Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Langkah Bai An dan Kota Gunxel


__ADS_3

“Aku akan menghajarmu nanti bocah licik.” Ancam wanita cantik tersbut.


Tubuh Duan Li seketika bergetar ketakutan.


“Ampuni aku bibi, aku adalah anak baik, jangan dengarkan ucapan nenek yang tadi,” ucap Duan Li kini merengek, tangannya saat ini berada di luar tembok pemandian.


Seandainya tangannya di dalam pemandian, ia bisa melepaskan diri dari wanita di depannya ini.


Berbagai cara Duan Li katakan, tapi tetap saja wanita yang menjewernya tak mendengarkan alasannya.


Setelah menangkap Duan Li yang saat ini terus menerus memohon, tanpa mereka sadari, seorang wanita yang tadinya menyuruh bawahannya menangkap Duan Li kini tersenyum tipis.


Pandangannya kini mengarah ke sosok pemuda bertudung.


“Aku tak menduga jika keponakanmu senakal ini Ling Bai,” ucap suara anggun.


“Hem..!! Ayahnya bahkan jauh lebih merepotkan saat ia masih kecil, bahkan sampai saat ini pun sifatnya masih sama. Jadi wajar jika putranya memiliki sifat nakal seperti ayahnya,” jawab Bai An duduk dengan santai sambil menikmati seteguk arak.


“Lalu apa yang membuatmu datang ke dimensi ini lagi? Apa kau datang untuk menuntaskan janjimu yang dahulu belum kau selesaikan?” Tanya suara anggun tersebut.


Bai An hanya diam sambil menatap ke arah atas. “Kau tahu Sintia, aku awalnya ingin menjemput putra serta keluargaku yang sengaja aku sembunyikan di sini. Jika aku mati, mereka bisa aman dan garis keturunanku tetap ada.”


“Perang yang ada di Dimensiku kini telah selesai berkat bantuan sosok yang pendahuluku tinggalkan.”


“Tapi masih banyak misteri yang pendahuluku tinggalkan untuk ku pecahkan, bahkan tugasku saat ini jauh lebih berat dari masa lalu sebelum aku mati lalu bereinkarnasi lagi. Kini dengan kekuatanku dan semua keluargaku, aku tidak yakin bisa melakukannya.”


Bai An terdiam sambil tetap memandang ke arah langit. Sintia yang menatap Ling Bai sedikit terkejut, ia tak menduga jika Bai An pernah mati. Kini ia tahu mengapa kekuatan Bai An sedikit melemah.


“Kau tahu Ling Bai, aku sadar maksudmu bercerita seperti ini. Aku yakin akan sulit bagimu menundukkan semua ahli kuat yang ada di Dimensi ini, terlebih lagi kau tahu betul bagaimana sifat mereka semua yang memiliki ego yang tinggi.” Ucap Sintia.


Sintia adalah salah satu ahli kuat Rangking SSS+ Ia adalah salah satu yang Bai An selamatkan dahulu saat perang yang terjadi di Dimensi Alam Sihir ini.


Dahulu Sintia masih Rangking A dan saat di ambang kematian, sosok pemuda datang membantai semua yang ada di sekeliling wanita tersebut dan menyisakan Sintia.


Awalnya Sintia sangat ketakutan, tapi tak lama tubuhnya merasakan kehangatan saat ada sebuah cahaya menyelimuti tubuhnya.


Sintia yang mengingat masa lalunya kini menatap ke arah Bai An.


Bai An tersenyum menyeringai. “Kau masih seperti dulu bahkan tambah cerdas Sintia, aku tidak berniat menundukkan mereka, melainkan menghapus mereka dari Dimensi ini, saat ini aku berbeda dari yang dulu yang memiliki sedikit rasa iba.”

__ADS_1


“Kini siapapun yang menghalangi jalanku akan mati, karena aku menganggap mereka akan menjadi parasit di masa depan jika di biarkan hidup.” Ucap Bai An.


Tubuh Sintia sedikit merinding mendenegar itu, tapi tak lama ia menjadi tenang kembali saat mendengar Bai An kembali mengucapkan sesuatu.


“Sintia, datanglah ke area pinggir Lembah Berkabut, di sana kau akan berkumpul bersama para saudaramu yang lain, kalian belum pernah bertemu satu sama lain dari dulu, kalian hanya mengetahui nama masing-masing. Dengan kalian berkumpul, tidak akan lagi yang berani menentang kalian secara terang-terangan.”


Tanpa menunggu jawaban dari Sintia, Bai An menghilang.


