serapah Tu Long.
Tu Long tentu sudah basi mendengar hal omong kosong yang menurutnya tidak jelas.
9 menit telah berlalu, barulah semua mati tanpa sisa.
Dengan cepat Tu Long kembali di sertai senyum bahagia, ia melupakan kekesalannya yang tadi setelah meluapkannya kepada semua kelompok yang memburunya.
Tap tap..!!
Saat Tu Long kembali ia langsung mendengar suara Duan Du.
__ADS_1
“Hei,, dimana hartaku cepat berikan, kata kakak kau yang menyimpannya.”