Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
Barter Menggunakan Hukum Angin Tingkat Menengah


__ADS_3

Seketika wajah Bai An dan Duan Du menjadi gelap.


Menyadari hal tersebut, Tu Long langsung menutup mulutnya layaknya anak kecil yang ketahuan berbohong.


Tu Long juga melirik ke arah Jia Wei karena sadar jika ada orang lain duduk di kelompok mereka.


“Sialan, kenapa juga jal*ng ini ada di sini,” gumam Tu Long kini menatap tajam ke arah Jia Wei.


Jia Wei yang baru saja selesai mengirim informasi jika Bai An dan kelompoknya datang mencari Batu Giok Hitam Formasi langsung tersenyum tipis saat melihat tatapan tajam Tu Long, bahkan Jia Wei juga ikut berkedip.


Saat Tu Long ingin bicara, Bai An dan Duan Du lebih dulu mengirim pesan telepati.


“Sebaiknya kau lebih baik diam saja Tu Long, jangan bicara yang tidak-tidak lagi,” kata Bai An, sementara untuk Duan Du, ia berkata. “Paman jangan pancing orang untuk memanfaatkan kita, lebih baik kau diam saja, karena setiap kau bicara, kau tidak sadar telah bicara yang bisa membuat kita tersudut.”


Tu Long langsung murung, ia kini menatap ke arah Jia Gi Xia yang tersenyum lebar karena telah mendapat info penting dari Jia Wei.


Sementara di ruang VIP no 04 terlihat beberapa pria sepuh yang menemani pemuda cukup tampan.


“Penetua, itu dia, aku butuh itu untuk menguatkan senjataku, jika senjataku telah naik tingkat, aku yakin bisa masuk murid dalam sehingga ayah akan langsung bangga dan tidak mengucilkanku lagi,” kata pemuda yang bernama Lao Diu.


“Hmm,, sabar Diu'er, kita pasti akan berusaha mendapatkannya,” kata Penetua tersebut melirik ke arah dua orang penetua lainnya.


Salah satunya langsung berbisik. “Banyak orang yang menginginkannya Penetua, walau kita adalah penetua Sekte Pedang Teratai, termasuk 10 sekte besar di Alam Semesta Inti ke 2, saat ini kekuatan kita di tekan oleh Hukum Semesta, jadi kita tidak bisa menekan mereka menggunakan kekuatan kita dan nama sekte.”


“Benar penetua, banyak juga ahli klan besar sengaja mengirim orang di tingkat Dewa Immortal, jika mereka mengirim kekuatan Dewa Raja Semesta, kekuatan mereka pasti di tekan, sehingga kita kalah selangkah.” Sambung penetua satunya.


Penetua yang bernama Lao Zhao itu terdiam sesaat, setelah itu ia melirik ke arah Lao Diu atau cucunya yang sangat berharap.


“Tetua tenang saja, walau kita tidak mendapatkan item tersebut, aku sama sekali tidak kecewa, karena salah satu tujuan kita kesini adalah mencari orang yang tetua maksud,” kata Lao Diu.


Lao Zhao menghela nafas, Lao Diu tidak tahu jika dirinya adalah kakeknya, karena Patriak atau ayah Lao Diu menyembunyikan ini darinya.


Lao Zhao kini bersuara dengan nada datar.


“Ruangan VIP no 04 ingin menukarnya dengan Daun Jeruk Yin Yang, semoga ada yang mau mengalah.”

__ADS_1


Mendengar itu, Jia Gi Xia langsung berkata. “Apakah ada yang ingin menukar dengan yang lebih tinggi dari Daun Jeruk Yin Yang?”


“Hmm..!! Klan Ba dari Alam Semesta Inti ke 3 ingin menukarnya dengan Senjata tingkat 3 awal,” kata salah satu tetua klan Ba di ruangan VVIP no 08.


Mendengar ucapan yang angkuh dan sombong, Duan Du langsung melihat harta-harta yang cocok untuk ia coba barter.


Saat menemukan yang cocok-.


“Aku ingin menukarnya dengan Buku Hukum Angin tingkat Menengah,” kata Bai An dengan santai.


Seketika semua orang memandang ke arah ruangan VVIP no 02 dengan pandangan sedikit terkejut, buku Hukum Angin tingkat menengah sangatlah langka dan jarang di temui, walau di temukan juga, mereka yang menemukannya akan menyimpannya rapat-rapat karena takut menjadi bahan rebutan.


