Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Menerima Tantangan dari Duan Du


__ADS_3

Wajah Tu Long kini terlihat sangat jelek, ia cemberut sambil meregangkan ototnya, seolah ingin menghajar seseorang.


Melihat Tu Long telah terpancing, Duan Du kini tersenyum lebar.


“Heng..!! Taruhan apa yang kau inginkan hah?” Tu Long langsung bertanya di sertai terdengar suara dengusan.


“Gampang,, jika paman Tu Long bisa menahan satu pukulan ku, maka aku akui paman memang kuat dan julukan Paman Tu Long Sang Monster Pembantai Gila itu memang benar,” ucap Duan Du kini tersenyum lebar.


“Heh,, siapa takut, ayo keluarkan semua kekuatanmu, walau kau menyembunyikannya sekalipun.”


“Aku Tu Long Sang Monster Pembantai tidak pernah takut dan bukanlah seorang pengecut yang suka omong kosong,” ucap Tu Long dengan nada sombong.


Tu Long juga menepuk dadanya dengan bangga.


Tu Long memang memiliki kekuatan tubuh yang luar biasa kuat, tapi ia tidak pernah serius bertarung saat menggunakan tubuhnya dalam menahan serangan musuh. Karena ia lebih senang langsung menyerang dan membunuh musuh dari pada menunggu dirinya di pukul lebih dulu.


Walau Tu Long memiliki tingkat kultivasi Dewa Raja Semesta ⭐ 1 Awal. Untuk kekuatan tubuhnya atau fisiknya setara dengan Dewa Raja Semesta ⭐ 4 Puncak.


Tapi Duan Du tahu jika Tu Long tidak sesederhana yang terlihat.


Jika Duan Du melihat mata Tu Long lebih lama, maka ia akan melihat kegelapan tanpa batas.


Duan Du tentu pernah membuktikan dugaannya itu dan ternyata benar.


Bai An juga pernah melihat mata dan menelusuri Tu Long lebih dalam, ia hanya melihat jurang kegelapan tanpa ujung.


“Hmm..!! Bagaimana Bai Tan, coba beritahu kakak, aku minta izin untuk membuka segel ini setidaknya 50% saja,” ucap Duan Du melalui telepati.


Walau Duan Du terlihat bicara sendiri, Duan Du yakin jika Bai Tan mendengar ucapannya.


***


Bai An yang masih berada di Dunia Energi kini mendengar apa yang Duan Du katakan.


Karena Bai Tan hanya meneruskan apa yang Duan Du ucapkan.


“Hmm..!! Sambungkan ke Du'er, aku ingin bicara dengannya,” ucap Bai An melirik ke arah Bai Tan yang kini kerjanya hanya tidur.


Bai Tan hanya mengangguk santai.


Tanpa basa basi Bai An langsung bicara.


“Jangan bercanda bocah, jika kau membuka segel kekuatanmu sebanyak 50% maka kau bisa membunuh Tu Long,” ucap Bai An melalui telepati.


Nada suara Bai An terdengar marah selama beberapa saat, setelah itu ia mencoba tenang.

__ADS_1


“Aku memang menyuruhmu untuk membuka wajah asli Tu Long, tapi jangan terlalu berlebihan, karena aku yakin Tu Long juga punya masalah pribadi yang tidak harus ia ungkapkan kepada kita. Walau begitu, ia pasti akan membuka identitas dirinya suatu saat nanti.”


***


Di Kapal Langit.


Duan Du yang mendengar suara kakaknya yang kini marah-marah langsung tersenyum kecut.


“Heng,, tadi kau yang menyuruhku, tapi kenapa malah kau marah-marah,” gumam Duan Du memasang wajah cemberut.


“Kak,, aku yakin ia tidak akan mati, tapi setidaknya ia hanya terluka saja, ayolah aku juga ingin melihat apakah Tu Long ini masih tetap menyembunyikan identitasnya setelah aku pukul,” ucap Duan Du kini terdengar merengek melalui telepati.


***


Bai An kini terdiam, ia melirik ke arah Bai Tan yang langsung mengangkat bahunya.


“Apa yang di ucapkan bocah itu benar, tapi aku menyerahkan semuanya padamu, karena kau telah menganggap Tu Long keluargamu, maka ini masalah yang berbeda.” Jawab Bai Tan.


Mendengar itu, Bai An seketika bimbang, di satu sisi ia ingin melihat sampai mana batas kekuatan Tu Long dan ingin melihat wajah aslinya.


