
“Uhh,, cucu nenek sangat imut saat cemberut,” bukannya menyesal melihat wajah Bai Han cemberut, ia malah semakin jadi sehingga mencubit Bai Han.
Seketika semua orang tersenyum bahagia bercampur lucu saat melihat Bai Han di perlakukan layaknya bayi.
“Nenek,, Han'er sudah besar, jangan seperti ini, coba lihat semua orang kini menertawakan tingkah nenek,” ucap Bai Han cemberut.
Namun ucapan Bai Han ini membuat orang-orang yang tersenyum bergidik ngeri.
Benar saja, tatapan ganas kini Mu Gia perlihatkan, auranya seketika meledak.
“Siapa? Siapa yang berani menertawakan cucu nenek hah.” Suara Mu Gia menggema sambil melihat semua orang satu persatu.
Mereka yang di pandang tentu saja tidak berani bertatap muka secara langsung dengan Mu Gia.
Mereka sadar saat wanita yang lemah lembut marah, dia akan lebih ganas dari wanita bar-bar sekalipun.
Melihat semuanya diam, Mu Gia kini menatap cucunya dengan tatapan berbeda, ia terlihat berubah 180%
Diam-diam Bai Han tersenyum tipis melihat kejadian di depan matanya barusan, kini tatapanya mengarah ke Tu Long dan Duan Du.
Merasakan firasat buruk, dengan cepat keduanya pergi entah kemana.
Hal tersebut membuat Bai Han tertawa dalam hatinya.
“Han'er kenapa kau senyam senyum sendiri?” Tanya Mu Gia.
“Jangan-jangan kau bahagia nenek peluk ya, sini nenek peluk lagi,” Mu Gia langsung menerjang ke arah Bai Han.
Bai Han seketika memasang wajah jelek, dengan cepat ia menghindari tangan neneknya yang ingin meraih tubuhnya.
“Nenek, Han'er akan lebih bahagia jika nenek tersenyum dan Han'er juga bahagia melihat nenek saat ini,” berbagai cara Bai Han ucapkan agar neneknya berhenti memeluknya.
Tapi semakin Bai Han mengelak dan membuat alasan, semakin jadi Mu Gia mengejar Bai Han.
Hal itu membuat Bai Han merutuki sifat aneh neneknya itu.
Sementara Duan Du dan Tu Long kini tertawa terbahak-bahak di kejauhan saat melihat Bai Han di kejar-kejar oleh Mu Gia.
Berbeda dengan Bai An, ia hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia kini tersenyum bahagia melihat suasana kini lebih hidup lagi, ia yakin dengan adanya Mu Gia nanti di dalam dunia jiwanya, maka istri dan putra putrinya tidak akan kesepian lagi.
“Hmm..!! Ibu hentikan dulu, ada yang An'er ingin beritahu.”
Mu Gia langsung menghentikan langkahnya, ia menatap ke arah Bai An dengan pandangan penuh tanya.
“Ada apa An'er?” Tanya Mu Gia kini melangkah ke tempat Bai An.
__ADS_1
“Hmm..!! Apakah ibu ingin melihat kedua cucu ibu juga?” Bai An tersenyum tipis saat mengatakan itu.
Mata Mu Gia sedikit melebar mendengarnya.
“Kuat sekali kau membuat anak An'er,” ucap Mu Gia dengan blak-blakan.
Bai An seketika cemberut mendengar ibu mertuanya ini tidak bisa menutup mulut dalam hal intim.
“Iya ibu, terlebih Xai'er juga pasti akan merindukan ibu,” ucap Bai An mengalihkan pembicaraan ke arah putrinya.
Mu Gia tertegun, tak lama ia mengeluarkan air matanya saat mendengar nama putrinya.
Bai An langsung melambaikan tangannya dengan santai.
Crash..!!
Sebuah robekan terdengar, kini lubang hitam muncul di depan Mu Gia.
“Kalian masuklah, bersama Paman Ling Dong juga aku ingin kalian di latih oleh paman Ling Dong agar bisa semakin mengasah kemampuan kalian,” ucap Bai An mengarah ke 3 anak angkat Tu Long.
Ling Dong mengangguk santai, ia kini menatap teman-temannya yang ikut tertangkap dulu oleh Bai Long.
Teman-teman Ling Dong mengangguk santai.
