
“Aku tak menduga jika Inti Dimensi ini akan sangat mudah di temukan.”
Bai An tentu tak menyangka jika Inti Dimensi Demon Monster berada di tengah-tengah Alam Semesta. Tidak seperti Inti Dimensi milik klan Bai yang sulit di temukan dan hanya orang terpilih saja yang bisa menemukannya.
Pixiu dan Duan Du yang mendengarnya seketika membelalakkan mata sambil memasang wajah cerah.
“Hehe,, pasti disana sangat padat akan energi, jika begitu,” Duan Du langsung membayangkan kekuatannya akan meningkat lagi.
Berbeda dengan Pixiu, ia tak pernah menduga jika tempat yang selama ini ia datangi berkali-kali adalah Inti Dimensi.
Tak lama Bai An, Duan Du serta Pixiu langsung memasuki Inti Dimensi yang terlihat mirip seperti bumi, namun di sini sama sekali tidak ada kehidupan.
Tak lupa sebelum masuk, Bai An menyuruh Duan Du menghubungi Macan dan Gagak Merah untuk menunggu di luar sambil menjaga tempat ini dari luar agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Saat Bai An manampakkan kakinya di tanah, ia langsung mengeluarkan semua penghuni Dunia Jiwa yang jumlahnya sangat banyak.
Mungkin jumlah semua penghuni jiwa yang Bai An anggap keluarga sudah melebihi jutaan.
Saat mereka semua di keluarkan, mereka awalnya bingung, namun saat melihat Bai An perlahan terbang, pandangan semua orang mengarah ke arah Bai An.
“Baiklah langsung saja, ini adalah tempat tinggal kalian untuk sementara, kalian tingkatkanlah kekuatan kalian secepat yang kalian bisa, dengan kepadatan energi yang ada di sini, maka memungkinkan tingkatan terendah kalian rata-rata berada di Dewa Raja Semesta atau Dewa Master Semesta,” ucap Bai An kepada para prajurit pembantai.
“Hmm..!! Buatlah pemukiman di sini, aku rasa tempat ini cocok untuk kita menetap,” sambung Xie'er memamerkan giginya.
Bai Xia Xie muncul di samping ayahnya lalu memeluknya dengan erat.
Tingkah anak-anak Xie'er ini tidak ada yang berani menegur atau memprotesnya, karena semua orang tahu jika Xie'er memasang wajah cemberut, maka mereka pasti akan di hajar habis-habisan.
Setelah semua orang setuju, kini Bai An bersama para saudara, keluarga yang selalu bersamanya dari awal kini berkumpul.
Banyak dari saudara Bai An kini kagum dengan peningkatan Pixiu, saat ini Long Yuan, Lang Zai, Xiong Zai, dan yang lainnya mengagumi sosok Pixiu.
Pixiu berjuang seorang diri tanpa bantuan dari orang lain, tidak seperti mereka yang selalu bahu membahu.
__ADS_1
Dan kini mereka bertekad akan menjadi lebih kuat lagi dari Pixiu.
Pixiu yang merasa di kagumi tentu saja tersenyum bahagia, tidak ada jejak kesombongan dari raut wajahnya, dengan pelan ia memberitahu perjalanannya saat satu persatu dari mereka bertanya.
Terlebih Cen Tian, Jiu Long dan Bao Tang, ketiganya tidak pernah berhenti bertanya kepada Pixiu. Hal itu membuat semua orang menggelengkan kepalanya.
Tidak jauh dari mereka, Duan Du hanya memasang wajah cemberut karena merasa di abaikan.
Tapi dalam hatinya ia merasakan kebahagian, ia tidak pernah berkumpul bersama keluarganya selengkap ini.
***
Sementara Bai An yang selalu di tempel oleh Xie'er kini tersenyum menatap ke arah ibu dan ayahnya yang sebenarnya.
Walau di kehidupannya saat ini ia sadar jika mereka berdua bukan ayah dan ibu dari masa lalunya, ia tetap bahagia karena tetap saja mereka adalah ibu dan ayah kandungnya.
