
“Hehe,, setelah sekian lama, aku dapat bertemu dengan paman Long Yuan,” ucap Duan Du langsung menghilang dari tempatnya melayang.
Wuss..!!
Bai An, dan Tu Long saling melirik satu sama lain saat melihat kelakuan Duan, setelah itu mereka juga ikut menghilang dari tempat mereka melayang.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Bocah sialan, apa kau datang kesini untuk membuat onar hah,” terdengar teriakan dari Long Yuan yang kini memaki-maki Duan Du.
Bagaimana tidak marah, Duan Du datang langsung menendang pintu gubuk kecil tempat Long Yuan tinggal hingga hancur.
Awalnya Long Yuan mengira jika itu adalah Penetua yang selalu mengincar dirinya, jadi ia langsung waspada. Tapi saat melihat yang datang adalah Duan Du, Long Yuan dengan senyum cerah mengatai Duan Du.
Sementara Duan Du hanya bisa tersenyum kecil, ia sadar jika Long Yuan sebenarnya bahagia walau terlihat marah dan kesal.
“Bocah,, apa Tuan muda ikut bersamamu? Jika ikut, dimana Tuan muda saat ini,” tanya Long Yuan bergegas keluar.
Saat melihat Bai An, Tu Long dan anak remaja yang mirip dengan Bai An. Long Yuan langsung tersenyum bahagia.
“Tuan muda,, maafkan aku tidak bisa menemuimu,” ucap Long Yuan dengan sedikit canggung.
“Heng,, saat kau mengetahui kakak juga disini, kau langsung mengabaikan keponakanmu,” dengus Duan Du kini muncul dari pintu masuk yang sudah ia hancurkan.
Long Yuan hanya melihat Duan Du, dengan acuh ia melangkah ke tempat Bai An.
“Tuan muda,, siapa yang ada di punggungmu?” Tanya Long Yuan sedikit penasaran.
“Ooh,, ini putraku Han'er, dia putra dari Qia'er,” jawab Bai An.
Long Yuan sedikit terkejut, tapi dengan cepat ia tersenyum.
“Hoam,, paman, apa paman yang bernama Long Yuan?” Tanya Bai Han kini membuka matanya, setelah itu ia melompat turun.
Saat melihat tinggi Bai Han, ia menduga jika umur Bai Han 17 tahun, karena dulu Bai An saat berumur 17 tahun memiliki tinggi seperti ini.
__ADS_1
“Tentu saja Han'er, kau bisa memanggilku Paman Yuan saja,” Long Yuan mengangguk, ia juga melirik ke arah Tu Long.
Melihat Tu Long yang sangar dengan badan tinggi kekar, Long Yuan hanya bisa tersenyum kecut.
“Paman,, apakah kau punya makanan, Han'er lapar,” ucap Bai Han dengan wajah sedih sambil memegang perutnya.
Duan Du, Tu Long dan Bai An hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Long Yuan yang mendengar itu langsung mengangguk semangat, ia tentu saja ingin membuat keponakannya ini bahagia, terlebih ini pertemuan pertama mereka.
“Ayo kita masuk, kebetulan kemarin aku sudah berburu, jadi stok dagingku sangat banyak,” ucap Long Yuan mengajak semua orang.
2 jam telah berlalu.
“Ah kenyangnya, paman Yuan memang yang terbaik, tidak seperti paman Du dan paman Tu, mereka sangat pelit,” ucap Bai Han cplas cplos.
Mendengar itu, Long Yuan yang mengira ucapan keponakannya ini benar langsung menatap tajam ke arah Duan Du dan Tu Long.
Walau ia sadar keduanya lebih kuat, tapi Long Yuan sama sekali tidak takut jika kepada keluarganya.
“Heng,, kalian ini dari dulu mementingkan ego kalian sendiri,” dengus Long Yuan, seketika Long Yuan langsung menceramahi Duan Du dan Tu Long.
Cukup lama setelah menceramahi keduanya, Long Yuan juga bercerita dari awal ia datang kesini hingga saat ini.
“Heng,, Sekte kecil itu memang harus di hancurkan,” dengus Duan Du.
“Bagaimana Han'er,” sambung Duan Du menaikkan sebelah alisnya.
