Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Lorong Kegelapan Tanpa Batas


__ADS_3

“Nama mereka adalah Bai Ha dan Bai Hu,” sambung Bai Han menyamarkan nama mereka, lantaran ia sadar jika pastinya akan ada beberapa orang yang tidak menerima kedatangan Qing bersaudara nanti di kelompoknya.


Mendengar itu, Bai Da Xing pun langsung mendekati Bai Ha dan Bai Hu.


“Hehe,, salam kenal, aku Bai Da Xing. Jika ada masalah yang tidak bisa kalian tangani, kalian bisa meminta bantuan kepadaku,” kekeh Bai Da Xing dengan nada bangga.


“Cukup panggil namaku tiga kali, maka aku pasti akan datang,” sambung Bai Da Xing.


Bai Han, Bai Ha dan Bai Hu yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepala mereka saja.


“Hei adik kecil, bualanmu cukup halus juga ya, aku yakin jika orang bodoh yang kau tipu, mungkin ia akan langsung percaya bualanmu itu,” celetuk Bai Hu dengan sedikit sindiran.


“Apa katamu hah, adik kecil,” dengus Bai Da Xing tidak terima. “Panggil aku kakak ketiga mulai sekarang dasar bocah nakal,” teriak Bai Da Xing sambil memasang wajah berkedut-kedut.


Saat Bai Hu ingin membalas, Bai Ha lebih dulu menepuk pundak adiknya itu. “Apa yang ia katakan benar Hu'er, ia lebih dulu menjadi saudara kakak tertua, jadi kita panggil dia kakak ketiga, ingat sumpah saudara sedarah yang kita lakukan tadi, apa kau ingin melanggar sumpahmu,” ucap Bai Ha.


Wajah Bai Hu seketika menjadi jelek saat mendengar itu. “Aku, memanggil monyet sialan ini kakak, huh,, bisa-bisa hancur dunia,” dengus Bai Hu tidak terima.


Sementara Bai Da Xing yang mendengar ucapan Bai Ha kini langsung membusungkan dada dan mengangkat kepalanya tinggi-tinggi.


“Apa yang di katakan saudara keempat itu benar, seharusnya kau mendengar kata kakakmu,” ejek Bai Da Xing.


Bai Hu yang mendengar ejekan Bai Da Xing ingin membalas. Tapi Bai Han lebih dahulu menengahi.


“Lupakan perdebatan kalian saat ini, karena ada yang lebih penting kita urus,” ucap Bai Han terdiam sesaat. “Mungkin saat ini paman Chen Long, Paman Wuhan bersama saudara Yuheng sedang pergi ke tempat dimana Pemimpin Menara bersembunyi dengan mencari jejak Kegelapan yang terus menutupi Dimensi Alam Kegelapan ini. Jadi kita juga harus menyusul mereka,” sambung Bai Han sambil melirik Bai Ha dan Bai Hu.


Mendengar itu, Bai Ha dan Bai Hu pun mengangguk setuju.


“Memang mereka tahu dimana tempat pemimpin Menara berada kak?” Tanya Bai Da Xing, saat sadar jika Bai Han melirik Bai Ha dan Bai Hu. “Hmm..!! Ini cukup mencurigakan, apa mereka mata-mata atau mungkin saja musuh yang sedang menyamar kak?” Sambung Bai Da Xing melirik Bai Ha dan Bai Hu dengan tatapan mencurigakan.


Wung..!!


Bugg bugg..!!


“Dasar Monyet bodoh, jika kami mata-mata atau musuh, mana mungkin kakak pertama membuat sumpah saudara terhadap kami, apa kau meragukan kakak pertama huh,” dengus Bai Hu memukul kepala Bai Da Xing.


Terlihat Bai Da Xing sangat ingin membalas, tapi ia hanya diam sambil mengerucutkan bibirnya karena apa yang di katakan Bai Hu benar adanya. Ia sadar jika tadi sempat meragukan kakaknya sendiri lantaran terlalu curiga.


“Sudah lupakan, ayo kita berangkat, firasatku mengatakan, jika kita tidak bergerak cepat, sesuatu yang berbahaya akan segera terjadi,” ucap Bai Han langsung mengajak mereka bertiga.

__ADS_1


Bai Da Xing, Bai Ha dan Bai Hu pun mengangguk setuju.


Mereka pun langsung melesat ke arah utara yang di pimpin oleh Bai Ha, karena ia tahu betul kemana saja Pemimpin Menara pergi meninggalkan Menara di masa lalu hingga saat ini.


Wuss..!!


Wuss..!!


Wuss..!!


Tap tap..!!


