Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Pertarungan Skala Besar Part 3


__ADS_3

Duan Du langsung mengangguk dan berteriak. “Woe Babi, jika kau memang manusia, maka buktikan langsung. Jangan seperti hewan liar yang suka meraung tidak jelas.”


Tanpa memikirkan wajah ketiganya, Duan Du, Bai Han dan Tu Long langsung menjauh.


Wuss wuss!!


Tap tap..!!


“Hei,, kenapa kita harus menjauh ya, padahal yang membuat dunia ini hampir hancur kan akibat perbuatan kalian berdua?” Tanya Tu Long kini tersadar.


Duan Du dan Bai Han saling memandang. “Beruntung jika kami, jika itu kau, aku yakin dunia ini hancur,” ucap Duan Du dan Bai Han serempak malah mencoba membalikkan fakta agar mereka tidak di tuduh dan di laporkan kepada Bai An jika yang membuat kekacauan adalah mereka.


Tu Long yang mendengar itu hanya bisa mendengus dan membenarkan ucapan keduanya, karena jika ia, ia tidak akan menahan diri untuk menyerang Fang Mu, tidak seperti Duan Du yang mampu menahan emosinya agar dunia ini tidak hancur.


***


Sementara Fang Ma, Fang Mu dan Ho Ming Chun yang di panggil Babi kini sudah mengeluarkan asap dari wajah mereka.


“Kau benar Komandan Ho Ming Chun, mereka sangat kuat. Tapi kuat dalam hal memprovokasi,” dengus Fang Ma langsung melesat menyusul ketiganya.


Fang Mu tak mau ketinggalan, ia juga ikut mengejar kakaknya. Untuk Ho Ming Chun, ia terdiam sesaat.


“Ada yang tidak beres,” gumam Ho Ming Chun mencari keberadaan Bai An.


“Dimana dia? Apa yang mereka rencanakan sebenarnya?” Sambung Ho Ming Chun dalam hatinya.


Duar..!!


Ledakan yang sangat besar seketika membuat Ho Ming Chun tersadar.


Saat ia melihat asal suara ledakan, Ho Ming Chun memasang wajah jelek.


Dugaannya benar, jika dua orang itu tidak sesederhana yang terlihat.


Dengan cepat Ho Ming Chun menyusul Fang Mu dan Fang Ma.


***


“Hoho,, apakah ini serangan terkuatmu?” Ejek Tu Long melihat sebuah pedang kini menempel di tubuhnya yang telah berubah menjadi sisik.


“Menggores kulit ku saja tidak mampu, tapi kau malah merendahkan kami, jika kami semut, kau apa?” Sambung Tu Long dengan nada mengejek.


“Tentunya dia hanya serangga yang bisanya bersuara di malam hari,” sambung Duan Du muncul dari bayangan Tu Long.


Dengan cepat Duan Du mengayunkan pedang kayu yang bewarna hitam pekat.


Fang Ma yang terus menerus di ejek hanya bisa menggertakkan giginya menahan amarah.


Dengan cepat ia mundur saat melihat serangan tiba-tiba Duan Du.


Namun saat ia akan mundur, sebuah benang energi mencoba menjeratnya, semakin ia mencoba melepaskan diri, semakin kuat benang energi tersebut menjeratnya.


“Sialan Fang Mu, apa yang kau lakukan, cepat serang anak itu,” teriak Fang Ma ke arah adiknya, karena ia sadar jika yang membuat benang energi ini adalah Bai Han.

__ADS_1


Fang Mu yang kini mencoba menyerang Bai Han hanya bisa menggertakkan gigi hingga terdengar oleh Bai Han.


Bai Han yang terus menerus menghindar hanya bisa tersenyum polos layaknya anak yang tidak mengerti apa-apa.


“Paman,, apa yang coba kau lakukan? Mengapa kau menyerang anak kecil, sungguh tidak tahu malu,” ucap Bai Han terus menerus lari.


Walau begitu, ia tidak sadar jika Bai Han sudah menciptakan jutaan benang energi di setiap langkah yang ia lewati, ia juga membuat banyak jebakan agar membuat pergerakan Ho Ming Chun melambat.


Tentunya Duan Du, Tu Long dan Bai Han sudah bekerjasama.


Walau awalnya mereka ingin bermain-main, tapi saat memikirkan datangnya bala bantuan dari dua klan Era Kuno, mereka kini tidak bisa bercanda lagi.


***


Duan Du yang mengeksekusi serangannya langsung berteriak.


“Tarian Pedang Bayangan.”


