Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Tu Long Melampiaskan Amarah


__ADS_3

Malah Duan Du lebih aktip dalam mengerjai Tu Long hingga saat ini. Lucu bukan.


***


Saat ini Duan Du dan Cen Tian melesat ke arah pusat kota, dimana tempat Pemimpin Lang Qing dan dua tangan kanan dan kiri berada.


Keduanya yakini jauh lebih kuat dari Lang Qing oleh Bai An.


Tapi satu hal yang Bai An tidak kasih tahu siapa keduanya kepada Duan Du dan yang lainnya.


Terlebih salah satu dari keduanya adalah orang yang mereka kenal.


Tapi Bai An yakin jika orang yang ia kenal itu atau lebih tepatnya kakak ipar Bai An tidak mengenal dirinya dan yang lainnya. Karena saat ini orang tersebut hanyalah Reinkarnasi yang ingatan tentang kehidupannya yang lalu belum kembali.


Wuss wuss..!!


Tap tap..!!


“Hahaha,, Du'er banyak sekali harta berjalan sedang menunggu kita, itu coba kau lihat. Satu, dua, tiga. Ahh lupakan saja, yang penting itu cukup untuk kita makan selama beberapa bulan,” teriak Cen Tian yang kini seperti orang gila saat melihat barisan prajurit berjejer rapi.


Barisan prajurit ini setidaknya berjumlah 10 ribu. Tentu saja Cen Tian akan sedikit berlebihan saat melihat hal tersebut.


Matanya kini bersinar cerah, keserakahan terhadap harta kini tak bisa Cen Tian bendung lagi.


Sementara Duan Du juga ikut bersemangat. Duan Du tak kalah serakahnya dengan Cen Tian jika soal harta.


Namun beberapa saat ia terdiam saat mendengar suara.


“Du'er, cepat bantai mereka, nanti kakakmu yang baik hati ini akan mengumpulkan harta jarahannya,” ucap Cen Tian dengan nada gembira.


“Heng,, enak saja kau memerintahkan adikmu ini. Yang pantas bertarung itu adalah seorang kakak dan adiknya lah yang mengumpulkan harta jarahan,” dengus Duan Du.


“Eeetts. Itu tidak bisa, walau aku kakak mu, tapi kau jauh lebih kuat dariku. Apa kau mau melihat kakak mu ini terluka atau bahkan terbunuh,” ucap Cen Tian kini tersenyum tipis sambil menaikkan kedua alisnya secara bergantian.


Wajah Duan Du seketika jelek. Tapi beberapa saat ia langsung terkekeh saat merasakan dua aura kini sedang mendekat.


“Hehehe,, jika begitu, kita lah yang mengumpulkan harta lalu Paman Lang Zai dan Paman Tu Long menghadapi mereka,” ucap Duan Du.


Wajah Cen Tian yang tadinya tersenyum bahagia langsung berubah cemberut.


“Heng,, mau-mau,” dengus Cen Tian langsung melesat ke arah para prajurit yang memiliki kekuatan Master dan Grand Master ⭐ 5 Puncak yang paling tinggi.


Tentu Cen Tian akan memilih lawan yang lemah-lemah saja, karena dari dulu itulah sifatnya.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Wajah Tu Long kini mengganas saat menatap ke arah Duan Du yang kini tersenyum polos.


“Eeh,, paman Tu, mengapa wajahmu sangat gelap? Apa kau ketimpa kotoran burung saat kesini?” Tanya Duan Du dengan polos.


Blush..!!

__ADS_1


Tangan Tu Long terkepal erat mencoba untuk menahan diri. Terlebih ia kini di tertawai juga oleh Lang Zai saat mendengar ejekan Duan Du.


“Heng,,”


Terdengar dengusan dari Tu Long, setelah itu ia langsung melesat ke arah para musuh yang berjejer rapi.


***


Saat ini para prajurit masih belum merasakan kehadiran Duan Du, Cen Tian, Tu Long dan Lang Zai. Jadi hal yang wajar jika mereka belum bergerak.


Namun terdengar sebuah teriakan menggema. Hal itu membuat para prajurit dan komandan bergidik ketakutan.


“Dasar sampah, apa yang kalian lakukan, cepat bersiap, saat ini musuh sudah melesat kesini untuk menye-”


Bom..!!


Belum selesai Lang Qing menyelesaikan ucapannya. Beberapa prajurit yang paling lemah mati dengan tubuh tak utuh. Setidaknya ada puluhan yang mati dan ratusan yang terluka akibat serangan bola energi.


Bom..!!


Cen Tian kini mendarat dengan seringai lebar. “Hehe,, untung saja aku menahan diri agar senjata dan cincin penyimpanan mereka tidak hancur,” kekeh Cen Tian.