Duan Du kini memasang wajah jelek karena ketenarannya telah di rebut kakaknya.


“Kak,, apa yang kau lakukan, hmm.” Terdengar suara Duan Du di dalam kepala Bai An.


Bai An hanya tersenyum kecil lalu memandang ke arah ruangan VVIP no 01.


Seakan tersadar maksud kakaknya, Duan Du ikut melirik dan paham jika di ruangan tersebut ada Jia Li Ling yang ingin ikut barter untuk memojokkan mereka.


Sementara orang-orang ini mulai ricuh saat mendengar Buku Hukum Angin Tingkat Menengah.


Sehingga salah satu dari mereka bertanya karena tidak percaya.


“Hei,, apakah ucapanmu itu benar atau hanya ingin mencari sensasi,” teriak salah satu klan besar dari Alam Semesta tingkat yang lebih tinggi. Orang tersebut terlihat cukup licik, ia duduk di ruang VVIP no 07.


Mendengar itu, orang-orang yang merasa telah terperangkat ucapan dari orang di ruangan VVIP no 07 ikut berteriak.


“Benar,, siapa tahu kau ingin mencari sensasi.”


“Iya, siapa tahu kau ingin menipu atau agar membuat kami tidak ikut menawar dengan barter.”


Bai An yang mendengar itu tersenyum tipis.


“Hehe,, kakak, orang di ruangan VVIP no 07 cukup licik juga, tapi ia tidak sadar jika telah menyerahkan nyawanya secara sukarela,” kekeh Duan Du, namun pikiran Duan Du sebenarnya tidak kesana, melainkan harta.

__ADS_1


Jia Wei yang mendengar itu mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Duan Du, tapi ia diam saja sambil mengirim informasi kepada Jia Li Ling tentang apa saja yang ia lihat dan dengar.


Bai An hanya mengangguk lalu melirik ke arah Tu Long yang sedari tadi diam layaknya patung.


Melihat dirinya akan beraksi, Tu Long menepuk dadanya.


“Serahkan saja kepadaku,” kata Tu Long dengan nada sombong sambil melirik dengan angkuh ke arah Jia Wei.


Seketika Tu Long mengeluarkan Hukum Angin Tingkat Menengah yang membuat aula lelang bergetar saat angin di tengah-tengah berputar lalu membentuk tubuh manusia angin transparan.


“Woah,, itu Hukum Angin hampir mencapai sempurna,” teriak salah satu ahli cukup kuat.


Seketika itu juga kembali suara gaduh, Jia Gi Xia yang dari tadi diam juga ikut terpana saat melihat itu, ia tak menyangka jika ucapan Bai An tadi benar, karena ia sempat berpikir juga jika Bai An mencoba menipu.


Sementara orang di ruangan VVIP no 07 kini menyeringai, mereka semua saling melirik, mereka mencoba akan merampok kelompok Bai An nantinya dengan memaksa untuk menulis copy Buku Hukum Angin yang hampir mencapai sempurna.


Tu Long yang telah menebar Hukum Anginnya kini duduk dengan bangga sambil mengangkat kepalanya ke atas. Hal tersebut membuat Duan Du kesal, tapi karena tahu jika ia ribut, maka ia pasti akan di hajar lagi oleh kakaknya, jadi Duan Du hanya mencoba menahan diri.


Di panggung lelang, Jia Gi Xia yang ikut terpana kini langsung tersadar.


“Apakah ada yang memiliki item yang lebih berharga lagi dari Hukum Angin yang coba di ajukan oleh ruangan VVIP no 02?” Kata Jia Gi Xia.


Orang-orang yang tadi ribut seketika terdiam, tentu mereka sadar jika tidak ada yang lebih tinggi lagi menurut mereka.


Bahkan mereka yakin jika Batu Giok Hitam Formasi masih satu tingkat di bawah Hukum Angin Tingkat Menengah tersebut.


Saat Jia Gi Xia melihat semua orang terdiam ia mulai berkata.


“Jika tidak ada, maka aku akan mulai menghitung sampai 3.”


Satu..!!


Dua..!!


Ti..!!

__ADS_1


Saat palu ketiga akan terketuk, sebuah suara lembut terdengar sehingga semua orang melirik ke asal suara.


__ADS_2