
Duan Du kesal karena saat ini tidak bisa menggunakan Hukum Bayangannya untuk muncul di bayangan musuh.
Entah mengapa ia juga merasa familiar dengan musuhnya ini, ia merasa pernah melawan musuh yang seperti ini di masa lalu, tapi musuh yang jauh lebih kuat.
Wuss..!!
Sebuah cahaya melesat dengan kecepatan mengerikan melesat ke arah dua orang bertudung putih.
Bom..!!
Kedua orang bertudung putih itu langsung meledak menjadi kabut darah.
Srek srek..!!
Tapi tak lama tubuh mereka kembali seperti semula dalam waktu hitungan detik.
“Mundur, ada musuh yang tahu cara membunuh kita,” ucap salah satu orang bertudung putih kepada temannya.
Mereka berdua langsung menghilang.
Duan Du kini memasang wajah jelek, baru kali ini ia merasa seperti semut di depan musuhnya.
Walau tingkat kultivasinya sangat lemah, ia pasti bisa membunuh salah satu dari keduanya dengan bantuan Gou Long. Tapi saat ini kedua melarikan diri tanpa terluka sedikitpun.
“Sialan, aku akan membunuh kalian bagaimanapun caranya di saat kita bertemu lagi,” teriak Duan Du sekuat tenaga.
...
Bom bom bom..!!
Di tempat yang tidak terlalu jauh dari lokasi Duan Du dan Gou Long.
Saat ini Tu Long menyeringi kejam saat musuh-musuh terkuatnya tidak mati dengan satu kali serangan.
“Haha,, aku tak tahu apa yang kalian gunakan untuk hidup lagi, tapi aku menyukainya, aku bisa menyiksa kalian dengan jutaan kali kematian,” kekeh Tu Long.
Wung..!!
Tubuh Tu Long berdengung keras, tak lama tubuh Tu Long mengecil. Tapi tidak mengecil kedalam bentuk manusia, ia masih dalam wujud Ras Half Giant Dragon.
Para patriak maupun jendral kini memasang wajah jelek saat mendengar ucapan Tu Long yang seperti maniak petarung.
Bukannya takut musuh bisa hidup lagi atau berkurangannya semangat bertarung akibat mereka tidak bisa mati. Tapi Raja baru Ras Half Giant Dragon ini malah semakin bahagia.
“Sialan, aku telah menggunakan banyak darah orang itu, dan kini tersisa hanya beberapa tetes saja,” ucap salah satu patriak sekte besar wilayah tengah.
“Lebih sial lagi makhluk ini, kita saat ini melawan makhluk yang kurang waras, aku yakin otaknya ini berkelainan dengan Rasnya,” balas salah satu kultivator bebas.
Mereka kini saling melirik satu sama lain, jumlah mereka memang banyak, sekitar 30-an tapi jika terus seperti ini maka tubuh mereka akan mengering akibat kekurangan banyak darah.
Inti darah mereka saat ini terus di serap sebagai tumbal oleh darah yang mereka gunakan. Ini adalah salah satu perjanjian dari yang mereka terima.
Mereka semua memang tidak di gigit oleh kedua orang tersebut. Hanya Ge Yuxeng saja yang di gigit sehingga memiliki kekuatan jauh lebih besar dari mereka.
“Aku tak ingin kehilangan akal jika terus memaksa menggunakan darahku, jalan satu-satunya adalah memanggil kedua orang itu serta Ge Yuxeng,” ucap salah satu jendral wilayah tengah melirik ke tempat Ge Yuxeng berada.
__ADS_1
Tapi apa yang ia lihat kini hanya kehancuran serta tidak ada seseorang pun berada di sana.
Wuss..!!
Sebuah bilah cakar langsung melesat ke orang yang melihat belakang.
“Sial,” gumam orang tersebut merasakan bahaya.
Bom..!!
Dengan cepat ia menggunakan darahnya lagi sebagai tumbal agar ia bisa hidup kembali.
Srek..!!
Baru saja ia hidup, serangan susulan datang lagi, bukan hanya satu melainkan banyak.
Bom bom bom..!!
“Hahaha ayo buat gairah bertarungku kembali bangkit, saat ini otot-ototku telah mulai melemas dan tidak kaku lagi. Jadi saatnya bersenang-senang,” teriak Tu Long.
“Heng, bukan hanya kau saja yang bisa menuerang,” dengus salah satu musuh Tu Long kini muncul dari belakang.
