
“Sedikit lagi akan sampai Alam Semesta Inti ke 8, setelah itu aku harus menemui beberapa teman disana untuk meminjam Batu Kristal Energi agar Kapal Langit bisa sampai ke Alam Semesta Inti ke 5,” gumam pria sepuh tersebut.
2 hari berlalu, saat ini pria sepuh itu duduk bersama pria sepuh lainnya yang menggunakan jubah bewarna putih mulus.
Terlihat jika pria sepuh berjubah putih mulus melongo saat mendengar berita yang baru saja ia dengar.
“Apakah ceritamu ini benar? Saudara Chu.” Tanya pria sepuh berjubah putih.
“Benar,, namun pemuda yang di cari-cari ini sangat lah licik, bahka tanganku terpotong akibat trik liciknya,” kata Xun Chu, tak lain pria sepuh yang Tu Long potong tangannya.
“Hmm..!! Ceritamu cukup meragukan saudara Chu, bagaimana mungkin pemuda dengan tingkat Kaisar Sejati bisa memotong tangan Dewa Immortal, bahkan menggores jubahnya pun akan sulit,” kata pria sepuh berjubah putih dengan nada curiga.
“Heng, kau ini, aku bilang ia melakukannya dengan cara licik, aku juga tidak bilang jika ia memotong tanganku, melainkan aku hanya bilang tanganku ini akibat perbuatan liciknya," dengus Xun Chu.
“Orang yang telah memotong tanganku adalah seorang monster kuno yang sedang bertapa, pemuda itu membawaku kesana, sehingga aku bertarung dengannya, namun aku kalah karena monster itu jauh lebih kuat dariku sehingga aku melarikan diri,” kata Xun Chu.
Pria sepuh berjubah putih kini memahami ucapan Xun Chu.
“Hmm..!! Berarti kau pulang karena sengaja ingin menyebar berita ini bukan? Dan juga imbalan yang kau inginkan pasti tidak sedikit,” kata pria sepuh berjubah putih.
“Hehe,, kau sadar maksudku, tidak salah aku mendatangimu yang menjadi ketua Paviliun Informasi Perak terbesar di Alam Semesta ke 8,” kekeh Xun Chu.
“Tapi sebelum kau menyebarnya, beritahu jika pemuda itu lumayan berbahaya, karena ia bisa melakukan segala trik licik untuk kabur, jika mereka semua meremehkannya, itu terserah mereka,” kata Xun Chu memberikan peringatan.
Pria sepuh berjubah putih mengangguk. “Itu masalah gampang, aku yang akan mengaturnya, yang aku pastikan hanya ceritamu memang benar atau tidak jika pemuda itu ada Di Alam Semesta Inti ke 9, tepatnya Dunia Phoenix Surgawi dan jiga tingkat kekuatannya hanya berada di Tingkat Kaisar Sejati ⭐ 5 Puncak dan ada dua orang yang selalu bersamanya,” kata Pria berjubah putih menatap mata Xun Chu lekat-lekat untuk memastikan lagi.
Saat melihat Xun Chu tanpa ragu mengangguk, pria sepuh berjubah putih mengangguk, kini ia bisa membuat sketsa wajah 2 orang yang bersama Bai An, agar ia bisa menambah banyak ke untungan.
Sementara Xun Chu diam-diam tersenyum kecil, tapi dengan cepat ia mengubah raut wajahnya saat pria sepuh berjubah putih melempar cincin penyimpanan ke arah dirinya.
Dengan sigap Xun Chu menangkapnya.
“Hmm..!! 1 triliun koin emas dan 1 miliar Batu Kristal Energi Emas,” gumam Xun Chu mengangguk.
“Baiklah, jika begitu aku akan kembali ke alam semesta inti ke 5 mengabari tentang kematian Tuan muda,” kata Xun Chu langsung berjabat tangan dengan pria sepuh berjubah putih.
__ADS_1
Setelah itu Xun Chu dengan cepat pergi ke Kapal Langit dan menerbangkan Kapal Langit dengan kecepatan penuh.
Wuss..!!
“Hehe,, nikmatilah kematian kalian semua karena berani mendatangi Monster dan Iblis yang jauh lebih mengerikan dari Iblis maupun Monster yang asli,” kekeh Xun Chu.
***
1 Minggu berlalu.
Tak lama berita tentang Bai An ada di Alam Semesta Inti ke 9 langsung menyebar melalui Paviliun Informasi Perak.