Sementara Chen Long, Bo Wuhan dan Lan Yuheng yang sudah lebih dulu berangkat mencari dimana tempat pemimpin Menara berada, kini mendarat di sebuah ruang hampa.


Di depan mereka ada sebuah lorong yang sangat gelap, saking gelapnya, mereka tak mampu merasakan jejak kehidupan di dalam lorong tersebut.


“Hemm..!! Apa kau yakin jika ini tempat Pemimpin Menara berada?” Tanya Lan Yuheng sedikit merinding saat melihat ke arah lorong, ia tentu saja ragu, lantaran tidak bisa melihat apapun di dalam lorong tersebut, jangankan di dalamnya, bahkan di depan matanya saja, ia tidak mampu melihat apapun saat ini.


“Aku yakin ia berada di dalam sana dan juga ada sesuatu yang sangat kuat menanti kita juga,” jawab Chen Long terdengar serius.


“Hemm..!! Apa sebaiknya kita menunggu saudara Bai Han dan Monyet nakal itu saja terlebih dahulu? Firasatku merasakan adanya yang tidak beres di dalam sana,” tanya Lan Yuheng melirik Chen Long dan Bo Wuhan.


“Bagaimana menurutmu Wuhan?” Tanya Chen Long.


“Hemm..!! Aku rasa Yuheng ada benarnya, semakin banyak kita, maka semakin aman kita.” Sambung Bo Wuhan mengangguk setuju.


Setelah sepakat menunggu Bai Han dan Bai Da Xing. Mereka pun langsung duduk bersila di depan lorong kegelapan.


Wung..!!


Baru saja mereka akan memejamkan mata, suara dengungan seketika terdengar berasal dari dalam lorong.


Wuss..!!


Chen Long, Bo Wuhan dan Lan Yuheng dengan cepat menghindar saat merasakan adanya sesuatu melesat dari dalam lorong menuju ke arah mereka.


Bom bom bom..!!


Sebuah api hitam pekat seketika muncul lalu meledak tepat di tempat ketiganya duduk beberapa saat lalu.

__ADS_1


“Sial, apa-apaan itu?” Teriak Lan Yuheng sedikit merinding.


Tentu saja Lan Yuheng merinding, karena percikan api hitam tersebut sempat mengenai jubahnya dan dengan cepat membakar jubahnya tanpa bisa di padamkan.


Beruntung Lan Yuheng dengan cepat melepaskan jubahnya, sehingga ia bisa hidup sampai detik ini.


Sementara Chen Long dan Bo Wuhan yang mampu bereaksi cepat tidak terkena percikan api hitam yang meledak.


“I..Ini,” mata Chen Long sedikit melebar saat melihat api hitam di depannya, dan ia seketika langsung tersadar jika saat ini Pemimpin Menara pasti melakukan sesuatu yang bisa membunuh mereka dalam sekejap jika tidak cepat-cepat menghentikannya.


“Kalian berdua, tunggu Han'er dan Da'er di sini, aku akan masuk terlebih dahulu,” tanpa menunggu jawaban dari Bo Wuhan dan Lan Yuheng. Chen Long dengan segera berubah ke sosok aslinya.


Blush..!!


Naga seperti Berlian seketika muncul di depan Bo Wuhan dan Lan Yuheng. Saking besar dan cerahnya sosok Naga di depannya, kegelapan di depan mereka terlihat tidak berani mendekati sisik Chen Long.


Wuss..!!


Chen Long yang sudah berubah wujud ke bentuk Naga Berlian pun langsung melesat ke lorong Kegelapan.


Terlihat jelas saat tubuh Chen Long melewati lorong, kegelapan di sekitarnya tidak berani mendekati dalam jarak 10 cm.


...


“I..Ini, apa kita akan membiarkan paman Long pergi seorang diri?” Tanya Lan Yuheng sedikit khawatir.


Bo Wuhan yang mendengar itupun langsung berkata. “Apa kau mampu melewati lorong kegelapan ini seorang diri? Jika kau mampu, maka masuklah,” ucap Bo Wuhan dengan nada datar.


Lan Yuheng seketika cemberut saat mendengar itu. Tapi apa boleh buat, apa yang di katakan Bo Wuhan benar adanya.


...


Dret..!!


Tap tap..!!


Sementara Bai Han, Bai Ha, Bai Hu dan Bai Da Xing yang melesat seketika berhenti saat mendengar suara ledakan.


“I..Itu, itu dia Spirit Pheonix Api Kegelapan,” ucap Spirit Surgawi Tanpa Batas, suaranya berdengung di dalam kepala Bai Han.

__ADS_1


__ADS_2