Tapi di satu sisi lagi ia takut melukai keluarganya.


Setelah merenung cukup lama. Bai An kini mengambil wajah teguh. “Tidak akan ada hasil tanpa kerja keras,” gumam Bai An.


“Lakukan.”


***


“Hehe,, baiklah kita lakukan di luar,” kekeh Duan Du.


Tu Long yang telah terpancing langsung keluar.


Wuss..!!


Duan Du yang melihat Tu Long keluar langsung menyusul.


Wuss..!!


Sementara Cen Tian kini memasang wajah bersemangat.


Ini yang ia tunggu dari kemarin, melihat adanya keributan. Cen Tian juga memaksa Xiao Lee Tan dan Guan Shen Ju untuk bertaruh siapa yang akan keluar jadi pemenang.


Cen Tian tentu saja akan mengambil Duan Du sebagai pemenang taruhan ini.


Sementara Xiao Lee Tan dan Guan Shen Ju hanya bisa pasrah saja mengikuti kemauan Cen Tian.

__ADS_1


Jika ia menolak, maka ia bisa mendapat hadiah yang tak bisa mereka lupakan dari Bai An.


Cen Tian sengaja menggunakan nama Bai An sebagai ancaman agar mereka mau bertaruh.


Sebenarnya Cen Tian ini adalah perampok nyata. Walau ia terlihat baik dengan cara mengajak bertaruh. Tapi itu tidak ada bedanya dengan cara langsung merampok keduanya.


Tentu saja Xiao Lee Tan dan Guan Shen Ju sadar jika mereka saat ini sedang di rampok. Tapi mereka bisa apa? Yang mereka bisa hanya memasang wajah kecut.


Untuk Lang Zai, ia tidak terlihat di dek kapal, yang artinya ia dalam masa pelatihan tertutup.


Jauh di ruang angkasa, saat ini Duan Du dan Tu Long terlihat saling memandang.


Melihat jika mereka sudah cukup jauh dari Kapal Langit dan Dunia Inti ke 6.


Tu Long dan Duan Du mengangguk serempak.


“Hehe,, apakah kau sudah siap paman Tu Long?” Tanya Duan Du terkekeh kecil. “Aku saran kan kau benar-benar mengeluarkan semua kekuatan tersembunyimu, karena aku serius dalam memukulmu,” sambung Duan Du kini memasang wajah serius.


“Heeh,, bocah, langsung saja, karena aku sudah siap dari tadi,” ucap Tu Long dengan nada menantang.


Seketika aura Tu Long berubah bersamaan dengan tubuhnya membesar menjadi setengah Monster Naga dan setengah manusia.


Tubuh Tu Long kini setinggi 10 meter, yang mana di setiap kulitnya tumbuh sisik bewarna hitam pekat dan sedikit bercahaya.


Sisik tersebut adalah sisik Naga yang cukup berbeda dari Sisik Naga pada umumnya.


Bahkan Duan Du sedikit terkejut saat melihat sisik Naga yang ada di kulit Tu Long.


Sisik Naga Tu Long di tumbuhi duri kecil seperti jarum. Jika orang tidak memperhatikannya dengan teliti, maka mereka tidak akan sadar jika di setiap sisik tersebut ada duri.


Aura Tu Long juga jauh berbeda dari yang Duan Du rasakan tadi, bahkan Duan Du merasa sedikit tertekan selama beberapa detik.


“Akhirnya,, ia mengeluarkan sedikit rahasianya,” gumam Duan Du tersenyum kecil.


“Aku ingin tahu apakah ia bisa menutupi wajahnya lebih lama lagi.” Sambung Duan Du kini memejamkan matanya.


Beberapa detik kemudian, Duan Du langsung membuka matanya.


Wuss..!!


Mata Duan Du bersinar putih kehijauan, mata Duan Du terlihat seolah jurang cahaya tanpa batas juga seperti Tu Long.


Tu Long yang melihat itu langsung menjadi bersemangat.


“Ayo,, kerahkan semua kekuatanmu bocah nakal dan jangan menahan dirimu,” teriak Tu Long kini dengan suara menggebu-gebu.

__ADS_1


Duan Du seketika menyinggungkan senyumnya.


“Jangan menangis ya, karena setelah ini kau akan terbaring di tempat tidur paman,” ucap Duan Du langsung menghilang dari tempatnya.


__ADS_2