Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Perubahan Rencana dan Mulai Menyerang


__ADS_3

Setelah mengawasi 1 jam lagi, mereka pun langsung pergi ke arah utara, yaitu Alam Celestial Yuun.


Dret..!!


Wuss..!!


Wuss..!!


***


“Mereka sudah pergi,” ucap Xiu Hou sambil melirik Bai Han.


“Belum.” Sambung Bai Han terdengar dengan nada dingin.


Pandangan Bai Han pun mengarah ke sosok gumpalan awan hitam yang berjarak cukup jauh dari tempat mereka.


Melihat kemana arah Bai Han melirik, Xiu Hou, Du Ling, Meng Yusan, serta Bo Wuhan pun langsung melirik ke arah yang sama.


“I..Itu,” gumam Du Ling dan Meng Yusan serempak.


“Salah bergerak, maka mereka semua akan langsung bergerak menyerang kita,” ucap Bai Han.


Xiu Hou pun langsung mengangguk membenarkan, karena ia juga merasakan hal yang sama dengan Bai Han saat ini.


Tepat di balik awan gelap, sekumpulan sosok bertopeng putih anggota menara asli terlihat bersembunyi dan menunggu perintah untuk bergerak.


Kekuatan rata-rata sosok topeng putih ada di tingkat Kaisar Dewa Abadi ⭐ 1 Awal hingga ⭐ 2 Awal.


Dan jika mereka semua bergabung, maka mereka bisa mengalahkan Kaisar Dewa Abadi ⭐ 7 Puncak.


Sementara 2 sosok berjubah hitam yang menemui kelompok Bai Han tadi adalah sosok topeng Ungu, kekuatan asli mereka ada di tingkat Kaisar Dewa ⭐ 8 Puncak.


Jika mereka berdua bergabung, maka mereka bisa mengalah Kaisar Dewa ⭐ 9 Puncak, bahkan mampu mengalahkan Kaisar Dewa Surgawi ⭐ 1 Awal.


Tidak hanya mereka saja, saat ini Bai Han merasakan adanya juga sosok yang memiliki kekuatan setara dengan dua sosok berjubah hitam yang mendatanginya. Mereka saat ini bersembunyi di suatu tempat, itulah yang Bai Han yakini.


Bai Han bisa merasakan musuh bersembunyi karena Spirit tanpa batasnya. Bahkan Xiu Hou pun tidak mampu merasakannya, walau kekuatannya jauh di atas Bai Han.


...


“Tetap hati-hati, jangan sampai mereka curiga, kita tidak akan mampu melindungi para mantan tahanan jika mereka bergerak menyerang,” ucap Bai Han melalui telepati.


Semuanya pun langsung kembali menyarankan peran mereka, hingga 2 hari berlalu.


Saat ini para mantan tahanan sudah terlihat kelelahan karena tidak mampu menahan aura kematian yang kelompok Bai Han keluarkan.


Dan dalam 2 hari itu, Bai Han terlihat berpikir keras bagaimana cara mengelabui organisasi menara yang asli saat ini.


“Sial, jika begini, maka mereka semua akan mati,” gumam Bai Han mengumpat dalam hati.


“Apa ini yang mereka inginkan, jika benar, maka lebih baik kami yang menyerang lebih dulu,” gumam Bai Han saat ini mulai berpikir bergerak lebih dulu.


Bai Han saat ini tidak menyangka jika orang-orang menara yang asli sangat sulit di hadapi, selain sangat berhati-hati, Bai Han juga sadar jika mereka semua sangat kuat. Sangat jauh berbeda dengan para bonekanya.


Tap tap..!!

__ADS_1


“Paman,” sebelum Bai Han menyelesaikan ucapannya. Xiu Hou langsung mengangguk, terlihat jika Xiu Hou seolah berpikir hal yang sama dengan Bai Han.


”Jika begitu, bersiaplah,” ucap Bai Han.


“Tunggu aba-abaku,” sambung Bai Han langsung memejamkan matanya.


Wung..!!


Tak lama, jiwa Bai Han yang telah bergabung dengan spirit tanpa batasnya pun langsung keluar dari tubuh Bai Han.


Wuss..!!


Tanpa ada yang menyadarinya, jiwa Bai Han pun langsung melesat ke arah gumpalan awan hitam.


Tap tap..!!


Tidak sampai beberapa detik, setelah melihat jumlah musuh dan siapa saja yang paling berbahaya, jiwa Bai Han pun langsung melesat ke berbagai tempat.