“Kau sudah dewasa An'er dan kau juga sudah memiliki kekuatan untuk menjaga putra, putri, istri serta keluargamu. Jadi apa yang akan kau lakukan saat ini?” Tanya Ling Mei dengan nada lembut.
“Tentu saja... Mmm mmm,” mulut Xie'er langsung di sumpal oleh tangan Bai An.
Bai An hanya tersenyum kecil ke arah ibunya, saat ini ia masih belum berniat memberitahunya tujuannya yang sebenarnya, ia takut ibunya melarangnya.
Mata Ling Mei seketika memicing. “Apa yang ingin kau ambil An'er? Apakah kau ingin mengambil istri lagi?” Tanya Ling Mei dengan nada curiga.
Mu Xia'er dan Chu Jia yang ada di samping Ling Mei seketika menutup mulut mereka saat mendengar pertanyaan ibu mertua mereka. Walau mereka tahu tujuan Bai An, tidak ada di antara mereka yang berniat memberitahukannya kepada Ling Mei dan Bai Chen.
Bai An yang mendengar hanya tersenyum masam. Sementara Xie'er yang mendengar memasang wajah cemberut.
“Jika ayah mencari ibu baru lagi, Xie'er lah yang akan mematahkan kaki ayah,” ucap Xie'er dengan suara lucu.
Hal itu membuat gelak tawa bagi para wanita yang mendengarkan.
Jia Li Ling yang saat ini bersama Duan Du pun ikut tertawa, tapi tatapannya sangat tajam ke arah suaminya.
Duan Du yang sadar akan hal tersebut hanya memandang ke arah berbeda, ia tidak berani menatap wajah istrinya ini, menurutnya insting seorang istri sangatlah liar, jika tatapan mata mereka bertemu. Maka semua yang tidak-tidak pasti akan di jadikan pertanyaan dan tuduhan.
***
__ADS_1
Satu tahun Bai An berada di Inti Dimensi Demon Monster.
Saat ini semua orang sedang merayakan kebahagian, karena Jia Li Ling baru saja melahirkan seorang putra yang mirip dengan Duan Du.
“Selamat Du'er kau saat ini telah resmi menjadi ayah,” ucap Bai An langsung memeluk adiknya.
Satu persatu semua laki-laki memberikan selamat kepada Duan Du.
Sama halnya dengan Jia Li Ling, ia di berikan ucapan selamat kepada para wanita.
Waktu terus berlalu, tak sampai genap dua bulan.
Hingga tiba saatnya Bai An akan melanjutkan perjalanannya, ia merasakan bahaya jika terus tinggal di sini.
Firasatnya mengatakan ada beberapa dari musuhnya di masa lalu melakukan pergerakan.
“Hmm..!! Apakah ada yang menyebar tentang diriku dan Du'er?” Gumam Bai An dalam hati.
Satu hal yang Bai An tidak sadari, ia belum memastikan kematian semua bawahan Te Mo. Karena satu dari Jendral Dimensi Demon Monster berhasil melarikan diri. Ia juga yang menyebar tentang Duan Du yang memiliki bayangan yang sangat besar.
Jadi salah satu dari Patriak klan besar yang selalu hati-hati mencoba memastikan itu hanyalah isu atau benar.
Patriak tersebut adalah salah satu yang mengetahui jika Penguasa Bayangan akan terlahir kembali, karena ia ikut serta dalam membunuhnya di masa lalu.
***
“Kalian semua pastikan dan cari keberadaan orang ini, mungkin orang ini sedikit lebih dewasa di masa lalu. Tapi aku yakin ia akan mirip dengannya yang saat ini,” ucap suara dengan nada berat.
Dua orang yang sedang berlutut mengangguk patuh sambil menerima sebuah lesatan cahaya yang mengarah ke kening mereka.
Wuss..!!
Setelah tahu siapa yang mereka cari, tanpa terasa tubuh mereka seketika mengeluarkan keringat dingin.
Orang yang duduk di kursi megah melihat ketakutan mereka langsung berkata.
“Kau tenang saja, ia bukan lagi orang yang dulu, yang dulu telah mati dan saat ini ia terlahir kembali.”
__ADS_1
“Jadi..??”