
“Hmm..!! Apa yang aku dapat jika mengampunimu?” Mei Yin menaikkan alisnya di sertai senyum tipis.
“Toh jika kalian bicara, kalian juga akan mati. Karena ada sesuatu yang tertanam di jantung dan leher kalian. Jadi aku tadi bertanya hanya ingin berpura-pura saja, jika kalian diam maka aku akan menyiksa kalian.”
Glek..!!
Ketiganya hanya bisa mengutuk Mei Yin dalam hati, dulu mereka mengenal Mei Yi sangatlah baik serta lembut. Tapi mereka tidak menyangka jika Mei Yin sesadis ini.
Mei Yin memang sosok periang karena saat ia di ciptakan dulu, penciptanya telah menanamkan sifat lembut, baik, kepada keluarga, teman.
Tapi penciptanya juga menanamkan sosok yang sangat mengerikan kepada setiap musuh yang ingin menyakiti orang-orang terdekatnya.
...
Argh..!!
Arghh..!!
Tak lama terdengar suara teriakan menggema dari ketiganya. Tak tahu berapa lama Mei Yin menyiksanya, yang pasti Mei Yin tidak ingin mereka mati lebih cepat.
Tidak jauh dari lokasi Mei Yin berada, ada dua manusia berkepala kelinci sedang menunggu Mei Yin.
Tentu Mei Yin menyadarinya, tapi ia membiarkan mereka menunggu. Karena saat ini ia ingin membuat para pengkhianat yang telah mengkhianati Tuannya merasakan sakit, putus asa, jiwa, mental, dan semua yang belum pernah mereka rasakan selama hidup selain kematian.
Setelah beberapa saat menyiksa, Mei Yin langsung menghilang.
Wuss..!!
“Ada apa?” Tanya Mei Yin dengan nada sedikit kesal karena mereka telah menganggu kesenangannya.
“I..Tu mereka telah bergerak,” jawab salah satu dari keduanya dengan terbata-bata dengan tubuh berkeringat dingin.
Mei Yin menaikkan alisnya. “Mereka siapa? Jika ingin bicara jangan setengah-setengah, jika tidak aku akan memasukkan kalian lagi,” tanya Mei Yin dengan nada tidak puas.
“Ke..Keduanya Nona, orang-orang dari Wilayah Tengah serta orang yang anda maksud dari luar Wilayah Tengah,” jawab salah satunya lagi memberanikan diri.
Mei Yin langsung tersenyum tipis. “Nah ini baru namanya bicara yang jelas, jika begitu kalian siksa mereka tapi ingat, jangan biarkan mereka mati.”
Wuss..!!
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban dari bawahannya, Mei Yin menghilang.
Wuss..!!
Saat Mei Yin muncul para bawahannya serta beberapa bawahan Bai An yang masih setia telah menunggu kedatangannya.
“Hmm..!! Langsung saja, buat kekacauan di perbatasan Wilayah Inti dan Wilayah Tengah, jangan biarkan mereka yang ada di sini untuk ikut campur ke Wilayah Tengah,” perintah Mei Yin tersenyum tipis.
Seketika semua dari mereka menyunggingkan senyum bahagia, mereka telah menunggu waktu di saat-saat seperti ini.
“Siap laksanakan Nona.” Teriak semuanya serempak, setelah itu mereka langsung menghilang dari tempatnya.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Guru, Hin'er juga ingin ke Wilayah Tengah,” ucap Sha Wei Hin sedikit merujuk dengan wajah berkaca-kaca agar gurunya ini mau mengajaknya.
Mei Yin melirik murid sekaligus telah ia anggap putri ini dengan wajah menghela nafas.
“Huuf,, untuk saat ini kau belum bisa ikut Hin'er, berlatih lebih dulu, jika sudah waktunya, Guru akan mempertemukanmu dengan orang yang Guru maksud.”
“Baiklah Guru, tapi Guru jangan lupa janji guru oke,” ucap Sha We Hin mengangkat jari kelingkingnya tanda menyuruh gurunya untuk berjanji.
Mei Yin hanya mengikuti kemauan Sha We Hin dengan ikut mengangkat jari kelincing.
...
Mei Yin kini muncul di dekat wanita yang biasa di panggil Ratu Ilusi atau memiliki nama Ling Sui.
“Saudari Yin, apa bawahanmu telah bergerak?” Tanya Ling Sui tanpa melirik Mei Yin.