“Mungkin sudah saatnya kami pergi memburu para iblis untuk meningkatkan kekuatan dan pada saatnya tiba, kami akan membantu keponakanmu untuk melawan pendiri dimensi ini,” ucap salah satu dari mereka.
Setelah semuanya pergi, Ling Dong melesat masuk menyusul Mu Gia dan tiga putra angkat Tu Long.
Wuss..!!
Tak menunggu lama, Bai An kini menatap semua orang.
“Baiklah, aku tak ingin berbasa basi lagi, aku ingin kalian semua juga meningkatkan kekuatan kalian dengan cara memburu iblis merah.”
“Iblis merah ini memiliki kekuatan yang paling rendah Kaisar Immortal, jadi ini kesempatan besar untuk meningkatkan kemampuan, tingkat kultivasi, maupun mengasah kemampuan.”
“Tentunya aku tidak akan memaksa orang yang tidak ingin, jadi tentukan pilihan kalian,” ucap Bai An panjang lebar.
“Kami mau.”
Seketika semua orang dengan semangat menginginkan memburu iblis merah, siapa juga yang menolak kesempatan ingin kuat, walau tidak mudah menjadi kuat, mereka tahu tidak ada jalan yang mudah dan mereka telah mengalaminya beberapa bulan lalu.
Bai An tersenyum melihat semangat mereka, terutama kakaknya dan saudaranya.
“Jika begitu kalian akan di bagi menjadi dua regu,” Bai An seketika membagi mereka, setelah itu memberi mereka bekal bersamaan dengan kelemahan iblis merah.
__ADS_1
Satu jam telah berlalu.
Wuss..!!
Wuss..!!
Saat ini Bai An, Bai Han, Duan Du dan Tu Long kembali melanjutkan perjalanan mereka setelah mengirim kelompok Cen Tian bersama Bao Tang ke tempat tertentu dan mengirim Lang Zai bersama Fu Jian ke arah tempat yang berlawanan.
Tap tap..!!
“Itu pintu masuknya kak,” tunjuk Duan Du mengarah ke sebuah gunung yang paling tinggi.
Saat ini mereka masih melayang di udara dan belum menuruni dunia yang bernama Bumi.
Pandangan Bai An mengarah ke gunung yang di tutupi oleh salju, setelah itu ia melihat banyak manusia fana berlalu lalang, tidak ada kultivator di dunia ini saat Bai An mengeceknya menggunakan kesadarannya.
Melihat dunia yang tenang tanpa adanya pertarungan maupun pembunuhan, Bai Am merasa hatinya ikut tenang.
“Baiklah, kita jalan-jalan lebih dulu dan hilangkan aura kalian ini agar kita di anggap manusia biasa,” ajak Bai An.
Duan Du, Tu Long dan Bai Han mengangguk semangat mendengar itu, karena dari awal mereka juga ingin melihat-lihat sambil memikirkan pikiran mereka masing-masing.
“Ini sangat unik ayah, coba lihat baju mereka dan juga apa yang mereka pakai, tanpa menaruh kaki di tanah dan tanpa energi, mereka sudah bisa terbang sendirinya,” tunjuk Bai Han melihat wanita menggunakan pakaian terbuka, Bai Han juga menunjuk orang mengendarai motor dan mobil.
Wungg..!!
Tiba-tiba sebuah kapal terbang melintas di atas mereka.
“Woah..!! Burung di sini cukup unik, sepertinya aku ingin memelihara burung seperti ini,” teriak Bai Han dengan suara bahagia.
Tingkah Bai Han ini membuat orang-orang yang berjalan di sekeliling tertawa terbahak-bahak.
Mereka mengira jika Bai Han ini adalah orang gila yang terlalu banyak menghayal menyebabkan ia seperti ini.
Bai An hanya diam saja, sementara Duan Du dan Tu Long langsung mengintimidasi orang-orang yang menertawai Bai Han.
Mencoba menakuti mereka, orang-orang ini semakin lucu saat melihat tatapan melotot Duan Du dan Tu Long.
“Hahaha,, lihatlah mereka sekuarga menjadi idiot,” teriak salah satu wanita muda sambil menunjuk kelompok Bai An.
Tawa kembali meledak saat mendengar ejekan wanita muda tersebut.
“Benar,, sayang sekali mereka tampan tapi sudah gila.” Seorang pria tua merasa prihatin terhadap kelompok Bai An.
***
__ADS_1
Jum'at berkah jadi 1 bonus chapter untuk kalian 🙏🙏