“Yah walaupun baju mereka rusak, tapi tak apalah,” sambung Cen Tian sedikit menyangkan baju yang akan ia jarah.


Setelah bergumam, Cen Tian langsung melesat sambil mengayunkan tinjunya yang kini di aliri oleh sedikit energi.


Bom bom..!!


***


“Apa saja yang telah kau lakukan sehingga datang terlambat?” Teriak Lang Qing kini mengeluarkan auranya dan mengarah ke Jendralnya.


Urgghh..!!


Jendral pertama kini meringis kesakitan.


Lang Qing yang terbawa amarah ingin melesat untuk membunuh jendralnya kini terdiam.


“Apa yang kau lakukan Qing, bodoh sekali kau ingin membunuh orangmu,” dengus pria berambut ungu yang bernama Guan Shen Ju.


“Benar, ia masih berguna untuk melawan keempat orang itu,” sambung Xiao Tan.


Lang Qing langsung tersadar jika apa yang di ucapkan oleh Guan Shen Ju dan Xiao Tan ada benarnya.


“Kenapa kau diam saja, cepat maju dan henti-”


Crash..!!


Kepala jendral pertama langsung terpotong oleh pedang energi yang berbentuk cakar.


Saat ini Tu Long yang telah di penuhi amarah juga tidak segan-segan membantai semua orang yang menghalanginya.


Dengan cepat Tu Long muncul di depan Lang Qing, Guan Shen Ju dan Xiao Tan.

__ADS_1


“Apa kau pemimpin kota ini dan kau dua orang yang selalu mengatur rencana penderitaan para penduduk?” Tanya Tu Long dengan nada dingin.


Walau kekuatan Tu Long masih di Dewa Immortal ⭐ 5 Puncak. Tapi sekilas dari auranya saja terlihat jika ia setara dengan Lang Qing, bahkan lebih kuat.


Lang Qing yang merasa di rendahkan oleh Tu Long langsung melesat tanpa izin dari Guan Shen Ju dan Xiao Tan.


Wuss..!!


“Mati,,” teriak Lang Qing kini mengayunkan pedangnya.


Tu Long langsung mendengus, dengan cepat ia mundur dan di bantu oleh Hukum Angin.


Wuss..!!


Slash..!!


Lang Qing hanya menebas udara, hal tersebut membuat dirinya semakin malu yang seorang Kultivator Dewa Raja Semesta.


“Kurang ajar, aku akan mencincang tubuhmu,” teriak Lang Qing langsung mengejar Tu Long.


“Heng,, banyak omong kosong,” dengus Tu Long dengan nada dingin.


Tu Long juga ikut melesat ke arah Lang Qing, ia juga kini telah berubah bentuk dan tangan kirinya juga telah berubah menjadi pedang cakar.


Tangan kiri Tu Long langsung di selimuti oleh Hukum Angin Tingkat Tinggi.


Lalu dengan cepat ia mengayunkan tangan kirinya ke arah Lang Qing.


Lang Qing juga tidak tinggal diam, ia langsung menyelimuti pedangnya dengan Elemen Air lalu mengayunkannya ke arah Tu Long.


Tekanan yang cukup mengerikan dari kedua serangan tersebut langsung membuat para prajurit terhempas dan beberapa yang cukup kuat langsung bergerak mundur. Pertarungan para komandan melawan Cen Tian dan Lang Zai seketika terhenti.


Pandangan semua orang mengarah ke Tu Long dan Lang Qing saat ini.


Sementara Guan Shen Ju kini memasang wajah jelek saat melihat serangan Tu Long. Untuk Xiao Tan hanya diam saja sambil mengedarkan kesadarannya untuk mencari sesuatu yang ia rasa adalah musuh terkuat.


Bom..!!


Tubuh Lang Qing kini terhempas jatuh ke bawah hingga menabrak tanah.


Duar..!!


Sebuah kawah langsung tercipta akibat benturan tubuh Lang Qing dengan tanah.


Sementara Tu Long hanya terseret beberapa langkah. Tapi ia memuntahkan cukup banyak darah dari mulutnya.


Hoek..!!


Saat menyemprotkan darah dari mulutnya. Wajah Tu Long menjadi serius saat merasakan bahaya mendekat.


***


“Sesuai janji, Du'er kasih 4 chapter 😁 Jika yang komen tetep melebihi 150, Du'er akan kasih 3 chapter hari sabtu dan Minggu 4 chapter.”

__ADS_1


“Tapi kalau bisa setiap hari komennya bisa 100 lebih, Du'er akan kasih tahu kakak Bai untuk kasih kalian kejutan di ahir bulan.” 👍


__ADS_2