Lahirnya Raja Para Dewa 2

Lahirnya Raja Para Dewa 2
S3. Kedatangan Sosok Topeng Putih dan Meledakkan Diri


__ADS_3

“Semuanya cepat masuk jika kalian ingin hidup,” teriak Bai An dengan lantang.


Walau bingung lantaran perintah Master baru mereka yang tiba-tiba, mereka semua melesat masuk tanpa berpikir panjang.


Wuss wus..!!


Saat semua murid dan penetua Sekte Pedang Awan masuk, Ling Hua, Gu Sheng, Hu Song dan Luo Sha muncul di samping Bai An.


“Apa yang terjadi? Mengapa-” Sebelum Ling Hua menyelesaikan pertanyaannya. Bai An menatapnya dengan dingin.


“Jangan banyak tanya, lakukan saja yang aku perintahkan sebelum terlambat,” ucap Bai An dengan nada dingin.


Tepat setelah Bai An bicara, Asura Blood yang dari awal berada di samping Bai An langsung memasang wajah serius.


“Sudah terlambat, jika seperti ini semuanya akan mati, jadi izinkan aku mengendalikan tubuhmu bocah, demi keselamatanmu dan mereka semua,” ucap Asura Blood terdengar tidak main-main.


Namun Bai An langsung menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu apa yang kau takutkan sehingga memberikan perintah kepadaku, walau begitu aku yakin peringatanmu ini adalah tanda bahaya. Tapi satu hal yang pasti, ini pun berkat dirimu. Jadi biarkan aku melawan dengan segenap yang aku punya agar diriku bisa berkembang dan mengetahui sampai mana batasanku,” ucap Bai An.


Wung..!!


Dengan cepat Bai An membuat jutaan benang energi, tak lama jutaan benang energi tersebut langsung mengikat semua murid Sekte Pedang Awan yang belum masuk dunia jiwanya.


Dret..!!


Wung..!!


Tepat setelah semuanya masuk, pusaran energi dari langit tiba-tiba muncul. Bersamaan dengan itu, muncul sosok berjubah putih dengan topeng putih.


Bai An yang melihat itu tentu sudah siap dengan segala sesuatu yang terjadi. Ia juga sudah mengeluarkan pedang Asura sambil mengambil langkah kuda-kuda siap bertarung.


Hemm..!!


Duar..!!


Tanpa bisa melihat apa yang terjadi, Bai An langsung terlempar hingga menghancurkan setengah bangunan sekte saat bertabrakan dengan tubuhnya.


“Apa itu? Hanya dengan tatapan matanya, aku langsung terlempar,” gumam Bai An sedikit bingung.


Saat Bai An berusaha bangkit. Sosok topeng putih no 04 muncul tepat di depan Bai An.


Bai An langsung mundur sejauh yang ia bisa. Tapi lagi-lagi ada energi tertentu menghalangi tubuh Bai An.


Dret..!!


Bom..!!

__ADS_1


Tidak ingin menyerah, Bai An langsung mengayunkan pedangnya hingga bisa menghancurkan penghalang yang mengacaukan aliran energi di sekelilingnya.


Ia juga paham mengapa ia tadi tiba-tiba terlempar. Itu karena jangkauan energi yang di sebar musuhnya seolah meliputi Dimensi Alam Mixture ini.


“Hoo,, lumayan, kau dapat menyadari energi yang ku sebar, atau bisa di bilang aura yang aku keluarkan,” ucap sosok topeng putih.


Bai An hanya diam saja, kini ia menguatkan posisi berdirinya. Tanpa ragu Bai An langsung mengayunkan pedangnya.


“Teknik kelima, jiwa kehancuran,” gumam Bai An.


Dret..!!


Bilah pedang yang sangat besar seketika melesat ke arah musuhnya.


Sementara sosok topeng putih yang melihat energi jiwa di sertai energi asura bergabung dalam bentuk bilah energi melesat ke arahnya hanya tersenyum tipis.


Tangan sosok topeng putih menjulur ke arah depan.


Wuss..!!


Duar..!!


Sebuah cahaya melesat ke arah bilah pedang Bai An hingga menghancurkan serangan Bai An. Bukan hanya itu saja, cahaya tersebut terus melesat ke arah dimana Bai An berada.


Tapi terlihat jika Bai An sudah tidak berada di tempatnya.


Wung..!!


“Naif,” hanya itu yang di ucapkan oleh topeng putih.


Duar..!!


Sebelum bilah energi sampai ke topeng putih, bilah pedang tersebut langsung hancur.


