
“Sialan, aku bersumpah, akan ku bawa kau ikut mati bersamaku bocah,” teriak Qang De langsung mengalirkan seluruh energinya dan di pusatkan ke selurug tubuhnya.
Blush..!!
Pusaran energi seketika muncul lalu membuat area sekitar berubah drastis.
Lan Yuheng yang melihat itu langsung merubah laju serangannya.
Dret..!!
Dalam seperkian detik, Lan Yuheng kini terlihat seolah-olah sedang menginjak daratan dan berlari dengan gerakan jig jag di udara.
Crash..!!
Bom..!!
Argh..!!
Qang De seketika meraung kesakitan saat merasakan lehernya di sengat, terlihat juga lehernya kini menganga dan menyemprotkan akibat tebasan Lan Yuheng dalam seperkian detik.
“Masih belum,” gumam Lan Yuheng sadar jika musuhnya memiliki regenerasi yang luar biasa. Lan Yuheng pun kembali bergerak cepat.
Dret..!!
Crash..!!
Crash..!!
Terlihat Lan Yuheng mengyerang ke titik yang sama sebanyak 12 kali, namun tetap saja Qang De mampu bertahan.
Huh huh huh..!!
Menyadari batasannya tidak lama lagi untuk bergabung dengan Spirit Petir Surgawi, Lan Yuheng kini memasang wajah serius.
Tatapannya menajam saat melihat Qang De menyeringai ke arahnya.
“Khehehe,, walau aku tidak bisa memberikan serangan balasan. Kini aku sadar jika kau hanya mengandalkan kecepatanmu saat menyerangku dan terus mencoba untuk membunuhku.” Kekeh Qang De.
“Tapi sekuat apapun kau berusaha, pada akhirnya akulah yang menjadi pemenang di sini, karena pengalamanmu terlihat masih banyak kekurangan dalam mencoba melukaiku dan juga kau terlihat baru saja mencapai tahapan kekuatanmu saat ini, jadi pondasimu terlihat masih belum pada titik sempurna,” sambung Qang De dengan nada mengejek.
Heng..!!
Terdengar Lan Yuheng hanya mendengus saat mendengar ejekan Qang De.
“Untuk seseorang yang akan mati, kau terlalu banyak bicara,” dengus Lan Yuheng.
Dret..!!
“Tebasan Petir Kilat,” teriak Lan Yuheng langsung muncul di depan Qang De, pedang Lan Yuheng terlihat begitu cepat melesat mengarah ke leher Qang De.
Wuss..!!
Bukannya takut, Qang De malah tersenyum kecil melihat kemunculan Lan Yuheng.
Wung..!!
Jder..!!
Duar..!!
Bertepatan saat akan mengenai leher Qang De yang terluka. Ledakan energi dalam jumlah besar keluar dari tubuh Qang De.
Rencananya Qang De berpura-pura terlihat lemah dan menunggu Lan Yuheng menyerangnya. Lalu pada saat Lan Yuheng muncul, ia ingin memberikan serangan kejut untuk membuat Lan Yuheng terluka.
Tapi rencananya kini hanya sia-sia saja.
Mata Qang De hanya bisa melotot tak percaya saat melihat ledakan energinya hanya meledakkan klon petir milik Lan Yuheng yang membuat tubuhnya kini tersambar petir.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu sebuah pedang kayu juga menanjap di leher belakang Qang De.
“Heh,, kau kira aku tidak menyadari trik murahanmu itu,” ejek Lan Yuheng.
“Trik murahanmu itu sering aku lihat, bahkan jadi makanan sehari-hariku dulu saat bersama Monyet sialan itu. Jadi itu sudah basi bagiku,” sambung Lan Yuheng langsung menarik pedang kayunya yang masih di selimuti pedang.
Lan Yuheng pun kembali mengayunkan pedangnya.
Slash..
Namun sebelum menyentuh leher Qang De, dengan cepat Lan Yuheng mundur sejauh yang ia mampu.
Wung..!!
Bommmmm..!!
Ledakan besar pun muncul dan mengguncang area tempat Lan Yuheng bertarung.
Kini Lan Yuheng berdiri sambil memasang wajah serius ke arah dimana tempat Qang De berada.
Tak lama setelah asap mulai menghilang, Lan Yuheng melihat sosok pria topeng ungu berdiri, yang tak lain adalah salah satu petinggi Menara.
“Sial, batasanku tinggal beberapa menit lagi,” gumam Lan Yuheng langsung mengumpat dalam hati.
Lan Yuheng sadar jika sosok Petinggi Menara yang baru datang ini menyerangnya, maka ia tak akan mampu bertahan.
Sementara di tempat Qang De berada, sosok Topeng Ungu kini memandang ke arah Qang De dengan tatapan jijik.