Sintia hanya bisa menghela nafas berat. “Kau adalah satu-satunya laki-laki yang menyelamatkanku dan bahkan membantuku hingga menjadi kuat, bukan hanya itu saja, kau bahkan tidak pernah mengeluh melatihku dengan sifat dan bakatku yang buruk ini.”


“Apapun perintahmu akan ku lakukan Ling Bai, bahkan jika kau menginginkan nyawaku. Karena kau selamanya yang ada di hatiku, walau kau menolakku secara terang-terangan.” Gumam Sintia.


Sintia bangkit lalu menatap ke arah Kekaisaran Gama. “Sifat angkuh dan sombong kalian akan membuat kalian hancur secara perlahan. Maafkan aku jika akan berkhianat kepada Ras Manusia Kaisar Cleon.”


***


Wuss wuss..!!


Tap tap..!!


“Sial, aku merasakan anak nakal tersebut berada di sana,” gumam Bai Han menatap ke arah gedung yang paling tinggi di Kota Gunxel.


“Jangan takut, kita kuras habis harta mereka,” ucap Cen Tian menggosok tangannya dengan sringai lebar.


Pletak..!!


“Jangan memikirkan harta, pikirkan keponakanmu dulu yang membuat masalah terus menerus selama setahun ini, dialah yang membuat kita menjadi incaran banyak ahli kuat,” dengus Lang Zai yang kini memasang wajah kesal.


Cen Tian hanya mengeluh sambil mengusap-usap kepalanya.


Sementara Bai Han yang diam kini tersenyum kecil. “Ayo kita kesana, aku tahu cara paling mudah untuk bertemu anak nakal itu,” ucap Bai Han langsung melangkah.


Dengan pandangan bingung, Cen Tian dan Lang Zai mengikuti dari belakang.


Tap tap..!!


“Berhenti, tunjukkan lencana Petualangan kalian,” ucap seorang pemuda dengan senyum kecil di bibirnya.


Cen Tian dengan santai maju, pemuda tersebut tidak menyadari jika tangan Cen Tian bergerak cepat.

__ADS_1


Bruk..!!


Setelah menepuk pundak pemuda tersebut, Cen Tian langsung berkata. “Aku baru dengar jika Guild Matahari mempunyai penjaga bodoh seperti dirimu. Tapi karena kau hanya ingin melihat lencanaku maka.”


Cen Tian langsung menunjukkan lencana yang bertulis B


“Apa kau puas,” ucap Cen Tian langsung melambaikan tangannya.


Setelah itu ia pergi, namun pemuda tersebut kini memasang wajah jelek.


“Sialan kau bocah, berani sekali kau mempermalukan Tuan muda ini,” ucap pemuda tersebut mengeluarkan auranya.


Di gerbang Guild, terlihat banyak para petualang kini menatap kelompok Bai Han dengan iba karena berani mencari masalah dengan pemuda yang memiliki latar belakang mengerikan.


Cen Tian yang mendengar dirinya di panggil bocah menghentikan langkah kakinya.


Bai Han dan Lang Zai langsung menatap pemuda tersebut dengan tatapan iba. “Nasibmu sangat sial nak,” gumam Lang Zai dalam hati.


“Aku yakin seluruh keluargamu akan miskin dalam beberapa jam lagi,” gumam Bai Han dalam benaknya.


Sret..!!


Setelah membalik badannya, Cen Tian menatap pemuda yang kini menyeringai. “Apa kau, bersujud lalu jilatlah kakiku bocah, jika tidak-”


Duar..!!


Seketika tubuh pemuda tersebut langsung hancur menjadi daging cincang hanya dengan tinju fisik Cen Tian.


“Bocah cecunguk sepertimu berani sekali memanggil paman ini dengan sebutan bocah, ketahuilah batasanmu.” Ucap Cen Tian dengan nada dingin.


Tatapan Cen Tian mengarah ke tiga pemuda yang bersama pemuda Cen Tian bunuh.


“A..Ampuni kami Tuan, kami sama sekali tidak terlibat dengan dia,” ucap salah satu dari mereka.


Ketiganya langsung melarikan diri. Tapi ketiganya tidak sadar jika seluruh harta mereka telah hilang.


Cen Tian kini tersenyum tipis sambil memegang empat kantong penyimpanan. “Ayo kita masuk, selesaikan masalah bocah itu dahulu, karena aku tidak sabar ingin mengambil hartaku yang telah di kelola oleh Perdana Menteri Jeon,” ucap Cen Tian berjalan ke arah Bai Han dan Lang Zai.


Keduanya pun mengangguk lalu masuk ke aula Guild Matahari.

__ADS_1


__ADS_2