Banyak para Tuan muda dari berbagai klan besar di seluruh dunia maupun seluruh Alam Semesta datang ke Paviliun Informasi Perak untuk mengetahui kebenarannya.
Setelah mengetahui keberanannya, termasuk dua informasi tambahan, yaitu selembaran poster wajah Duan Du dan Tu Long ikut serta menjadi orang yang paling di cari.
Semua klan besar, klan tersembunyi, organisasi tertentu, bahkan sekte besar yang hanya ada di 3 Alam Semesta Inti saja ikut bergerak.
Perlu di ketahui jika Sekte hanya ada di Alam Semesta Inti ke 1, 2 dan 3 saja, sementara Alam Semesta Inti ke 4 sampai ke 10 tidak di perbolehkan membangun sekte.
Mereka takut gelar tersebut di rebut, maka 2 Penguasa terkuat membuat perjanjian sepihak jika hanya ada 3 Alam Semesta yang boleh mendirikan Sekte di dunia yang mereka pimpin.
***
Alam Semesta Inti ke 7.
Dunia Tanpa nama.
Saat ini terlihat 2 orang sedang duduk. “Paman-paman, apakah yang paman katakan benar, jika ayahku sedang berjuang mengambil ibu dan aku, lalu membawaku dan ibu ke tempat jauh agar bisa hidup bahagia?” Tanya anak berusia 8 tahun.
“Hmm..!! Aku yakin Han'er sangatlah cerdas, walau Chen'er berusia 8 tahun, namun pemikiran Chen'er layaknya paman sendiri.”
“Han'er juga pasti tahu dari selembaran ini, terlebih Paman juga telah menceritakan semua hal yang paman ketahui, jadi Han'er pasti dapat mengambil maknanya,” kata Hu Liu Chen.
Bai Han langsung mengangguk bersemangat.
__ADS_1
“Terus,, terus kapan paman membawaku pergi menemui ayah, aku juga ingin ikut berjuang bersama ayah untuk mengambil ibu dari kakek yang jahat,” kata Bai Han mengepalkan erat tangannya, wajah Bai Han terlihat imut saat ia marah.
Hal itu membuat Hu Liu Chen tersenyum gemas ingin mencubit keponakannya ini.
Terlebih ia juga mengambil resiko saat memberitahukan semuanya kepada anak kecil, ia tak tahu apakah Bai An dan Hu Qia akan marah nantinya, tapi ia akan menanggung semuanya jika mereka berdua marah.
Untuk ayahnya Hu Xiao.
Hu Liu Chen tahu jika ayahnya saat ini marah besar saat tahu jika dirinya kabur membawa Bai Han, maka ayahnya tidak akan menganggapnya sebagai putra lagi.
“Huuf,, sebenarnya aku tak ingin ini terjadi, tapi semenjak kematian ibu, ayah telah berubah banyak, dulu ia sangat sayang keluarga, tapi saat ini ia malah mengurung kakak dan menyiksa batinnya.” Gumam Hu Liu Chen.
“Paman-paman, kenapa paman Chen diam?” Tanya Bai Han memiringkan kepalanya, mata birunya menatap ke arah Hu Liu Chen.
“Hehe,, keponakan paman sangat imut jika memasang wajah seperti ini, paman jadi ingin mencubitmu,” kata Hu Liu Chen lalu mencubit pipi Bai Han.
“Aduh,, aduh, sakit paman,” teriak Bai Han mengembungkan pipinya.
“Katanya ingin menjadi kuat biar bisa membantu ayah dan ibu, di cubit saja sudah bilang sakit,” kata Hu Liu Chen tersenyum kecil.
Hmm..!!
Bai Han hanya bisa mengembungkan pipinya.
Hu Liu Chen hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“Ayo kita pergi, 1 atau 2 minggu lagi kita akan sampai, ke tempat Ayah Han'er berada,” ajak Hu Liu Chen.
Seketika wajah Bai Han langsung berbinar-binar.
“Ayo,, ayo,, aku ingin melihat ayah secara nyata, tidak dengan melihat potonya saja,” teriak Bai Han lalu menarik tangan Hu Liu Chen.
Hu Liu Chen langsung menggendong Bai Han.
Wuss..!!
__ADS_1
Mereka berdua langsung menghilang dari hutan tempat mereka beristirahat.