“Mati,” teriak musuh Tu Long mengalirkan senjatanya serta di selimuti oleh darahnya agar orang ini terinfeksi.
Trank..!!
Bukannya terluka, Tu Long merasa geli lalu membalik badannya.
Tubuh Tu Long yang telah berubah kecil setinggi 3 meter ini adalah bentuk sempurna dari Ras Half Giant Dragon sesungguhnya. Saat Ras Half Giant Dragon bisa membentuk ke tubuh ini. Maka kekuatan tubuh mereka hampir menyamai keabadian bagi musuh yang memiliki tingkat kultivasi setara dengannya.
Dengan seringai lebar tangan Tu Long mencengkram leher musuhnya hingga putus.
Tapi tubuh musuhnya utuh kembali ke bentuk semula.
“Hmm..!! Setelah melawan kalian cukup lama akhirnya aku mengerti bagaimana cara membunuh kalian secara instan,” ucap Tu Long memamerkan giginya.
“Tapi karena aku ingin kalian menderita, maka aku dengan senang hati membunuh kalian sampai kalian benar-benar mati,” sambung Tu Long.
Tu Long mengetahui fakta saat pertama kali ia membunuh salah satu dari mereka di awal pertarungan, wajah mereka sedikit pucat saat hidup selama beberapa detik di sertai sedikit menggertakan gigi.
Apa yang ia lihat waktu itu jika musuhnya ini sangat menderita, tapi mereka tidak mau memperlihatkannya di depan dirinya.
Wuss..!!
Crash Bom..!!
Tiga dari mereka langsung mati tanpa perlawanan.
Satu hal lagi fakta yang Tu Long sadari, walau kekuatan musuh setara dan ada yang lebih kuat dari mereka, Tu Long merasa kekuatan mereka ini seperti pinjaman, karena begitu rentan. Seperti kayu yang terlihat kokoh, saat di bakar maka akan langsung hangus.
Wuss..!!
Saat Tu Long ingin mengayunkan tangan kirinya, 3 orang muncul di belakangnya.
Bom..!!
__ADS_1
Tu Long terlempar ke bawah hingga menciptakan kawah lumayan besar. Walau begitu ia tidak memiliki sedikit pun luka.
“Sialan makhluk apa sebenarnya dia ini?” Ucap salah satu dari mereka dengan pandangan tak percaya.
“Pantas saja Raja Gou Long langsung di lengser olehnya, bukan hanya tingkat kultivasinya yang jauh lebih tinggi, kekuatan bertarung serta tubuhnya jauh lebih mengerikan,” sambung satunya lagi dengan tubuh bergidik ngeri.
Wuss..!!
“Hmm..!! Serangan kalian lumayan ju-”
Bom bom..!!
Dari berbagai arah seketika mendatangi Tu Long.
Tu Long yang menerima serangan tanpa perlawanan kini memasang wajah jelek.
“Aku belum selesai bica-”
Wuss..!!
“Mati kau dasar monster menjijikan,” teriak pria muda dengan kepala buaya.
Bom..!!
Kepala Tu Long yang terkena sebuah palu langsung ke samping sedikit.
Tak lama wajah Tu Long sedikit gelap. “Rupanya kalian menginginkan kematian lebih cepat,” ucap Tu Long.
Blush..!!
Hukum Api seketika muncul dari tubuh Tu Long. Dari kecil hingga menyebabkan panas yang membuat mereka semua mundur drngan tubuh merinding.
“Sial, apa dia tahu kelemahan kita,” ucap pria berkepala buaya kini berkeringat dingin.
Wuss..!!
“Kau yang pertama,” ucap Tu Long dengan nada menyeramkan ke arah musuh yang memukul kepalanya tadi.
Wuss..!!
Crash..!!
Bom..!!
kecepatan Tu Long saat ini jauh lebih mengerikan dari yang tadi. Hal ini membuat pria berkepala buaya langsung musnah tanpa bisa hidup kembali.
Musuh yang tersisa kini bergetar ketakutan.
“Lari, ia tahu kelemahan kita adalah api yang sangat panas,” teriak salah satu dari mereka.
Tapi saat ia akan melesat, tubuhnya langsung meleleh seketika.
Tu Long hanya mendekati sambil menusuk jantung serta dantiannya.
“Berikutnya adalah kalian,” ucap Tu Long menatap musuhnya dengan dingin satu persatu.
__ADS_1