
“Terlihat jelas jika banyak dari mereka yang selalu di manjakan kemewahan, tentu ego mereka sangat tinggi, jadi mereka pasti akan langsung makan jika di beri umpan.” Ucap Bai An dengan nada santai.
“Dan Tu Long, apa kau sudah yakin dengan keinginanmu?” Tanya Bai An melirik ke arah Tu Long.
“Hehe,, Tuan muda memang memiliki mata yang tajam, Tuan muda tentu tahu jika mereka semua sangat bodoh, hanya dengan sedikit ucapanmu, mereka langsung terprovokasi. Jika saja mereka tahu aku telah mendengar banyak provokasimu bocah nakal ini, mungkin mereka akan muntah darah,” ucap Tu Long kini mulai merubah tangan kirinya menjadi pedang cakar.
“Dan tentu saja aku telah siap, bahkan jauh lebih siap dalam kurun waktu puluhan tahun ini. Aku sudah menunggu saat-saat seperti ini tiba.” Jawab Tu Long dengan nada bersemangat.
Bai An mengangguk santai. “Berarti rencana di tunda, biarkan Tu Long membunuhnya lebih dulu, ini juga bisa membuat mereka akan semakin keluar berdatangan jika orang ini mati,” ucap Bai An tersenyum tipis.
Mendengar itu, Duan Du langsung menghubungi semua anggota keluarganya untuk jangan mengaktifkan formasi ledakan dan lebih baik melawan mereka untuk memancing lebih banyak musuh berdatangan. Lalu setelah itu formasi ledakan akan di aktifkan saat mereka mendekat.
Bai Chu Ye, Bai Han, Long Yuan, Lang Zai, Pixiu, Gou Han, Gou Long, Jiu Long, Ling Feng, Cen Tian, Mo Denshan, Mo Liang Liu, Mo Liang Yun, Lo Zeng, Lo Ei dan semua anggota keluarga Bai An yang telah mencapai Dewa Surgawi ⭐ 1 Awal langsung menyeringai kejam.
“Hehe apakah kita tidak menindas mereka nantinya?” Tanya Gou Long yang kini berdiri bersama Pixiu. “Itu karena cukup dengan diriku saja sudah bisa membunuh satu dari mereka,” kekeh Gou Long dengan nada percaya diri dan memang benar ucapan kecercayaan diri Gou Long. Kekuatannya memang mampu bersaing bahkan sedikit melebihi Dewa Surgawi ⭐ 1 Menengah, walau saat ini ia berada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 1 Awal.
Pixiu yang mendengar hanya bisa menggelengkan kepalanya. “Mau ayah, anak, serta seluruh Rasnya, mereka semua sama. Sama-sama maniak bertarung,” gumam Pixiu tahu maksud arti dari ucapan Gou Long.
“Baiklah, kali ini aku akan mengalah, kau hadapi orang yang akan datang kesini. Tapi jika kau kesulitan, jangan salahkan aku jika langsung ikut membantumu, ingatlah pesan Tuan muda.” Ucap Pixiu dengan nada serius.
Wajah Gou Long seketika cerah, dengan cepat ia mengubah kedua tangannya menjadi tangan Naga yang di baluti sisik bewarna hitam pekat. “Hehe,, akan ku bereskan dia dengan cepat, aku juga ingin mencoba sejauh mana kekuatan teknik yang aku buat ini.” Ucap Gou Long.
Bukan hanya Gou Long saja yang ingin mencoba kekuatan serta teknik yang mereka kembangkan sendiri.
Bai Han, Lang Zai, Long Yuan, Gou Han, Jiu Long dan beberapa Jendral Ras Ancient, Ras Half Giant Dragon serta Ras sekutu Gou Long.
***
Dret dret..!!
Puluhan murid sekte terkuat no 1 langsung ikut menyebar ke semua tempat keluarga Bai An berkelompok kumpul.
Sementara Ye Tan kini sudah berdiri dalam jarak 1000 meter di depan Tu Long yang telah menantinya.
“Apakah kau yakin datang sendiri menyerahkan nyawamu?” Ucap Ye Tan dengan nada mencemoh serta niat membunuh yang merebes keluar dari tubuhnya.
“Suruh kedua sampah rendahan di belakangmu juga ikut membantu agar memudahkanku untuk memberskan kalian semua.” Sambung Ye Tan langsung mengeluarkan dua bilah pedang.
Dret dret..!!
Percikan petir langsung keluar dari pedang Ye Tan, pertanda itu senjata Surgawi yang tidak bisa di remehkan.