“Ketemu,” gumam Bai Han kini melirik ke arah 8 sosok topeng ungu, termasuk dua orang yang telah mendatanginya.


“Sial, ternyata mereka sudah curiga dari awal.” Gumam Bai Han dalam hati.


Wuss..!!


Tap tap..


Blush..!!


Bai Han yang kembali ke tubuhnya pun langsung membuka matanya.


“Paman Du Ling, kau amankan area terdekat dari Alam Celestial Yuun, jangan biarkan musuh kembali, jika ada yang mencoba mendekati Alam Celestial Yuun, maka jangan ragu untuk menghancurkannya. Apa paman paham?” Tanya Bai Han terdengar serius.


“Lalu paman Xiu Hou, berusahalah menahan para topeng ungu yang bersembunyi di sana, jangan biarkan mereka mendekat ke tempat gumpalan awan hitam.” Ucap Bai Han melirik Xiu Hou.


“Hem..!! Berapa jumlah mereka?” Tanya Xiu Hou mencoba memastikan.


”8 orang, tapi aku ingin paman menahan diri, walau paman mampu membunuh mereka semua, tapi aku yakin energi yang di butuhkan pasti tidak sedikit. Jadi tahanlah sampai aku dan paman Bo Wuhan selesai membunuh musuh yang ada di balik gumpalan awan tersebut.” Jawab Bai Han dan langsung terdiam.


“Aku takut jika paman mengerahkan sebagian energi paman, maka ada musuh kuat datang yang memiliki kekuatan setara atau bahkan lebih tinggi dari paman. Jika itu benar-benar terjadi, kita semua pasti akan langsung mati.” Sambung Bai Han dengan nada serius.


Xiu Hou pun langsung mengangguk setuju, ia tentu tidak ingin egois saat ini, karena saat-saat seperti ini, jumlah energilah yang paling di butuhkan.


“Baiklah, lalu untuk Yusan, berarti ia tinggal di sini untuk menjaga kapal?” Ucap Xiu Hou.


Bai Han pun mengangguk membenarkan.


Meng Yusan yang melihat itu langsung setuju.


...


Tap tap..!!


Tidak sampai 5 menit, kini Bai Han dan Bo Wuhan yang mempersiapkan diri, saling melirik.


Dret..!!

__ADS_1


Wuss..!!


Wuss..!!


Setelah Bai Han memberikan isyarat, semua orang pun langsung melesat ke arah berbeda-beda.


...


Dret..!!


Bai Han dan Bo Wuhan yang melesat ke arah gumpalan awan hitam, terlihat kini mengayunkan senjata mereka masing-masing.


Wung..!!


Slash slash..!!


Terdengar suara dengungan keras saat Bai Han mengayunkan pedang kayunya yang telah ia alirkan energi di sekelilingnya.


Sementara Bo Wuhan yang melihat Bai Han menyerang lebih dulu, kini dengan cepat mengayunkan kapaknya sambil menyeringai lebar.


Wuss..!!


Seketika kapak Bo Wuhan langsung melesat ke arah gumpalan awan hitam.


...


“Sialan,” terdengar suara teriakan dari para topeng putih yang ada di balik awan hitam saat mereka merasakan adanya serang.


Wung..!!


Duar..!!


Bom bom bom bom..!!


Ledakan besar pun langsung tercipta saat serangan Bai Han dan Bo Wuhan mencapai target.


Bersamaan dengan itu, ke 8 sosok topeng ungu yang mendengar itu langsung melirik ke arah asal suara ledakan serta ingin bergerak kesana.


“Sudah ku duga jika itu mereka, ayo, lumpuhkan mereka semua,” teriak salah satu topeng ungu.


Wuss wuss..!!


Bom..!!


“Mau kemana kalian?” Ucap Xiu Hou langsung mendorong mundur ke 8 topeng ungu.


”I..Ini,” ke 8 topeng ungu seketika membelalakkan mata mereka saat mampu di dorong mundur oleh satu orang saja.


“Dia berbahaya, hati-hati,” teriak salah satu dari 8 topeng ungu.


“Heng,, tanpa kau beritahu pun, aku sudah tahu,” balas salah satu rekannya terdengar kesal, karena di anggap bodoh.


“Jangan bertengkar di saat seperti ini, lebih baik kita serang dia bersama-sama,” sambung topeng ungu yang mengenakan jubah emas.


Mereka ber 8 pun langsung menyebar dan berniat menyerang Xiu Hou menggunakan serangan formasi.

__ADS_1


Dret..!!


Wuss.. Wuss..!!


__ADS_2