Bai Han yang masih menghisap jari-jarinya karena bumbu makanan tersebut masih menempel hanya mengangguk-angguk setuju.
Long Yuan yang merasa keponakannya Bai Han kini sedang di hasut langsung melotot ke arah Duan Du.
“Hei,, apakah kau ingin membuat Han'er seperti dirimu hah,” dengus Long Yuan mulai memarahi Duan Du.
Tapi Duan Du dengan tenang berkata. “Hehe,, kau tidak tahu jika Han'er seorang diri saja sudah mampu menghancurkan Sekte Pedang Sejati, jika tidak percaya kau bisa tanya langsung ke kakak, tapi jangan tanya ke Han'er.” Duan Du tahu jika Bai Han pasti tidak akan mengakui hal tersebut sehingga ia menyuruh bertanya ke Bai An.
Long Yuan melirik ke arah Bai An.
__ADS_1
Bai An dengan santai mengangguk.
“Apa yang di ucapkan oleh Du'er benar, Han'er cukup kuat untuk berhadapan dengan mereka, tapi aku ingin kalian semua juga ikut termasuk diriku, karena aku merasa orang yang membunuh saudaraku Hu Liu Chen ada di sana sedang menghasut Master Sekte Pedang Sejati,” ucap Bai An langsung berdiri.
Tanpa menunggu lama, Bai An juga mengeluarkan Hu Xiao.
Wuss..!!
“Hmm..!! Mengapa kau memanggilku An'er, aku saat ini sedang bermain bersama Xie'er dan Ye'er,” keluh Hu Xiao saat di keluarkan tiba-tiba.
“Hehe,, Paman Xiao, saat ini orang yang sudah membunuh putramu muncul di Sekte Pedang Sejati,” kekeh Duan Du.
“Apa kau akan diam saja dan tidak membalaskan dendam putramu?” Sbung Duan Du langsung memanas-manasi Hu Xiao.
Hu Xiao terdiam, ia melirik ke arah Bai An.
Bai An langsung mengangguk santai. “Apa ayah akan ikut atau tetap bersama Xie'er dan Ye'er?”
Mendengar pertanyaan Bai An yang memberinya pilihan. Hu Xiao merenung sesaat.
“Aku ingin ikut, tapi aku takut kedua cucu ku akan membuat masalah jika aku tidal ada, kau tahu sendiri ibu mereka tidak bisa menjaga putra putri mereka sendiri, mereka malah mengomelinya bukan menjaga sepenuh hati.” Hu Xiao mengangkat kepalanya sambil mengutarakan pendapatnya.
Wajah Bai An sedikit malu saat ayah mertuanya membeberkan tingkah anak dan istrinya yang tidak akur.
Dengan segera Bai An memasukkan Hu Xiao lagi kedalam dunia jiwanya.
Setelah itu ia melirik semua orang yang kini tersenyum kecil, lebih-lebih Bai Han, ia menutup mulutnya agar tawanya tidak terdengar.
“Eeh,, apa Tuan muda mempunyai putra dan putri lagi?” Berbeda dengan yang lain, Long Yuan kini bertanya dengan wajah bodohnya.
“Hmm,, akan tiba saatnya kau bertemu mereka saudara Yuan, untuk saat ini kita akan membereskan mereka lebih dulu,” jawab Bai An mengangguk santai.
Long Yuan hanya bisa tersenyum kecut, padahal niatnya sangat ingin bertemu dengan putra putri Bai An, ia juga tidak terlalu berniat memusnahkan orang-orang dari Sekte Pedang Sejati, tapi jika Bai An sudah menetapkan, maka mau tak mau ia akan mengikuti perintah Tuan mudanya.
“Ayo kita berangkat, jika saja aku tidak terlambat waktu itu, aku pasti bisa menggagalkan iblis itu membunuh saudara Hu Liu Chen.”
Nada suara Bai An seketika menjadi dingin, semua orang yang ada di sana seketika berkeringat dingin saat melihat Bai An marah di sertai auranya sedikit bocor.
__ADS_1
“Hmm,, ini juga salahku, jika saja aku bisa lebih cepat,” sambung Duan Du merasa sedikit bersalah.
“Jangan sisakan satupun dari mereka yang memiliki hubungan dengan klan Bai.”