Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S4. Bergerak ke 5 Arah dan Memulai Perang Dengan Serangan Pertama Mematikan


__ADS_3

“Tapi sebelum itu, kita atur lokasi mana saja yang akan di jadikan titik serangan yang akan kita tuju nantinya.” Ucap Bai Han dan langsung mengatur strategi bersama.


...


Satu hari kembali berlalu.


Tap tap..!!


Setelah mendapat informasi yang cukup, walau belum 100% pasti, setidaknya mereka sudah mengetahui jika di luar perbatasan Benua Langit, musuh sudah menanti.


“Kita bagi 5, seperti yang telah di sepakati semalam.” Ucap Bai Han sambil melirik semua anggota keluarganya.


“Da'er dan saudara Yuheng akan ke utara. Saudara Bai Ha dan Bai Hu akan ke Barat.” Sambung Bai Han sambil melirik ke arah keempat saudara yang ia sebut namanya.


Bai Da Xing, Lan Yuheng bersama Bai Ha dan Bai Hu langsung mengangguk dengan seutas senyum lebar.


Mereka berempat pun langsung melesat ke arah Utara dan Barat sesuai yang Bai Han katakan.


Wuss wuss..!!


“Untuk paman Chen Long akan ke Selatan, lalu paman Wuhan akan ke Tenggara, sementara aku akan ke Timur,” ucap Bai Han kini melirik ke arah Chen Long dan Bo Wuhan.


Dret..!!


Tapi sebelum mereka pergi, Bai Han kini mengeluarkan Lang Zai, Pixiu, Long Yuan, dan Hei Long.


Dengan cepat Lang Zai, Pixiu mendekati Chen Long dan Long Yuan, Hei Long mendekati Bo Wuhan.


Chen Long pun langsung mengangguk. “Baiklah jika begitu, aku akan berangkat, ayo saudara Lang, saudara Pixiu,” ajak Chen Long langsung menarik Lang Zai dan Pixiu.


Dret..!!


Wuss..!!


Wuss..!!


Terahir Bo Wuhan, ia terlihat mengayunkan tangannya dan langsung menyelimuti tubuh Long Yuan serta Hei Long.


“Kami berangkat Tuan muda, jaga diri anda dan jangan memaksakan diri,” ucap Bo Wuhan kini membungkukkan badannya.


Bersama dengan Long Yuan dan Hei Long, setelah mereka mengucapkan salam perpisahan. Kini Bo Wuhan langsung melesat meninggalkan Bai Han seorang diri.


Bai Han yang kini seorang diri langsung mengayunkan tangannya.


Dret..!!


Tak lama Ling Feng dan Yu Fan pun langsung keluar.


“Hoho,, apakah ini sudah saatnya kita beraksi Han'er?” Tanya Ling Feng sambil tersenyum lebar.


“Hemm..!! Kita akan langsung ke utara, tapi sebelum itu, aku akan mengeluarkan semua penghuni dunia jiwa ku terlebih dahulu agar mereka bisa mengelilingi tempat ini serta menjaga anggota klan Tha yang kini sedang memulihkan diri mereka.” Ucap Bai Han mengangguk santai sambil bergerak ke arah lain.


Dret..!!


Tap tap..!!


Tidak sampai 5 menit, Bai Han kini kembali muncul di depan Ling Feng dan Yu Fan.

__ADS_1


“Ayo kita berangkat,” ajak Bai Han langsung mengikat tubuh kedua pamannya menggunakan benang energi.


Wuss..!!


Tanpa basa basi Bai Han langsung melesat ke arah perbatasan Benua Langit.


***


Tap tap..!!


Bersamaan dengan kepergian Bai Han, sosok pria tua dengan pakaian lusuh muncul di tempat Bai Han berdiri tadi.


“Hemm..!! Mereka akhirnya berangkat,” gumam sosok pria tua tersebut kini memainkan janggotnya dengan santai.


“Tapi perasaan apa ini? Kenapa aku merasakan merinding dan bahaya akan mengancam hidupku jika aku membiarkan anak muda itu terluka?” Gumam sosok pria tua tersebut tanpa sadar melihat seluruh tubuhnya bergetar.


“Urgh,, aku harus mengawasinya, instingku mengatakan akan bahaya jika aku membiarkan pemuda yang bernama Bai Han itu terluka,” sambung pria tua yang tak lain Meng Yusan.


Jlep..!!


Meng Yusan yang mengubah penampilannya menjadi tua kini langsung menghilang dari tempatnya dan menuju ke wilayah perbatasan Timur.


Dan saat menghilang, tak lupa ia menghubungi beberapa muridnya untuk mengawasi pergerakan anggota keluarga Bai Han yang lainnya juga.


