
“Hem..!! Aku melihat ekspresi Guru yang luar biasa menganggumkan, aku harus jauh lebih kejam dan dingin terhadap musuh,” sambung Xi Luan melihat dengan pandangan berbeda.
***
Dret..!!
Tap tap..!!
“Hemm Bagaimana menurutmu orang itu?” Terdengar sebuah suara saat sosok bertopeng biru yang di temui Duan Du beberapa waktu lalu kini muncul.
“Dia terlihat biasa saja dari luar selain pintar memprovokasi orang, namun-” tatapan mata sosok bertopeng biru seketika bercahaya terang. “Namun orang itu sangatlah mengerikan, dia jauh lebih mengerikan dari Master sekte Kekacauan, jika kita biarkan ia hidup lebih lama, maka itu membuat kita hancur, bukan hanya itu, aku merasa Pihak Menara akan mengalami kerugian.” Ucap sosok bertopeng biru dengan nada serius.
Mendengar itu, salah satu sosok bertopeng biru dengan Jubah putih bercampur merah, kimi tersenyum di balik topengnya.
“Itulah sebabnya aku menyuruhmu untuk turun melihatnya langsung, sungguh menarik bukan orang tersebut,” ucap sosok bertopeng biru dengan jubah putih bercampur merah.
“Aku juga menyadari jika ia telah meletakkan beberapa mainan di seluruh sudut Kota ini untuk melawan kita, jadi aku sangat ingin melihat permainan apa yang akan ia tunjukkan.” Sambung sosok bertopeng biru tersebut.
Tap tap..!!
Sosok bertopeng biru tersebut langsung bangkit dari tempat duduknya yang ada di ruangan yang sangat gelap.
“Aku akan mengawasi Wakil Master Sekte Kekacauan, kau awasi orang itu bersama Penetua Iblis Pembantai, jangan biarkan mereka terlalu bergerak leluasa.”
Tanpa menunggu balasan dari rekannya, sosok bertopeng biru tersebut langsung menghilang meninggalkan sosok bertopeng biru dengan jubah hitam.
“Hemm..!! Wakil Master Sekte Kekacauan ya, baru kali ini aku mendengar ia melakukan pergerakan selama aku di tugaskan keluar dari Menara.” Gumam sosok bertopeng biru dengan jubah hitam.
Ia tentu pernah mendengar nama Wakil Master Sekte Kekacauan. Mungkin orang-orang yang ada di seluruh Dimensi Alam Dewa hanya mengetahui Master dan Penetua Agung sekte Kekacauan saja. Namun sebenarnya mereka mempunyai Wakil Master yang sampai detik ini tidak di ketahui keberadaannya dan apa jenis kelaminnya.
“Menarik, sosok kuat selain Master dan Penetua Agung Sekte Kekacauan kini mulai berkumpul di sini, jika kami bisa menyelesaikan tugas kami, maka hadiahnya dari Menara tidak akan kecil.” Gumam sosok bertopeng biru dengan jubah hitam.
Wuss..!!
Ia pun langsung menghilang dari tempatnya dan kembali mengawasi Duan Du.
***
Tap tap..!!
“Hemm..!! Apakah di sini tempatnya?” Tanya Duan Du melirik ke arah Gu Sheng.
“Benar Tuan muda, mari kita masuk untuk memesan ruangan sebelum terlambat,” ucap Gu Sheng dengan hormat.
Duan Du pun mengangguk santai, kelompok Duan Du pun langsung melangkah masuk.
__ADS_1
Orang-orang yang mengenal kelompok Duan Du langsung menghindarinya karena mereka tahu jika kelompok Duan Du sangat gemar memprovokasi orang hingga menyebabkan kekacauan.
Tap tap..!!
Sosok wanita anggun langsung menghampiri kelompok Duan Du.
“Selamat datang di Rumah Lelang Gedung Merah, ada yang bisa saya bantu Tuan muda?” Tanya pelayan anggun tersebut.
Duan Du yang melihat pelayan tersebut tidak melihat ke arah wajahnya, melainkan ke arah sela-sela yang membuatnya cukup menarik.
“Hemm..!! Perhatikan arah mata mu paman, apa mau Han'er adukan ke bibi nanti,” dengus Bai Han melalui telepati dengan nada suara kesal dan jijik.
“Ah,, Tuan muda ini ingin memesan kamar Lelang yang akan di adakan besok, apakah ada rekomendasi darimu?” Tanya Duan Du.
