
“Hais, seperti irformasi yang aku dapat, kelima kota ini terhubung akan jalur pasar gelap mereka, jika satu tidak di datangi, maka itu akan berbahaya bagi kami,” gumam Bai Han kini terlihat tidak punya pilihan lain selain menyuruh mereka ke Kota Lee.
Sret..!!
Dengan santai Bai Han melambaikan tangannya dan tak lama muncul lubang hitam yang menuju Dunia Jiwanya.
Jlep..!!
Bai Han pun langsung lenyap setelah memasuki lubang hitam tersebut.
Tap tap..!!
“Gege,” ucap Gisel langsung menyambut Bai Han.
Bai Han yang melirik Gisel pun langsung tersenyum hangat.
“Bagaimana pelatihanmu?” Tanya Bai Han.
“Semuanya berjalan lancar, apakah kau tidak lihat jika tingkat kultivasiku kini telah meningkat?” Jawab Gisel dengan senyum cerah di sertai menaikkan nadanya saat menunjukkan tingkat kultivasinya.
Bai Han yang sadar jika Gisel ingin di sanjung pun langsung mengusap kepala Gisel.
“Kerja bagus,” ucap Bai Han yang langsung membuat wajah Gisel memerah.
“Hemm..!! Lalu di mana nenek dan kedua bocah nakal itu?” Tanya Bai Han kini mengalihkan pembicaraan.
“Dia ada di Hutan Hukuman, saat ini nenek Bai dan nenek Ling sedang mendisiplinkan mereka berdua.” Jawab Gisel.
“Ayo cepat kita kesana,” ajak Gisel langsung menarik lengan Bai Han lalu melesat.
Bai Han yang mengikuti hanya bisa tersenyum bahagia saat melihat senyum Gisel.
Wuss..!!
Wuss..!!
Tap tap..!!
Pandangan Bai Yu dan Ling Yin pun langsung melirik Bai Han.
“Ada apa Han'er?” Tanya Bai Yu dengan nada lembut.
“Aku ingin membawa Da'er dan Yuheng nek, sudah saatnya kami bergerak dan juga sudah saatnya nenek dan kakek keluar untuk mengawasi pembangunan penginapan serta rumah makan kita,” ucap Bai Han langsung ke intinya.
“Hem..!! Begitu ya, padahal nenek mu ini belum puas mengajari kedua saudaramu. Tapi baiklah, pasti akan ada waktu untuk mengajari mereka lagi,” ucap Bai Yu sambil menganggukkan kepalanya.
Tap tap..!!
Ling Yin yang diam saja kini terlihat pergi ke dalam ruangan, dan tak lama ia kembali bersama Bai Da Xing dan Lan Yuheng yang kini memasang wajah lesu.
“Urgh,, kakak terimakasih telah menyelamatkan adikmu ini, adikmu ini berjanji akan berbakti,” ucap Bai Da Xing langsung berlari ke arah Bai Han lalu memeluk lengan kanannya.
“Hentikan ocehan palsumu itu bocah, kali ini kau bisa hidup nyaman, tapi awas saja jika ada waktu senggang, akan ku suruh kau membaca dan menghapal ribuan buku,” dengus Bai Yu.
__ADS_1
Glek..!!
Bai Da Xing dan Lan Yuheng seketika menelan ludah mereka.
Membaca buku adalah hal yang paling membosankan serta sudah mereka benci dari awal mereka di latih.
Tentu saja mereka kini ketakutan saat mendengar ribuan buku harus mereka baca dan hafal.
Melihat keduanya kini seperti kucing kedinginan. Bai Han dan Gisel pun tersenyum tipis.
“Oh ya nek, kemana perginya wanita yang nenek bawa waktu itu? Kenapa aku tidak melihatnya?” Tanya Bai Han terlihat memasang wajah penasaran.
“Ooh itu, dia lagi membaca buku bersama Ariel dan Anariel di dalam, memangnya ada apa Gege?” Tanya Gisel langsung curiga.
“Tidak ada, aku dapat melihat banyak penderitaan di wajahnya. Jadi aku ingin kita menjadikannya keluarga kita juga. Tapi sebelum itu, cari tahu dulu asal usulnya, bisa jadi ia mempunyai maksud tertentu.” Ucap Bai Han dengan nada santai.
Ling Yin pun yang sudah menyelidiki Sha Sin'er pun langsung menjelaskan semua yang ia tahu.
Mengetahui itu, Bai Han pun langsung mengangguk dan izin pamit bersama Bai Da Xing dan Lan Yuheng yang hanya diam saja tanpa berani bergerak sedikitpun.
Dret..!!
Tap tap..!!
Setelah Bai Han muncul di ruangan penginapannya.
Bai Da Xing dan Lan Yuheng pun langsung tersenyum lebar.