***


Wuss..!!


Tap tap..!!


Wilayah perbatasan Benua Langit bagian Utara.


“Hehe,, lihatlah kakak, sasaran empuk kita ada di depan mata, terlihat jelas jika mereka semua tanpa penjagaan,” kekeh Bai Da Xing.


“Hemm..!! Mereka menganggap diri mereka kuat sehingga meremehkan para penghuni Benua Langit,” sambung Lan Yuheng.


Mereka berdua pun langsung keluar dari perbatasan tanpa di ketahui oleh pasukan Benua Langit yang saat ini berjaga di seluruh area wilayah perbatasan.


Tap tap..!!


Blush..!!


Bam..!!


Dengan cepat Lan Yuheng mengeluarkan Rudal setinggi 5 meter dan menaruhnya di punggungnnya.


“Ayo Monyet nakal, kita ledak kan Kapal Perang mereka,” ucap Lan Yuheng dengan nada bersemangat.


Dret..!!


“Tentu,” jawab Bai Da Xing yang kini muncul di ujung belakang Rudal.


“Bersiaplah kak, aku akan mengalirkan setengah energiku ke dalam Rudal ini, jadi guncangannya akan terasa berat.” Ucap Bai Da Xing terdengar serius memperingati Lan Yuheng.


Lan Yuheng pun langsung menyelimuti tubuhnya menggunakan energinya.


Blush..!!

__ADS_1


“Aku sudah siap,” ucap Lan Yuheng.


Mendengar itu, Bai Da Xing pun langsung menekan tombol merah yang ada di depannya dengan mengalirkan setengah energinya.


Blush..!!


Wung wung wung..!!


Seketika suara dengungan yang sangat memekak telinga terdengar berasal dari Rudal yang kini di aktipkan Bai Da Xing.


Saking kerasnya suara dengungan tersebut, para pasukan yang menjaga area perbatasan pun melirik ke arah Bai Da Xing dan Lan Yuheng.


Saat beberapa dari mereka akan mendekati kedua orang itu, para komandan mereka langsung menghentikan pasukan mereka dan berkata itu adalah kode perang akan di mulai dengan benda aneh tersebut melesat ke arah musuh.


Tentu saja Meng Yusan yang mendengar itu memberitahu anggota klannya kapan akan bergerak menyerang musuh, dan anggota klannya yang menjadi penguasa setiap kota maupun sosok berpengaruh di setiap Kota memberitahu para komandan yang akan berperang di wilayah perbatasan jika akan ada sosok yang nantinya akan memulai perang dengan benda aneh yang mereka akan luncurkan.


...


Sementara di wilayah Utara terlihat berkumpul ribuan Kapal Perang.


Kapal-kapal perang yang terdepan yang mendengar suara dengungan tersebut kini melirik ke arah asal suara.


Saat mereka melihat asal suara dengungan tersebut berasal dari benda aneh yang kini akan melesat ke arah mereka.


Para sosok Topeng Hitam yang tidak tahu tentu saja langsung meremehkannya.


“Kalian, hancurkan benda itu jika ia mendekat nantinya, karena kapal kita yang paling depan maka, itu pastinya akan melewati kapal kita,” perintah sosok Topeng Hitam.


Beberapa topeng Biru dan Kuning langsung mengangguk patuh.


Dengan cepat mereka bersiap akan menghancurkan benda aneh yang kini masih berdengung di tempatnya.


...


Sementara Lan Yuheng yang menahan Rudal tersebut tentu saja merasakan tubuhnya seperti di koyak-koyak. Tapi ia sama sekali tidak bertanya kepada Bai Da Xing, karena ia tahu jika semakin lama Rudal melesat, maka semakin kuat daya ledaknya.


Bai Da Xing yang masih mengalirkan energinya kini langsung mundur.


Wuss..!!


Tap tap.!!


Dret..!!


Blush..!!


Rudal pun langsung melesat ke arah Kapal Perang terdepan sesuai yang di duga oleh sosok topeng hitam.


“Ayo mundur,” ajak Bai Da Xing langsung menarik kakaknya yang terlihat linglung.


Dret..!!


Mendengar suara Bai Da Xing yang berkata mundur, para komandan penjaga perbatasan pun dengan cepat menarik semua pasukan mereka, karena itu adalah perintah dari atasan mereka sebelum Bai Da Xing dan Lan Yuheng muncul.


“Mundur,” teriak para komandan pasukan regu.


Wuss wuss..!!

__ADS_1


Bertepatan dengan mundurnya semua pasukan Benua Langit, sebuah serangan yang sangat besar berasal dari Kapal Perang musuh terlihat kini mengarah ke arah Rudal.


Blush..!!


__ADS_2