Serangan Duan Du juga telah di lapisi oleh energi bewarna perak dan 3 Hukum tingkat tinggi yang telah ia kuasai.


Blush..!!


Fang Mu yang melihat itu kini berteriak tidak jelas dan melontarkan berbagai macam ancaman.


Tapi di hadapan Duan Du dan Tu Long, lontaran itu layaknya nyanyian sebelum tidur bagi mereka.


Crash..!!


Wuss..!!


Bam..!!


Bahkan Dunia Awan kini tersisa setengah bagian saja.


Duan Du yang melihat Fang Mu masih hidup karena sempat menguarkan sesuatu langsung menghilang.


Sementara Tu Long langsung melesat ke arah Ho Ming Chun yang sudah menghancurkan benang energi ciptaan Bai Han.


***


Wuss..!!


“Satu hal yang pasti,, jangan pernah meremehkan musuhmu dan Titipkan salamku kepada Fang Mo Zen, jika Fang Duan telah kembali,” ucap Duan Du kini tersenyum menyeringai.


“Tapi aku lupa, namaku kini Bai Duan Du, bukan Fang Duan lagi,” sambung Duan Du mengayunkan pedangnya.


Crash..!!


Bom..!!


Di bawah tatapan terkejut dan di penuhi rasa takut, kini Fang Ma mati dengan tubuh hancur.


Lebih tepatnya, itu hanyalah kloning milik Fang Ma. Hanya Duan Du yang mengetahui teknik milik klan Fang Era Kuno.

__ADS_1


Mereka bisa membagi diri menjadi dua, namun bayarannya cukup mahal, yaitu tingkat kekuatan mereka akan melemah dan harus menggunakan beberapa ribu darah untuk mengembalikan kekuatan asli mereka jika kloning yang mereka kirim mati.


Terlihat jika Fang Ma juga tahu asal usul Duan Du sebenarnya sehingga ia ketakutan saat mendengar nama Fang Duan.


“Hmm..!! Aku yakin identitasku akan menyebar beberapa saat lagi dan mereka pasti menuduh maupun membuat kesalahan kepada keluarga kami,” gumam Duan Du.


“Tapi aku ingin melihat bagaimana cara mereka menuduh kami dan melaporkan kepada Para Pendiri Dimensi ini,” sambung Duan Du tersenyum kecil.


Setelah itu Duan Du menghilang.


Wuss..!!


***


“Hoho,, ayo cepat buat lah cucumu ini puas kakek reot,” kekeh Tu Long kini mengayunkan tangan kirinya.


Wuss..!!


Serangan Tu Long sangatlah cepat hingga muncul di depan Ho Ming Chun yang kini mencoba menyembuhkan luka dalamnya.


“Hukum Angin sialan,,” umpat Ho Ming Chun langsung menghilang.


Crash..!!


Tebasan Tu Long hanya mengenai ruang kosong, walau begitu, tebasan Tu Long langsung menyebar.


Bam..!!


Tubuh Ho Ming Chun langsung keluar dari kegelapan.


Ho Ming Chun memang tidak terluka dari luar, namun organ dalamnya telah di cabik-cabik oleh Hukum Angin milik Tu Long.


“Hoek..!!”


Saat muncul, Ho Ming Chun seketika memuntahkan seteguk darah.


Wuuss!!


“Ada kata-kata terahir,” ucap Tu Long menyeringai kejam.


“Aku rasa tidak ada,” ucap Tu Long lagi saat melihat Ho Ming Chun ingin mengatakan sesuatu.


Tentu Tu Long ingin mempermainkan Ho Ming Chun sebelum kematiannya dan itu sukses besar.


Wajah Ho Ming Chun langsung berubah saat melihat tangan Tu Long hampir mengenai tubuhnya.


“Tunggu!!”


“Jangan bunuh dia, kita butuh info di mana Saudara Hu Liu Chen di tahan,” ucap Duan Du kini muncul sambil membawa tubuh Fang Mu yang telah di penuhi luka.


Di atas punggung Duan Du, Bai Han telah tertidur nyenyak, ia tertidur seolah tidak pernah ikut atau mendengar suara pertarungan.


“Hmm..!! Kita kan bisa mengambil ingatannya,” ucap Tu Long tidak terima.

__ADS_1


“Ingatannya di segel oleh bom waktu, jika kita mencoba mencari ingatannya, maka tubuhnya akan langsung meledak.”


“Jadi satu-satunya cara adalah membuat ia bicara,” ucap Duan Du tersenyum kecil.


__ADS_2