“Sungguh memalukan, dasar pecundang,” dengus sosok tersebut saat melihat kondisi Qang De dalam kondisi yang hampir mati.
“Hahaha,, walau begitu kau pada akhirnya tak punya pilihan dengan membawaku pergi dari sini, karena aku adalah salah satu orang yang cukup berharga bagi menara,” bukannya marah saat di ejek, Qang De malah tertawa bahagia saat ini.
Pandangan Qang De pun mengarah ke Lan Yuheng dengan tatapan benci. “Biarkan aku mengahirinya nanti setelah kau melumpuhkannya, jika kau memberikan aku membunuhnya nanti, aku akan memberikanmu 2 permintaan apapun yang kau inginkan nantinya,” ucap Qang De.
Wajah Petinggi menara tersebut seketika menyeringai di balik topengnya.
Sementara Lan Yuheng yang diam dari tadi, tentunya memanfaatkan kesempatan untuk memulihkan energinya.
“Hemm..!! Kau terlalu meremehkanku,” dengus Lan Yuheng langsung bergerak secepat kilat.
Wuss..!!
Bom..!!
Tubuh Lan Yuheng seketika terhempas begitu saja.
“I..Ini,” mata Lan Yuheng sedikit melebar saat melihat kecepatan musuhnya hampir setara dengannya.
“Sial,” gumam Lan Yuheng saat melihat musuhnya kini bergerak cepat ke arahnya.
Wuss..!!
Terlihat kini petinggi menara tersebut langsung mengayunkan pedangnya saat ia muncul di depan Lan Yuheng.
Slash..!!
Bom..!!
“Hooh,, kau mampu menghindarinya ternyata,” ejek petinggi menara tersebut melirik ke arah kejauhan, dimana tempat Lan Yuheng muncul sambil terengah-rengah.
Tanpa ingin menunda lebih lama lagi, petinggi menara tersebut dengan cepat melesat ke arah Lan Yuheng, ia sadar jika berlama-lama di sini, maka Chen Long pasti akan mendatanginya.
Wuss..!!
Trank..!!
Duar..!!
__ADS_1
Lan Yuheng yang mampu menahan serangan musuhnya kini terhempas hingga menabrak daratan dan menyebabkan kawah cukup besar saat tubuhnya berbenturan dengan tanah.
“Si..Sial, apakah ini ahirnya?” Gumam Lan Yuheng menggertakkan giginya sambil mengigit bibir bawahnya hingga berdarah.
Wuss..!!
“Matilah bocah sialan,” teriak petinggi menara kini kembali muncul di depan Lan Yuheng.
Dret..!!
Bom..!!
Mata Lan Yuheng melotot saat melihat Bo Wuhan muncul dari ruang hampa dan menahan pedang petinggi menara menggunakan tangan kosong.
“Heng,, apakah kau sudah mendapat izin dari ku untuk menyerang keluargaku,” dengus Bo Wuhan langsung mengencangkan erat genggaman tangannya.
Krak krak..!!
Pedang milik petinggi menara seketika retak, dan di saat bersamaan, kaki kanan Bo Wuhan terangkat dan memutar kaki kirinya yang menjadi tumpuan.
Wuss..!!
Tubuh Bo Wuhan pun berputar bersamaan dengan kaki kanannya ikut berputar dan mengarah ke wajah petinggi menara tersebut.
Mata petinggi menara tersebut seketika melotot.
“Sial,” teriak petinggi menara langsung mencoba memanipulasi angin yang ada di sekitarnya untuk memperlambat gerakan Bo Wuhan.
Tapi bukannya melambat, malah kecepatan gerakan Bo Wuhan menjadi dua kali lebih cepat.
Bom..!!
Argh..!!
Darah seketika muncrat dari bibir dan hidung Petinggi Menara tersebut sebelum tubuhnya terhempas.
Wuss..!!
Bo Wuhan langsung muncul di belakang musuhnya sambil mengakat kaki kanannya ke atas lalu menurunkannya.
Bom..!!
Duar..!!
Arkkkk..!!
Tubuh musuhnya langsung terjatuh ke tanah, terlihat kini tanah tempat musuhnya terjatuh membentuk lubang yang cukup dalam.
Tap tap..!!
Melihat musuhnya masih hidup, namun cukup menerima luka parah. Bo Wuhan pun kembali menggerakkan kakinya dengan menginjak dada musuhnya.
Bam..!!
Argh..!!
“Sialan kau, akan ku-”
Bo Wuhan langsung duduk di atas tubuh musuhnya lalu tangan kananya yang telah berubah mengeras terayun ke mulut musuhnya.
Bom..!!
Darah langsung terciprat ke wajah Bo Wuhan, namun bukannya iba, malah Bo Wuhan semakin memasang wajah dingin lalu kembali mengayunkan tinjunya.
Bom..!!
Bom..!!
__ADS_1