“Hehe,, ke kota mana kami kak?” Tanya Bai Da Xing sambil menyeringai kecil.
“Ayolah saudara Han, kau tahu 1 menit membaca buku di dalam sana terasa seperti seribu tahun, sangat membosankan.” Ucap Lan Yuheng langsung cemberut.
Plakk..!!
“Pantas kau tidak maju-maju,” dengus Bai Han langsung memukul kepala Lan Yuheng.
“Dasar dari perkembangan kecerdasan adalah membaca buku, jadi kau harus membiasakan diri kedepannya, dan kau juga selalu di bodohi oleh adik mu sendiri, karena otak mu itu tumpul, tidak bisa berpikir jernih,” sambung Bai Han langsung menceramahi Lan Yuheng.
Bai Da Xing yang melihat Lan Yuheng di ceramahi habis-habisan kini terlihat menahan tawa.
Sementara Lan Yuheng hanya bisa diam sambil mengerucutkan bibirnya tanpa berani membalas atau membela diri, itu karena ia sadar salah dan apa yang Bai Han ucapkan ada benarnya.
Ia selalu saja di bodohi adiknya dan mudah terprovokasi adiknya setiap saat.
“Hais sudahlah, aku tidak tega memarahi kalian maupun menceramahi kalian, seolah aku adalah yang terbaik maupun selalu benar, karena yang sebenarnya aku sadar diriku juga banyak kekurangan.” Ucap Bai Han kini melempar satu cincin penyimpanan.
“Tujuan kalian Kota Lee, dan perlengkapan kalian ada di dalam, gunakanlah dengan bijak dan jangan berlebihan,” ucap Bai Han langsung membalik badannya.
“Tujuanku adalah yang terjauh, yaitu Kota Awan Langit, jadi aku berangkat duluan.”
Wuss..!!
Tanpa menunggu jawaban dari kedua saudaranya. Bai Han pun menghilang dari pandangan Bai Da Xing dan Lan Yuheng.
__ADS_1
Tepat setelah Bai Han pergi. Kini keduanya saling memandang.
Prok..!!
Mereka berdua pun langsung melakukan tos.
“Hehe,, waktunya bersenang-senang,” ucap Bai Da Xing dan Lan Yuheng serempak.
“Semoga saja mereka orang-orang bodoh,” kekeh Bai Da Xing sambil melangkah keluar dengan sedikit bergaya.
“Benar, semoga saja mereka kuat,” balas Lan Yuheng mengikuti adiknya.
Tap tap..!!
Entah Badai apa yang akan terjadi di Pasar Gelap Kota Lee kedepannya, yang pasti itu akan sangat kacau.
***
Tap tap..!!
“Bagaimana? Apakah kau sudah membawa kelima target?” Tanya sosok berjubah hitam kini muncul di samping Pemimpin Menara Hitam yang terlihat gelisah.
Glek..!!
“I..Itu itu arghh-”
Tenggorokan Pemimpin Menara Hitam seketika terasa terkecik yang membuat dirinya kesulitan bernafas saat ini.
“A..Ampuni aku Tuan,” ucap Pemimpin Menara Hitam saat terlihat sangat ketakutan, saking takutnya, tanpa sadar ia kencing di celananya.
“Hemm..!! Aku sudah memberikanmu hadiah, tapi kau malah mengecewakanku, rupanya kau harus di ganti menjadi pemimpin Menara Hitam,” ucap sosok berjubah tersebut.
Dengan cepat Pemimpin Menara menggelengkan kepalanya.
Bruk..!!
“Be..Berikan saya kesempatan sekali lagi Tuan, ku mohon,” ucap Pemimpin Menara kini bersujud di kaki sosok berjubah hitam tersebut.
“Satu kesempatan lagi, aku akan berikan kau waktu 6 bulan, jika dalam 6 bulan kau tidak membawa kelima orang itu, maka kepalamu akan ku bawa ke Pemimpin Tertinggi.” Ucap sosok tersebut.
“Te..Terimakasih Tuan, terimakasih,” ucap Pemimpin Menara kini bersujud.
Tidak sampai 5 menit, ia kini mengangkat kepalanya dan ia kini tidak melihat sosok berjubah tersebut.
“Huuf,, dasar sampah sialan, gara-gara kalian aku yang mendapat imbasnya,” raung Pemimpin Menara kini menyalahkan semua anggotanya.
Dret..!!
Dengan cepat pemimpin Menara Hitam melesat ke aula dimana biasanya ia mengumpulkan mereka dan kini tujuan Pemimpin Menara Hitam ingin menyerang Benua Langit.
***
Dret..!!
__ADS_1
Tap tap..!!
“Perasaanku saja atau memang benar akan terjadi sesuatu yang cukup besar nantinya di Benua Langit ini,” gumam Bai Han kini menghentikan langkah kakinya.