Pelayan tersebut langsung tersenyum tipis. “Kebetulan hanya tinggal satu yang tersisa di kamar VVIP No 08, tapi harganya sedikit lebih mahal-”
“Masalah harga itu gampang, berikan saja Tuan muda ini tokennya,” ucap Duan Du memotong ucapan pelayan anggun di sertai senyuman tipis.
“Ah baik Tuan muda, silahkan ikuti saja menuju meja VIP kami untuk menunggu,” ajak pelayan anggun.
Saat pelayan dan kelompok Duan Du akan berjalan, sebuah teriakan terdengar.
“Tunggu, bukankan ini terlalu berlebihan. Mengapa kalian pilih kasih hah, kami tadi meminta kamar lelang, kalian bilang sudah penuh, gantian mereka yang minta, kalian bilang masih ada. Apa-Apaan ini hah-” Teriak pemuda dengan wajah garang.
Tap tap..!!
Teriakan dari keduanya membuat orang-orang yang ingin memesan kamar lelang, yang ingin melelang maupun membeli beberapa herbal dan senjata kini melirik ke arah kedua orang berjubah kuning.
Sementara Duan Du yang mendengar itu terlihat acuh, ia sedikit melirik ke arah pelayan anggun dan ingin melihat bagaimana cara pelayan tersebut menanganinya.
Tap Tap..!!
“Maaf Tuan dan Tuan muda, saya ingin bertanya sebelumnya, apakah anda kuat?” Tanya pelayan anggun tersenyum dengan senyum lembut.
Wajah pemuda dan pria tua tersebut seketika memerah lantaran merasa di rendahkan.
“Jal**ng sialan, tentu saja kami kuat,” teriak pemuda tersebut mengeluarkan auranya.
Blush..!!
Blush..!!
Melihat pemuda tersebut berada di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 3 Awal dan pria tua di tingkat Dewa Surgawi ⭐ 4 Menengah, membuat orang-orang yang berkumpul mulai berhamburan pergi melanjutkan aktifitas mereka.
Sementara pelayan anggun kini tersenyum lembut. “Sebelum masuk, lebih baik Tuan dan Tuan muda membaca peraturan lelang kami terlebih dahulu di dekat pintu masuk, karena jika tidak, itu akan membuat diri kalian malu,” ucap pelayan anggun langsung membalik badan lalu pergi ke tempat Duan Du dan kelompoknya menunggu.
__ADS_1
Tap tap..!!
“Maaf membuat Tuan muda menunggu, silahkan ikuti saya,” ajak pelayan anggun yang di angguki oleh Duan Du.
Saat sang pelayan dan kelompok Duan Du baru melangkah lima meter. Sebuah teriakan kembali terdengar.
“Tunggu dulu,”
Langkah pelayan dan Duan Du terhenti, mereka semua pun membalik badan di sertai mengerutkan kening.
“Apa ada lagi masalah anda Tuan?” Tanya pelayan anggun dengan senyum lembut.
“Heng,, tentu saja ada, aku sudah membacanya dan di dalamnya ada keterangan jika seseorang yang ingin memesan kamar Lelang VVIP maka kekuatan terkuat mereka harus setingkat Master Besar yaitu Dewa Surgawi ⭐ 6 Ahir dan harta yang harus mereka punya setidaknya paling sedikit 100 juta batu kristal,” dengus pemuda tersebut.
“Jadi, apakah mereka memenuhi syarat juga, aku lihat mereka sangat lemah dan miskin,” sambung pria tua tersebut.
Tap tap..!!
Blush..!!
Bom..!!
“Apakah ini cukup,” ucap Pengawal Duan Du yang tak lain Penetua kelima.
Tap tap..!!
Burr..!!
Miliaran batu kristal langsung berhamburan di lantai satu Rumah lelang.
“Apakah ini cukup,” ucap Gu Sheng dengan senyum jijik ia arahkan ke kedua orang yang kini berlutut sambil memuntahkan seteguk darah.
Wajah keduanya terlihat marah, ketakutan dan benci saat melihat kelompok Duan Du dan pelayan anggun tersebut.
“Ka..Kalian pasti telah bekerjasama untuk mempermalukan kami, awas saja kalian, kami tidak akan menerima ini,” teriak pemuda tersebut.
“Tunggu pembalasan kami,” ancam pria tua tersebut melangkah keluar bersama pemuda tersebut.
Tap tap..!!
...
“Maafkan atas ketidak nyamanan yang Tuan muda terima,” ucap pelayan anggun kini membungkukkan badan setelah di rasa tidak ada gangguan.
“Tenang saja, lebih baik bawa kami ke meja yang nona maksud, karena aku juga ingin mencicipi beberapa arak yang katanya sangat nikmat di miliki oleh Rumah Lelang.”
__ADS_1