“Ingin kabur, itu tak akan pernah terjadi.” Gumam sosok putih saat mengetahui jika Bai An mencoba kabur.


Sementara Bai An yang ada di ruang kehampaan melesat dengan kekuatan penuhnya, ia sadar jika apapun usahanya, itu tak akan pernah bisa melukai seujung jubah musuhnya.


Saat Bai An melesat, ruang kehampaan seketika berguncang. Bersamaan dengan itu, retakan muncul dimana-mana.


“Sial, energi ini lagi,” gumam Bai An sadar jika energi ini mencoba melacak dimana keberadaan dirinya.


Tapi satu hal yang Bai An belum sadari, kemanapun ia pergi, ia pasti akan di temukan. Itu terjadi karena musuh bukan merasakan keberadaan Bai An. Melainkan merasakan keberadaan jiwa Sia Yun.


Saat Bai An mencoba menghindar, sebuah suara terdengar datar.

__ADS_1


“Ketemu,” ucap sosok topeng putih langsung muncul tepat di depan Bai An dalam jarak 100 meter.


Bai An tentu menghentikan langkahnya. Tatapan dingin Bai An pancarkan saat melihat mata biru sosok topeng putih di depannya.


“Hoho,, aku suka tatapanmu itu keturunan Asura,” ucap sosok topeng putih kini membuka topengnya.


Blush..!!


Deg deg..!!


Mata Bai An langsung melotot, entah mengapa jantung Bai An berdetak jauh lebih cepat dari biasanya.


“Ka..Kau, siapa kau?” Tanya Bai An sedikit bergetar.


“Pertanyaan yang bagus,” ucap sosok topeng putih.


“Aku tidak mempunyai nama, aku hanya mempunyai angka dan warna topeng yang di berikan oleh Menara. Tapi dahulu sebelum bergabung, namaku adalah Bai Wei Chu. Keturunan ke 5 sekaligus calon penerus klan Bai di masa lalu,” ucap topeng putih no 04 menyeringai.


“Dasar pengkhianat,” teriak Bai An langsung mengalirkan energi Asura dan mengalirkan jiwa abadi tahap awal dalam jumlah besar.


“Aku sangat membenci yang namanya pengkhianat, walau aku harus mati, asalkan aku bisa membawamu mati, itu sudah cukup, karena saat aku mati pun, ini tidak akan selesai lantaran semua keluargaku akan memburu kalian semua.” Ucap Bai An dengan nada dingin.


Tubuh Bai An langsung bersinar terang.


“Tahap Ahir, Immortal Asura Explosion.”


Topeng putih yang melihat itu tentu sadar jika ia tidak pergi dari sini, maka ia akan ikut musnah, karena di masa lalu ia pernah melihat teknik ini pernah di lakukan oleh Sang Asura untuk meledakkan Penguasa Menara dan beberapa orang-orang bertopeng putih.


Walau energi yang ia rasakan saat ini jauh lebih kecil dari masa lalu, tetap saja ini bisa membunuh setidaknya tiga atau empat sosok topeng putih secara bersamaan.


“Sialan,” teriak topeng putih no 04 melihat cahaya yang kini mulai membentuk bulan.


Bai An yang menggunakan teknik terlarang kini tersenyum tipis. “Selamat tinggal ibu, selamat tinggal ayah, kakek, nenek, Mu Xia'er, Jia'er, Xie'er, Ye'er, Han'er, Du'er, Tu Long, paman, dan kalian semua,” gumam Bai An membayangkan semua anggota keluarganya satu percaya.


Tak lama, Bai An merasakan panas di seluruh tubuhnya dan sadar jika teknik terlarang sudah aktip, ia pun langsung memejamkan matanya dengan seutas senyum.


Wung..!!


Duar..!!


Bersamaan dengan Bai An memejamkan matanya, ledakan cahaya yang dahsyat langsung menghancurkan ruang kehampaan.


Sosok Topeng Putih yang mencoba melarikan dirinya kini sudah tidak sempat, walau begitu ia terlihat menggunakan sesuatu untuk menutupi seluruh tubuhnya.


***

__ADS_1


Di saat yang bersamaan, dua sosok sesepuh yang mencari keberadaan Sosok topeng putih membeku di tempat.


“I..Ini, apakah kita terlambat? Apakah Keturunan dari Dewa Asura meledakkan dirinya?” Ucap sesepuh laki-laki klan Ling tanpa terasa meneteskan air matanya.


__ADS_2