“Hehe kau terlalu meninggikan dirimu sendiri. Tapi caramu untuk sombong masih di bawah standar bocah.” Kekeh Tu Long.
“Lipat gandakan dirimu sebanyak mungkin, karena di setiap ayunan pedangku akan langsung membelahmu menjadi dua,” sambung Tu Long dengan nada angkuh sambil mengangkat kepalanya tinggi-tinggi.
...
__ADS_1
Di Kapal Surgawi.
“Baru kali ini aku melihat ada yang melebihi kesombongan Ye Tan,” ucap salah satu Jenius Sejati.
“Hehe,, ini pasti akan menarik, karena Ye Tan yang selalu angkuh kini beberapa kali di rendahkan oleh orang yang tidak terkenal, terlebih dari Dimensi kecil.” Sambung Jenius Sejati lainnya.
Terdengar kembali banyak bisikan, tidak sedikit juga banyak cemohan dari para Jenius Sekte yang bermusuhan dengan Ye Tan.
Tentu Ye Tan dapat mendengar bisiskan maupun cemohan mereka walau ia jauh dari puluhan Kapal Surgawi.
Amarah Ye Tan semakin jadi, ia tidak pernah merasa di permalukan seperti ini seumur hidupnya. Bahkan ayahnya dan semua murid-murid jenius Sekte maupun Jenius Sejati tidak pernah meremehkan maupun merendahkannya.
“Ini semua gara-gara sampah ini. Benar, seandainya mereka tidak ada, aku tidak akan di rendahkan oleh mereka,” gumam Ye Tan kini menatap Tu Long semakin dendam.
“Kau, aku akan membuat-”
Dret..!!
Tu Long yang sudah tidak sabar ingin bertarung langsung muncul di depan Ye Tan.
“Banyak omong kosong,” ucap Tu Long langsung mengayunkan tangan kirinya.
Wuss..!!
Percikan petir dan Api hitam muncul saat Tu Long mengayunkan pedangnya.
Trank..!!
Duar..!!
“Sangat kuat,” gumam Ye Tan kini membeku.
Sret..!!
Tu Long kembali muncul di samping kanan Ye Tan dan memanfaatkan kesempatan Ye Tan yang terdiam.
Dret..!!
“Kau terlalu meremehkan diriku,” ucap Tu Long menyeringai kejam.
Blush..!!
Hukum Angin langsung berhembus di padukan hukum petir dan hukum api kini menyelimuti tangan kiri Tu Long.
Tu Long langsung mengayunkan tangan kirinya.
Wuss..!!
__ADS_1
Crash..!!
Bom..!!
Tubuh Ye Tan langsung terlempar sejauh ribuan kilo meter.
Namun terlihat Ye Tan masih hidup dan tidak terluka berat.
Tu Long yang melihat itu bukannya terkejut, ia malah tersenyum lebar. Dengan cepat ia kembali menerjang ke arah Ye Tan.
Sementara para Jenius Sekte dan Jenius Sejati dari berbagai Faksi hanya bisa membelalakkan mata mereka saat melihat Ye Tan di tekan sedemikian rupa.
Ye Tan yang melihat tangan kirinya tertebas kini merubah ekspresinya dari wajah penuh amarah menjadi dingin.
“Dia sangat kuat, mungkin setara denganku.” Gumam Ye Tan kini tidak mau egois akan kemarahannya lagi, ia sadar emosinya bisa membuatnya mati dengan cepat.
Dret..!!
Melihat Tu Long muncul mengayunkan tangan kirinya. Ye Tan langsung mengayunkan kedua pedangnya.
Trank..!!
Duar..!!
Ledakan besar seketika tercipta, Tu Long langsung terlempar 10 langkah dan Ye Tan terlempar 10 langkah juga.
“Ooh kau sudah mulai serius ya, itu bagus juga. Karena aku tak ingin membunuh musuh yang lemah,” ucap Tu Long menyeringai.
Tanpa aba-aba keduanya kembali bergerak saling menerjang satu sama lain.
Wuss..!!
Bom bom bom bom..!!
***
Sementara tidak jauh dari pertarungan Tu Long dan Ye Tan, terlihat Bai Han kini bertahan melawan murid sekte terkuat no 1.
Dret..!!
Tubuh Bai Han terus menerus di buat mundur saat menahan pukulan Lin Seng.
Ling Seng yang merasa di atas angin semakin gencar memukul Bai Han dengan kedua tangannya.
Dret dret..!!
Bom bom..!!
__ADS_1
Urgh..!!