Mei Yin hanya mengangguk ringan, pandangannya mengarah ke pemuda tampan berjubah hijau.
“Aku telah menyuruh semuanya memantau pergerakan mereka yang berada di Wilayah Inti Pusat,” ucap pemuda yang bernama Ling Feng.
Hanya Ling Feng dan Mei Yin saja yang memiliki bawahan, sementara Ling Sui dan Ling Xuan tidak memiliki bawahan karena mereka menjawab akan kerepotan mengurus mereka nantinya.
“Baiklah jangan sampai mereka sadar jika kita bergerak terlalu aktip, aku takut ini akan berdampak ke Tuan,” ucap Mei Yin kembali memperingati.
__ADS_1
“Kau tenang saja, aku tahu itu. Saat ini kekuatan Tuan belum sepenuhnya kembali. Jika kita berlebihan maka kita juga tidak bisa melawan orang itu,” balas Ling Xuan sedikit menekan amarahnya.
Ling Sui dan Ling Feng pun mengangguk di sertai dendam.
“Oh ya aku penasaran sampai saat ini, mengapa kau tidak memberitahu Tuan nama orang itu?” Tanya Ling Feng.
Ling Feng telah menahan pertanyaan ini sangat lama, tapi ia tidak ingin menganggu Mei Yin dengan pertanyaannya ini.
“Hmm..!! Jika Tuan tahu sebelum waktunya maka itu akan berdampak kepada peningkatannya, karena sosok ini adalah orang yang ia kagumi serta sayangi di masa lalu. Walau bukan saudara kandung, ia bahkan selalu memanggil si sialan ini kakak,” jawab Mei Yin langsung menahan amarah, tangannya kini terkepal erat hingga menyebabkan bunyi.
Ling Feng, Ling Xuan serta Ling Sui terdiam. “Mereka pun sangat mengetahui jika Bai An sangat mengagumi serta menyayanginya layaknya saudara kandung. Tapi sampai saat ini mereka belum tahu apa tujuan sosok ini mengkhianati Bai An.
Hanya Mei Yin saja yang sedikit mengetahuinya dan sosok orang ini tapi sampai saat ini ia tidak memiliki keyakinan jika dugaannya ini benar atau salah.
Untuk Ling Feng, ia pun juga telah memikirkan hal itu, ia sangat yakin jika sosok ini adalah Ras yang tidak ada di seluruh Dimensi Pusat ini. Ia pun berpikir jika dugaanya benar. Maka dari mana sosok ini datang?
Apakah ia datang dari Dimensi lain? Tapi dengan segera ia menepis pikirannya, ia merasa hanya inilah satu-satunya Dimensi Pusat di tatanan ini.
“Baiklah jika begitu lakukan seperti yang telah kita rencanakan, ingat untuk terus berhati-hati,” ucap Mei Yin langsung menghilang.
Tak lama mereka bertiga juga ikut menghilang.
Tak lama Mei Yin muncul tidak jauh dari lokasi Bai An dan keluarganya berada.
“Hmm..!! Dimana orang itu? Kenapa sampai saat ini aku tidak bisa merasakannya?” Gumam Mei Yin melihat ke semua keluarga Bai An satu persatu, bahkan ia melihat Bai Chu Ye yang masih meningkatkan kekuatannya di Dunia Jiwa Bai An.
“Sial aku tak menyangka ia sangat pandai menyembunyikan wajah aslinya. Wajar saja Tuan dulu juga tidak menyadari jika ia sampai berkhianat,” gumam Mei Yin tetap memantau orang itu.
***
Bai An yang melirik ke arah Perbatasan kini mengarahkan pandangannya ke sosok yang ia panggil Boneka Kelinci.
“Siapa orang ini sebenarnya? Kenapa aku tidak mengetahui nama dan asal usulnya?” Gumam Bai An yang dapat menyadari jika saat ini ia sedang di awasi.
“Kak, apa yang kita tunggu?” Tanya Duan Du menaikkan alisnya.
“Hmm..!! Menganggu saja,” dengus Bai An saat lamunannya di buyarkan oleh adiknya.
Duan Du hanya terkekeh kecil sambil menggosok-gosok hidungnya.
__ADS_1
Setelah melihat semuanya telah siap. Bai An pun mengangguk santai. “Ayo masuk, aku yakin mereka telah menunggu kedatangan kita sudah lama.”