
Pandangan Bai An dan Duan Du pun mengarah ke ribuan Monster Iblis yang di pimpin 20 Monster Iblis.
Ke 20 monster iblis ini jauh lebih kuat dari dua monster iblis yang Bai An bunuh beberapa saat tadi.
Mereka ber 20 adalah para penguasa Alam Semesta Inti di Dimensi ini. Nama lain mereka adalah Jendral Dimensi.
Sementara Dimensi tempat Bai An berada bernama Dimensi Demon Monster.
Tap tap..!!
Seketika tatapan ke 20 Monster Iblis ( Demon Monster ) ini mengarah ke arah Bai An dan Duan Du.
“Hmm..!! Apa tujuanmu datang ke Dimensi Demon Monster ini?” Terdengar suara bermartabat, ia adalah salah satu Monster Iblis terkuat dari mereka ber 20.
Bai An yang mendengar itu seketika memasang wajah datar sambil memiringkan kepalanya.
Hal tersebut membuat para Jendral Dimensi seolah sedang di ejek oleh manusia di depannya.
“Hmm..!! Aku tahu kau kuat, bahkan dari sisa auramu saat membunuh kedua jendral terlemah kami. Dapat di katakan kau jauh lebih kuat dari Binatang Ilahi yang sering membuat kekacauan di tempat kami ini.”
Mendengar jika Monster Iblis di depannya mencoba untuk berdamai dan seolah tidak menginginkan pertarungan. Bai An hanya mengeluarkan senyum tipis.
“Tidak perlu basa basi, langsung saja suruh mereka keluar, aku tahu trik kecilmu ini yang ingin membuat kami seolah-olah mengira kau baik. Dan saat kami pergi barulah kau menyuruh mereka mengepung kami.” Ucap Bai An datar.
“Sekali menjijikkan akan tetap menjijikkan,” sambung Bai An dengan nada mengejek.
Wajah Jendral Dimensi terkuat seketika menyeringai kejam.
“Hahahaha,, kau lumayan pintar juga,” puji Jendral Dimensi dengan nada santai, namun ucapannya terdapat nada merendahkan.
Prok prok..!!
Setelah bertepuk tangan, lima Jendral Dimensi keluar dari sebuah robekan ruang di lima tempat berbeda.
Setelah itu Jendral Dimensi terkuat kembali memerintahkan semua pasukannya untuk mengepung Bai An dari segala arah, ia yakin walau Bai An lebih kuat darinya ia tidak akan bisa menang melawan mereka dalam jumlah.
“Hmm..!! Menyerahlah dan biarkan kematian cepat-”
Crash..!!
Duar..!!
Saat Jendral Dimensi terkuat ingin mencoba menyuruh Bai An menyerah, tiba-tiba sebuah panah energi muncul dari ruang kosong lalu mencoba menusuk mulut Jendral Dimensi tersebut.
Tapi dengan sigap ia menarik salah satu komandan yang tepat berada di belakangnya untuk di jadikan tumbal.
Melihat komandannya seketika meledak saat tersentuh panah energi, ia melirik Bai An dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Tapi tak lama tubuhnya sedikit bergetar saat ratusan bahkan mencapai ribuan anak panah energi muncul tepat di depan pasukannya.
“Sialan, siapa kau sebenarnya,” raung Jendral Dimensi kini di penuhi oleh ketakutan, teror, benci serta amarah.
Bom bom bom..!!
Bai An dengan santai menghilangkan Busur panah yang baru saja ia ciptakan dari dua gabungan Bai So dan Bai Tan.
“Hmm..!! Kau akan tahu saat setelah kematian menjemputmu,” ucap Bai An langsung menghilang.
Wuss..!!
Bai An muncul sambil mengayunkan pedang yang terbuat dari gabungan Bai So dan Bai Tan.
Bai An sengaja menyuruh kedua inti energinya itu agar dengan mudah membunuh mereka, karena ia tahu agak susah membunuh seseorang yang telah mencapai Dewa Penguasa atau melebihi Dewa Suci Semesta.
Tak lupa juga Bai An menggunakan Hukum Ruang serta Hukum Apinya, agar semakin membuatnya leluasa menyerang serta meledakkan musuh tanpa sisa.
Wuss..!!
Crash..!!
Bom..!!
Seketika kepala salah satu Jendral Dimensi meledak, terlihat jika kedua tangan Jendral Dimensi itu ingin mencoba membuat pertahanan, tapi ia tak menduga jika sebuah bilah pedang muncul satu meter dari depan matanya lalu menusuknya hingga meledak.
Melihat hal tersebut, seketika semua Jendral Dimensi ketakutan setengah mati.
“Jangan takut ia hanya seorang diri, dan.” Jendral Dimensi terkuat tiba-tiba memasang wajah licik saat melihat Duan Du masih berdiri dengan tenang di sertai mata berbinar-binar.
“Tangkap bocah itu, aku yakin ia tidak akan fokus jika salah satu teman atau muridnya di serang. Lebih bagus lagi buat menjadi sandera agar ia berhenti menyerang.” Teriak Jendral Dimensi.
Tapi semua Jendral Dimensi hanya diam saja, mereka semua saat ini merasa akan melakukan kesalahan besar jika mencoba mengganggu bocah yang dengan santainya menonton.
Dahi Jendral Dimensi terkuat seketika mengerut saat melihat semua Jendral Dimensi belum melakukan pergerakan.
“Apa yang kalian lakukan? Ayo cepat beberapa dari kalian tangkap dia,” teriak Jendral Dimensi terkuat.
“Heng,, gayamu hanya memerintahkan saja, kenapa tidak kau saja yang pergi. Lalu kami yang melarikan diri,” dengus salah satu Jendral Dimensi terkuat kedua.
“Benar,, kau ini dari dulu selalu sok kuat, dan selalu mencari muka. Saat ini aku sudah muak dengan caramu,” sambung Jendral Dimensi dengan pandangan jijik.
Seketika Jendral Dimensi terkuat memasang wajah jelek.
Ia ingin sekali memberi mereka semua pelajaran, tapi saat ini ia tidak bisa melakukan hal tersebut, karena musuh kuat saat ini sedang bergerak ke arahnya.
“Sialan jika aku selamat dan ada dari kalian selamat, aku akan mencincang kalian hidup-hidup,” teriak Jendral Dimensi terkuat langsung membalikkan badan lalu melarikan diri.
__ADS_1
Srek..!!
Wuss..!!
Sebuah panah energi dengan kekuatan daya serang mengerikan muncul 10 meter dari tubuh Jendral Dimensi terkuat.
“Sialan, aku tak akan mudah mati,” teriak Jendral Dimensi terkuat langsung mengerahkan teknik terkuatnya.
“Benteng Kematian.” Teriak Jendral Dimensi, tak lama muncul sebuah pilah energi menyelimuti tubuh Jendral Dimensi terkuat.
Pilar tersebut di selimuti oleh energi kematian serta energi iblis.
Wuss..!!
Panah energi gabungan Bai So dan Bai Tan langsung melesat dalam hitungan detik.
Jleb..!!
Piar..!!
Bom..!!
Duar duar..!!
Dengan mudah pilar tersebut di tembus oleh panah gabungan inti energi Bai An. Bahkan setelah meledakkan tubuh serta jiwa milik Jendral Dimensi terkuat, panah tersebut masih meledak hingga meledakkan banyak dunia.
Tidak sampai di sana, terlihat walau sudah agak pudar, anak panah tersebut mampu ke Alam Semesta lain dan meledakkan beberapa dunia lagi hingga anak panah energi tersebut memudar, barulah tidak terdengar lagi suara ledakan.
“Hmm..!! Banyak omong, lebih baik aku membunuhmu lebih dulu dari tadi agar telinga ku tidak terusik oleh suaramu,” gumam Bai An dengan dingin.
Bai An sangat membenci sifat seperti Jendral Dimensi terkuat tadi. Jadi ia tidak tanggung-tanggung langsung mengerahkan hampir 92% kekuatan aslinya.
Jlep..!!
Bayangan Bai An setelah bergumam kembali menghilang.
Bom bom bom..!!
Satu persatu Bai An membunuh sisa Jendral Dimensi di Dimensi Demon Monster.
Walau banyak dari mereka yang melarikan diri. Bai An mampu mengejar dan melacak mereka, karena ia telah menandainya menggunakan Bai So.
Namun hanya satu saja yang Bai An biarkan tetap hidup agar melapor ke Pengiasa Dimensi ini.
***
Di tempat terpencil, saat ini seorang pemuda yang sedang memulihkan energinya langsung membuka mata.
__ADS_1
“I..Ini aura ini adalah Energi Semesta milik Tuan muda, tapi kenapa aku merasakan adanya energi jiwa yang sangat mengerikan juga?” Gumam pemuda yang tak lain Pixiu.
“Apa orang ini bukan Tuan muda?”